30 November 2014

October, November

...dua bulan terakhir sebelum akhirnya bulan yang paling dinanti namun paling cepat berakhir datang. 

Beberapa bulan sebelum Desember, banyak peristiwa yang terjadi namun terlewatkan untuk ditulis. Kisah-kisah yang tertinggal dan tertahan kini telah tiba untuk diungkapkan. 

HOLA!!

Sebulan sudah berlalu, sudah berapa banyak masakan yang sudah gue kasih infonya ke kalian semua? Ada yang sudah dicoba dirumah? Mudah-mudahan kegagalan masakan yang gue infoin, nggak kalian lakukan ya.. Siapa tahu kelak bisa jadi chef. *ngayal*

Berhubung bulan November ini postingannya hanya tentang resep dan resep, maka di bulan Desember nanti akan diceritakan hal-hal yang tertinggal beberapa bulan sebelum akhir tahun. Gue sempat berjanji pada diri sendiri untuk menghabiskan sisa cerita yang tertinggal dan tak tertulis untuk dituliskan dibulan Desember.

Makanya, jauh-jauh hari sebelum bulan Desember, sudah disiapkan postingan-postingannya. Berhubung Desember nanti banyak libur, bukan berarti banyak duit juga.. Agak sedih kalau kere... Heheheh..

Pokoknya, ingatkan gue kalau ada postingan yang belum tertulis ya. *gimana caranya coba...*

Selamat datang DESEMBER.

We are going to close with CHRISTMAS!!
Yeay!!

14 November 2014

Coklat "PALENTIN"

Masih ingat nggak tentang postingan pertama gue tentang coklat? Ya.. beneran coklat dan itu dibuat dengan kedua tangan gue sendiri. Hebat, kan... Kapan lagi gue bikin coklat sendiri dan berhasil. *ngenes bacanya*

Yuk, daripada lama-lama meratapi 'ngenes-nya cerita di atas, mari kita sambit, eh.. sambut resep membuat coklat ini. Mariii...



1a
1b














2a
2b
3

Mari gue jelaskan berdasarkan urutan gambar ya. Bahan yang diperluin untuk membuat coklat disini, tidak lain dan tidak bukan adalah.... COKLAT ITU SENDIRI!

11 November 2014

Pasta

Okeii.. Kali ini makanan simpel yang mungkin sudah banyak yang coba. PASTA atau lebih sering di sebut spagetti.

Makanan khas dari Itali ini semakin dikenal luas dan terkenal. Istilahnya sih, mi yang di bonding. Hahahaha. Yang membedakan makanan buatan gue dan yang lainnya adalah di bumbunya. Itu loh, yang digunakan untuk disiram di atas spageti atau pasta. Gue bikin sendiri (setengahnya).

Bahannya adalah

8 November 2014

Black Martabak

Well, gue akui keingintahuan tentang dunia kuliner semakin meningkat. Apalagi sekarang ini banyak televisi yang menayangkan kompetisi memasak yang menjanjikan masa depan cemerlang. Sama seperti kompetisi menyanyi yang nggak pernah kesampean.

Daripada berkhayal nggak karuan, akhirnya gue memutuskan untuk melakukan ujicoba sendiri di rumah. Dengan berlagak kayak chef internasional, gue mencoba sesuatu yang belum pernah tapi kepengen banget dicoba dari dulu.

Gue ini pecinta martabak. Dari mulai yang manis sampai yang isinya telur pun gue doyan. Ditambah, isi martabak yang WOW dan YUMMY gitu. Nah, percobaan gue akhirnya dieksekusi beberapa bulan lalu.

Berhubung gue bukan pedagang martabak tulen, akhirnya gue membeli bahan adonan martabaknya yang instan. Merek Pon*an, ups.. gue nggak dapat royalti meskipun menyebut merek sekalipun. 
Percobaan kali ini adalah martabak manis. Berhasil nggak yah? Mari diikuti aja, yuuukk...

Pertama-tama, pastinya dipersiapkan yang namanya bahan-bahan. Silahkan diintip gambar berikut ini...
1
2


3
4

 



















4 November 2014

Oase in the Night

Sebagai pecinta kuliner, tentu saja gue akan selalu siap sedia kalau di ajak makan, yang enak, layak dimakan, apalagi.... gretong. *maunyee.!

Masalahnya, hari gini nyari yang gretongan itu bagaikan nyari mutiara di tumpukkan nasi goreng se-tempayan. Terlebih lagi, kemampuan untuk jajan kuliner kini amat sangat terbatas. Bener-bener deehh...

Dalam rangka penghematan, gue belakangan ini memutuskan untuk makan di rumah sepulang kampus. Hitung-hitung, irit sekaligus diet. Sayangnya, argumen gue yang terakhir agak salah.

2 November 2014

We meet again, Nove!

Hai! Jujur saja, gue agak kaget saat melihat postingan tahun kemarin tentang November muncul di list paling atas jajaran postingan yang paling sering di baca. Ternyata, traffic pengunjung yang buat gue naik kemarin adalah postingan tahun kemarin! Tanpa promosi ataupun share link.

Melihat traffic yang tiba-tiba melonjak tanpa sepengetahuan gue, tiba-tiba membuat gue merasa bersalah pada blog ini. Yeah.. Seperti yang bisa kalian lihat. Rekor terburuk dalam sejarah penulisan blog ini adalah bulan kemarin. Oktober 2014.

Sebenarnya, ada alasan-alasan kenapa gue merasa tidak mood dalam menulis atau kenapa gue tidak bisa menyempatkan diri membuka blog, sekedar mengetik satu dua paragraf atau kenapa gue malas membuka blog walau sebenarnya bisa di ketik lewat handphone.

5 Oktober 2014

What's next? SEMARANG....!!!

Masih ingat akan petualangan gue dan teman-teman Perpus PB setahun kemarin? Ups, belum setahun sih, masih kurang 1 bulan lagi baru disebut sebulan.

Yap, tahun kemarin gue dan teman-teman merencanakan ke Jogja yang sudah di gadang-gadangkan dari jauh-jauh hari. Persiapan serta pengumpulan dananya pun sudah dimulai dari awal tahun. Sejak saat itu, kami selalu memutuskan untuk paling minimal harus keluar kota 1 kali dalam setahun.

Untuk tahun ini, perjalanan kami baru dimulai dari daerah Jawa Barat yakni Bandung yang persiapannya juga tidak kalah riweuh. Satu minggu sebelum keberangkatan ternyata masih ada kendala di schedule, friends...
source
Nah, setelah sukses dengan perjalanan murah dan dadakan seperti ke Bandung kemarin, maka tahun ini kami memutuskan untuk pergi ke daerah Jawa lagi. Yeay!!
Sebenarnya, kami mengumpulkan dana untuk destinasi diluar Jawa yang pertama yakni BALI. Sayang... belum rejeki dan kami benar-benar pecinta dadakan.

Ide pergi ke daerah Jawa (lagi) ini muncul minggu kemarin saat salah satu teman kami mencetuskan untuk pergi ke Malang dengan menggunakan kereta. Seperti waktu ke Jogja, transportasi utama kami selama ke daerah Jawa pastinya hanya kereta. Murah meriah dan cukup nyaman untuk sekarang ini.

Mengingat bahwa ke Jogja yang memakan waktu 8 jam perjalanan saja sudah cukup buat gue pegal, linu, maka gue sedikit berargumen. Jakarta-Malang memakan waktu 15 jam bro! 12 jam lebih di kereta.. Mati bosan gue. *alibi..... *nenek sudah tua.. :))

Lalu gue teringat akan sebuah daerah dimana kantor cabang tempat kerja gue yang lama berada di sana. Yeah, dimana lagi kalau bukan di... SEMARANG!!

2 Oktober 2014

Light The Hope...

Saat tulisan ini gue ketik, ada beberapa keraguan yang mengganggu pikiran gue. Topik yang akan diangkat dari satu event. ternyata ada beberapa. Lalu, dari semua 'beberapa' itu, ada banyak topik yang enggan untuk gue tuliskan kali ini.

Tentunya kalian masih ingat postingan gue akan Raker BIA beberapa tahun lalu? Disini dan sini. Rasanya agak basi kalau gue kembali menceritakan dari awal perjalanan, tujuannya apa lalu apa saja yang dilakuin. Terlalu... biasa dan... bosan, menurut gue.

Untuk merangkum seluruh perjalanan dua hari semalam ke Anyer kemarin, gue hanya akan membagikan beberapa hal baik yang gue dapat dan mudah-mudahan juga berdampak baik bagi yang lainnya.

1 Oktober 2014

Cerita yang Belum Habis

Hello! Ber ber ber...
Berasa akhir tahun bingitsss.. Setelah sekian lama akhirnya terdengar lagi ucapan akhir tahun.

Tidak terasa pula bahwa bulan September kemarin berlalu begitu saja. Anehnya, gue memang mempunyai banyak cerita. Meskipun masih belum se-getol sebelumnya. Mari kita ulas apa yang telah di ceritakan bulan kemarin...

Ada cerita dari bulan Agustus tentang PKK alias Ospek di kampus dan mungkin... akan jadi acara ospek terakhir gue. Selain itu... Ada beberapa cerita tentang perjalanan dan pengalaman yang belum sempat di ceritakan. Yah.. paling tidak ada yang di ceritakan. Dan, ajaibnya... Saat gue mengusung tema umum seperti September Ceri(t)a, ternyata banyak hal yang belum sempat gue ceritakan. Tangan gue cukup gatel belakangan ini untuk ketak-ketik tuts laptop hanya untuk bercerita.

Nah, karena masih banyak yang belum diceritakan dan dibagikan, maka di bulan Oktober ini, gue kembali mengusung tema bercerita lagi. Sebenarnya demi tercapainya target menulis sekian artikel di blog.

Okeh.. Penutupan bulan September di lakukan sekarang, sekaligus kita buka kembali lembaran baru di bulan baru dengan pengalaman baru yang pasti seru.

Mari kita sambuuutt..

oktoBERcerita (oktober_bercerita)..

Welcome October, let spread our story to the world. :D

25 September 2014

Sudah Tercapai Belum?

Haloo.. Bulan September, sebagai pembukaan atas seluruh bulan yang berakhiran 'ber', secara tidak langsung telah menyadarkan gue akan akhir tahun yang sebentar lagi.
Ngomong-ngomong akhir tahun, gue mau cerita nih tentang pencapaian yang sudah gue targetkan duluuuu, dan apa yang telah gue capai sekarang.

Pada umumnya sih, belum semua tercapai. Entah karena gue yang kurang gigih berjuang atau karena menyalahkan keadaan yang belum bisa mewujudkan impian dan target gue tahun ini.

18 September 2014

NEGO 2014

Tema dari PKK atau yang biasa disebut Ospek, tahun 2014 di kampus gue kali ini adalah NEGO. "NEW GENERATION"

15 September 2014

[Je-jeur]: Situ Patenggang

Berhubung masih di Bandung, ditambah hari yang masih siang, akhirnya gue dan rombongan memutuskan untuk menuju ke destinasi selanjutnya. Menurut kabar kalau lokasinya berdekatan dengan Kawah Putih, tempat wisata kami sebelumnya.
Bermodalkan info 'katanya', kami akhirnya tahu kalau letak Situ Patenggang hanya berjarak 5 kilometer dari kawasan wisata Kawah Putih. Sembari menuruni bukit yang cukup meliuk, kami disuguhi pemandangan terasering yang apik dan bersusun rapi. Udara di luar mobil pun cukup membuat kami menghirup banyak-banyak saking sejuknya.
ini ceritanya nyemiil dulu sebelum foto-foto..
Dan, benar saja. Tidak sampai lima belas menit, gue dan kawan-kawan melihat tanda penunjuk arah menuju lokasi Situ Patenggang. Di danau ini terkenal dengan Batu Cinta. Kalau di Korea dan Paris ada yang namanya Gembok Cinta di menara, disini ada namanya Batu Cinta. Menurut mitos yang gue baca, bagi pasangan yang menyatakan cinta di tempat itu, kelak hubungannya akan langgeng.

9 September 2014

[Je-jeur] : Kawah Putih

Bulan Agustus kemarin, gue serta rekan jalan-jalan dari tim Perpustakaan Putera Budaya mengadakan perjalanan kembali. Tentunya masih dengan misi ditiap perjalanan kami. Hal yang paling utama adalah momennya.





Jadi, tanggal 24 Agustus kemarin, gue dan tim meluncur ke salah satu daerah wisata di daerah Jawa Barat. Untuk kali ini, tim perjalanan kami tambah satu orang yaitu Siti. Setelah berkali-kali reschedule, akhirnya rencana itu pun berhasil di jalankan.

Perjalanan kali ini benar-benar jalan-jalan. Boleh jujur, hari itu gue hanya bawa uang 100ribu karena berpikir ingin menikmati perjalanan bukan oleh-oleh. Untuk oleh-oleh, gue bagiin cerita aja deh ke kalian.. *bilang aja pelit..*

Tim meluncur ke TKP menggunakan mobil sewaan serta supir yang cukup menunjang. Tadinya janjian jam 6 tapi karena satu dan lain hal akhirnya kami baru benar-benar meluncur ke tujuan sekitar pukul tujuh atau setengah delapan pagi. Yaah, jam Indonesia banget nggak sih?? :$$
maksi, menunya nasi uduk. :))

8 September 2014

SEPTEMBER CERI(t)A!!

Horray!!

Akhirnya bulan yang berakhiran "ber, ber, ber" pun tiba juga. Itu tandanya kita sudah benar-benar di penghujung tahun. Widiiihh.. Nggak berasa yaa.

Kayaknya baru kemarin gue merayakan tahun baru dan sekarang sudah 'ber, ber, ber...' Itu juga tandanya kalau gue sudah harus masuk kuliah lagi dan semester ini akan berkutat dengaan.... SKRIPSHIT, eh... Skripsi deng.

Agak ribet memang. Tapi semoga hal itu tidak menghalangi gue untuk banyak bercerita ya sama lo semua.

Okeh, seperti yang sudah pernah gue bilang di postingan sebelumnya, tema bulan ini adalah....

SEPTEMBER CERI(t)A...!

Of course, sesuai judulnya. Akan ada banyak cerita kali ini. Dimulai dari cerita tujuh belasan pertama gue di sekolah, jalan-jalan pertama gue dengan anak-anak geng perpus yang serbaaaa.... dadakan tapi asyik. 

Ada juga tentang ospek kedua dan mungkin ospek terakhir gue ditahun ini. Entah, tahun depan masih ikutan atau nggak. Pokoknya... akan ada banyak cerita bulan ini.

Nah, seperti biasa. Sembari membuka postingan di awal bulan, mari kita sambut bulan baru dengan theme picture dibawah ini.



Welcome September!! #late

31 Agustus 2014

Bye August..

Halo! Sudah akhir bulan lg aja. Sudah waktunya untuk tutup postingan dan tema di bulan Agustus ini.

Yahh. Lumayan lah, tema bulan ini cukup memacu gue untuk dapat menulis lebih dan lebih. Banyak cerita yang disajikan dibulan ini. Buat yang nggak nyimak, silahkan buka tab bulan ini yaa..

Di bulan ini juga ada banyak event yang bisa gue bagikan pada kalian. Tentunya akan jadi sajian untuk bulan depan dong.. Jadi tetap *keep on this blog*, okay...

Nah, kata penutup sudah sekarang waktunya untuk benar-benar menutup bulan Agustus ini dengan memunculkan tema bulan depan. Ngomong-ngomong, ada yang tahu lagu ini...

SEPTEMBER CERITAAAAA.... SEPTEMBER CERITAAAAA....
milik kitaaa berrrsamaaaaa....

Yap! Selamat datang septemberr... ceri(t)a! :*

28 Agustus 2014

Kepompong

Ditempat kerja gue yang baru, ada dua orang anak yang mirip-mirip tapi berbeda. Nah, loh? Jadi begini, ada anak yang bernama Melati dan Mawar (bukan nama sebenarnya). Perawakan, tumbuh besarnya, bahkan sampai ke model ikat rambutnya pun mirip bingits!

Waktu awal-awal masuk, gue sering tertukar antara Melati dan Mawar karena saking miripnya. Layaknya terbiasa, akhirnya gue tahu perbedaan Melati dan Mawar. Pastinya dari raut wajahnya dong.. Mereke berbeda kalau untuk satu hal itu.

Ceritanya, mereka sudah berteman sejak masih di playgroup setelah itu naik kelas dan sekelas lagi semuanya. Keduanya benar-benar tidak bisa dipisahkan. Saat Melati pergi ke toilet, tiba-tiba Mawar ikut-ikutan tanpa menunggu disuruh. Begitu sebaliknya.
sumber: google.com

22 Agustus 2014

Gadis itu...

Untuk pertama kalinya, ia lupa akan satu hal.
Sebuah hal yang selalu diingatnya,
Walau tidak sebaliknya.

Untuk pertama kalinya, ia lupa..
Ah, lebih tepat... melupakannya.
Karena kata lupa identik dengan kesalahannya.

Untuk pertama kalinya, ia berhasil mewujudkan mimpi serta janji yang tidak pernah ia harap dapat terwujudkan.
Karena ia tahu, untuk bermimpi pun sulit, terlebih mewujudkannya.

Untuk kesekian kalinya, ia tidak lagi kesal.
Kala pesannya hanya dibalas singkat dan... biasa.
Tidak ada yang spesial lagi baginya.

Untuk kesekian kalinya pula, ia bersedih karena harus mengakhiri tanpa punya arti.

Ia berteriak pada diri sendiri,
"Mau sampai kapan?!"
"Mau sampai kapan?!"

Ia bersikeras bertahan, mengganggap dirinya sudah lepas dari ingatannya, sayang... ketika ingatannya kembali, ia harus kembali terluka.

Ia pun menggumam, "Haruskah ini berakhir? Bahkan memulainya pun, aku tak sempat..."
source

19 Agustus 2014

Justru...
source
Pada saat hati dan pikiran sudah tidak lagi tertuju padanya,

Ia datang seakan mengingatkankalau hati ini masih miliknya... ~Luiza Cha~

15 Agustus 2014

Work Hard

"Gimana liburannya? Kemana saja?" tanya salah seorang rekan kerja saat gue baru masuk hari senin yang lalu.

"Yah... Lumayan."

"Menyenangkan?"

Gue terdiam sebentar, sedang berpikir. "Ehm... Lumayan..."


***

Jawaban standar gue terucap sesaat setelah tahu bagaimana kerasnya gue menyadari betapa beratnya gue lalui libur lebaran tahun ini. Dari sekian belas tahun gue dapat jatah libur lebaran, baru kali ini gue menggantungkan hidup pada libur lebaran ini.

Sehubungan dengan kepindahan kerja gue, akhirnya gue memutuskan untuk memutar otak demi mencari tambahan di luar sana. Pastinya, tidak mengganggu pekerjaan utama gue. Setelah bertanya sana-sini pada teman, akhirnya gue mendapat kesempatan untuk bekerja sebagai SPG di salah satu event.

