3 Agustus 2015

MTA Chapter 1-3 ~ Skripsweet

Pertama-tama, gue perkenalkan subtema baru dari blog ini. MTA! Kalau dilihat dari sub-judulnya, bisa nebak nggak? Nggak bisa? Yowes, nih dikasih klu nya.. Klu pertama, Mahasiswa, klu kedua Tingkat, klu ketiga Akhir. #lha.

Iya, iya. MTA itu artinya Mahasiswa Tingkat Akhir. Siapa yang sudah pernah merasakan atawa lagi merasakan atawa baru mau akan merasakan. Pesan singkat gue adalah.... Jangan menyeraaaa~~h, jangan menyeraaa~~hh, jangan menyeraaaa~~h, #dmasiv mode on!

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kayaknya belom afdol kalau belom bikin yang namanya skripsi. Itu loh, nama makanan yang dari singkong dan kriuk-kriuk.. #ditimpuk kripik#
Dengan kurikulum Indonesia yang mengharuskan seorang mahasiswa membuat karya ilmiah sebagai syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar es satu, atau Strata Satu.

Kali ini gue mau sharing sedikit tentang pengalaman gue ngadepin skripsi yang shit tapi sweet juga. Begitu selesai ujian akhir dari semester tujuh, gue dan teman-teman mantengin sisfo buat milih dosen pembimbing yang oke menurut kita-kita. Bela-bela deh, biarpun nggak punya pulsa internet, nyari koneksi internet kesana-sini.

Klik! Dapet dosen yang diinginkan oke, waktunya bimbingan. Bimbingan pertama gue berakhir hanya dengan perkenalan dan ... pulang! Iya, benar-benar hanya perkenalan, tidak lebih. Sementara itu, diminggu berikutnya gue dan teman-teman langsung di banjiri dengan revisian yang bejibun ditengah kesibukan di sekolah juga nggak mau kalah diperhatiin.

Gue mengambil penelitian di kelas dengan anak-anak murid gue yang unyu-unyu. Beruntungnya gue, dosen pembimbing merupakan orang yang mau detail dan kekeuh maunya apa. Sinkron sama gue yang kadang suka semaunya dan dipacu agar tidak terlalu santai.
source
Kegalauan mulai terasa saat skripsi gue sudah sampai bab akhir dan tinggal pembetulan tata bahasa, tulisan dan letak. Waktu deadline skripsi gue bentrok sama libur lebaran dan dosen gue memilih untuk pulang kampung lebih awal dan meniggalkan kami dengan sejuta tanda tanya dan kebimbangan. Akhirnya, daripada gue pusing mikirin skripsi, gue ikutan dosen dengan menghabiskan liburan sambil nyari duit. Selesainya baru jalan-jalan dan mikirin skripsi lagi.

Usai liburan, masalah baru muncul. Gue sama teman-teman seperjuangan diuber deadline yang cuma tinggal hitungan hari sementara revisian masih banyak disana-sini. Kertas HVS sudah habis di tenteng kesana-kesini. Bela-bela bawa printer ke sekolah dan print ditempat seusai revisi. Rela-rela buang duit mahal demi softcover yang di getok harganya ama abangnya mentang-mentang dia tahu kalau gue lagi butuh urgent.

Semua rela gue jalanin demi tuntasnya skripsi gue tepat pada waktunya. Alhasil, 28 juli 2015, gue maksain kumpulin softcover dengan penuh keyakinan akan banyak revisi seusainya.

Well, this is it. My thesis, final project showing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini