19 Mei 2014

Love Tangerang #1

Ini mungkin bukan postingan pertama gue yang menceritakan tentang kota yang menjadi saksi bisu akan tumbuh kembang gue. *eaaa..

Selagi gue masih bisa menulis dan merekam, akan gue rekam sebanyak-banyaknya tentang kota ini. Sebelum impian gue untuk pindah ke luar kota terwujud. Intinya sih, biar bisa di kenang gitu. Sebuah kebahagiaan tersendiri tinggal di kota yang terletak di pinggiran ibukota.
monumen kebanggaan Kota Tangerang
Lalu, pertanyaan besarnya, KENAPA TANGERANG? dan ADA APA DI TANGERANG?
Buat kalian yang tinggal diluar JABODETABEK pasti akan berpikir kalau Tangerang itu tidak ada beda-nya dengan Jakarta. Secara, Tangerang merupakan kota yang berada di pinggir ibukota yang otomatis terkena juga dampak globalisasi.

Sekarang, bisa di hitung jumlah mol yang bisa di temui di berbagai sudut kota. Tapi... Disamping banyaknya bangunan mol yang berdiri, masih ada juga lahan hijau yang alami, buatan dan di rawat demi menarik para pelancong. Selain adanya lahan-lahan hijau dikota 'industri' ini, makanannya pun tidak kalah. Layaknya makanan khas suatu daerah, Tangerang pun punya makanan khas serta tempat 'nongkrong' atawa pusat jajanan yang terkenal seantero Tangerang.

Postingan kali ini, akan kembali mengupas daerah mana saja yang kudu lo datengin atawa lo cicipi makanannya sebelum pergi lagi dari kota ini. Capcusss...

1. Wisata Alam

Memang... Tangerang tidak memiliki Gunung Salak seperti di Bogor ataupun Kawah Putih seperti di Bandung, tapi di Kota Tangerang memiliki sebuah danau yang cukup luas. Membentang dari Cipondoh dan tembus-tembus ke dekat Perumahan Alam Sutera. Menurut gue, itu WOW.

Letaknya berada di JL. KH. Hasyim Ashari yang membentang dari Cipondoh sampai Ciledug. Namanya, SITU CIPONDOH. Danau ini juga merupakan danau penampungan air dari berbagai perumahan yang berdiri di sekitarnya. Berlokasi di pinggir jalan, wisata alam bahari ini pun dapat dengan mudah di temui.

Pemandangan sekitar danau pun juga hijau, asri. Asalkan bulan musim enceng gondok, dari atas tepian danau kita masih bisa melihat ikan-ikan kecil yang biasa disebut 'ikan gapi'. Kalau sedang musim enceng gondok, jangan harap melihat ke dalam danau. Air danau pun tidak terlihat tertutup ribuan tanaman enceng gondok.

Situ Cipondoh dari sisi barat
Selain ruang hijau yang menyegarkan mata, di danau ini juga di sediakan wisata air berupa 'sepeda bebek' --gue menyebutnya seperti ini karena bentuknya seperti bebek namun dijalankannya dengan cara di gowes. Sewanya kurang lebih Rp. 5000/bebek. Gue sih belum pernah coba 'sepeda bebek'-nya di sana karena masih agak takut mengingat waktu kecil yang terdampar di tengah kolam bersama dengan 'sepeda bebek' pula. *poor me

Nah, karena tiap hari, tepatnya tiap pagi gue ngelewatin daerah ini, ada satu hal yang selalu luput dari para penulis wisata tentang Kota Tangerang, khususnya Danau Cipondoh ini. Saat pagi hari, apabila cuaca cerah, dari tepian Danau Cipondoh akan terlihat gugusan pegunungan yang berdiri tegap dan kokoh.

Awalnya gue pikir cuma awan atau bayangan entah apa, tapi ternyata memang itu penampakan gunung. Menurut penduduk yang tinggal di tepian danau, gunung itu merupakan Gunung Salak dan gugusan pegunungan lain yang ada di Bogor sanah, saudara-saudara!

