Hai, hai. Akhirnya bisa lagi me-review buku di blog ini. Sebelumnya saya pernah me-review sebuah
buku. Saking berharganya, saya memutuskan untuk me-review isinya. Nah, kali ini bukan karena ada unsur-unsur (biasa disebut modus) seperti review sebelumnya, melainkan karena tuntutan publik. Banyak teman-teman penulis diluar sana yang me-review buku-buku yang pernah mereka baca. Entah buku yang difavoritkannya atau hanya sekedar kebiasaan me-review.
Nah, buku yang akan saya review kali ini cukup menarik perhatian. Awal ketertarikan dari tweet-tweet si penerbit. Saat membelinya, tidak begitu menyesal. Hehe..
Tak perlu banyak bicara lagi.
Here we go...
Judul : Setahun Berkisah (Cerita Cinta Setiap Musim)
Penerbit : Bukune
Edisi : Soft Cover
Tgl Terbit : April 2013
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb
Aku mau tidak usah terlalu takut pada akhir dari sesuatu,
tak peduli betapa kasar dan berharganya sesuatu itu untukku,
karena setiap akhir dari sesuatu adalah awal yang baru.
Aku mau tidak takut pada kemungkinan-kemungkinan pada masa depan.
Aku mau tidak takut memulai kembali.
Aku mau jatuh cinta lagi.
Hari ini mengajarkanku tentang semua itu.
Selamat Tahun Baru, Love
***
Tunjukkan dan rasakan cinta setiap hari, begitu katanya. Tidak peduli pada hari apa, musim apa, kamu selalu bisa merayakannya. Setahun Berkisah berisi delapan kisah cinta, delapan hari raya, dari delapan pencerita. Dengan keunikan tiap hari raya, latar belakang dan sudut pandang pencerita yang unik, kamu akan ikut dibawa merayakan cinta dengan banyak cara.
Ada banyak cinta pada musim-musim ini. Cinta yang mengharapkan banyak hoki dan peruntungan ketika imlek, cinta yang menunjukkan banyak wajahnya pada Hari Kasih Sayang-Valentine, cinta beselimutkan misteri dalam seramnya suasana Haloween, sampai cinta yang menemui akhir sekaligus memulai langkah barunya di pergantian tahun.
Rayakan hari ini, karena besok selalu menjadi hari baru, mungkin pula, cinta yang baru.
Cerita Cinta Setiap Musim
Membaca kata 'musim' yang terpampang di cover, membuat gue langsung mikir. 'Ah, ini pasti cerita-nya kebanyakan di luar negeri, nih.' Secara logika, musim yang ada di Indonesia hanya ada 2. Musim hujan dan musim kemarau. Tidak termasuk musim pancaroba. Apalagi coba-coba. Buat anak kok coba-coba (lho?!)
Nah, setelah melalui sebuah pergumulan (beli nggak ya? beli nggak ya?) yang hebat, akhirnya gue memilih menyomot buku ini dari rak buku yang ada di toko buku. Begitu sampai di rumah, buka plastik pembungkus, langsung jatuh cinta sama sampulnya.
Bab pertama, masih belum 'ngeh arti musim yang sebenarnya. Setelah membuka halaman demi halaman, barulah ditangkap maksud 'musim' disana. Ternyata musim yang dimaksud adalah musim hari raya yang ada di Indonesia.
Dari musim Imlek hingga musim Natal. Dari musim bertawa ria hingga musim bersendu sedan. Tulisan-tulisan yang disuguhkan mengajak gue terhanyut. Seakan tenggelam dalam musim tersebut. Lanjutlah gue baca cerita-cerita dari tiap musim.