25 Maret 2016

#Happy25

Gue masih inget saat jaman SMP, saat teknologi belum secanggih sekarang. Dulu sudah ada ponsel dan benda itu sudah jadi benda mewah dan keramat kala itu. Gue ngga harus punya, tapi kalau ngga punya gue mati gaya. Maklum, alay jaman dulu.

Ponsel model antena dan yang terkenal adalah merk NOKI*, sebelum negeri S*msung menjajah dengan ponsel layar sentuhnya.

Berhubung ponsel itu barang mewah, otomatis aksesorisnya juga ikutan menyita cukup banyak uang jajan gue kala itu. PULSA! Untungnya gue bukan orang yang suka gonta ganti nomor, jadi cuma satu dan masih inget sampai sekarang walau nomornya sudah hilang entah kemana.

Setelah pulsa, otomatis fitur-fitur berikutnya mengikuti, misalnya SmS dan Telepon. Dulu belom ada fitur chat kayak sekarang dan biaya telepon ke ponsel pun lebih mahal ketimbang telepon di telepon umum. Pilihan terakhir, tinggal SMS. Murah bahkan kalau kirim 10 SMS bisa gratis berapa kalo gitu.

Selain jamannya ponsel merebak, jaman SMP juga jamannya Cinta Monyet bersemi. Bahasa Inggrisnya mah Puppy Love (monyet sama puppy, wkwkwk). Jamannya kenal-kenalan lewat sebar-sebar nomor telepon, bahkan gaya-gaya salah kirim SMS, padahal emang ada udang dibalik bakwan.

Dulu pernah kenalan sama orang dan beberapa tahun kemudian gue ketemu lagi sama doi. Hebatnya, gue ngga ngenalin itu orang. Pernah gue ceritain di bintang FTV.

Nah, ada juga yang kenalan namun sudah berumur. Kala itu, gue masih sekolah kelas 2 atau 3 SMP gitu. Orang yang dimaksud sudah berumur 27 tahun dan gue reflek, "ih tua amat!"
Sementara lawan SMS gue membalas dengan enteng "ah, 27 mah masih muda."

Saat itu gue ngga sadar dan masih bersikukuh bahwa kepala 20 merupakan sebuah neraka yang membawa gue pada sebuah masa yang disebut berumur atau kasarnya "TUA".

Waktu berganti, gue pun lupa akan refleksi ucapan gue tempo hari. Hingga sepuluh tahun kemudian, ya, hari ini gue menyadari, sudah lima tahun berjalan menikmati masa-masa umur kepala dua. Gelinya, tidak terbesit dipikiran gue bahwa umur sekarang itu bisa digantikan dengan kata "TUA". Oh tidak. Gue masih muda.

Gue pun tersadar, di masa "kepala dua" inilah gue merasakan kejayaan akan bidang-bidang yang gue jalani. Dimasa-masa inilah gue mengecap manis pahitnya hidup agar dapat direfleksikan lagi kepada yang lebih muda.

Terlebih, dimasa-masa inilah gue harus menentukan masa depan gue. Walau masih bisa gue rubah, tapi disinilah titik balik akan kesenangan dunia yang selama dua puluh tahun gue nikmati.

Disinilah gue harus berdiri diatas kaki gue sendiri. Disinilah juga, gue harus membuktikan pada diri sendiri untuk bisa jadi yang dibanggakan oleh diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Jadi, sekaranglah baru dimulai. Jalan hidup gue baru dimulai lagi disini. Dititik ini. Puncak 25.

9 Maret 2016

Hanya karena matahari dan bulan bisa bertemu sekian tahun dalam satu kali,
Hanya karena matahari dan bulan hanya bisa bertemu hanya dalam beberapa menit,
Bukan berarti butuh waktu yang singkat untuk dapat hanya melihatmu dalam beberapa menit.

Hanya karena seekor ulat memerlukan waktu yang lama untuk berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah,
Hanya karena seekor kupu-kupu hanya perlu waktu beberapa minggu hingga waktunya berakhir,
Bukan berarti waktu untuk melupakanmu hanya cukup dalam beberapa minggu.

~Luiza Cha~ April 9th, 2016

2 Maret 2016

#WishList25

Oalaaaaa.... Sudah bulan Maret lagi aja... Bentar lagi... Bentar lagiii.... Bentar lagi gue akan memasuki usia yang sudah hampir seperempat abad. Siap-siap pertanyaan "Kapan Nikah?" itu muncul!

