Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2016

Beda selera

Semalem, gue baru aja putar ulang film Decendants of The Sun, drama Korea yang lg ngehits di tahun ini. Padahal, gue baru saja kelarin itu film 2 hari yang lalu dan merasa belum puas dengan drama itu, mungkin karena ending yang memang menggantung, tapi jujur aja... gue suka.

Gue sempet tanya ke sohib tentang pendapat dia. Menurutnya, drama itu biasa aja. Ngga begitu mengena dan... ya gitu aja. Partner kerja gue yang penggila drama juga bilang begitu. Herannya gue, kenapa mesti gue putar ulang.

Beberapa list drama yang ada di laptop, biasanya ada beberapa yang gue putar ulang dengan alasan, kangen atau memang film nya bagus. Tapi ada juga film yang cuma gue tonton satu kali dan bahkan ada yang ngga gue tamatkan karena tidak sebagus janji-janji manis trailler nya.

Herannya lagi, gue sudah memutar ulang drama ini selang dua hari setelah tamatnya. Sekilas, gue jadi ingat akan drama Korea berjudul The King 2 Hearts yang menjadi film drama pertama kesukaan gue dan film itu juga yang sudah bosan gue putar ulang kesekian kali. Bukan karena pemainnya yang keren, tapi filosofi ceritanya yang mengena.

Temanya sama, Menjaga perdamaian dunia, dengan cara dan posisi yang berbeda. Dan, gue suka! Entah apa yang buat gue suka setengah mati dengan kedua film itu dan setelah suka film nya, gue jadi suka sama pemeran filmnya.

Lee Joong Ki, Song Hye Kyo...
Lee Seung Ki, Ha Ji Won..

Haha.. pemeran utama prianya namanya hampir mirip. Entah apa pendapat kalian tentang kedua film yang sebagian besar mempertontonkan aksi kemiliteran dan usaha diplomasi politik yang notabene mungkin memang terjadi di kehidupan nyata kita. Walau memang sama mereka di dramatisir. Wajarlah, judulnya kan drama.

Tapi, drama yang agak realistik itu menurut gue lebih menyenangkan dan menyegarkan. Setidaknya, dibalik setiap masalah pasti ada pria bling-bling yang siap mencuci mata. #ehhh #salahfokus

Daripada hidup kebanyakan drama, ngga salahnya kita lebih sadar dunia nyata bawa ngga selamanya hidup cuma drama yang melulu nangis dan jatuh cinta. Pasti ada waktunya untuk berjuang, untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk sesama, untuk masyarakat, bahkan seluruh dunia...

I love you., na na na na na na...
Only you,. Nana na nana... (gue ngga tau lirik soundrack nya, tapi itu enak.. serius!)

25 Maret 2016

#Happy25

Gue masih inget saat jaman SMP, saat teknologi belum secanggih sekarang. Dulu sudah ada ponsel dan benda itu sudah jadi benda mewah dan keramat kala itu. Gue ngga harus punya, tapi kalau ngga punya gue mati gaya. Maklum, alay jaman dulu.

Ponsel model antena dan yang terkenal adalah merk NOKI*, sebelum negeri S*msung menjajah dengan ponsel layar sentuhnya.

Berhubung ponsel itu barang mewah, otomatis aksesorisnya juga ikutan menyita cukup banyak uang jajan gue kala itu. PULSA! Untungnya gue bukan orang yang suka gonta ganti nomor, jadi cuma satu dan masih inget sampai sekarang walau nomornya sudah hilang entah kemana.

Setelah pulsa, otomatis fitur-fitur berikutnya mengikuti, misalnya SmS dan Telepon. Dulu belom ada fitur chat kayak sekarang dan biaya telepon ke ponsel pun lebih mahal ketimbang telepon di telepon umum. Pilihan terakhir, tinggal SMS. Murah bahkan kalau kirim 10 SMS bisa gratis berapa kalo gitu.

Selain jamannya ponsel merebak, jaman SMP juga jamannya Cinta Monyet bersemi. Bahasa Inggrisnya mah Puppy Love (monyet sama puppy, wkwkwk). Jamannya kenal-kenalan lewat sebar-sebar nomor telepon, bahkan gaya-gaya salah kirim SMS, padahal emang ada udang dibalik bakwan.

Dulu pernah kenalan sama orang dan beberapa tahun kemudian gue ketemu lagi sama doi. Hebatnya, gue ngga ngenalin itu orang. Pernah gue ceritain di bintang FTV.

Nah, ada juga yang kenalan namun sudah berumur. Kala itu, gue masih sekolah kelas 2 atau 3 SMP gitu. Orang yang dimaksud sudah berumur 27 tahun dan gue reflek, "ih tua amat!"
Sementara lawan SMS gue membalas dengan enteng "ah, 27 mah masih muda."

Saat itu gue ngga sadar dan masih bersikukuh bahwa kepala 20 merupakan sebuah neraka yang membawa gue pada sebuah masa yang disebut berumur atau kasarnya "TUA".

Waktu berganti, gue pun lupa akan refleksi ucapan gue tempo hari. Hingga sepuluh tahun kemudian, ya, hari ini gue menyadari, sudah lima tahun berjalan menikmati masa-masa umur kepala dua. Gelinya, tidak terbesit dipikiran gue bahwa umur sekarang itu bisa digantikan dengan kata "TUA". Oh tidak. Gue masih muda.

Gue pun tersadar, di masa "kepala dua" inilah gue merasakan kejayaan akan bidang-bidang yang gue jalani. Dimasa-masa inilah gue mengecap manis pahitnya hidup agar dapat direfleksikan lagi kepada yang lebih muda.

Terlebih, dimasa-masa inilah gue harus menentukan masa depan gue. Walau masih bisa gue rubah, tapi disinilah titik balik akan kesenangan dunia yang selama dua puluh tahun gue nikmati.

Disinilah gue harus berdiri diatas kaki gue sendiri. Disinilah juga, gue harus membuktikan pada diri sendiri untuk bisa jadi yang dibanggakan oleh diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Jadi, sekaranglah baru dimulai. Jalan hidup gue baru dimulai lagi disini. Dititik ini. Puncak 25.

19 Januari 2016

Ditolak!!

"Dengan ini, kami beritahukan bahwa naskah yang saudara kirim belum dapat kami terima. Terima kasih atas partisipasinya dalam mengirimkan naskah. Teruslah berkarya, kami tunggu karya selanjutnya..."

*Hujan badai turun.... *Petir menggelegar...
Jegarrr.. Jegerrrrr...
ditolak.png (300×190)

2 Desember 2015

Tulis Tulis...

@disneywords: The only way to fix a friendship is to try. –Pooh

...

Maunya sih, ini maunya ya... maunya sih gue baikan sama beberapa orang ini. Orang-orang yang pernah jadi bagian dari dalam hidup gue dan mereka beranjak begitu saja sementara gue agak belom rela gitu. Sampai waktu akhirnya membuat gue bosan dengan menunggu.

Satu.
Soulmate gue.
Bukan berarti lawan jenis ya. Jadi dulu itu gue deket banget sama seorang sahabat yang pernah tergabung dalam 3eLs. Salah satu dari mereka itu beranjak meninggalkan gue saat baru menjajaki dunia sosial yang lebih luas. Awalnya gue mau membantu dia karena dulu, gue lebih bawel ketimbang dia. Tapi, doi menolak beberapa kali bantuan dan gue berpikir untuk membiarkan doi untuk mengembangkan sayapnya disana. Sampai, kebablasan hingga gue lupa apa arti sebuah "soulmate" antara gue dan dia dulu. Mungkin, ngga jarang yang ngga tahu kedekatan gue dulu. Tapi itu dulu. Sekarang? Lo Gue.. ya udah, gitu aja.

Dua.
Seseorang yang dijuluki SUHU.
Doi pinter. Ahli oprek komputer katanya. Tapi indra kepekaannya ketutupan daging kalinya. Kode keras gue ngga pernah nemplok ke kepala dia biar sadar gitu.
Dulu (lagi), gue itu langganan ikut misa ibadat pagi bareng doi. Janjian di tempat yang sudah biasa (sekarang udah berubah aslinya), terus menjalani ritual tersebut berbulan-bulan. Dulu tuh, misa paling pagi ibarat vitamin. Selain dapet berkat Tuhan, gue juga dapet suntikan semangat dari doi. Begitu selesai, kayaknya harus nunggu 6 hari kedepan itu beratnya setengah ampun. Sampai satu kejadian, entah gue yang salah atau sebaliknya, semua berubah 180%. Seakan kita ngga pernah kenal sebelumnya.
Bodohnya, saat gue bikin postingan ini, gue baru saja dilanda rindu akut akan doi. Betewe, itu udah sekitar 5 taon yang lalu loh.. Setia ngga tuh..

Abis.

Nah, gue mau banget baikan sama mereka. Entah pakai berantem, maki-makian satu sama lain dulu kek. Entah pakai acara ketemua lagi, langsung jalan tanpa inget masa lalu lah. Entahlah. Semua sesuatu yang sulit. Sulit dimengerti, sulit dikembalikan.

Satu hal yang gue inget. Manusia dan perasaan memang akan berubah, tapi ngga akan bisa merubah fakta bahwa mereka pernah jadi salah satu puzzle berarti dalam gambaran besar dalam hidup gue. Itu.

14 November 2015

Din.. Din... Klakson

Tau nggak sih, sejak jadi pengendara mator selama dua tahun terakhir, gue mulai memiliki alergi tersendiri untuk beberapa hal saat berkendara. Contohnya cerita tentang lampu sein tempo hari. Rasanya kepengen banget buat para pengendara lain, termasuk gue untuk mampu mengingat untuk mematikan lampu sein setelah digunakan. Gue beberapa kali ditegor orang-orang saat tidak memberikan lampu sein sebelum berbelok. Sayangnya, gue takut lupa dan malas untuk menyalakan lagi.

Kali ini, gue merasa ada keganjilan akan tingkah gue dengan klakson. Contoh paling jelas misalnya saat di lampu merah, gue tanpa saar pasti menekan klakson pertanda sudah lampu hijau. Awalnya karena ikut-ikutan, sekarang jadi kebiasaan. Bahkan saat gue berhenti paling depan pun gue kasih klakson. Kan aneh!
pinjam
Tapi yang paling aneh lagi, saat seseorang pengendara motor yang dibelakan motor gue membunyikan klakson berkali-kali meminta gue dan pengendara di depan gue untuk segera beranjak dari tempat kami berhenti sejenak. Yang buat gue kesal adalah pengendara itu nggak sadar kalau gue juga stak, nggak jalan. Bukan berarti nggak ngasih jalan. Huh!

Ada lagi, tentang pengendara yang suara klaksonnya udah kayak radio kusut, tapi terus-terusan bunyiin klakson. Sementara, jalanan di sisi kanan gue lega dan dia bisa nyalip sesuka hati dia. Sudah klakson tanpa henti, tapi nggak nyalip-nyalip.

Ada lagi juga, tentang klakson mobil tronton yang tiba-tiba mengagetkan gue. Anehnya, gue nggak tersinggung. Justru tertawa karena sempat-sempatnya kaget, meski lagi macet-macetnya jalanan. Kadang, gue merasa beruntung pada mereka yang suka klakson sesuka hati karena mengingatkan gue agar lebih berhati-hati saat berkendara. Tapi terkadang, hal sebaliknya itu yang nggak gue suka. Hufft..

25 Oktober 2015

My Dream Room...

Pernah nggak sih mempunyai keinginan untuk mendesain kamar sendiri? Misalnya, mengatur bentuk tempat tidur sendiri, mengatur warna kamar sendiri, mengatur letak lemari dan tetek bengek yang kita pengen ada di kamar sendiri?

22 Oktober 2015

MTA Chapter 5 ~ Inaguration Day

Setelah mengalami sidang yang cukup dramatis, akhirnya gue berhasil lulus dengan grade yang cukup memuaskan. Cukup terbayar segala kesulitan yang sudah gue rasain sebelumnya. Eits, jangan dipikir setelah sidang kelar, dapat hasil kelulusan, tugas gue sudah kelar. Justru revisian setelah sidang itu yang masih menantang.

5 Oktober 2015

CrewID: LearningForum1 ~ Personal Branding

Beberapa bulan lalu, gue ikutan program ITO (Indonesian Talent Outlook) yang di prakarsai oleh Nutrifood dan di hadiri oleh beberapa orang penting dari berbagai perusahaan kenamaan termasuk Nutrifood itu tersendiri.

Seusai ITO, ternyata mereka mengadakan pemilihan CrewID yang dilemparkan kembali kepada para peserta program ITO yang lalu. Dengan mengandalkan nama kampus gue yang masih belum terkenal, akhirnya gue terpilih sebagai perwakilan kampus yang kampusnya sendiri nggak tahu kalau gue mewaliki mereka sebagai salah satu anggota CrewID Batch 1.

13 September 2015

Anak Kecil

Biar anak-anak datang kepadaku... Itu sabda Yesus, Dia memanggiku...

Huffttt.. Ternyata gue baru sadar kalau sekarang sudah tidak lagi muda. Namun, gue paling suka sama anak kecil. Mereka terlalu imut untuk tidak di sayang, terlalu mubazir untuk tidak di godain, terlalu sayang untuk tidak memeluk mereka. Maklum, bawaan kerjaan yang jadi kebiasaan.

Anak-anak pada umumnya, merupakan masa-masa paling menyenangkan menurut gue. Setelahnya barulah masa remaja yang penuh kenangan. Jujur saja, siapa yang bisa mengingat dengan jelas kehidupan masa kecilnya secara terperinci? Gue juga sebenarnya nggak begitu ingat akan masa kecil gue. Hanya kenangan tertentu saja yang memorable berhasil gue ingat. Itu pun tidak banyak. Saking banyaknya kenangan yang tercipta, semakin sulit juga yang bisa diingat. Tapi itulah yang menyenangkan dari anak-anak.

Gue hidup untuk hari ini. Susah, senang, sedih, bahagia, terjadi hanya untuk hari itu saja. Besok? Beda lagi ceritanya. Hari ini diomelin ibu guru, ortu yang marah-marah atau senang mendapat rejeki nomplok entah dari mana, semuanya hanya bisa disimpan disalah satu sudut ingatan. Hanya bisa tersimpan rapi tanpa perlu dibuka lagi.

Begitu juga dengan persahabatan. Anak-anak murid gue disekolah contohnya. Mereka berantem, rebutan, nangis, pukul-pukulan, setelah itu? Selesai sudah. Setengah jam kemudian, mereka bersahabat lagi. Juga, mereka bersenang-senang, bergembira, besoknya sedih lagi, ya sudah. Berhenti sampai disitu. Mereka kembali berteman. Nggak peduli apa yang pernah terjadi sebelumnya.

Gue juga maunya begitu. Sayang, semakin gue besar dan dewasa, jiwa manusiawi gue sedikit demi sedikit mengelotoki jiwa polos anak lugu masa kecil itu. Selain itu, pengertian gue juga semakin dewasa. Bahkan, sekarang pun gue sudah bisa ngomong "sepuluh tahun yang lalu" atau "lima tahun yang lalu", dan nggak kebayang kalau ternyata sudah banyak waktu yang terlewati.

Gue maunya tetap seperti anak kecil yang meskipun kami bertengkar hebat, hingga nangis sekalipun, tetap masih ada ruang dimana kami bisa berbaikan, tertawa bersama serta menangisi kebodohan masing-masing atas waktu-waktu yang sudah terlewat.

Ah... andai saja...

2 September 2015

Tidak Berdaya

Masih inget kalau gue pernah minta maaf di salah satu postingan karena absennya gue di beberapa bulan terakhir. Secara pribadi, gue pun merasa sedikit miris jikalau melihat trackrecord dari jumlah tulisan yang ada di blog ini.

Blog ini pernah dalam masa ke'jaya'an nya saat gue rajin banget posting dan dalam setahun gue berhasil menerbitkan kurang lebih 150 tulisan. Hal itu diikuti di tahun berikutnya walau sedikit agak berkurang. Sementara itu, gue melihat di record tahun 2015, sampai bulan September ini baru ada sekitar puluhan tulisan yang berhasil gue ciptakan. Kalau distatistik, ini namanya penurunan kualitas dan kuantitas tulisan. Mudah-mudahan tidak seperti itu ya.

3 Agustus 2015

MTA Chapter 1-3 ~ Skripsweet

Pertama-tama, gue perkenalkan subtema baru dari blog ini. MTA! Kalau dilihat dari sub-judulnya, bisa nebak nggak? Nggak bisa? Yowes, nih dikasih klu nya.. Klu pertama, Mahasiswa, klu kedua Tingkat, klu ketiga Akhir. #lha.

Iya, iya. MTA itu artinya Mahasiswa Tingkat Akhir. Siapa yang sudah pernah merasakan atawa lagi merasakan atawa baru mau akan merasakan. Pesan singkat gue adalah.... Jangan menyeraaaa~~h, jangan menyeraaa~~hh, jangan menyeraaaa~~h, #dmasiv mode on!

