3 Juni 2015

Festival Cisadane

Kalau kalian warga asli kota Tangerang, pasti tahu dong acara Festival Cisadane. Acara yang selalu di adakan antara bulan mei-juni ini, biasanya mengikuti perayaan festival 'pecun' atau perahu naga atau hari bacang. Mengingat festival Cisadane ini agak berbau-bau chinese, makanya pak walikota mungkin mensiasatinya dengan mengadakan festival secara global. Itu pendapat gue.


Lagi, festival cisadane di Tangerang yang diadakan rutin ini, agak mirip dengan Jakarta Fair di Jakarta. Tahun ini pun hampir mirip. Banyak stand-stand di sepanjang jalan serta tepian sungai Cisadane yang berjejer. Di malam terakhir festival, gue penasaran. Datanglah gue kesana.

Kesan pertama begitu sampai disana.... RAME GILAK! Untungnya gue sekalian pulang gereja, kalau niat cuma buat datang kesana, ogah banget dah. Tukang parkirnya banyak, banyak pungli juga jadinya!

Ada juga yang nyeletuk, "Boh, ini mah pasar malem. Apanya yang festival!"

Gue berdeham dalam hati. Sebenarnya nggak salah juga sih orang tadi nyeletuk. Tapi, peduli amat. Gue terus berjalan, mepet-mepet orang-orang yang jalan dan berhenti di sembarang tempat. Jalan kaki aja bisa macet. Mikir nggak tuh. Huehehehe...

Spot-spot yang ada disana lumayan banyak. Pastinya ada stand-stand dari tiap kecamatan atau perwakilan sekolah. Stand para penjaja makanan. Ada juga cemilan pinggir jalan yang nongkrong tanpa tenda, alias kaki lima.

Festival kali ini dibuat agak meriah. Ada pengamen jalanan yang agak berkelas (menurut gue) ikut bergabung disini. Dengan angklung yang khas mereka, membuat gue berdecak kagum. Ada juga gegayaan lampu sorot warna-warni yang di arahkan ke sungai. Mungkin tujuannya untuk menambah kecantikan festival kali yaaa.. 

Ada juga bentuk gapura-gapura dari bambu  yang ada tulisannya. Gue disana pun nggak bisa belanja apa-apa. Selain dalam usaha mengencangkan ikat pinggang, gue pun merasa belum butuh apapun disana. Jadi nggak bakal laper mata deh kalau soal belanja-belanjaan. Susahnya, lapar mata di dukung lapar perut. Nah, ini yang susah. Huehehehe.

Gue akhirnya jajan sekantong tahu bulat yang dalam tiga kali caplokan pun sudah habis. Ditambah lagi cemilan lidi-lidian yang awet sampai gue balik lagi ke titik awal mulai menyusuri festival. Sudah. Gue hanya jajan begitu saja, lalu pulang. Kepala gue tiba-tiba mabok lihat banyak orang lalu-lalang. Tanda penuaan mungkin. hehehe...

Gue cukup mengapresiasi acara festival tahun ini. Hanya saja masih ada yang perlu di perhatikan. SAMPAH.

Bukan hanya untuk para petugas kebersihan. PARA PENGUNJUNG JUGA DONG! Mereka yang datang, mereka yang bersihkan sampah mereka sendiri. Apalagi TUKANG DAGANG. TANGGUNG JAWAB DONG. 

Mau kotanya dapat penghargaan tapi nggak mau usaha dari diri sendiri. Gue aja nunggu ampe nemu tong sampah di sekitaran robinson baru buang bungkus tahu bulat sama lidi-lidian.

See ya next fest! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^