28 April 2014

MATA PANDA

Jujur saja, gue bukan pecinta Movie atau Drama atau Sinetron dan kawan-kawannya. *sebenarnya*

Intensitas gue menonton di bioskop bisa dihitung dengan jari. Jadi, agak nggak heran kalau gue tidak update tentang film-film terbaru yang ada di bioskop. Tiap minggu, teman-teman gue pada check in Foursquare "mall x" "bioskop y" "bla ble blo", sedangkan gue nongkron di rumah nonton muka-muka para pelawak ngomongin politik dudul di ILK. *ngenes*

Alasannya, klasik. Gue nggak suka mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak bisa mengenyangkan gue. *gembul mode on*
Kalau seandainya gue pernah nonton di bioskop pun, itu pasti film yang gue tunggu-tunggu dan tidak mau ikut ke barisan para 'kupdate' untuk sementara waktu.

Lalu, perlahan namun pasti... gue mulai kecanduan menonton drama Korea sejak Blue Acer mendarat manis dipangkuan gue tiap malam. Berawal dari nonton K-Drama "The Moon That Embraces The Sun", dimana Kim Soo Hyun tampil apik disana. *meleleh*

Dilanjutkan dengan menonton "The King 2 Hearts" dan membawa gue pada level 'jatuh cinta' pada K-Drama lewat penampilan Lee Seung Ki yang mempesona gue, hingga sekarang!

Seiring makin majunya teknologi internet, *tsaahh*, maka semakin banyak akses yang bisa gue gunakan untuk menonton movie gratis. Caranya? Download di situs yang kerjaannya upload movie-movie terbaru atau minta ke teman gue yang 'nggak ada kerjaan'.

Alhasil, drive D di komputer gue pun terisi sebagian dengan Movie. Dari kartun, barat hingga korea-jepang. Drama Korea yang berpuluh-puluh episode pun nangkring manis di komputer gue. Kini, gue berubah menjadi movie addicted. Tiap malam atau tiap buka komputer pasti tujuan utamanya adalah menonton. Sekali nonton, bakalan susah untuk di suruh kesana-kesini.

Tapi... apa efek baik-buruk menjadi movie addicted? Yaa.. namanya juga rutinitas baru, pasti ada sisi baik-buruknya.

Efek Baiknya dulu aja kali, ya...

SARAT MAKNA.
Setiap drama dibuat pasti punya tujuan tersendiri. Mereka ingin menyampaikan sesuatu kepada penonton lewat film mereka. Lewat akting para aktor-aktris. Lewat musik-musik yang mereka alunkan saat adegan-adegan tertentu.

Gue sudah sharing beberapa film yang maknanya mengena buat gue secara pribadi di sini dan sini.

PENGETAHUAN
Ada beberapa film yang secara tidak langsung memberitahu tentang adat istiadat, kebudayaan, gaya hidup serta tempat-tempat eksotis yang di tonjolkan oleh pemilih setting untuk syuting. Misalnya Korea yang sedang gencar-gencarnya mempromosikan dunia pariwisatanya lewat beberapa k-drama.

Andaiiii. Indonesia punya film atau drama seperti itu, pasti makin banyak aja pelancong dalam dan luar negeri yang bolak-balik Indonesia. Secara... Indonesia itu kaya, bro!

Efek Buruknya?
Banyak!

KURANG TIDUR.
Yaa... apalagi kalau sudah kecanduan. Gue pulang kampus sekitar jam 9-an, beres-beres kelar jam 10-an. Nah, gue baru start jam segitu. Untuk 1 Movie, paling sedikit 2 jam-an, sedangkan k-drama cuma 1 jam hanya saja berkelanjutan, jadinyaa.. ya penasaran!
source

Penasaran? Lanjut lah.. sampai subuh! Besoknya.. siap-siap diomelin karena bangun siang gara-gara tidur subuh. Haahha.

KESEHATAN MENURUN.
Mata gue berubah menjadi seperti panda dengan kantung mata yang semakin lebar. Ditambah iritasi dari mata. Ya... Efek tidur malam yang seharusnya jam istirahat di hajar lihat komputer non stop 2 jam full, otomatis laaah....


Lalu. Setelah sisi baik-buruknya menonton sudah gue jabarkan menurut pendapat gue, akankah gue membujuk dan mempengaruhi kalian untuk berhenti menonton?
TIDAK!

Gue pribadi akan tetep keukeuh menonton sehingga apa yang gue tonton dan menginspirasi, bisa gue bagikan lagi kepada seluruh dunia. Termasuk lo, yang baca postingan ini.

Terkadang, nilai-nilai kehidupan yang di dapat dari sebuah film sebenarnya juga di dapat dari kehidupan nyata, pada awalnya. Jadi seperti roda yang berputar, maka putaran menonton dan menginspirasi akan terus terjadi selama hidup itu sendiri terjadi. *halaahh, ngomong opo iki?*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini