15 Oktober 2013

31 days full of article...

Hello! Wow! It's wonderful that we were close to the end of year! This is OCTOBER. In the middle of month, for a new spirit, a new soul and... of course, a new challenge!! I have new challenge now!

Another month ago, I have written that I wanted to make 30 poems in 30 days. But, I have failed! I can't consistent with my own schedule and I want to try it one more time. Yes! This is the time...

Now, Do you want to know, What is the challenge? The challenge is..

31 days FULL of Article...

11 Oktober 2013

Hello, Love...

Hello Love..
source
Aku yg tak pernah bosan mengingat masa-masa qt msh cupu, malu-malu hingga malu-maluin
(pernah gak ya?)

Hello Love,
Sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku menulis dan hampir semua terinspirasi dari kamu.
And it have been published into one book..

Hello Love,
Sudah berapa minggu aku melemparkan diri ke golongan 'umat sisa' di penghujung hari minggu.
And make me like an awkward people..

Hello Love,
Entah berapa juta kali aku berharap ada keajaiban terjadi lalu kamu menyapaku lewat pesan instan di salah satu akun sosialku.
But it never happen!

Hello Love,
Sudah berapa dalam aku mengukir namamu di dalam hati bahkan hampir membuatnya seperti kata kunci berharap bisa terbuka karenanya.
And I do it on many media.. is it strange?

Hello Love,
Aku ingin menyapamu, "apa kabar", bertanya "sudah makan?" dan pertanyaan nggak penting lainnya, berharap dibalas sesantai dulu..
Just my hope...

10 Oktober 2013

Yang Beruntung di "200 - Give Away!"

Hai, hai! Kamu semua yang sudah mengikuti Give Away ini. Mungkin inilah postingan yang kamu tunggu-tunggu. Pengumuman Yang Beruntung di 200-Give Away. Sesuai peraturan yang sudah saya berikan sebelumnya, maka semua yang masuk ke dalam daftar yang beruntung ini sudah melaksanakan apa yang sudah diinstruksikan.

Warung Blogger
Sebelum kita sampai pada acara puncak, *berasa acara Miss World*, saya ingin mengucapkan terima kasih pada Teman-teman yang telah mempromosikan acara ini. Khususnya untuk Warung Blogger yang sudah secara khusus mempromosikan serta menyebarkan acara ini. Terima kasih. Saya terharu dengan Admin Kece yang rajin me-retweet dan memfavoritkan kicauan saya. Kemudian para peserta Give Away yang sukarela meluangkan waktunya membaca dan mengirimkan komentar.

Semoga, semua komentar dan kebiasaan membaca teman-teman tidak hanya terpaku karena Give Away ini yah. Komentar dan masukkan dari kawan-kawan pembaca sekalian sangatlah membantuku untuk terus berkarya.

Aaah, jadi kebanyakan pidato! Marilah, kita masuk ke acara puncaknya. Berikut ini adalah para kalian yang BERUNTUNG mendapatkan souvenir dari Mari Bercerita. Selamat!

7 Oktober 2013

I KNOW, I ...

I glanced my eyes, stared at you. Searched for yourself.
I know that I am wondering of you...

I followed your suggestion, you act as the best advisory in the world.
And I know that I respected you...

I let you to be embarrased, closed to me. Even in front all of my friend.
I know that I accepted you in every situation...

I wrote everything about you in this blog even on my heart.
I know that I thinking of you...

I am in bad mood all long day, waiting for your message, waiting for the news that never came.
I know that I missed you..

And every crazy things I do, I know that...
I love you..

source


I knew I love you before I met you... -Savage Garden-

3 Oktober 2013

Take, Leave and Responsible !

Gue akui bahwa gue sudah kelewatan batas.
source

Gue yakin, begitu lo baca penggalan kalimat diatas, pasti lo akan mikir yang macem-macem. Yang pastinya, something bad that I have done!
Makanya, jangan negative thinking dulu donk...

Gue pikir, gue sudah melewati batas. Melewati batas kemampuan gue. Melewati batas kebiasaan gue. Melewati apa yang sudah pernah gue batasi. Dan sekarang gue terabas terus itu batas. Batas apa sih?

Sebagai seorang mahasiswi aktif, seorang pengajar guru sekolah minggu aktif, seorang pengurus perpustakaan aktif, seorang anggota koor aktif, seorang anggota senat aktif dan seorang karyawan aktif, kegiatan gue beberapa bulan ini bejubel!

Anehnya, disamping kesibukan gue yang bikin mumet, gue senang. Kenapa? Karena teman-teman gue yang mendukung. Keluarga gue pun tidak berkeberatan asalkan tidak mengganggu. Akhirnya, lecutan-lecutan semangat dari mereka pun menjadi letupan semangat buat gue.

Sayangnya, terkadang kita harus memilih apa yang harus diutamakan. Saat pelajaran Character Building, gue belajar 'PUT FIRST, THING FIRST'. Intinya, prioritas. Mana yang lebih diutamakan.

1 Oktober 2013

Hello, we met again. October!

source

Senang rasanya sudah akhir bulan lagi. Awal bulan lagi. Hawa-hawa liburan semakin terasa. Makin dekat makin kepingin jalan-jalan. Yeay!

Gue mengutip kata-kata teman facebook gue (lupa nama) yang bilang,
"September itu memang cuma 30 hari, cuma tidak ada tanggal merah ditengah-tengahnya. Dan nggak kerasa, besok sudah tanggal 30 aja! Cepet banget!"

Yey! Bener banget kata-kata temen gue itu. Nggak berasa kita sudah berada dipenghujung bulan dan memasuki bulan yang baru. Seperti biasa, Mari Bercerita akan merangkum kejadian dan peristiwa selama satu bulan penuh kebelakang. *gaya reporter tipi*

Ada cerita colongan, alias cercol tentang rasanya mengalami suasana 'wanted' dan memajang foto dimana-mana. Lalu ada liputan dari hasil ospek dibulan Agustus kemarin, diikuti berbagai artikel inspirasi yang dikutip dari kehidupan sehari-hari. Dari membersihkan kaca sampai awal-awal belajar mengendarai motor di jalan raya pertama kali. Benar-benar pemula nih gue! Oh, ya! Di bulan September kemarin juga, ada Give away berhadiah Boneka kerajinan flanel hasil buatan gue sendiri loh. Siapa yang sudah ikutan? Ngacung! Hehehe..

27 September 2013

Unpredictable Girls, I called it Friendship..

source

Sebenarnya awal dari kegiatan ini ialah untuk melakukan riset langsung sebagai informasi tambahan yang akan dimasukkan dalam presentasi Public Speaking nanti. Janjiannya sudah dibuat dari hari Senin yang lalu hanya saja penyakit lupa menghinggap dikepala masing-masing. Begitu kelas bubar tujuan utama adalah PULANG. haha..

Untungnya, dihari ketiga, gue, Lisbet dan Christin berada pada satu kelas. Satu mata kuliah. Satu nusa. Satu bangsa. MERDEKA!!! *ups* *abaikan*

Sepulang dari kampus, gue nebeng Lisbet yang motornya diparkir di ujung parkiran nan super jauh. Sementara Christin memutuskan untuk tidak ikutan pergi. Alasan klasik, nggak biasa main malam. *main congklak, main ular tangga* *tsahh..*

Gue duduk dikursi penumpang motor Lisbet lalu melewati perumahan abadi alias areal kuburan Tanah Gocap. Suasana sepi kuburan menyebabkan Bebet -panggilan Lisbet- sampai berkata 'takut' lewat areal tersebut. Dan gue, dengan santainya menjawab, 'lu baru lewat kali ini aja udah takut, lah gue tiap hari lewat. Biasa aja tuh'. *kibas rambut* *dicolek kuntilanak* *kabuurr*

Lalu dilanjutkan dumelannya soal di Itin -panggilan Christin- yang tidak mau ikut ekspedisi kali ini. Akhirnya, gue dan Bebet melewati areal kuburan dan melaju menuju kawasan Pasar Lama Tangerang. Tiba-tiba, swiingg... Itin datang tiba-tiba tanpa dijemput dan diantar. Bukan... bukan jelangkung! Itu karena dia bawa motor sendiri. Nethink aja niiih... Hahaha..

Back to Pasar... Namanya juga pasar, biarpun sudah malam, kehidupan di dalamnya tetap ada. Buktinya, masih banyak pedagang kaki lima bertebaran disisi kiri-kanan jalanan.

Begitu masuk area pasar lama, Bebet mengendarai motor beat pink miliknya perlahan. Mencari sosok 'anak jalanan' yang akan diwawancarai olehnya. Sayangnya, sampai ujung jalan pasar lama, sosok tersebut tidak juga ketemu. Sampai Itin berhenti di depan kita dan menunjuk seorang anak yang minta-minta.

Dengan pede-nya, gue manggil tuh anak. Dan lagi, dengan penuh kepercayaan diri gue mengutarakan maksud gue dan teman-teman gue memanggil anak tersebut. Setelah wawancara selesai, gue bilang ke Itin dan Bebet,

"Kayak di film-film ya. Kita lakuin riset sendiri, wawancara sendiri, rekam video sendiri nanti di presentasiin sendiri,"

23 September 2013

Tuliskan ceritamu...

source

Setiap orang punya cerita, punya kisah, punya sesuatu yang bisa dibagi. Dari sekian miliar orang yang ada di dunia, hanya beberapa orang yang bisa menuliskan cerita-cerita mereka. Bagi mereka yang bisa bercerita atau menceritakan sesuatu tentu saja memiliki cara penyampaian yang berbeda.

Ada yang menceritakannya dengan menuliskan sebuah buku. Dari buku tersebut mereka berharap orang-orang dapat terinspirasi. Misalkan buku-buku bergenre motivasi. Si pengarang berharap si pembaca dapat terinspirasi dan mendapatkan motivasi setelah membacanya. Ada juga buku-buku yang ditulis hanya berdasarkan kesukaan atau sekedar hobi. Mereka menyalurkan hobi mereka dengan menuliskan di buku diary atau blog seperti sekarang ini.

Beralih pada artikel ini. Entah sejak kapan gue suka menulis, lebih spesifiknya di berbagai bidang yang ditulisi. Gue selalu bilang kalau kecintaan gue akan tulisan berasal dari kebiasaan gue yang suka corat-coret dinding kamar hingga seisi rumah gue. Kebiasaan jelek gue itu terhenti saat nyokap mengatakan bahwa rumah yang penuh coretan sudah mirip seperti penjara. Hiii..

Naluri kepolosan gue pun tersentuh. Gue beralih menulis pada buku-buku kosong bergambar yang saat gue masih kecil itu sangat populer. Diary! Anak-anak jaman sekarang mana ada tuh tulis biodata di Diary orang lain terus diujung halaman di lipat-lipat kemudian ditulisi tulisan rahasia yang buat pemiliknya penasaran. Padahal begitu dibuka kadang isinya sangat tidak menyenangkan, 'Cieee, penasaran ya?' atau 'Luisa love xxx'. Gaya khas anak kecil banget!

Era moderenisasi seperti sekarang, posisi diary seperti itu sudah tidak lagi populer. Tapi jujur saja, gue masih suka beli loh buku-buku diary yang unyu-unyu seperti gue inih.. *ditimpukin warga se er-te*.
Beralihlah kita ke... BLOG!

21 September 2013

OSPEK !!

pembukaan pkk
Ospek! Bagi para calon mahasiswa baru, ospek seperti sudah menjadi tradisi turun temurun yang tidak boleh terlepas. Sistem ini bukan hanya ada di bangku perkuliahan, anak-anak SMA-SMP pun melakukannya, hanya namanya saja lebih halus. MOS -masa orientasi sekolah. Tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk memperkenalkan dunia baru bagi para siswa yang telah lulus dari SD ke SMP atau SMP ke SMA.

Sebagai siswa yang pernah mengalami masa-masa MOS - OSPEK, pastinya masa tersebut bisa disebut masa balas dendam. Ya. Jujur, setelah dua kali merasakan -bullying- dari para kakak kelas, otomatis saya merasa trauma akan masa orientasi - masa bullying.

Saat masuk perkuliahan, sistem tersebut tentu ada. Dikampus tempat saya mendaftar, proses ospek lebih dikenal dengan nama PKK - Perkenalan Kehidupan Kampus. Untungnya, saat saya mendaftar, status saya sudah berubah menjadi seorang karyawan swasta sehingga bisa beralasan untuk hanya mengikuti proses ospek setengah jalan. Walaupun pada akhirnya saya tetap harus mengikutinya dari awal di hari terakhir ospek.

20 September 2013

Like a "WANTED" ...

Apa rasanya mempromosikan diri sendiri?
picture

Berbekal pertanyaan tersebut gue pernah bermimpi memajang foto gue di sebuah kertas lalu menempelkannya diseluruh sudut sekolah. Dulu... Jaman masih pakai seragam putih biru atau abu-abu saat pemilihan ketua OSIS. Sayangnya semua memang hanya mimpi. Gue memang terlibat dalam OSIS namun tidak sebagai ketua atau posisi paling tinggi.

Sekarang, pernah terlintas memajang foto gue disebuah helaian kain bernamakan 'umbul-umbul' lalu senyum pepsodent sambil diikuti kata-kata membujuk. 'Indonesia sejahtera!' atau slogan salah satu partai 'Lanjutkan!'. Untungnya pikiran itu hanya terlintas tidak pernah terwujudkan.. *amit-amit* *jampi-jampi*

Lalu, pernah terbayang untuk menaruh wajah gue disebuah majalah Gereja dan tersenyum pepsodent dengan 'title' Ketua Blablabla.. Untunglah, lagi-lagi hal tersebut hanyalah bayangan.

Nah, saat nama gue disebut sebagai calon ketua Senat STBA, gue langsung membayangkan bagaimana wajah gue dipajang disepanjang koridor lantai 3 lalu dipelototi oleh mahasiswa seantero gedung D. Saat itu gue berpikir, semua hanya pikiran, hanya bayangan bahkan hanya sebuah lintasan di dalam kepala. Sayangnya, saat gue berpikir seperti itu, hal sebaliknya justru terjadi.

Gue memajang foto gue bersama sang wakil lalu dibantu Mami untuk menempelkannya disepanjang koridor. Bahkan sebuah spot dimana gue bisa berkuasa seenaknya (read: BOS), juga terjajah dengan poster-poster tersebut.

Gue yakin dan sadar diri saat menempelkan poster-poster tersebut di depan pintu, di dalam mading, bahkan di depan ruang senat. Gue melek, tidak tidur, tidak bermimpi ataupun sekedar membayangkan. Seketika kemudian, gue berteriak histeris.

"AAAAAAAAA... I DON'T BELIEVE IT. I'VE BEEN PUBLISHED MY FACE EVERYWHERE, IN EVERYDOOR AND EVERY PLACE. MAKE ME GOT 'WANTED'. LIKE A CRIMINAL!"

19 September 2013

200 - Give Away...!!!

Yeay! Setelah beberapa tahun menjalani blog ini, akhirnya tibalah diangka ini! Inilah postingan ke 200 dari Mari Bercerita

Sudah hampir 200 lebih cerita-cerita yang dibagikan kepada teman-teman. Membiarkannya mengalir. Terbang menuju langit. Yeay!

Cerita-cerita yang disuguhkan ada yang berdasarkan pengalaman pribadi, artikel liputan, tugas-tugas kampus yang diangkat, event-event sampai curhat. Bumbu-bumbu galau pun disebarkan. Menebarkan kegalauan. Hehe. Sudah keluar juga beberapa 'quote' yang diciptakan. Kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi juga sih.

Sebagai ucapan terima kasih atas kesetiaan teman-teman pembaca, aku mau bagi-bagi hadiah nih. Betul, kamu tidak salah baca. HADIAH!! Sebuah hadiah yang dibuat dengan tangan sendiri. Apa hadiahnya? Ini dia...!!

Sebuah kerajinan tangan dari FLANEL dengan bentuk SESUKA KAMU! Ya! Gambar diatas hanya contohnya, tapi kamu boleh menentukan bentuk lain sesuai keinginanmu. Tentunya kalau kamu menang BERUNTUNG. Aku pasti akan usahakan bisa membuatnya. Lihat tingkat kesulitannya juga ya...


18 September 2013

Servicing, not Winning..

Melayani bukan dilayani, Melayani bukan untuk kompetisi...

Tahun 2013 tampaknya seperti sebuah tahun yang penuh dengan tantangan. Baik dari dalam diri sendiri maupun dari pihak luar. Terutama setelah hampir 1 tahun menjadi anggota Senat STBA, saya pun mulai merasakan bagaimana rasanya berorganisasi diluar yang pernah kita pikirkan.
source

Semalam, setelah terjadi perdebatan sengit di dunia persilatan *ciaaat*, sepulangnya gue seakan ditegur dengan kata-kata gue sendiri. Semalam, ah tidak, persisnya malam sebelumnya, gue menerima whatsapp dari seseorang yang selama ini selalu gembar-gembor, ngotot dan bersemangat mendukung gue.

Panggil namanya Mami *eaaa*. Mami awalnya bertanya-tanya bagaimana dengan kepemimpinannya saat PKK/Ospek kemarin. Lalu dengan gayanya yang cepat berubah, ia kemudian menyuruh gue melupakan pertanyaan barusan dan ganti dengan pertanyaan lainnya yang awalnya buat gue ketawa meringis.

Ia meminta pendapat gue mengenai pencalonan dirinya pada pemilihan Ketua Senat STBA berikutnya. FYI, saat itu sudah diputuskan hanya ada 2 calon ketua senat yakni gue dan Anti -yang awalnya menolak lalu menerimanya lagi-.

Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue hanya menanggapi pertanyaan Mami seperti biasanya. Hanya tertawa dan tidak begitu memusingkan. Lalu keinginannya tersebut ternyata dibawa ke dalam forum rapat dadakan diputuskanlah Mami boleh maju juga sebagai Ketua Senat STBA.

Saat itu, gue hanya sebagai pendengar. Mendengar pendapat Lintang, Sukandi dan teman-teman lain yang menolak dan mendukung. Entah mengapa gue merasa ada ketidakadilan dalam hal tersebut. Maka gue pun ikut menolak keputusan Mami. Mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu kepada gue sehingga Mami tetap maju terus sebagai calon Ketua Senat STBA.

Jujur, gue emosi. Tidak menerima. Merasa tidak adil. Tidak setuju. Bahkan hampir ingin marah pada orang-orang. Namun, berbekal pengalaman organisasi, gue akhirnya menyetujui keputusan tersebut. Inilah organisasi. Inilah yang dinamakan musyawarah.

13 September 2013

MR. Rajesh (my Public Speaking lecture) said that people will see our self based on our appearance. 1st appearance is 1st impression. So, could you get good impression or the opposite? Think again!

11 September 2013

Bibliografi

Menjadi seorang penulis merupakan cita-cita terpendam dari sejak masih corat-coret tembok dan buku-buku agenda usang sampai-sampai di panggil 'tukang kridit'. Mewujudkannya menjadi kenyataan juga merupakan cita-cita yang harus dan masih di perjuangkan. Bersyukur. Atas pencapaian yang telah di dapatkan. Tanpa menunggu lagi, silahkan lihat list buku yang sudah bisa kucantumkan nama sebagai penulis. Here there are...


10 September 2013

Clean Your Mirrors....

Cermin. Bukan cerita mini atau pun cerita miring.
Cermin. Dalam kehidupan sehari-hari, biasa disebut 'kaca'. Memang sih, bahan dasar dari sebuah cermin adalah sebuah kaca. Dilapisi lapisan lain lalu dibantu dengan pantulan cahaya menyebabkan kita bisa melihat bayangan diri kita lewat kaca tersebut. *menerangkan* *gaya profesor*

Sebagai seorang wanita, tidak heran lagi kalau dikamar atau di dompetnya ada sepotong kaca, baik ukuran JUMBO ataupun SUPER MINI. Yang penting bisa 'ngaca'. Hehe.. Begitupun gue, tentu saja gue punya kaca di dalam kamar yang biasa gue gunain saat merias diri. *kibas rambut*

Seminggu kemarin, saat gue melihat ke cermin, selalu terasa aneh. Wajah yang sudah gue olesi krim pelembab tak kunjung terlihat cerah. Atau, saat gue membersihkan wajah gue dengan pembersih wajah pun, tak tampak binar-binar seperti yang pernah gue lihat seusainya. Seketika itu juga, gue merasa ada yang tidak beres dengan kaca gue.

Gue colek permukaan cermin dengan ujung telunjuk dan tampak gumpalan kotoran menggunung diujung jari. Ouch! Ternyata cermin gue berdebu, kotor dan tidak sedap dipandang. Saat itu gue sadar kalau kesalahan bukan terletak pada wajah gue melainkan pada cermin gue. Langsung saja, gue raih tisu basah dari tas kemudian menyapu berpuluh-puluh bahkan ratusan debu yang menempel. Hasilnya, bening! Wajah gue terlihat cerah merona mempesona... *serasa iklan pencerah wajah gitu*

6 September 2013

Hi! I'm the beginner...

Bulan September akhirnya tiba juga. Untungnya saya tidak ketinggalan menyambut bulan September ini. Diawal September ini diwarnai dengan kembalinya aktivitas saya sebagai seorang mahasiswi. Oh ya! Kini saya tengah berada di tingkat 3 loh alias semester 5. Yeah! Berarti masih ada 3 Semester lagi yang harus dihabiskan, kalau bisa kurang dari segitu. :)

source

Nah, beberapa waktu belakangan ini, saya merasa seperti seorang pemula yang baru menjajaki hal yang baru. Baru pertama kalinya bawa -red: mengendarai- motor sendiri ke kantor. Otomatis, seruan 'Wiii' langsung terujar dari teman-teman kantor yang selama ini hanya tahu kalau saya diantar dan di jemput.

Lalu, diikuti dengan mengajukan diri sendiri pada sebuah acara besar di kampus yakni acara PKK. Dari sekian lama ikutan senat, baru kali itu mengajukan diri dan benar-benar pegang acara. Benar-benar baru. Sampai-sampai masih harus dibantu oleh teman sejawat yang lebih senior. 

Dilanjutkan dengan kali pertama membeli tiket kereta api, sendirian dan pergi ke kota orang nan jauh, juga sendirian. Benar-benar pemula. Masih tanya sana-sini. Masih bingung. Masih suka celingak-celinguk kalau bingung saat tak ada yang bisa ditanya. Tapi dari hal tersebut, saya pun belajar untuk mempraktekkan sebuah pepatah, 'Malu bertanya sesat dijalan'.

4 September 2013

Sepintas kata tentang Jogja...

dokumen pribadi

Jogja
Sebuah kota yang diagungkan karena kebudayaannya yang masih melekat kuat pada tiap-tiap sudutnya.