7 Juli 2015

Berdamai dengan Masa Lalu

Masa lalu~~ biarlah masa lalu~~ #dangdut, tetoet..

Mari kita tinggalkan lagu dangdut diatas. Beberapa waktu belakangan ini, gue (masih) suka banget nonton drama Korea. Ada yang sudah menonton film Kill Me Heal Me?

source

9 Mei 2015

Peka

Beberapa waktu lalu, gue merasa mengalami kejadian agak apes. Sebagai pengendara motor sejati, kayaknya belum afdol kalau belum ngerasain yang namanya bocor ban. Sayangnya, kalau harus kena bocor ban sampai dua kali dalam sehari itu, rasanya kepengen banget garuk-garuk tembok.

Berdasarkan opini gue diatas, keapesan gue itu bermula dari pagi saat gue harus pergi ke tempat kerja. Ditengah jalan mendekati kantor, gue merasa ban motor agak aneh. Goyang dumang lalu agak oleng juga. Anehnya, tidak ada satu pengendara motor pun yang memberitahu gue akan hal tersebut.

Begitu tiba di depan gerbang, akhirnya ada juga yang infoin kalau ban motor gue sudah habis bis bis angin nya. Kempes bingits! Setelah ditelaah dan diteliti, ternyata sebuah paku segede gaban sudah menancap di ban belakang motor gue. Dari sanalah bermula.

13 Maret 2015

Sederhana

Bahagia itu sederhana.

Ungkapan yang sering gue denger dan terbukti nyata di dunia yang sesungguhnya. Bukti nyatanya adalah gue. Semenjak berprofesi sebagai guru, banyak kebahagiaan kecil tidak tertuda yang terjadi dalam hidup gue. Sebuah kebahagiaan yang dulu gue anggap sepele dan tidak penting.

Kadang, gue merasa sulit untuk menciptakan dan merasakan kebahagiaan karena berpikir waktu dan cara untuk menciptakan kebahagiaan itu butuh dana besar dan waktu yang banyak. Ternyata, disela-sela kesibukan serta padatnya jadwal mengajar gue, kebahagiaan itu dapat gue temui di kehidupan sehari-hari. Bahkan untuk hal sepele yang ternyata bisa mengundang senyum atau pun decak tawa.

4 Maret 2015

Wishing Day

Oh my God! Akhirnya sampai juga dibulan Maret 2015. Nih, ya.. Sebelum kalian pusing memikirkan kado apa saja yang mesti kalian kasih ke gue, berikut gue berikan listnya. Wishing list ini dibuat sudah dari setahun yang lalu. Niat banget kan? :D

Mari kita mulai dari sesuatu yang belum pernah gue punya.

Ada yang pernah terbayang kalau gue memakai dress atau sesuatu yang bernuansa skirt? Nah, berhubung gue suka kebingungan kalau mau pergi kondangan, list pertama gue adalah

1 Maret 2015

ITO 2015

Berawal dari broadcast di salah satu grup chatting, gue memberanikan diri terlibat dalam suatu kegiatan yang berskala netral. Tidak terkait dengan suatu organisasi namun masih membawa nama kampus.

23 Januari 2015

Deeply sad ~~

Several times ago, I found some pictures which make me feel like... "Oh, I ever felt like that". The moment when we feel sad, very deeply sad but we should cover it with smiley face. Maybe, other people would not know but everything has time. In the end, we can't hide it anymore and the only way is to share it with your best partner.

Let's take a look the story from the pictures here...










(all picture sources from facebook wall)

And... I had combined all of the pictures into one video with sub voice. You can watch the video here.

Overall, I hope that you can get your happiness in these year.

15 Januari 2015

Kisah Perpisahan

Ehem! Ini bukan kisah sedih di hari minggu, ~~ eh..
Ini kisah yang lupa gue ceritakan beberapa hari menjelang gue resign. Ada hal yang buat gue senang, merasa kehilangan sampai sakit kepala gara-gara hal yang tidak gue duga terjadi. Kalau boleh jujur, kok kisah gue agak-agak mirip sama staff yang juga resign di bulan yang sama, ditahun sebelumnya. Mungkin jodoh karena tidak dipungkiri gue memang masuk lewat doi.

8 Januari 2015

Film Merry Riana

Disclaimer:
This post was made for promoting Merry Riana the Movie. Enjoy it. :)


-----------------------------------------------------------------------

Kenal sama Ms. Super inspiratif dan motivatif satu ini?
source