12 Agustus 2014

Tak Bisa Sendiri

Belakangan ini, gue baru masuk ke tahap bisa pakai eyeliner sendiri. Yah... nggak usah heran. Dari sekian tahun gue hidup, baru kali ini gue rasa kalau eyeliner itu penting dalam penampilan. Tapi kadang, saat menutup salah satu mata untuk memoles pada mata yang lain, gue merasa kesulitan. Alasannya, salah satu mata gue tidak begitu jelas dalam melihat.
 
well, mata gue nggak secantik inih kayaknya... ^^
Waktu kecil, gue pernah menjalani tes mata dan mendapati kedua mata gue memiliki minus 0.75, entah sekarang berapa. Saat itu dokter menganjurkan untuk memakai kacamata namun gue menolak keras-keras dengan alasan pusing kalau pakai kacamata. Setelah beberapa belas tahun berlalu, gue baru merasakan bahwa mata gue kini benar-benar butuh alat bantu. Tapi lagi-lagi gue bersikeras kalau mata gue tidak sakit, mereka masih cukup baik untuk melihat. Mereka bisa bertahan, pasti!

Rumor-rumor yang gue dengar dari teman-teman yang berkacamata bahwa setelah mereka memakai alat bantu itu pun tidak langsung menyelesaikan masalah mereka. Bahkan tiap tahun atau beberapa tahun sekali mereka harus mengganti lensa karena nilai minus, plus atau silinder  mereka bertambah tiap kalinya. Menyadari hal tersebut, gue berpikir bahwa kacamata secara tidak langsung telah membuat mata kita manja, hingga malas untuk berusaha lebih dan lebih. That’s only my opinion! Trust it!

Lalu, sore tadi gue mencoba untuk menutup sebelah mata gue secara bergantian saat berkendara. Tenang.. ini berkendara santai, jadi tidak masalah. Saat salah satu mata tertutup, rasanya dunia tidak satu, mereka memiliki bayangan yang sama namun tidak nyata. Pusing. Bingung. Gue tutup lagi mata lainnya, ah... memang terasa lebih terang, tapi bayangan tadi tetap ada, walau sedikit jelas. Lalu, saat gue membuka keduanya, aaah... dunia terasa terang. Terserah, baik kiri atau kanan yang tadi kurang jelas, asalkan keduanya dapat bertahan secara bersamaa, gue nggak perlu khawatir karena saat itu dunia tampak begitu jelas dihadapan gue.

source
Dunia memang begitu keras, kasar dan kejam. Ada yang bisa bertahan dan berjuang demi kehidupannya sendiri hingga sukses, tapi tidak ada yang bisa bertahan sendirian. Walaupun kalian seorang anak kos yang katanya apa-apa serba sendirian, atau para perantauan yang katanya jauh dengan keluarga, jadi segalanya serba sendirian. Lalu, dianggap apa para penjual makanan yang tiap hari dibeli, dianggap apa para pemilik kos dan penghuni lainnya yang tiap hari ketemu dan bercengkrama, atau... dianggap apa orang-orang yang menyapa kita walau tidak kenal.

Berjuang memang boleh. Berusaha dan bertahan memang harus. Tapi bukan berarti segalanya harus dilakukan sendiri, bukan? Gue mendapatkan inspirasi itu dari kedua mata yang gue pertahankan untuk tetap bekerja tanpa alat bantu. Mungkin bisa dibilang egois, tapi gue yang akan membantu mereka, dengan cara menjaga kesehatan mereka dan mengurangi konsumsi penglihatan digital. Yah, walau pada akhirnya nanti kedua mata gue merasa lelah dan gue pun tidak tega pada kesendirian mereka yang bertahan pada tugasnya yang berat.


Kata orang, mata merupakan pancaran kehidupan. Kalau menjaga kesehatan mata serta memperjuangkannya saja tidak bisa, bagaimana kita bisa memancarakan sinar kehidupan ke orang-orang. Tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan sendirian, meskipun binatang sekalipun. Karena mata tercipta sepasang, begitu pun manusia. Keyakinan inilah yang membuat gue selalu percaya akan ada sepasang mata lain yang bisa meluluhkan serta meyakinkan mata ini, bahwa dialah yang diutus Tuhan untuk menemani sepasang mata ini.