Jogja juga merupakan sebuah kota dimana modernisasi mulai menjamah.
Jogja. Sebuah kota yang tak jauh berbeda dengan kota-kota besar pada umumnya
Jogja. Menyisakan kenangan yg membawa para pelancongnya kembali rindu akan pesonanya
Jogja. Tunggu aku!
Kelak aku akan kembali lagi ke kota ini...
Pasti!

teng-tong-teng-tong
kleneng, kleneng, kleneng
priiiiiit...
doenggg


Menjelang keberangkatan kereta yg d iringi bebunyian khas yg hanya bisa d temui d stasiun kereta api.
Ya! Kereta api, bukan sekedar KRL biasa, pergi meninggalkan suasana khas kala perjalanan jauh.
Ini kali pertamaku menginjakkan kaki di bumi bernamakan Jogjakarta. Sebuah destinasi yg selama ini hanya ada d benak dan di bayangan. Aku menghela nafas lega saat papan nama stasiun Yogyakarta terpampang besar d sisi-sisi rel kereta. Lalu, aku keluar dari dalam ular berbaju besi dengan mengucap rasa syukur.

3 September 2013

My brain said that you are impossible but my heart wanted that you are possible...

1 September 2013

September C.E.R.I.A!!!

September ceriaaaaa... September ceriaaaaaaa, September ceriaaaaaaa.... *gaya Vina bukuPanduwinata* *ups*

Yeay!! Thanks God! I have spent more than a half year, and now.. We are going to September!! 
Yeay!!

borrow from this


Biasanya nih, kalau bulan-bulan sudah mulai berakhiran dengan "ber, ber, ber" *bukan maksud kedinginan yak!*, biasanya hawa-hawa akhir tahun, hawa-hawa liburan, sampai hawa-hawa THR tuh mulai terasa. Ya, terasa banget! Apalagi biasanya kalau sudah bulan 'ber, ber, ber', beneran 'ber-ber', maksudnya beneran kedinginan... Why? Karena, menurut buku pelajaran IPA waktu saya masih SD, musim penghujan harusnya dibulan-bulan begini. Tapi.... We wil see -lah...

30 Agustus 2013

Proyek Menulis "Kasih Tuhan Dalam Hidupku"

Salam Damai Kristus!

Teman-teman terkasih,
Pernahkah teman-teman berada dalam kesulitan dan ketika teman-teman berdoa, permasalahan itu dapat terselesaikan?
Pernahkah teman-teman menginginkan sesuatu kemudian mendapatkannya?
Pernahkah teman-teman merasakan tangan Tuhan sedang menggenggam tanganmu ketika kau gelisah?
Pernahkah teman-teman merasakan kasih-Nya?

Saya percaya teman-teman pasti pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup teman-teman. Namun apalah arti kasih Tuhan jika hanya kita nikmati sendiri? Maka dari itu, saya, Luiza, bekerja sama dengan team "Proyek Kasih" mengajak teman-teman untuk membagikan kisah pengalaman spiritual yang pernah teman-teman alami melalui sebuah tulisan. Ya! Hanya lewat tulisan. Mari kita sebarkan kasihNya, perbuatanNya dan firmanNya agar semakin banyak orang yang percaya kepadaNya.

source

Kirimkan kisahmu dengan ketentuan sebagai berikut:

Syarat Kolaborator:
KAMU! Ya, kamu dan siapa saja asalkan WNI, kamu boleh berkontribusi dalam proyek kasih ini. Usia? Jenis Kelamin? Ras? Lokasi? NO NEED! Ada kemauan, ada jalan. :)
Tiap kolaborator boleh mengirimkan kisah maksimal 2 (dua) kisah.

29 Agustus 2013

Kata keramat tentang 'Langit'!

Sebenarnya tidak semuanya berhubungan dengan 'Langit', hanya mereka-mereka yang membekas dihati terlalu mirip dan dekat dengan benda-benda yang ada di angkasa.

source

Semalam lalu, saya dan dua orang teman sekampus memilih makan malam disalah satu resto  rumah makan yang terkenal dibilangan Pasar Lama. Tidak perlu menyebut merek karena kata Ko Gocang, saya tidak dibayar untuk menyebut nama merek (promosi), Sebuah rumah makan sederhana yang rupanya masih saja ruame walau sudah malam sekalipun. Saya pun sampai harus waiting list untuk dapat satu meja.

Semua berawal dari celetukkan saya saat Grace memberikan sebuah komik pada Febri.
"Semua cerita di komik itu terlalu manis, akhirnya terlalu manis. Berbanding terbalik dengan dunia nyata, jadinya malah miris."

Pembicaraan malah bersambung ke pengalaman masa lalu percintaan masing-masing. Curhat colongan pun terjadi. *wink* *kebiasaan ibu-ibu*

Saya suka segala hal yang berbau-bau langit sejak masih SD saat F4 sedang populer dan saya ngefans dengan Jerry Yan. Layaknya anak bocah jaman dulu, dimana internet masih tergolong barang 'mahal', jadi beli kartu mainan yang isinya profil dari sang idola. Jerry Yan! Di dalam kartu ditulis bahwa warna kesukaan Doi adalah warna 'Biru Langit'!

28 Agustus 2013

Sahabat...

source


Mereka yang bisa mengerti bahasa isyarat darimu hanya dengan lirikan mata atau kode sandi 'arah jam 4' atau dengan dehaman.

Bisa memarahimu tanpa harus berbasa basi yang tidak perlu.

Bisa berdebat akan sesuatu yang tidak penting dan tidak pernah-pernah berdebat.

Mereka yang lebih memilih mengalah, saat sahabatmu berusaha membuka diri untuk teman-temannya yang lain...

19 Agustus 2013

Ultraman - Bukan Manusia Super

Dengan kekuatan bulan... aku akan menghukummu!



Ya! Penggalan kalimat diatas tidak sesuai dengan tema kali ini. Ultraman!

Kalian-kalian yang lahir diera tahun '90 sampai 2000-an, pasti tidak asing lagi dengan pahlawan pembela kebenaran tersebut. Dari sekian banyak pembela kebenaran, Ultraman ini termasuk salah satu yang gue favoritkan. Ada ciri khas dari Ultraman ini yang masih melekat kuat dalam benak.

Jalan cerita film ini pun sama seperti film pembela kebenaran pada umumnya. Ada seorang penjahatnya, lalu buat keributan kemudian bisa di tumpas dengan mudah tanpa harus mengeluarkan wujud asli sang Ultraman. Namun, rupanya penjahat yang dikira sudah mati itu ternyata masih hidup. Mereka cuma anak buah dan sang majikan pun akhirnya keluar. Mau tak mau, si Ultraman pun akhirnya keluar. Dengan wujud besarnya, melawan musuh yang kebanyakan sejenis 'godzila'. Bertarung hingga akhirnya kehabisan tenaga. Di depan dada Ultraman, ada lampu penanda energi. Jika sudah bunyi, 'toneng, toneng, toneng', artinya tenaga Ultraman hampir habis. Sedangkan si musuh masih belum berhasil disingkirkan. Nah, justru di saat kritis itulah, tenaga tak terduga Ultraman keluar dengan hebat dan dahsyat! Akhirnya, musuh pun terkalahkan.
The End!

18 Agustus 2013


Aku akan mengenalimu. Bahkan jika aku kehilangan ingatanku dan bahkan jika aku memaksa untuk menghapusmu dari ingatanku, aku akan mencintaimu lagi. Aku akan datang, aku akan mencarimu dan mencintaimu lagi.. ~ Luiza Cha~
Based on Park Soo Ha diary on I hear Your voice -Kdrama.


"aku masih mengenalimu. Bahkan setelah aku kehilangan ingatanku dan bahkan setelah aku menghapusmu dari ingatanku, aku mencintaimu lagi. Jika ada 10 tahun lagi, jika aku kehilangan ingatanku lagi, atau jika waktu itu datang, aku akan mencarimu dan mencintaimu lagi"


17 Agustus 2013

Masuk blog!

Hai, hai!

Dalam rangka peningkatan eksistensi gue, *halah*, maka dengan gencarnya gue cari-cari kompetisi menulis dan lain-lainnya. Nah, saat gue lihat temlen Bang Roy Saputra, tiba-tiba ada sebuah lampu menyala di otak gue dan berbunyi, 'ting! aha!'

Bang Roy menawarkan para followernya untuk ikutan jadi kontributor di blognya. Blognya bernama saputraroy.com. Lalu, dengan pede-nya, gue kirim e-mail ke Roy sesuai petunjuk dari sang pemilik blog.

Akhirnya, jadilah salah satu tulisan gue yang gue kirim ke Bang Roy! Rencananya, tulisan gue akan tayang tanggal 17 Agustus, katanya biar pas momen olahraganya. Huahahaha..

Yah, itung-itung belajar nulis. *kata-kata Bang Roy waktu kasih aturan main untuk jadi kontributor*.

Okeh, silahkan baca artikel gue tersebut disini... Sering-sering mampir disini juga ya! Laluuuu, semoga bermanfaat artikel yang gue buat! :D

13 Agustus 2013

Mengeluh mengisah..

Nggak berasa, liburan sudah benar-benar berakhir. Liburan seminggu tetap tidak ada artinya mengingat gue nggak kemana-mana selain kamar~dapur~toilet~kamar.

Sebenarnya gue sudah berusaha sekeras mungkin untuk tidak memusingkan hal lain selain berleha-leha di rumah. Sayangnya, pikiran dan beberapa nyawa gue masih ada yang nyangkut di kantor. Sebuah tragedi kecil terjadi saat gue dengan pedenya menyerahkan laporan pada atasan gue yang akan ke semarang. Masalah muncul saat penyakit lupa gue kambuh dan baru sadar keesokan harinya. Otomatis, beliau sudah caow ke kantor cabang. Masih dengan pede, mengandalkan pikiran sendiri. Bencana baru benar-benar muncul menjelang sore. Seluruh kerjaan belum kelar dan hari semakin gelap. Biar sudah dibantu, tetap saja tidak kelar. Apalagi, hawa-hawa liburan yang menyergap kuat. Seluruh teman kantor pulang lebih awal dan gue hanya bertiga dengan dua orang teman kantor gue.

Akhirnya, gue bawalah kerjaan ke rumah. Pikiran gue bilang tidak usah, nanti kepikiran. Tapi hati gue tetap membawanya. Gue selipin di tas dan pulang. Benar saja, liburan gue... Suram!
Nggak kemana-mana, mikirin kerjaan yang belum kelar dan berkeliaran di kamar gue, dan rasa malas nemplok.

Dua hari pertama, gue kagak sentuh tuh kerjaan. Pikiran gue membetulkan, 'tuh kan, nggak dikerjain. Tar jg dikerjainnya di kantor juga'. Gue singkirin pikiran itu dan membulatkan tekad. Gue kerjain sebagian. Alhasil, hati gue nggak deg-degan lagi selama  sisa liburan.

10 Agustus 2013

Kejutan Sebelum Ramadan ~ Bukan Ramadhan Biasa

gambar dari nulisbuku.com, trims.

KEJUTAN SEBELUM RAMADHAN - Kategori Perorangan #3
#3. Buku 3


Aku sudah ikhlas - Sani Hasan Nursyahid#3. Buku 3

Aku sudah ikhlas - Sani Hasan Nursyahid
Al-ikhlas RT 12 – Aryudananta Adhi Shasena
Beatutiful Tragic Love Affair – Novie Fairuz Zuhria
Bukan Ramadhan Biasa – Luisa Aristy Lesmana
Dear Juli – Azwar Munanjar
Dermaga – Sira Agustina Ayu Saputri
Hisashiburi – Chika Riki
Ikhlas Kikis Ego – Grant Gloria Kesuma
Ini Anugerah, Nak – Liski Husdila
Nastar Buatan Bapak – Ratna Rara
Pembuktian Para Hantu – Kemal Mahmud
Permata Yang Hilang – Anggi Hafiz Al Hakam
Permata Yang Terindah – Ridho Alkautsar
Pulang – Orin
Pura-pura menjadi Tuhan – Maudina Tri Hartasya
Potret Terakhir Mawar – Hijati
Rezeki Ramadhan – Miumiu Algorythmz
Rindu Tertawan – Budi Handoko
Selendang Ramadhan – Uci Dafa Yuvi
Suratku,yang ke 18 – Wilda Romadona
Surga Rumah Sejatimu – Adithya Fakmi Rifanka
Tambah Satu – Riska Ramanda Saputri
Telinga – Ruth Hana C. Manurung 
Yang Kembali – Lovie Lenny Gunansyah
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan...

Mulutku seperti terkunci saat menatap matanya. Tak terucap seribu kata yang sudah terangkai dalam hati...

7 Agustus 2013

Bukber ~ Buka Bersama

Indonesia, negara paling toleransi sedunia. Paling tidak dalam masalah Buka Bersama. Gue memang bukan orang muslim yang harus berpuasa, tahan lapar/haus selama hampir 12 jam lebih. Tapi tradisi ini secara perlahan tumbuh dalam masyarakat. Bahkan dikalangan kami, para non muslim. Telah mewabah. Bahkan terkontaminasi.
pinjam dari sini

Eits, jangan berpikiran buruk dulu dong, kawan! Dalam hal ini, gue bermaksud mengangkat sebuah momen. Momen yang hanya ditemui dibulan Ramadhan ini. Ya! Betul! Buka bersama. Buka apa? Buka tudung saji. Buka panci sayur. Buka rice cooker. Buka puasa!

Tradisi buka bersama menjadi trending topic selama bulan puasa. Janjian sama klien di kantor, menjelang jam buka puasa. Selain menghormati klien yang berpuasa, selepas buka puasa bisa langsung pulang. Di tiap kantor juga selalu diadain nih acara beginian. Kantor gue juga nggak mau kalah.

Reunian sama teman-teman SMA, menjelang jam buka puasa juga. Walau ada yang nggak puasa juga, kami saling menghormati. Pesan makan dulu, makannya pas bedug. Ada juga yang ber-modus ria. Janjian sama gebetan, judulnya buka puasa bersama. Padahal, keduanya nggak puasa. Nah, loh?

5 Agustus 2013

Makan Enak

Sebelum gue menanyangkan artikel ini, gue menyempatkan diri tanya ke teman-teman gue mengenai definisi dari judul artikel gue ini. Cara bertanya-nya, lewat twitter. Setelah ditanya, kesimpulan yang gue ambil dari jawaban mereka ialah,

"Makan enak ialah makan makanan yang kita suka, bersama dengan orang yang kita sayangi..."

Makan enak.

Beda lagi pendapatnya dengan orang-orang yang tanpa gue mintai pendapat selalu bilang begini, "Gue kalau ngeliat si Luisa makan tuh rasanya napsuin. Kayaknya enak gitu..."
gambar dari sini, thanks! *Yummy picture*

Saat itu, kepala gue langsung bekerja. Mereka bisa mendefiniskan bahwa sebuah makanan rasanya enak saat melihat gue makan. Sampai-sampai gue pergi ke toilet dan bercermin. Berharap menemukan sosok 'enak' yang dilihat orang-orang tadi. Setelah berupaya sedemikian rupa, gue tetap gagal menemukan sosok 'enak' tersebut. Mungkin saja, ini mungkin yah. Mungkin mereka melihat ayam goreng, daging asap atau pun ikan salmon yang enak-enak di muka gue. Berasa panci prasmanan gitu. Ckckckck.. *frustasi*

Teman-teman sebangsa dan setanah air. Apa yang kalian semua pikirkan dengan judul postingan gue ini? Seporsi makanan enak-enak, contoh: ayam, daging, ikan atau makanan lain yang dikategorikan enak. Dan kebanyakan makanan tersebut tidak tergolong murah. Alias mahal! Catet!

4 Agustus 2013

Face It!

Dear you...

I have faced another problem these day,
I got another problem..
I have tried to solve it,
But until the end, I just gone away from it..

I was afraid,
I could make another problem
But I knew, I have to face it.

I have thunk about the way,
I have got the key,
But, one more time, I was afraid.

3 Agustus 2013

Hai, Agustus!

Halo! Nggak berasa. Ternyata kita sudah masuk di bulan Agustus. Bulan KEMERDEKAAN nih!
gambar dari sini. trims.


Sebelum kita bahas yang akan kita ulas dibulan ini, gue mau kilas balik bulan kemarin ya. Yuk, yak, yuk.. Mari....

Ada cerita dari jalan-jalan pertama gue di Jogja, ada juga cerita tentang cita-cita gue menerbitkan sebuah novel berlatarkan Jepang, khususnya Fukuoka! Hope it! Ada juga sebuah artikel yang ditulis setelah wawancara dengan bule. Bahannya dari tugas conversation gue nih. Lalu, ada beberapa quote yang gue ciptain secara otodidak. Dadakan. Yang ada dikepala aja.

29 Juli 2013

Saat keterbatasan menjadi penghalang, pasrah pada Tuhan-lah jalan terakhir... ~LuizaCha

27 Juli 2013

(masih) Nggak akan balik lagi...

ATTENTION:
Postingan ini lanjutan dari "Nggak akan balik lagi..."
It's better to read it first... :)

-----------------------------------------------------------------------------------

Kita lanjut nostalgia kita..

3. Tak Jongkok, Tak Umpet...
gambar dari sini

Dua permainan ini sangat populer. Mungkin sekarang juga masih kali, ya.. Tak Jongkong (Petak kali ya nyebutnya?), cara mainnya dengan mencari satu korban yang menjadi musuh. Lalu teman-teman yang lain berlarian menghindari si korban. Cara menyelamatkan diri dari kejaran si korban ialah jongkok. Yang lucu itu, waktu jongkok ada yang bela-bela jalan supaya bisa berdiri. Kan harus ditepuk sama teman yang masih berdiri. Hehehe..

petak umpet
Sedangkan yang satunya, Tak Umpet (petak, petak), permainannya seru. Satu orang berjaga sambil berhitung, teman-teman yang lain ngumpet. Nah, siapa yang terakhir ketemu, dialah yang kalah. Jaga deh. Kisah serunya, permainan ini sempat berlangsung lebih dari setengah jam. Padahal satu ronde saja loh. Kenapa? Jadi teman-teman yang seharusnya ngumpet itu bukannya ngumpet. Mereka malah berlari mengelilingi gang sebelah! Lalu, saat si penjaga tahu dan mengejar, teman yang ngumpet ini sudah balik duluan ke tempat si penjaga. Kena deeehh... *gaya Pandji di acara kuis gitu...*

26 Juli 2013

Nggak akan Balik lagi...

Sepertinya belakangan ini gue sedang berada di titik terjenuh menjadi seorang dewasa. Hidup di dunia hampir dua puluh tahun lebih, buat gue makin merasa jenuh. Sebenarnya ada beberapa hal yang sebenarnya harus dilepaskan. Istilahnya, keluar dari zona aman. Sayangnya, masih belum bisa. Dan masih belum mau.

Terkadang, manusia memang begitu. Walau susah tetap saja dijalani. *teori siapa coba?*

Nah, beberapa waktu lalu gue pernah bernostalgia mengenai film-film kartun jaman gue masih SD. Lalu tercetuslah ide menulis artikel ini. Sebenarnya sempat lupa. Hanya saja diingatkan secara tidak sengaja saat gue dan teman-teman dari BIA HSPMTB sedang rapat sambing nongkrong di Basjon, sambil ngomongin soal cuaca.

Awalnya hanya karena gue ngoceh begini:

"Gue tau kenapa gini hari nggak ada layangan. Pasti gara-gara hujan!"

Lalu temen gue bernama Janner nyeletuk.

"Ah, memangnya sekarang musim layangan. Kayaknya kagak dah..."

"Yee, sekarang harusnya. Kan musim-musim liburan sekolah. Inget nggak dulu waktu sekolah..."

*pernah sekolah nggak, Jan?* :P

Nah, obrolan pun dimulai deh dari celetukkan kecil tersebut. Seperti tersedot ruang dan waktu, gue dan teman-teman langsung terbawa arus pembicaraan. Membicarakan permainan jaman gue kecil jadi primadona, sekarang hampir hilang tak berbekas. Masa-masa yang nggak akan pernah bisa balik lagi.

1. Layangan.

Nih mainan kayaknya paling populer deh. Jangankan di Tangerang, di Indonesia bahkan di seluruh dunia mungkin punya perayaan tersendiri akan permainan ini. Contohnya di Jepang. Di Indonesia, negara yang penuh dengan 'musim-musim', musim layangan pun juga ada.

Biasanya saat musim liburan anak sekolah. Antara bulan Juni-Juli. Saat matahari sedang terik-teriknya. Musim lagi panas-panasnya. Saat angin sedang bertiup setengah-setengah. Kadang besar kadang tak berangin.

22 Juli 2013

Sahabat sejati bukan ditentukan dari berapa lama kamu berteman,
melainkan bagaimana kamu berbesar hati saat sahabatmu menemukan teman baru dan mulai menjauhimu... -Luiza Cha~~

20 Juli 2013

Book Review [Book-Re]: Setahun Berkisah

Hai, hai. Akhirnya bisa lagi me-review buku di blog ini. Sebelumnya saya pernah me-review sebuah buku. Saking berharganya, saya memutuskan untuk me-review isinya. Nah, kali ini bukan karena ada unsur-unsur (biasa disebut modus) seperti review sebelumnya, melainkan karena tuntutan publik. Banyak teman-teman penulis diluar sana yang me-review buku-buku yang pernah mereka baca. Entah buku yang difavoritkannya atau hanya sekedar kebiasaan me-review.

Nah, buku yang akan saya review kali ini cukup menarik perhatian. Awal ketertarikan dari tweet-tweet si penerbit. Saat membelinya, tidak begitu menyesal. Hehe..

Tak perlu banyak bicara lagi. Here we go...




Judul : Setahun Berkisah (Cerita Cinta Setiap Musim)
Penerbit : Bukune
Edisi : Soft Cover
Tgl Terbit : April 2013


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Blurb
Aku mau tidak usah terlalu takut pada akhir dari sesuatu,
tak peduli betapa kasar dan berharganya sesuatu itu untukku,
karena setiap akhir dari sesuatu adalah awal yang baru.
Aku mau tidak takut pada kemungkinan-kemungkinan pada masa depan.
Aku mau tidak takut memulai kembali.
Aku mau jatuh cinta lagi.
Hari ini mengajarkanku tentang semua itu.
Selamat Tahun Baru, Love

***
Tunjukkan dan rasakan cinta setiap hari, begitu katanya. Tidak peduli pada hari apa, musim apa, kamu selalu bisa merayakannya. Setahun Berkisah berisi delapan kisah cinta, delapan hari raya, dari delapan pencerita. Dengan keunikan tiap hari raya, latar belakang dan sudut pandang pencerita yang unik, kamu akan ikut dibawa merayakan cinta dengan banyak cara.

Ada banyak cinta pada musim-musim ini. Cinta yang mengharapkan banyak hoki dan peruntungan ketika imlek, cinta yang menunjukkan banyak wajahnya pada Hari Kasih Sayang-Valentine, cinta beselimutkan misteri dalam seramnya suasana Haloween, sampai cinta yang menemui akhir sekaligus memulai langkah barunya di pergantian tahun.

Rayakan hari ini, karena besok selalu menjadi hari baru, mungkin pula, cinta yang baru.

Cerita Cinta Setiap Musim
Membaca kata 'musim' yang terpampang di cover, membuat gue langsung mikir. 'Ah, ini pasti cerita-nya kebanyakan di luar negeri, nih.' Secara logika, musim yang ada di Indonesia hanya ada 2. Musim hujan dan musim kemarau. Tidak termasuk musim pancaroba. Apalagi coba-coba. Buat anak kok coba-coba (lho?!)

Nah, setelah melalui sebuah pergumulan (beli nggak ya? beli nggak ya?) yang hebat, akhirnya gue memilih menyomot buku ini dari rak buku yang ada di toko buku. Begitu sampai di rumah, buka plastik pembungkus, langsung jatuh cinta sama sampulnya. 

Bab pertama, masih belum 'ngeh arti musim yang sebenarnya. Setelah membuka halaman demi halaman, barulah ditangkap maksud 'musim' disana. Ternyata musim yang dimaksud adalah musim hari raya yang ada di Indonesia. 

Dari musim Imlek hingga musim Natal. Dari musim bertawa ria hingga musim bersendu sedan. Tulisan-tulisan yang disuguhkan mengajak gue terhanyut. Seakan tenggelam dalam musim tersebut. Lanjutlah gue baca cerita-cerita dari tiap musim.

17 Juli 2013

Sahabat_Definisi yang Tak pernah Lekang (#OncomVersion)

sahabatsa.ha.bat
[n] kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran




sahabat dekatsahabat karib
sahabat karibsahabat yg sangat erat (baik); teman yg akrab: dia adalah -- karib kakakku
sahabat kentalsahabat karib


Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sahabat/mirip#ixzz2Z5y09Qji


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat. Sebuah suku kata dasar yang memiliki makna sama ditiap penggunaannya. Entah ditambahi imbuhan atau akhiran. Sahabat. Apa definisinya menurutmu?

Aku pernah bercerita tentang persahabatan yang ku punya bersama dengan dua orang yang diketemukan dengan tidak terduga. Ketemu di tengah perjalanan. Perjalanan menata kehidupan. Menata masa depan. Teman disaat sedih. Teman disaat berbagi kebahagiaan. Teman untuk dibully. Teman disegala hal.

Apalagi, sebagai perempuan yang biasa curcol dimana-mana. Sahabat ibarat seperti 'tong sampah' tempat dimuntahinnya seluruh asa, rasa, cita dan cinta.

(Kurang enjoy nih, ganti kata 'aku' nya ah....)

Nah, di postingan kali ini, gue berencana mengulas seorang sahabat yang dipungut dari pinggiran jalan. Bernama Kebon Jahe. Tinggalnya di pedalaman Tangerang. Dan makanan kesukaannya oncom. Jangan heran kalau gue sering manggil dia 'oncom'. Hehe..

Okeh. Here we go...


Listi Birthady - SMS
Namanya Listi. Berbadan gempal, memiliki paras asli Indonesia, pecandu Korea abissss.....
Ia merupakan sahabat terlamaaaaaaaaa yang masih terjalin komunikasinya dengan baik. Bukannya baik lagi. Amat sangat baik. Hampir setiap hari malahan.

14 Juli 2013

Kisah yang Tercecer...

Sebuah perjalanan pasti ada ujung akhirnya. Sebuah awal pun juga pasti ada akhirnya. Sebuah cerita juga harus ada akhirnya. Terserah. Mau sedih, senang, open, atau menggantung. Sebuah akhir tak bisa dihindari.
Begitu pun kisah yang tercecer seusai pelatihan di Jogjakarta. Kisah yang tercecer. Berasal dari barang-barang yang mengisi kisahnya.

Sepasang sandal. Perjalanan ini dimulai saat mengenakan sandal tersebut lalu menerima pelatihan ditengah mereka yang 'WOW' sedangkan aku yang... 'OH...' Dua hari terlewati bersama si sandal putih bertuliskan #kampusfiksi

Berlanjut pada sebuah papan nama. Membuatku mendesis, 'wih...' Berasa seperti seorang Duta Besar dari suatu negara Besar. Mengikuti konferensi atau rapat tingkat Internasional. Wow... Khayalan yang terlampau tinggi. Bersamaan si papan nama, disampingnya terselip sebuah pin. Pin berwarna biru yang dibuat secara kolektif, tersisipkan sebuah doa kecil di dalamnya. 'Novelis siap Terbit'. Ups, ada sedikit kesalahan rupanya. But, that's oke... No problem...

13 Juli 2013

Kesempatan Takkan Datang Dua Kali...

Bulan kemarin, tepatnya bulan Juni, gue mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan penulis dari salah satu penerbit Major di Jogjakarta. Nama kegiatannya, #KampusFiksi. Penerbitnya, Divapress.

Tampaknya gue nggak harus menjelaskan apa itu #KampusFiksi atau siapa itu Divapress. Silahkan kalian cari tahu sendiri dengan meng-klik link yang sudah disediakan disana. Tulisan gue kali ini akan mengupas apa saja yang gue dapat sepulang dari #KampusFiksi tersebut. Nah, harap bersabar karena kalau kepanjangan, mungkin akan dibagi dua nih postingannya. :D

1. Pengalaman Baru

Tampaknya akan agak basi kalau menyebut ‘mendapatkan pengalaman baru’ saat mengisi formulir keorganisasian. Dikolom ‘Motivasi anda ikut organisasi’, pasti jawabannya begitu. Jamin! (Gue juga sih.. -_-“) 
Tapi jangan salah... Kali ini benar-benar pengalaman baru.

Pengalaman naik kereta sendiri Jakarta-Jogjakarta (PP loh, Pulang Pergi!). Gue pernah cerita bagaimana ribetnya gue membeli tiket kereta. Walaupun judulnya sudah ‘online’, tapi saat penukarannya tetap saja harus antri. Tak jauh beda dengan membeli ditempat.

Hari pertama saat naik kereta ke Jogja, sukses membuat pinggang gue bengkok ke kanan. Pasalnya, hari pertama sangat membludak. Pergi di Jum’at pagi dan dapat teman duduk yang sangat-sangat-sangat tidak kooperatif. Kenapa?

Mungkin karena gue yang juga jaim, jadi si penumpang sebelah tidak terlalu memperhatikan.
Akhirnya, perjalanan pertama gue dihabiskan dengan tidur-tiduran. Menyandarkan tubuh ke arah kanan selama kurang lebih 8 jam. Wew! Kebayangkah bagaimana rasanya? Disarankan, bayangkan saja, jangan dialami! Bisa-bisa ikutan encok... Hehehe...

2.  Teman-teman baru

6 Juli 2013

Fukuoka I'm in Love...

Selepas wawancara BULE pertama berhasil, tiba-tiba saya teringatkan sesuatu. Nama bule pertama itu ialah Mr. xxxxx xxxxx, we can call him Kiki-san. (-san merupakan panggilan kepada seorang laki-laki atau pun pada teman yang lebih tua dan tentunya laki-laki...)

Dan mendengar mengenai kota asal atau kelahirannya di Jepang bernama Fukuoka, tiba-tiba aku mendadak penasaran dengan kota yang berseberangan dengan kota Busan, sebelah selatan negeri gingseng alias Korea Selatan.

Ada yang pernah dengar Fukuoka?

Mari singkirkan otak kita dari pikiran tentang sebuah makanan yang terbuat dari cumi-cumi yang dimasak dan berbentuk bulat-bulat. Kini sudah banyak yang dijual di Indonesia, misalnya di mall-mall yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Ah, ya. Itu Takoyaki toh. Jauh banget dengan penulisan Fukuoka... *forgive!

Berdasarkan info yang diberikan Mr. Kiki-san, Fukuoka merupakan sebuah kota yang pada umumnya sama dengan kota-kota yang ada di seluruh dunia. Namun seperti layaknya sebuah kota di lain provinsi di Indonesia, tentu saja kehidupan di dalamnya jelas berbeda dengan ibukota negaranya yakni Tokyo.
Mr. Kiki-san menjelaskan bahwa Fukuoka merupakan kota yang asri, nyaman dan satu hal yang perlu kalian catat... Disana juga mengenal sistem JAM KARET!

Wew.. Gak nyangka juga sebenarnya mengingat orang-orang Jepang yang sangat disiplin. Menurut Mr. Kiki-san (again!) bahwa orang-orang dituntut ontime di ibukota. Jelas, Tokyo gitu loh...

Tapi... Tapiiii... Bukan itu yang aku ingin bahas melainkan bagaimana kehidupan di kota kelahiran si Bule Jepang serta bagaimana keindahan serta hiruk pikuk masyarakatnya, bagaimana pusat kehidupan masyarakat tercipta (misal: pasar malam, tempat-tempat makan yang OKEH punya) dan sebagainya.


Coba lihat foto yang saya ambil dari wikipedia ini...



Dari gambar paling atas, bisa dilihat bagaimana geliat kehidupan masyarakat yang natural. Sebuah pasar malam (atau memang pasar penjaja makanan yang rutin, ibarat di Tangerang itu seperti pasar Lama?) dimana seluruh masyarakat dari berbagai kalangan berbaur. Bagi turis-turis luar negeri mungkin akan terlihat "WIH..." walau sebenarnya itu hanya sekedar pasar. Eits, bukan itu yang penting. Yang penting ialah bagaimana euforia yang tercipta antar para pedagang, pembeli, muda-mudi (mungkin yang pacaran) lalu keluarga (cari makan malam) kemudian para single (menghabiskan waktu sendiri daripada bengong) hingga para anak-anak yang jajan dan lari ke sana-sini. Hmmm.. Mulai bisa kebayang deh...


[Assignment to Article]: Indonesia is a great country...

Hei, hei teman-teman semua sebangsa dan setanah air. Yang merasa sebangsa silahkan tepuk tangan ramai-ramai, jika tidak merasa silahkan tepuk teman sebelah anda lalu ucapkan kata sandinya (nah loh?). Ups, serasa ikutan kuis tebak apa gitu yang instruksinya begitu...

Di rubrik ini saya akan mengangkat sebuah artikel yang di dasari oleh sebuah tugas. Tugas apa? Bukan tugas kenegaraan apalagi tugas kantor, buang jauh-jauh deh pikiran begitu. Ini tugas yang menentukan hidup dan mati, naik tingkat atau tidak. Ah, ketahuan deh masih anak sekolahannya. Hehehe..

Ya. Seperti judul yang tertulis. Sebelum menjadi sebuah artikel, gue mendapat tugas mewawancarai seorang turis asing atau bahasa kerennya, BULE. Bule itu bukan istrinya pale loh. Eh, itu Pak 'Le ya? :D

Kenapa bisa diangkat menjadi sebuah artikel? Alasan utamanya ialah para bule-bule ternyata mencintai negeri ini sekaligus negerinya sendiri. Susah juga ya bisa mencintai dua negara seperti itu. Biasanya mereka berada di negara kita untuk bekerja ataupun melancong ke tempat-tempat wisata yang memang sedang mendunia nih.

Okeh. Sasaran pertama kita merupakan seorang asli dari negeri sakura alias Jepang dan namanya adalah Mr. Kiki-san. Maaf, nama asli hanya boleh ditampilkan seijin dari emak bapak, ncang ncing, nyak babeh, bahkan yang punya namanya sendiri. Jadi, panggilannya saja ya.

Jangan salah pikir. Kiki-san itu laki-laki bro! Bukan peyempuan apalagi keduanya. :D

Mari mulai saja artikel ini daripada melenceng kemana-mana tanpa arah yang jelas. Here we go...


(kiri) David, Angel, gue, Mr. Kiki-san, Maikel


Okay, Sir. Pick one of our flash card.
Okay. I pick this one!

He took 'music' flash card, it means that we will start our interviewing with Music Topic.

5 Juli 2013

Mengusir Sendu...

Baca puisi-sajak ku yang lain di sini
gambar diambil dari sini

Aku pernah bilang, kalau hujan begitu berarti...
Jangankan berarti, hujan bagaikan berkah yang tak terhingga...

Namun entah apa yang terjadi tiga hari belakangan ini...
Aku tidak bahagia begitu hujan turun...
Ditengah tahun yang seharusnya merupakan musim panas...

Aku langsung teringatkan belasan tahun sebelum hari ini..
Dibulan-bulan yang sama seperti ini...
Dibulan masa-masanya liburan sekolah...
Yang namanya layang-layang atau biasa disebut layangan,
Bertebaran dengan riang diatas langit...

Berdengung keras hingga permukaan bumi...
Menembus telinga yang mencari asal sumber suara...
Nah, sebuah layang-layang berukuran jumbo dan dinaikkan dengan benang yang agak tebal...
Meliuk-liuk diterpa angin...
Pesta musim panas yang hanya akan bisa dinikmati pada saat liburan sekolah..

Tapi apa?
Sekarang apa?
Kemana nuansa musim panas itu?
Bukan berarti aku membenci hujan..
Tidak! Tidak sama sekali...

4 Juli 2013

Aries... Aries... Aries...

Hei kamu! Ya kamu! Yang lagi baca blog ini. Kali ini akan dikupas soal seorang aries. Ups, asal tahu saja. Semua foto disini copas dari internet yah.. Silahkan klik di google.com.
Already... Set... Goooo...
#eaaa...





Two more!
#eaaa...


So,
how your opinion 'bout me?

1 Juli 2013

SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN

Saya mendapatkan artikel ini dari FB Tionghoa Indonesia dan berinisiatif mempublikasikannya di sini.


SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN ==
(semoga beliau baca)

Pak Presiden yang baik,
Bila harga BBM naik, dengan gagah
dan baik hati, konon Bapak akan
memberi kami kompensasi...


Bapak akan membuat kami
mengantre untuk mendapatkan uang
bantuan, agar kami tak merasa
kesulitan...

Tapi, pikiran kami sederhana saja...
Pak, benarkah Bapak suka melihat
kami mengantre panjang mengular
dari Sabang sampai Merauke?

Kami tidak suka itu, Pak.
Kami tak suka terlihat miskin,
apalagi menjadi miskin.

Kalau memang Bapak punya uang
untuk dibagikan kepada kami,
pakailah uang itu, kami rela
meminjamkannya untuk
menyelamatkan ‘perekonomian
nasional’ yang konon sedang gawat
itu.

Tak perlu naikkan BBM, pakailah
uang kami itu, kami rela
meminjamkannya untuk menyelamat
kan bangsa...!

Hidup kami sederhana, disambung
lembaran-lembaran uang recehan.

Ilmu hitung kamipun kelas
rendahan, berapa untuk makan
sehari-hari, uang jajan anak sekolah,
biaya transportasi, biaya listrik
bulanan, dan kadang-kadang cicilan
motor, dispenser atau DVD player.