Mari lupakan sejenak tentang teror "Kapan Nikah?" diatas. Sekarang waktunya gue untuk memberikan list buat kalian yang kepengen ngasih gue kado. *ciee elaah.. *PEDE!!!!* wakakakakakakaak!!

13 Februari 2016

Celebrate February!!

Bulan Februari. Biasanya orang-orang akan bilang bulan ini adalah bulan kasih sayang. Pasalnya, sebuah perayaan mengenai hari kasih sayang sedunia itu berada pada bulan ini. Ya, Februari.
Buat gue, selama dua tahun terakhir ini, bulan Februari menjadi sebuah bulan yang penuh perayaan. Seperti biasa, bukan hanya sebuah perayaan hari kasih sayang sedunia yang dirayakan, tapi ada perayaan lainnya. Yakni, perayaan imlek bersama.

8 Februari 2016

Happy Chinese New Year...

Salam Hangat Tercihuy dari Redaksi LuizaCha Blogspot!

Happy Chinese New Year 2016!!
Gong xi... Gong xi...

5 Februari 2016

Sampai Kau Jadi Milikku

Kau tau sejak pertama bertemuTerbayang senyum indah di matamuKau berikan tatapan cinta untukkuJatuh cinta, ku jatuh cinta
Rindu terasa mengancam dadakuSaat kau selalu hadir di mimpikuHati jiwaku selalu memanggilmu kasihku
Ku cinta kau, ku cinta kauHanya kamu di hatikuTakkan pernah kan tergantiSampai kau jadi milikku
Sampai kau jadi milikkuKaulah cinta sejatiku
Rindu terasa mengancam dadakuSaat kau selalu hadir di mimpikuHati jiwaku selalu memanggilmuOh kasihku
Ku cinta kau, ku cinta kauHanya kamu di hatikuTakkan pernah kan tergantiSampai kau jadi milikku
Sampai kau jadi milikkuKaulah cinta sejatiku
Hal itu mungkin takkan mudahTapi ku takkan menyerahKarena jiwa ini, raga ini memanggil namamu
Kau tau sejak pertama bertemuKu jatuh cinta
Sampai kau jadi milikkuKaulah cinta sejatiku
Sampai kau jadi milikkuKaulah cinta Sejatiku 
Lirik Song - Judika ~ Sampai Kau Jadi Milikku!
Masih dan akan tetap seperti itu. Masih memiliki perasaan itu, masih merasakan hal itu dan akan tetap seperti itu. Hingga memang kita memilih takdir kita masing-masing. Entah, menjadi KITA atau tetap sekedar KAMU dan AKU. 

19 Januari 2016

Ditolak!!

"Dengan ini, kami beritahukan bahwa naskah yang saudara kirim belum dapat kami terima. Terima kasih atas partisipasinya dalam mengirimkan naskah. Teruslah berkarya, kami tunggu karya selanjutnya..."

*Hujan badai turun.... *Petir menggelegar...
Jegarrr.. Jegerrrrr...
ditolak.png (300×190)

30 Desember 2015

This Year!

Setahun hampir berlalu gais. Banyak hal yang sudah terjadi dan gue alami selama setahun. Beberapa pencapaian terbaru dan tidak terduga pun terwujud dengan sendirinya. Dengan tidak adanya target pencapaian ditahun sebelumnya, tahun ini bisa gue lalui dengan lebih sedikit enteng karena tidak terbebani. Meskipun, tetap ada satu target besar yang sampai sekarang masih belum terwujud. Sedih deh kalo di ceritain. *dramatiser*

Mari... gue ajak lo semua flashback ke awal tahun dan menemukan pencapaian-pencapaian yang gue capai tahun ini.

Januari
Tahun ini dibuka dengan keberhasilan gue menembus 200 besar Merry Riana Campus Ambasador. Sayangnya, langkah gue di MRCA 2015 harus berhenti di 200 besar tersebut. But, I got many things useful from that...

Februari
Rampungnya tulisan perjalanan tahunan gue di tahun sebelumnya. Destinasi kali ini ke Semarang yang penuh luntang lantung namun banyak pelajaran yang didapat sebagai backpacker beneran. Oh ya, ada juga satu event yang gue ikuti yang diperoleh dari MRCA 2015 dan baru gue posting di bulan berikutnya.

Maret
Bulan Maret sangat keren abis tahun ini gais. Gue mengikuti kegiatan ITO (Indonesian Talent Outlook) 2015 yang kece banget. Berikutnya, gue mendapatkan banyak surprise di tahun ini, dan pastinya banyak hadiah! Senangnya hati ini...

April
Gue terkejut saat sadar tidak ada postingan di bulan April. Jujur gue akui, tahun ini terjadi sedikit penurunan postingan yang disebabkan intensitas pengetikan dan penggunaan internet yang terbatas. Yang ada gue hanya harus berburu banyak wifi gratisan dimana-mana. Tapi, bulan April itu ada fashion show gais.. Gue pakai kebaya dan kembang goyang di kepala.. *eaa...

Mei
Peringatan setahun kepergian oma gue tercintah.. Ada juga penampilan pertama gue di CrewID batch 1 gais!

Juni
Ada festival Cisadane gais. Rame kayak pasar malem. Perpisahan juga sama anak-anak didik gue di tahun pertama. Sedih sih, tapi bahagia karena mereka dapat tumbuh dengan lebih baik.

Juli
Beberapa kisah tentang kelulusan anak-anak didik gue, Serta, postingan tentang perjalanan awal tahun PBjourney ke Untung Jawa. Setelah itu kita harus puasa jalan-jalan lama banget.

Agustus
Di bulan ini banyak postingan campur-campur, dari yang jalan-jalan ke Pulau Pramuka bareng BCL, lalu acara 17 agustusan di Gereja, sampai jalan-jalan ke Taman Mini bareng anak Komsos. Tapi keceriaan semua itu harus gue tahan karena dibulan ini, gue menghadapi si SIDANG SKRIPSI yang penuh dramatisir...

September
Gue rindu hujan, tapi gue terkapar sedih setelah tepar parah sehabis sidang skripsi. :(

Oktober
Gue LULUS cuy!! Acara wisuda gue dilaksanakan di bulan ini gais. Senangnya, sekarang punya gelar S.S (super sambal), #eh.

November
Beberapa postingan menyebalkan gue tentang lampu sein dan klakson. Hehehe...

Desember
NATAL gais!! Sayang, nggak ada salju. Hujan pun terkadang... Gue juga jalan-jalan, pelepas dahaga saat harus puasa jalan-jalan gara-gara udah jalan-jalan duluan akhir tahun.

Sebenarnya, tidak ada yang terlalu WAH jika dibandingkan dengan mereka yang berhasil mencapai ini itu, tapi gue tetap bangga karena semuanya gue raih dengan usaha gue sendiri. Nah, saatnya melupakan masa lalu, melangkah maju kedepan.

Kira-kira akan ada apa ya di tahun depan? Lebih menantang kayaknya. :D

29 Desember 2015

Cinta adalah Racun

Mencintaimu adalah racun. Membencimu adalah obat penawar atas segala rasa sakitku.
Post!

25 Desember 2015

Happy Christmas


We wish you a very Merry Christmas. Wish this Christmas brings you a joy, happiness and full of hope.

Let's wish for the next Year. To be better and reach all of things we needs! GOD BLESS...
Cherioo... Luiza Cha...

22 Desember 2015

Mother...

Disclaimer
Dalam rangka menyambut hari Ibu yang berjarak tidak jauh dengan hari ulang tahun nyokap gue, akhirnya gue memilih memposting cerpen lama yang sempat gue pendam beberapa tahun. Satu kalimat yang sederhana, "Sudah makan belum?", gue pastikan akan kalian rindukan kelak.
Happy Reading...

2 Desember 2015

Tulis Tulis...

@disneywords: The only way to fix a friendship is to try. –Pooh

...

Maunya sih, ini maunya ya... maunya sih gue baikan sama beberapa orang ini. Orang-orang yang pernah jadi bagian dari dalam hidup gue dan mereka beranjak begitu saja sementara gue agak belom rela gitu. Sampai waktu akhirnya membuat gue bosan dengan menunggu.