Gunung ini bisa dilihat dengan perkiraan waktu sekitar pukul 07.00-09.00, saat kabut di Bogor belum turun dan awan yang menutupi  langit di ujung danau. Sore harinya, sekitar pukul 17.00-17.30, waktunya lebih singkat karena sinar matahari yang mulai memudar serta kabut yang turun di gunungnya langsung.

Bangga? Jelas...!
TMP Taruna
Setelah mengaggung-agungkan panorama di sekitar Danau Cipondoh, ternyata ada dua daerah lagi yang buat gue terkagum-kagum karena memang dibuat sedemikian rupa sehingga menciptakan ruang terbuka hijau yang asri abezzz!
Bagi yang tinggal di Kota Tangerang pasti tahu dong, Jl. TMP Taruna?
Yap! Jalan yang membentang dari ujung Taman Makam Pahlawan Taruna, tempat Daan Mogot dimakamkan, sampai ke ujung jalan yang bermuara ke JL. MH. Thamrin Tangerang.

Jl. TMP Taruna
Apa sih kelebihan jalan ini? Kelebihannya adalah... RINDANG!
Okeh! Satu kata yang cocok dan memang tepat buat jalan ini. Disepanjang jalan TMP Taruna, ditanami tanaman disisi kiri-kanannya. Uniknya lagi, pohon-pohon yang sudah berumur ini seperti membuat terowongan. Mereka tumbuh ke atas menjulang lalu melebarkan ranting-rantingnya diatas kemudian bertemu dengan pohon di sisi seberang jalan satunya.

Saking rindangnya jalan ini, gue menobatkan pohon ini 'sakura'-nya orang Tangerang. Gue agak kurang tahu apa nama pohonnya, namun daun-daun pohonnya yang kecil dan berguguran apabila sudah menguning, mirip seperti kelopak-kelopak bunga sakura yang berguguran. Tentunya tidak sampai botak seperti gugurnya bunga sakura di musim dingin.

Terakhir, mari menuju pinggiran sungai Cisadane, sungai terbesar yang membelah Kota Tangerang. Ada apaan memangnya di pinggiran sungai? *ambil sampan

Dulunya, sebelum dipugar dan diberi paku bumi seperti sekarang, air dari sungai Cisadane kerap mengalir ke jalanan yang berada di tepiannya. Berhubung sungai ini berada tepat di belakang Gereja gue, jadi gue tahu persis perubahan tepian sungai Cisadane ini.

Lalu beberapa tahun kemudian, berubahlah tepian sungai Cisadane di belakang Gereja menjadi sebuah taman yang apik. Awalnya memang terlihat gersang karena hanya nampak batu-batu taman serta pohon yang hanya ditanam batangnya saja. Sekarang....

Tereeengg.. *nabuh drum

Pohon-pohon yang gersang itu kini berdaun lebat dan rindang. Tiap sore dan pagi hari banyak orang yang olahraga atau sekedar menikmati matahari pagi dan senja. Ditaman buatan ini juga sering diadakan festival Cisadane yang rutin diadakan tiap tahun.

Namun, dari segala kerindangan, keasrian dan keapikan taman-taman atau wisata alam yang gue sebutkan tadi, akan berkurang keindahannya apabila tidak di jaga. Sayangnya, masih banyak tangan-tangan nakal yang membuang sampah sembarangan, entah di taman ataupun di sungai dan situ tersebut.

Nah, sekarang.. Lo semua sudah tahu tempat hijau mana saja yang gue recomended apabila ingin ke Tangerang, sekarang waktunya lo menjelajah negeri Benteng ini. Gue siap dah jadi tour guide-nya! Hahahaha.

Asal, tetap menjaga kebersihan, ya! Agar gelar 'ADIPURA' yang diraih bukan hanya berakhir dengan gelar semata!

*SALAM HIJAU!* ;)


Kontes Blog #3TahunWB - Warung Blogger Peduli Potensi Daerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini