4 Juli 2014
Bintang FTV
1 Juli 2014
Beautiful Sorrow
Mana ada sih, Kepedihan yang Cantik atau Indah? Ada.
Karena, dibalik derasnya hujan selalu terselip pelangi yang indah. Jadi, kalau mau dapat pelangi tentu saja harus mengalami hujan dulu.
Begitu juga kehidupan. Pepatah 'Berakit-rakit ke hulu dan berenang ketepian' itu selalu benar. Entah filsuf mana yang menciptakan pepatah nan nyata itu. Sama hal-nya akan adaptasinya gue di tempat yang baru setelah kepindahan gue dari tempat yang lama. Asing? Jelas. Menantang? Pasti. Kalau sebelumnya gue bisa, kenapa sekarang tidak?
Lalu, sebagai pembukaan dari bulan Juli ini, gue ingin mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi para pembaca yang menjalankannya. Kalau lo tidak berpuasa, paling tidak hormatilah mereka yang berpuasa. Kita kan warga negara yang bertenggang rasa, toh?
Bulan Juli tahun ini sedikit berbeda karena UAS yang harusnya sudah kelar di bulan Juni ternyata baru mulai dibulan ini, bro! Berkuranglah liburan semester gue. Selain itu, postingan di bulan Juli ini akan diisi akan cerita-cerita lama yang dulu berasa banget pahitnya tapi sekarang sangat mudah ditertawakan. Yeah, finally time makes it be alright.
Bulan ini akan juga diisi dengan kesibukan-kesibukan baru gue sebagai seorang guru. Mudah-mudahan terkejar ya.
Pokoknya, seperti bulan-bulan sebelumnya, karena tema bulan ini Beautiful Sorrow, jadi seluruh postingan pasti ada yang bernuansa sedih namun menyentuh. Mungkin juga nanti ada yang menyebalkan tapi sekarang terlihat konyol.
Semua akan dikupas tuntas dibulan ini.
Nah, sebagai salam pembuka, ijinkan gue kasih gambar ini...
HELLO JULY!
We are ready to the rock!!
Karena, dibalik derasnya hujan selalu terselip pelangi yang indah. Jadi, kalau mau dapat pelangi tentu saja harus mengalami hujan dulu.
Begitu juga kehidupan. Pepatah 'Berakit-rakit ke hulu dan berenang ketepian' itu selalu benar. Entah filsuf mana yang menciptakan pepatah nan nyata itu. Sama hal-nya akan adaptasinya gue di tempat yang baru setelah kepindahan gue dari tempat yang lama. Asing? Jelas. Menantang? Pasti. Kalau sebelumnya gue bisa, kenapa sekarang tidak?
Lalu, sebagai pembukaan dari bulan Juli ini, gue ingin mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi para pembaca yang menjalankannya. Kalau lo tidak berpuasa, paling tidak hormatilah mereka yang berpuasa. Kita kan warga negara yang bertenggang rasa, toh?
Bulan Juli tahun ini sedikit berbeda karena UAS yang harusnya sudah kelar di bulan Juni ternyata baru mulai dibulan ini, bro! Berkuranglah liburan semester gue. Selain itu, postingan di bulan Juli ini akan diisi akan cerita-cerita lama yang dulu berasa banget pahitnya tapi sekarang sangat mudah ditertawakan. Yeah, finally time makes it be alright.
Bulan ini akan juga diisi dengan kesibukan-kesibukan baru gue sebagai seorang guru. Mudah-mudahan terkejar ya.
Pokoknya, seperti bulan-bulan sebelumnya, karena tema bulan ini Beautiful Sorrow, jadi seluruh postingan pasti ada yang bernuansa sedih namun menyentuh. Mungkin juga nanti ada yang menyebalkan tapi sekarang terlihat konyol.
Semua akan dikupas tuntas dibulan ini.
Nah, sebagai salam pembuka, ijinkan gue kasih gambar ini...
![]() |
| source |
We are ready to the rock!!
30 Juni 2014
Mengakhiri Kekonyolan
Hola! Kita sekarang sudah berada lagi di penghujung bulan Juni. Berbagai hal telah terjadi dari sekian banyak hari tanpa tanggal merah di bulan ini. Kalau diurutkan, ternyata gue agak tidak kecewa saat memutuskan bahwa bulan ini dinobatkan sebagai 'Absurd Month'.
Kekonyolan yang terjadi dalam beberapa hari kebelakang semakin meyakinkan gue bahwa hidup tidak semulus dan serata jalanan aspal. Juga, membuktikan sebuah pepatah 'Jodoh Tidak Akan Kemana' menjadi kenyataan.
Sayangnya, untuk pernyataan gue yang terakhir belum sempat gue ceritakan kepada lo semua. Sebuah tragedi yang sampai-sampai teman kantor gue bisa berujar, "Kalian kayak FTV, ya!"
Percaya atau tidak, tampaknya kisah percintaan gue memang begitu dramatis. Saking dramatisnya, cocok untuk gue jadikan referensi naskah novel gue berikutnya. *ahay!* Mudah-mudahan terwujud keinginan ini!
Nah, kembali ke jadwal seperti biasanya. Gue akan me-review isi dari blog gue selama sebulan ke belakang. Akhirnya, gue bisa memberanikan mengambil pilihan yang paling sulit dalam hidup. Apa itu? Kalau kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu. Ya! Tentu saja tentang kepindahan gue dari tempat yang lama ke tempat yang baru.
Bagaimana rasanya saat meninggalkan pekerjaan yang seakan sudah mendarah daging pada kita selama 4,5 tahun? Berat pasti, tapi harus. Kenapa? Karena hidup masih terus bergerak dan gue pun masih ingin mewujudkan cita-cita gue sebagai guru.
Selain itu, gue juga ada bercerita tentang masa-masa menyenangkan berstatuskan 'mahasiswa' dan masih akan terus gue ukir demi kenangan masa depan. Ada juga tentang 'asal-usul' bagaimana gue bisa dapat panggilan.... ICHA! hahaha!
Nah, setelah bulan ini berakhir gue berharap agar bisa semakin produktif menulis. Berhubung gue akan punya waktu senggang lebih banyak! Soalnya, bulan ini gue kurang produktif nih. Ide banyak, aksi yang kurang. Akhirnya hanya 7 postingan di bulan ini. *nangis di pojokan*
Okeh, akhir kata... saatnya gue mengucapkan selamat tinggal kepada bulan Juni. Terima kasih atas sebulan penuh yang penuh pengalaman dan pengetahuan. Mari kita sambut pertengahan tahun dengan....
BYE JUNE!
Kekonyolan yang terjadi dalam beberapa hari kebelakang semakin meyakinkan gue bahwa hidup tidak semulus dan serata jalanan aspal. Juga, membuktikan sebuah pepatah 'Jodoh Tidak Akan Kemana' menjadi kenyataan.
Sayangnya, untuk pernyataan gue yang terakhir belum sempat gue ceritakan kepada lo semua. Sebuah tragedi yang sampai-sampai teman kantor gue bisa berujar, "Kalian kayak FTV, ya!"
Percaya atau tidak, tampaknya kisah percintaan gue memang begitu dramatis. Saking dramatisnya, cocok untuk gue jadikan referensi naskah novel gue berikutnya. *ahay!* Mudah-mudahan terwujud keinginan ini!
Nah, kembali ke jadwal seperti biasanya. Gue akan me-review isi dari blog gue selama sebulan ke belakang. Akhirnya, gue bisa memberanikan mengambil pilihan yang paling sulit dalam hidup. Apa itu? Kalau kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu. Ya! Tentu saja tentang kepindahan gue dari tempat yang lama ke tempat yang baru.
Bagaimana rasanya saat meninggalkan pekerjaan yang seakan sudah mendarah daging pada kita selama 4,5 tahun? Berat pasti, tapi harus. Kenapa? Karena hidup masih terus bergerak dan gue pun masih ingin mewujudkan cita-cita gue sebagai guru.
Selain itu, gue juga ada bercerita tentang masa-masa menyenangkan berstatuskan 'mahasiswa' dan masih akan terus gue ukir demi kenangan masa depan. Ada juga tentang 'asal-usul' bagaimana gue bisa dapat panggilan.... ICHA! hahaha!
Nah, setelah bulan ini berakhir gue berharap agar bisa semakin produktif menulis. Berhubung gue akan punya waktu senggang lebih banyak! Soalnya, bulan ini gue kurang produktif nih. Ide banyak, aksi yang kurang. Akhirnya hanya 7 postingan di bulan ini. *nangis di pojokan*
Okeh, akhir kata... saatnya gue mengucapkan selamat tinggal kepada bulan Juni. Terima kasih atas sebulan penuh yang penuh pengalaman dan pengetahuan. Mari kita sambut pertengahan tahun dengan....
![]() |
| SOURCE |
BYE JUNE!
21 Juni 2014
Liebster Blog Award#Season 3
Akhirnya, ada juga yang kasih award ini ke gue. *miris*
Setelah sebelumnya gue berinisiatif bikin sendiri award ini karena nggak ada yang ngasih, akhirnya ngasih buat diri sendiri disini. *nangis dipojokan*
Akhirnya ada juga blogger yang tidak saya ketahui dan memberikan award ini kepada gue. Sebenarnya, award ini tidak ada hadiah ataupun keuntungan yang bersifat materi, hanya saja award ini benar-benar menarik perhatian karena secara tidak langsung menghubungkan gue dengan dunia para blogger diluar sana.
Ini adalah award pertama gue setelah sekian tahun melalang buana di dunia blog. Cerita-cerita kenapa gue suka sama award ini sudah pernah gue ceritain sebelumnya. Walau cuma dapat 1-3 respon dari 5 award yang gue kasih, tapi gue seneng. *jejingkrakan*
Dikesempatan award kali ini, akan gue jawab beberapa pertanyaan dari Nikmall nih. Oh, ya. Di Liebster Award itu ada beberapa rule, misalnya: menceritakan tentang diri sendiri, menjawab pertanyaan mereka lalu memberikan pertanyaan balik. Tidak lupa, tag orang lain lagi untuk menjalin silahturahmi.
Okeh, untuk bagian 'menceritakan diri sendiri', sudah pernah gue ceritakan sebelumnya... Kemudian, gue akan langsung masuk ke bagian 'menjawab pertanyaan mereka. Yuuk, cap cussss...
Setelah sebelumnya gue berinisiatif bikin sendiri award ini karena nggak ada yang ngasih, akhirnya ngasih buat diri sendiri disini. *nangis dipojokan*
Akhirnya ada juga blogger yang tidak saya ketahui dan memberikan award ini kepada gue. Sebenarnya, award ini tidak ada hadiah ataupun keuntungan yang bersifat materi, hanya saja award ini benar-benar menarik perhatian karena secara tidak langsung menghubungkan gue dengan dunia para blogger diluar sana.
Ini adalah award pertama gue setelah sekian tahun melalang buana di dunia blog. Cerita-cerita kenapa gue suka sama award ini sudah pernah gue ceritain sebelumnya. Walau cuma dapat 1-3 respon dari 5 award yang gue kasih, tapi gue seneng. *jejingkrakan*
Dikesempatan award kali ini, akan gue jawab beberapa pertanyaan dari Nikmall nih. Oh, ya. Di Liebster Award itu ada beberapa rule, misalnya: menceritakan tentang diri sendiri, menjawab pertanyaan mereka lalu memberikan pertanyaan balik. Tidak lupa, tag orang lain lagi untuk menjalin silahturahmi.
Okeh, untuk bagian 'menceritakan diri sendiri', sudah pernah gue ceritakan sebelumnya... Kemudian, gue akan langsung masuk ke bagian 'menjawab pertanyaan mereka. Yuuk, cap cussss...
20 Juni 2014
Halo ^^
Hai!
Postingan kali ini ditujukan bagi kalian semua pecinta dunia tulis menulis, khususnya para blogger sejati. Sudah hampir 4 tahun lebih gue jatuh cinta dengan dunia ini. Khususnya lagi, dunia blog. Disini, gue bebas mengungkapkan apa yang ada di benak gue.
Awalnya, cuma iseng-iseng. Lalu berubah menjadi 'tempat sampah' saat gue galau. Berubah lagi mulai menulis yang positif-positif sampai sekarang, gue memutuskan untuk menulis dan menginspirasi. Bahkan dari hal yang paling sepele buat gue. Karena, secara tidak langsung... Saat gue berusaha membuat segala hal bisa menjadi hal untuk menginspirasi, hal itu ternyata menginspirasi gue terlebih dahulu.
![]() |
Awalnya, cuma iseng-iseng. Lalu berubah menjadi 'tempat sampah' saat gue galau. Berubah lagi mulai menulis yang positif-positif sampai sekarang, gue memutuskan untuk menulis dan menginspirasi. Bahkan dari hal yang paling sepele buat gue. Karena, secara tidak langsung... Saat gue berusaha membuat segala hal bisa menjadi hal untuk menginspirasi, hal itu ternyata menginspirasi gue terlebih dahulu.
18 Juni 2014
Three years later ~~~
Pertengahan April 2012
Gue masih ingat saat awal baru masuk kuliah. Masih di awal-awal semester. Tiap break istirahat, gue serta gerombolan yang lainnya langsung turun menuju kantin.
Kami mengambil satu spot di salah satu meja panjang yang berjajar di sepanjang kantin. Suasana bising dari orang-orang yang berlalu lalang, ngobrol bahkan ngerjain tugas, bercampur jadi satu. Tapi kebisingan tampak seperti lagu lama yang tidak asing lagi terdengar di telinga.
Gue masih ingat jelas, kami mengambil posisi duduk masing-masing lalu memesan makanan di titik-titik penjual di kantin. Dari yang berkuah sampai yang goreng-goreng. Segalanya ada dikantin. Dan pastinya, jajanan dikantin tidaklah sesehat bekal buatan rumahan. I proved it!
Sembari menunggu makanan datang, segala macam obrolan pun dihantarkan di atas meja penuh kenangan. Entah berawal karena masalah perkuliahan sampai masalah paling konyol dan tidak penting sekalipun tersaji di atas meja sebagai bahan tertawaan. Disana, di meja kantin yang masih sama hingga saat ini. Mungkin, hanya taplak mejanya saja yang berubah.
Rupanya berubahnya warna taplak meja, seiring pula dengan perubahan kebiasaan kami setelahnya. Di semester-semester berikutnya, kami mulai menjauh. Selain karena adanya perbedaan kelas yang mencolok, ditambah dengan intensitas yang jarang bertemu, membuat kami seakan tidak pernah ingat akan keceriaan serta kekonyolan seputar kehidupan kami sebagai mahasiswa.
Gue masih ingat saat awal baru masuk kuliah. Masih di awal-awal semester. Tiap break istirahat, gue serta gerombolan yang lainnya langsung turun menuju kantin.
Kami mengambil satu spot di salah satu meja panjang yang berjajar di sepanjang kantin. Suasana bising dari orang-orang yang berlalu lalang, ngobrol bahkan ngerjain tugas, bercampur jadi satu. Tapi kebisingan tampak seperti lagu lama yang tidak asing lagi terdengar di telinga.
Gue masih ingat jelas, kami mengambil posisi duduk masing-masing lalu memesan makanan di titik-titik penjual di kantin. Dari yang berkuah sampai yang goreng-goreng. Segalanya ada dikantin. Dan pastinya, jajanan dikantin tidaklah sesehat bekal buatan rumahan. I proved it!
Sembari menunggu makanan datang, segala macam obrolan pun dihantarkan di atas meja penuh kenangan. Entah berawal karena masalah perkuliahan sampai masalah paling konyol dan tidak penting sekalipun tersaji di atas meja sebagai bahan tertawaan. Disana, di meja kantin yang masih sama hingga saat ini. Mungkin, hanya taplak mejanya saja yang berubah.
Rupanya berubahnya warna taplak meja, seiring pula dengan perubahan kebiasaan kami setelahnya. Di semester-semester berikutnya, kami mulai menjauh. Selain karena adanya perbedaan kelas yang mencolok, ditambah dengan intensitas yang jarang bertemu, membuat kami seakan tidak pernah ingat akan keceriaan serta kekonyolan seputar kehidupan kami sebagai mahasiswa.
10 Juni 2014
Resign
Firstly, I felt afraid when I choose this decision. But, my life must go on. My dream should become true!
Memang, ini bukan kali pertama gue mengundurkan diri dari sebuah lembaga yang memperkerjakan gue sebagai staff mereka. Tapi, ini pengalaman pertama gue mengundurkan diri secara resmi. Pertama kali gue akan dikenang sebagai ex-employee here. Dan, kali pertama juga gue menyusul predikat 'ex-' yang disandang teman-teman kantor yang sudah pergi sebelum gue.
Kalau bisa dihitung, mungkin ini pertimbangan kesekian kalinya sebelum akhirnya kata 'RESIGN' benar-benar harus keluar. Hingga akhirnya juga sebuah surat 'PENGUNDURAN DIRI' melayang ke atasan gue yang tercengang melihat surat pengajuan gue.
"Kenapa, Sa?"
"Kenapa lu? Kayaknya posisi lu baik-baik aja di kantor..."
"Mau kemana, Sa?"
Karena gue yang terlampau polos atau oon (it's close similar, right?), dengan entengnya gue bilang kalau gue dapat tawaran kerja di tempat lain. Otomatis, sang atasan pun bertanya bertubi-tubi perihal kepindahan gue dari kantor ke tempat baru.
Setelah tiga puluh menit pembicaraan alot, ngalor-ngidur kemana-mana, akhirnya atasan gue menyerah dengan keputusan gue untuk mengundurkan diri dari kantor. By the way, beliau tahu betul cita-cita gue jadi apa dan alasan gue mengambil jurusan Sastra Inggris sebagai pendidikan lanjutan gue.
Jadi, dengan penuh kepasrahan beliau merelakan gue yang biasa doi panggil untuk masalah kerjaan. Berhubung karena gue 'otak' dari pekerjaan gue itu, beliau sampai minta waktu ke gue untuk cariin orang yang cocok untuk gantiin gue.
It means, the candidate to replace my position will not be the same like me, especially in personality. Hahaha. Suddenly feel arrogant.
Sejak saat surat pengunduran diri melayang ke beliau, lalu diumumkan ke staff lain, saat itu juga gue merasa seperti mulai diberikan cap 'ex' oleh teman-teman sejawat.
Tapi, sejak saat itu juga gue merasa 'sayang' dengan kerjaan gue yang sekarang. Terutama mengingat proses yang terjadi hingga gue mencapai posisi sekarang ini. Berawal dari 'air mata' karena tekanan, hingga berubah menjadi 'penindas'. Dari yang 'benci' banget sama kerjaan ini sampai 'jatuh cinta' dan 'mengidentikan diri' dengan pekerjaan ini.
Mungkin sebuah kata 'RESIGN' menjadi sebuah akhir dari sebuah perjalanan seorang pekerja kantoran, contohnya kayak gue. Tapi, secara pribadi gue yakin kata 'RESIGN' juga merupakan sebuah pintu baru dimana rejeki-rejeki lain siap menyambut.
Memang, ini bukan kali pertama gue mengundurkan diri dari sebuah lembaga yang memperkerjakan gue sebagai staff mereka. Tapi, ini pengalaman pertama gue mengundurkan diri secara resmi. Pertama kali gue akan dikenang sebagai ex-employee here. Dan, kali pertama juga gue menyusul predikat 'ex-' yang disandang teman-teman kantor yang sudah pergi sebelum gue.
Kalau bisa dihitung, mungkin ini pertimbangan kesekian kalinya sebelum akhirnya kata 'RESIGN' benar-benar harus keluar. Hingga akhirnya juga sebuah surat 'PENGUNDURAN DIRI' melayang ke atasan gue yang tercengang melihat surat pengajuan gue.
"Kenapa, Sa?"
"Kenapa lu? Kayaknya posisi lu baik-baik aja di kantor..."
"Mau kemana, Sa?"
Karena gue yang terlampau polos atau oon (it's close similar, right?), dengan entengnya gue bilang kalau gue dapat tawaran kerja di tempat lain. Otomatis, sang atasan pun bertanya bertubi-tubi perihal kepindahan gue dari kantor ke tempat baru.
Setelah tiga puluh menit pembicaraan alot, ngalor-ngidur kemana-mana, akhirnya atasan gue menyerah dengan keputusan gue untuk mengundurkan diri dari kantor. By the way, beliau tahu betul cita-cita gue jadi apa dan alasan gue mengambil jurusan Sastra Inggris sebagai pendidikan lanjutan gue.
Jadi, dengan penuh kepasrahan beliau merelakan gue yang biasa doi panggil untuk masalah kerjaan. Berhubung karena gue 'otak' dari pekerjaan gue itu, beliau sampai minta waktu ke gue untuk cariin orang yang cocok untuk gantiin gue.
It means, the candidate to replace my position will not be the same like me, especially in personality. Hahaha. Suddenly feel arrogant.
Sejak saat surat pengunduran diri melayang ke beliau, lalu diumumkan ke staff lain, saat itu juga gue merasa seperti mulai diberikan cap 'ex' oleh teman-teman sejawat.
Tapi, sejak saat itu juga gue merasa 'sayang' dengan kerjaan gue yang sekarang. Terutama mengingat proses yang terjadi hingga gue mencapai posisi sekarang ini. Berawal dari 'air mata' karena tekanan, hingga berubah menjadi 'penindas'. Dari yang 'benci' banget sama kerjaan ini sampai 'jatuh cinta' dan 'mengidentikan diri' dengan pekerjaan ini.
Mungkin sebuah kata 'RESIGN' menjadi sebuah akhir dari sebuah perjalanan seorang pekerja kantoran, contohnya kayak gue. Tapi, secara pribadi gue yakin kata 'RESIGN' juga merupakan sebuah pintu baru dimana rejeki-rejeki lain siap menyambut.
3 Juni 2014
ICHA
"Iiiii CHapee deeee!"
Icha.
Nama yang simple tapi mudah juga untuk jadi bahan ejekan. Sayangnya, hal itu tidak menyurutkan gue untuk bisa memiliki nama panggilan ICHA. Tidak perduli nama asli gue seperti apa dan bagaimana. Gue mau orang-orang manggil dengan sebutan, 'Ichaaaa' atau lebih singkatnya, 'Chaaaa'.
*serasa imut
Terjadi sebuah perjalanan panjang demi mendapatkan gelar 'cha' yang sekarang gue rasa kekanak-kanakan. Tapiii.. gue sukaaa... *guling-guling di pasir
Awalnya, gue pikir agak kurang tepat mengingat tampang gue yang gahar bin ganas untuk di beri panggilan 'cha'. Tapi, lama-kelamaan panggilan 'cha' seakan sudah mendarah daging dalam nama dan hidup gue.
Icha.
Nama yang simple tapi mudah juga untuk jadi bahan ejekan. Sayangnya, hal itu tidak menyurutkan gue untuk bisa memiliki nama panggilan ICHA. Tidak perduli nama asli gue seperti apa dan bagaimana. Gue mau orang-orang manggil dengan sebutan, 'Ichaaaa' atau lebih singkatnya, 'Chaaaa'.
*serasa imut
Terjadi sebuah perjalanan panjang demi mendapatkan gelar 'cha' yang sekarang gue rasa kekanak-kanakan. Tapiii.. gue sukaaa... *guling-guling di pasir
Awalnya, gue pikir agak kurang tepat mengingat tampang gue yang gahar bin ganas untuk di beri panggilan 'cha'. Tapi, lama-kelamaan panggilan 'cha' seakan sudah mendarah daging dalam nama dan hidup gue.
| ude gahar belon? :P |
1 Juni 2014
Absurd Life
Filosofi hidup, mau siapa dan kapanpun seseorang berfilosofi, pasti akan sama. Semua nggak ada yang bisa mendalami sedalam-dalamnya hidup itu sendiri. Wong hidup cuma sebentar toh, apa yang mau di perdalami?
Awalnya, gue selalu berusaha berpikir positif dan puji Tuhan, selalu ada kebahagiaan kecil yang terselip diantara kesusahan dan cobaan Tuhan. Tapi, tahukah kalian bahwa apa yang sudah kita canangkan terkadang berbeda jauh dengan kenyataan. Ini nyata!
Seperti bulan-bulan sebelumnya yang sudah gue canangkan untuk menulis ini di bulan A dengan tema B, malah terkadang hampir tidak berjalan dengan mulus. Contohnya bulan Mei kemarin. Atau bulan-bulan sebelumnya.
Konyol memang. Absurd banget.
But, this is reality, guys! Kenyataannya memang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Malah terlihat lebih konyol bila dibandingkan.
Bulan ini pun gue memutuskan untuk mengangkat kekonyolan itu sendiri. Hidup yang seperti sedang mempermainkan gue, kini gue tantang balik. Gue akan menulis kekonyolan yang memaksa kita untuk tertawa bahkan tidak lucu sekalipun.
Misalnya, bulan ini gue akan bercerita bagaimana nama gue berubah dan nggak ada nyambung-nyambungnya dengan nick name gue yang sekarang. Atau tentang bagaimana gue bisa bertahan selama 4,5 tahun di kantor yang bahkan jurusannya berbeda 180 derajat dengan jurusan yang gue ambil di kampus. Atau, bagiamana konyolnya gue memutuskan untuk pindah dari zona aman.
Semua akan gue kupas bulan ini. Kemungkinan juga, akan mengupas hal-hal konyol lainnya yang sebenarnya tidak ada hubugannya dan... konyol! Benar-benar hal yang sebenarnya tidak asik untuk dilakukan, tapi gue rasa lo semua harus tahu. Agar ke-apesan-gue tidak terulang kepada lo semua.
So,
WELCOME JUNE!
Absurd? Never mind!
Awalnya, gue selalu berusaha berpikir positif dan puji Tuhan, selalu ada kebahagiaan kecil yang terselip diantara kesusahan dan cobaan Tuhan. Tapi, tahukah kalian bahwa apa yang sudah kita canangkan terkadang berbeda jauh dengan kenyataan. Ini nyata!
![]() |
| source |
Konyol memang. Absurd banget.
But, this is reality, guys! Kenyataannya memang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Malah terlihat lebih konyol bila dibandingkan.
Bulan ini pun gue memutuskan untuk mengangkat kekonyolan itu sendiri. Hidup yang seperti sedang mempermainkan gue, kini gue tantang balik. Gue akan menulis kekonyolan yang memaksa kita untuk tertawa bahkan tidak lucu sekalipun.
Misalnya, bulan ini gue akan bercerita bagaimana nama gue berubah dan nggak ada nyambung-nyambungnya dengan nick name gue yang sekarang. Atau tentang bagaimana gue bisa bertahan selama 4,5 tahun di kantor yang bahkan jurusannya berbeda 180 derajat dengan jurusan yang gue ambil di kampus. Atau, bagiamana konyolnya gue memutuskan untuk pindah dari zona aman.
Semua akan gue kupas bulan ini. Kemungkinan juga, akan mengupas hal-hal konyol lainnya yang sebenarnya tidak ada hubugannya dan... konyol! Benar-benar hal yang sebenarnya tidak asik untuk dilakukan, tapi gue rasa lo semua harus tahu. Agar ke-apesan-gue tidak terulang kepada lo semua.
So,
WELCOME JUNE!
Absurd? Never mind!
30 Mei 2014
Hello Goodbye
Sebenarnya, judul postingan ini mirip dengan lagu salah satu K-Drama yang gue cintai dengan segenap jiwa. *lebay mode on.
Okeh! Tanggal berapa sekarang? 30!
Bulan apah? Mei!
Tahun apah? Kuda!
*lho?
Berhubung sudah akhir bulan, saldo di rekening pun mendadak buncit, walau tidak sebanding pengeluaran yang membengkak, sudah tiba saatnya buat gue untuk menutup bulan ini dengan postingan terakhir di bulan Mei.
Tentunya kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu tema dari bulan ini. Happiness is yours.
Okeh! Tanggal berapa sekarang? 30!
Bulan apah? Mei!
Tahun apah? Kuda!
*lho?
Berhubung sudah akhir bulan, saldo di rekening pun mendadak buncit, walau tidak sebanding pengeluaran yang membengkak, sudah tiba saatnya buat gue untuk menutup bulan ini dengan postingan terakhir di bulan Mei.
Tentunya kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu tema dari bulan ini. Happiness is yours.
22 Mei 2014
Love Tangerang #2
Nah, setelah gue mempromosikan tempat-tempat yang CHIC buat di kunjungin, sekarang gue menawarkan sebuah round trip yang gue rancang sendiri. Tujuannya sih, meningkatkan potensi pariwisata kota ini. Jadi, pendapatan penduduk bukan hanya dari kerja kantoran tapi potensi wisata sebenarnya juga bisa di tingkatkan.
*berharap ada pejabat kota yang baca :P
Kalau Jakarta punya ENJOY JAKARTA, kalo gue menamakan program ini ROUNTANGERANG (baca: round Tangerang), maksudnya adalah mengelilingi potensi wisata kota kecil ini dengan segala kelebihan yang dimiliki. *eaaaa...
Gue membuat rute seperti ini nihh.. Dulu pernah gue namakan PENJELAJAHAN NEGERI BENTENG, yang niatnya mau dilakukan oleh gue dan Listi. Namun karena keterbatasan waktu dan kendaraan, penjelajahan itu pun berakhir tanpa dimulai. *poor us
Lanjut lagi ke misi awal. Gue berniat membawa pelancong yang berkunjung ke Kota Tangerang untuk ke tempat-tempat ini niiih:
1. Situ Cipondoh.
Gue rasa sudah cukup ya penjelasan tentang Danau ini disini. Disini gue menawarkan hawa hijau pagi hari menjelang siang, bagi para pelancong yang datang dari luar Tangerang. Kebetulan, keberadaan Danau ini pun tak jauh dari perbatasan Tangerang - Jakarta.
Puas mengajak nonton air danau dan main 'sepeda bebek', gue akan membawa turis domestik untuk makan pagi menjelang siang atau... late breakfast di...
2. RM. Hj. Kokom.
Lanjut lagi ke misi awal. Gue berniat membawa pelancong yang berkunjung ke Kota Tangerang untuk ke tempat-tempat ini niiih:
1. Situ Cipondoh.
![]() |
| situ cipondoh |
Puas mengajak nonton air danau dan main 'sepeda bebek', gue akan membawa turis domestik untuk makan pagi menjelang siang atau... late breakfast di...
2. RM. Hj. Kokom.
![]() |
| RM Hj. Kokom |
19 Mei 2014
Love Tangerang #1
Ini mungkin bukan postingan pertama gue yang menceritakan tentang kota yang menjadi saksi bisu akan tumbuh kembang gue. *eaaa..
Selagi gue masih bisa menulis dan merekam, akan gue rekam sebanyak-banyaknya tentang kota ini. Sebelum impian gue untuk pindah ke luar kota terwujud. Intinya sih, biar bisa di kenang gitu. Sebuah kebahagiaan tersendiri tinggal di kota yang terletak di pinggiran ibukota.
Lalu, pertanyaan besarnya, KENAPA TANGERANG? dan ADA APA DI TANGERANG?
Buat kalian yang tinggal diluar JABODETABEK pasti akan berpikir kalau Tangerang itu tidak ada beda-nya dengan Jakarta. Secara, Tangerang merupakan kota yang berada di pinggir ibukota yang otomatis terkena juga dampak globalisasi.
Sekarang, bisa di hitung jumlah mol yang bisa di temui di berbagai sudut kota. Tapi... Disamping banyaknya bangunan mol yang berdiri, masih ada juga lahan hijau yang alami, buatan dan di rawat demi menarik para pelancong. Selain adanya lahan-lahan hijau dikota 'industri' ini, makanannya pun tidak kalah. Layaknya makanan khas suatu daerah, Tangerang pun punya makanan khas serta tempat 'nongkrong' atawa pusat jajanan yang terkenal seantero Tangerang.
Postingan kali ini, akan kembali mengupas daerah mana saja yang kudu lo datengin atawa lo cicipi makanannya sebelum pergi lagi dari kota ini. Capcusss...
Selagi gue masih bisa menulis dan merekam, akan gue rekam sebanyak-banyaknya tentang kota ini. Sebelum impian gue untuk pindah ke luar kota terwujud. Intinya sih, biar bisa di kenang gitu. Sebuah kebahagiaan tersendiri tinggal di kota yang terletak di pinggiran ibukota.
![]() |
| monumen kebanggaan Kota Tangerang |
Sekarang, bisa di hitung jumlah mol yang bisa di temui di berbagai sudut kota. Tapi... Disamping banyaknya bangunan mol yang berdiri, masih ada juga lahan hijau yang alami, buatan dan di rawat demi menarik para pelancong. Selain adanya lahan-lahan hijau dikota 'industri' ini, makanannya pun tidak kalah. Layaknya makanan khas suatu daerah, Tangerang pun punya makanan khas serta tempat 'nongkrong' atawa pusat jajanan yang terkenal seantero Tangerang.
Postingan kali ini, akan kembali mengupas daerah mana saja yang kudu lo datengin atawa lo cicipi makanannya sebelum pergi lagi dari kota ini. Capcusss...
13 Mei 2014
Find Your Happiness!
Tahukah kalian?
Dari sebuah nasib baik yang menghampiri, terdapat juga nasib buruk yang mengikutinya. Eits, tenang-tenang. Ini bukan mengambil filosofi Professor ini atau Doktor itu, ini filosofi kehidupan yang dengan sendirinya bisa gue rasakan sendirinya.
Dari jauh-jauh hari, gue sudah mempersiapkan diri untuk menyiapkan cerita-cerita membahagiakan dari kehidupan dan sekeliling gue. Tanpa pernah memikirkan ada bayangan gelap yang rupanya mengikuti dari balik 'pintu'.
![]() |
| source |
Dari jauh-jauh hari, gue sudah mempersiapkan diri untuk menyiapkan cerita-cerita membahagiakan dari kehidupan dan sekeliling gue. Tanpa pernah memikirkan ada bayangan gelap yang rupanya mengikuti dari balik 'pintu'.
![]() |
| source |
9 Mei 2014
Good bye Grandma, We Love You!
Udara dingin terasa bersamaan turunnya hujan
Terdengar pula suara keroncongan dari dalam isi perut
Semangkuk mie instan rasa soto terhidang di atas meja
Didampingi sebotol saus sambal
"Makasih ya, mak!"
Mie instan paling enak dari seluruh mie yang pernah dicicipi
Terdengar pula suara keroncongan dari dalam isi perut
Semangkuk mie instan rasa soto terhidang di atas meja
Didampingi sebotol saus sambal
"Makasih ya, mak!"
Mie instan paling enak dari seluruh mie yang pernah dicicipi
6 Mei 2014
Berbagi Kebahagiaan
Dari sekian banyak bakti sosial yang gue ikuti, kemudian diniatkan untuk di posting ke dalam blog, mungkin ini-lah postingan pertama. Walau bukan postingan yang pertama, tapi kebahagiaan yang diterima seusai acara ini tidaklah selalu sama.
2 Mei 2014
B.A.H.A.G.I.A
Bagi gue, bahagia itu sebuah kata sifat yang sifatnya tidak bisa di beli ataupun di jual. *sok berfilosofi*
terkadang kebahagiaan itu datang begitu saja tanpa diundang dan diantar.
Akan tetapi, bahagia itu sebuah pilihan. memilih untuk berbahagia atau bersusah-susah ria? That's your choice!
Harus bahagia! Pe-er yang paling berat seumur hidup gue adalah harus hidup bahagia. Dibalik kekurangan yang gue miliki, harus bisa gue manfaatkan untuk dijadikan kelebihan gue. Harus bisa diubah menjadi kebahagiaan.
Ayo kita berjuang bersama. Karena bahagia itu pilihan dan sifatnya tidak bisa di beli dan dijual, jadi harus diperjuangkan. Mau diperjuangkan tidak?
terkadang kebahagiaan itu datang begitu saja tanpa diundang dan diantar.
Akan tetapi, bahagia itu sebuah pilihan. memilih untuk berbahagia atau bersusah-susah ria? That's your choice!
Harus bahagia! Pe-er yang paling berat seumur hidup gue adalah harus hidup bahagia. Dibalik kekurangan yang gue miliki, harus bisa gue manfaatkan untuk dijadikan kelebihan gue. Harus bisa diubah menjadi kebahagiaan.
Ayo kita berjuang bersama. Karena bahagia itu pilihan dan sifatnya tidak bisa di beli dan dijual, jadi harus diperjuangkan. Mau diperjuangkan tidak?
1 Mei 2014
Happiness + Holiday = MAY!!
Yes! Hello, May!
Selamat datang di bulan Mei, bulan ke 5 di tahun 2014. Kita sudah hampir setengah perjalanan dalam mengarungi hidup di tahun 2014 ini. *eaaaa
Setelah berkisah tentang bulan April yang di dramatisasi, sekarang saatnya kita bercerita hal lain ya! Oh, ya. Tema bulan ini sudah pernah di singgung di postingan bulan April loh. Siapa yang nyimakk??
*nanya* *hening* *frustasi*
Ya! Betul! *seakan-akan ada yang jawab*
Di bulan ini, gue akan membagikan hal-hal bahagia atau bagaimana membuat hal-hal membahagiakan dari hal-hal yang juga sepele, sebenarnya.
Oh, ya! Bulan ini juga gue mau ikutan tantangan menulis novel dalam 1 bulan. Doakan saya semoga berhasil dan menjadi batu pijakan saya berikutnya! *amin!*
Selain itu juga... Silahkan lihat gambar ini nih...
30 April 2014
April, I'm not fooling you!
In the beginning of this month, I already tell you my theme for this month. Yes! That's right, 'April's Scene'.
Because, nowadays I love watching Drama and Seeing Movie on my notebook. I have told you, why I am not seeing movie in the cinema or watching drama in the television here. That's the classic reason, right? Lol.
But now, I should leave this theme also the idea and inspiration that I got from Cinema and Drama. I will move to the new month, new theme also new decoration on my blog! Hahaha..
You already see right?
Because, nowadays I love watching Drama and Seeing Movie on my notebook. I have told you, why I am not seeing movie in the cinema or watching drama in the television here. That's the classic reason, right? Lol.
But now, I should leave this theme also the idea and inspiration that I got from Cinema and Drama. I will move to the new month, new theme also new decoration on my blog! Hahaha..
You already see right?
29 April 2014
Writing Now!
![]() |
| source |
Ceritanya,
Sehabis menyelesaikan nonton film "Now You See Me", gue berencana untuk tidur. Sembari menunggu kantuk datang, gue pun mengotak-atik ponsel pintar dan membuka akun twitter milik gue.
Gue ingat jelas kalau waktu itu sudah pukul setengah 12 malam. Lalu, mata gue tertuju pada akun twitter @nulisbuku yang mengungkapkan tentang lomba menulis rame-rame ini.
Awalnya berpikir biasa saja. Lalu jari gue menyentuh link dimana cara berpartisipasi dijelaskan. Sekejap, otak gue seperti kena setrum. Mengingat sebuah naskah yang belum selesai dan berniat untuk di teruskan.
Langganan:
Postingan (Atom)
