Satu.
Soulmate gue.
Bukan berarti lawan jenis ya. Jadi dulu itu gue deket banget sama seorang sahabat yang pernah tergabung dalam 3eLs. Salah satu dari mereka itu beranjak meninggalkan gue saat baru menjajaki dunia sosial yang lebih luas. Awalnya gue mau membantu dia karena dulu, gue lebih bawel ketimbang dia. Tapi, doi menolak beberapa kali bantuan dan gue berpikir untuk membiarkan doi untuk mengembangkan sayapnya disana. Sampai, kebablasan hingga gue lupa apa arti sebuah "soulmate" antara gue dan dia dulu. Mungkin, ngga jarang yang ngga tahu kedekatan gue dulu. Tapi itu dulu. Sekarang? Lo Gue.. ya udah, gitu aja.

Dua.
Seseorang yang dijuluki SUHU.
Doi pinter. Ahli oprek komputer katanya. Tapi indra kepekaannya ketutupan daging kalinya. Kode keras gue ngga pernah nemplok ke kepala dia biar sadar gitu.
Dulu (lagi), gue itu langganan ikut misa ibadat pagi bareng doi. Janjian di tempat yang sudah biasa (sekarang udah berubah aslinya), terus menjalani ritual tersebut berbulan-bulan. Dulu tuh, misa paling pagi ibarat vitamin. Selain dapet berkat Tuhan, gue juga dapet suntikan semangat dari doi. Begitu selesai, kayaknya harus nunggu 6 hari kedepan itu beratnya setengah ampun. Sampai satu kejadian, entah gue yang salah atau sebaliknya, semua berubah 180%. Seakan kita ngga pernah kenal sebelumnya.
Bodohnya, saat gue bikin postingan ini, gue baru saja dilanda rindu akut akan doi. Betewe, itu udah sekitar 5 taon yang lalu loh.. Setia ngga tuh..

Abis.

Nah, gue mau banget baikan sama mereka. Entah pakai berantem, maki-makian satu sama lain dulu kek. Entah pakai acara ketemua lagi, langsung jalan tanpa inget masa lalu lah. Entahlah. Semua sesuatu yang sulit. Sulit dimengerti, sulit dikembalikan.

Satu hal yang gue inget. Manusia dan perasaan memang akan berubah, tapi ngga akan bisa merubah fakta bahwa mereka pernah jadi salah satu puzzle berarti dalam gambaran besar dalam hidup gue. Itu.

27 November 2015

Senandung Angin...

Emi masuk ke ruang musik dan menemukan Rian tengah bermain piano ditengah ruangan. Ia langsung berlari dan merangkul Rian dari belakang.
“Rian... Kamu sedang apa?” seru gadis berambut ikal itu terdengar senang.
“Apa kamu tidak lihat? Aku sedang bermain bola bekel,” sahut Rian meledek. Lelaki itu tidak melepaskan tangannya dari atas tuts piano.
Emi tertawa. “Masa kamu main bola bekel? Hahaha...” Ia melepaskan rangkulannya kemudian duduk manis disebelah Rian. “Aku punya kabar baik untukmu.”
Rian, lelaki bertubuh jangkung dan berparas oriental itu pun segera menghentikkan kegiatannya. Laki-laki itu segera menyigapkan diri dan menatap Emi. Ia memperhatikan Emi serta siap mendengar kabar baik dari kekasihnya.
“Apa itu, sayang?” tanya Rian.
“Aku mengajukan diri untuk ikut kompetisi violinst se-Indonesia pada pihak kampus.” ucap Emi memulai.
“Lalu?”
“Lalu...” Emi terdiam seraya memasang wajah  pura-pura sedih. “Aku... Diterima!!”
Seruan Emi segera disambut senyum bahagia Rian yang langsung memeluknya. Emi dan Rian sama-sama pecinta musik. Emi lebih senang bermain biola sedangkan Rian senang menarikkan jemarinya pada tuts piano.
“Syukurlah, honey...” ujar Rian. “Semoga kamu berhasil dan kita bisa duet bareng dalam satu panggung.”
“AMIN!” seru Emi lagi berbangga hati.

19 November 2015

Mengundang Rindu

Hujan.. Kadang identik dengan butiran rindu yang turun bersamanya.
Aromanya terbawa angin saat menembus tanah gersang tak terurus.
Membalut rindu disela hembusannya.
Menebar luka yang masih menganga.

Malam.. Kadang identik dengan romantika sang bintang.
Sebuah kedipan mata hitam bulay, bak bola pingpong.
Menyuntikan rindu disela-sela tidurnya.
Menyelimuti hati yang terluka.

Rindu.. Kadang identik dengan sebuah kisah perpisahan yang menghantarkan kembang-kembang rindu ke sana. Membuat ia melayang dimabuk rindu.

Mungkin, sebuah kisah masih belum bisa terjadi meskipun hanya sejumput rindu. Namun, walau hanya berpaku pada sang rindu, sosoknya tak akan pernah terganti. Apapun yang terjadi.

Akhirnya, biarlah rindu ini melebur bersama derasnya hujan, pekatnya malam serta serbuan rindu di dalam hati.

14 November 2015

Din.. Din... Klakson

Tau nggak sih, sejak jadi pengendara mator selama dua tahun terakhir, gue mulai memiliki alergi tersendiri untuk beberapa hal saat berkendara. Contohnya cerita tentang lampu sein tempo hari. Rasanya kepengen banget buat para pengendara lain, termasuk gue untuk mampu mengingat untuk mematikan lampu sein setelah digunakan. Gue beberapa kali ditegor orang-orang saat tidak memberikan lampu sein sebelum berbelok. Sayangnya, gue takut lupa dan malas untuk menyalakan lagi.

Kali ini, gue merasa ada keganjilan akan tingkah gue dengan klakson. Contoh paling jelas misalnya saat di lampu merah, gue tanpa saar pasti menekan klakson pertanda sudah lampu hijau. Awalnya karena ikut-ikutan, sekarang jadi kebiasaan. Bahkan saat gue berhenti paling depan pun gue kasih klakson. Kan aneh!
pinjam
Tapi yang paling aneh lagi, saat seseorang pengendara motor yang dibelakan motor gue membunyikan klakson berkali-kali meminta gue dan pengendara di depan gue untuk segera beranjak dari tempat kami berhenti sejenak. Yang buat gue kesal adalah pengendara itu nggak sadar kalau gue juga stak, nggak jalan. Bukan berarti nggak ngasih jalan. Huh!

Ada lagi, tentang pengendara yang suara klaksonnya udah kayak radio kusut, tapi terus-terusan bunyiin klakson. Sementara, jalanan di sisi kanan gue lega dan dia bisa nyalip sesuka hati dia. Sudah klakson tanpa henti, tapi nggak nyalip-nyalip.

Ada lagi juga, tentang klakson mobil tronton yang tiba-tiba mengagetkan gue. Anehnya, gue nggak tersinggung. Justru tertawa karena sempat-sempatnya kaget, meski lagi macet-macetnya jalanan. Kadang, gue merasa beruntung pada mereka yang suka klakson sesuka hati karena mengingatkan gue agar lebih berhati-hati saat berkendara. Tapi terkadang, hal sebaliknya itu yang nggak gue suka. Hufft..

7 November 2015

Cup Cup Anakku...

Sekian tahun menjalani profesi jadi seorang guru, terkadang membuat gue tergelitik dengan sendirinya akan tingkah lugu, polos dan konyol dari masing-masing anak. Contohnya, ada anak yang sengaja nangis tiap pagi, sampai bikin gue kalang kabut takut-takut dia kenapa-kenapa atau merasa ada masalah sama gue.
source

27 Oktober 2015

MTA Special Chapter ~ Abstrak

Sudah baca MTA Chapter 1-3 tentang nasib para mahasiswa tingkat akhir yang harus ngadepin sesuatu yang manis bernama skripsweet. Atau lanjutannya di Chapter 4  yang berkisahkan akan sidang skripsi gue yang berjalan dramatis. Dan pastinya nggak boleh ketinggalan Chapter 5 tentang seru dan bangga-nya kami para mahasiswa yang baru lulus setelah berjuang selama 4 tahun? Kalau belum, boleh di buka link-nya ya...

Field Trip to Kidzania

Field Trip tahun ini diputuskan untuk pergi ke Kidzania. Sebenarnya, gue sudah pernah denger Kidzania itu apa, yaa... semacam wahana permainan gitu. Eh, ternyata ... Kidzania itu adalah wahana permainan yang membiarkan anak-anak menjadi apa yang mereka mau kelak. *pekerjaan maksudnya*
tuh.. foto model...