13 Juli 2013

Kesempatan Takkan Datang Dua Kali...

Bulan kemarin, tepatnya bulan Juni, gue mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan penulis dari salah satu penerbit Major di Jogjakarta. Nama kegiatannya, #KampusFiksi. Penerbitnya, Divapress.

Tampaknya gue nggak harus menjelaskan apa itu #KampusFiksi atau siapa itu Divapress. Silahkan kalian cari tahu sendiri dengan meng-klik link yang sudah disediakan disana. Tulisan gue kali ini akan mengupas apa saja yang gue dapat sepulang dari #KampusFiksi tersebut. Nah, harap bersabar karena kalau kepanjangan, mungkin akan dibagi dua nih postingannya. :D

1. Pengalaman Baru

Tampaknya akan agak basi kalau menyebut ‘mendapatkan pengalaman baru’ saat mengisi formulir keorganisasian. Dikolom ‘Motivasi anda ikut organisasi’, pasti jawabannya begitu. Jamin! (Gue juga sih.. -_-“) 
Tapi jangan salah... Kali ini benar-benar pengalaman baru.

Pengalaman naik kereta sendiri Jakarta-Jogjakarta (PP loh, Pulang Pergi!). Gue pernah cerita bagaimana ribetnya gue membeli tiket kereta. Walaupun judulnya sudah ‘online’, tapi saat penukarannya tetap saja harus antri. Tak jauh beda dengan membeli ditempat.

Hari pertama saat naik kereta ke Jogja, sukses membuat pinggang gue bengkok ke kanan. Pasalnya, hari pertama sangat membludak. Pergi di Jum’at pagi dan dapat teman duduk yang sangat-sangat-sangat tidak kooperatif. Kenapa?

Mungkin karena gue yang juga jaim, jadi si penumpang sebelah tidak terlalu memperhatikan.
Akhirnya, perjalanan pertama gue dihabiskan dengan tidur-tiduran. Menyandarkan tubuh ke arah kanan selama kurang lebih 8 jam. Wew! Kebayangkah bagaimana rasanya? Disarankan, bayangkan saja, jangan dialami! Bisa-bisa ikutan encok... Hehehe...

2.  Teman-teman baru

Gue sempat takut-takut saat pertama membaca pengumuman dan terpilih. Senang? Pasti! Takut? Iya! Kenapa? Tidak ada satupun dari mereka yang gue kenal. Lalu, pikiran gue melayang ke masa-masa SMA. Sekolah negeri pertama yang gue pijak. Gue pun berpikir, pasti rasanya sama seperti saat itu. Asing. Terasa beda sendiri. Bahkan paling beda. Namun, perbedaan itu yang justru membuat gue kangen dengan para alumni PASKIBRA angkatan gue. Memang terasa asing. Terasa beda. Tapi, momen yang mereka ciptakan membuat gue selalu kangen akan mereka.

“Justru yang beda itu yang bisa bikin kangen. Yang lebih mengerti.”

Pikir gue setelahnya. Dan... Terbukti! Gue dapat teman-teman baru yang benar-benar baru! Nggak ada satu pun yang gue kenal, benar-benar kenal! Kenalan lagi, pelajari karakternya dan gue sekejap terpukau. 

Ternyata, gue berada di tengah-tengah para penulis handal dan hebat! Mereka yang teknik menulis serta karya-karyanya yang sudah diterbitkan oleh beberapa penulis di luar sana. Daebak!

Gue? Hanya seorang penulis amatir yang terpilih setelah ikut seleksi. Memang... Seluruh peserta pelatihan merupakan penulis terpilih setelah seleksi. Ah, menyenangkan rasanya.

3.  Ilmu baru...

Wajarlah jika seorang penulis amatir mengatakan hal semacam itu. Kenapa? Saat teman-teman sudah berhasil menembus dunia kepenulisan dengan ‘gagah’ dan ‘lancar sentosa’, gue masih disini berusaha menembus dunia kepenulisan. Paling tidak, kali ini gue sudah bisa tembus level ‘elementary’. Haha... 

Berbekal ilmu yang di dapat dari Gunung Merapi, eh, KampusFiksi, gue mulai punya percaya diri. Bersiap menghasilkan karya-karya yang berkualitas, hahaha (gaya pahlawan bertopeng).

Sebenarnya masih banyak yang di dapat selepas pelatihan tersebut. Entah cinderamata-nya, entah oleh-oleh yang di dapat setelah merayu Mas Syukur agar boleh ke Malioboro, entah foto-foto alay-nya para peserta pelatihan. 

Semuanya melebur menjadi satu. Ah, jadi ingat sepatah-dua patah kata dari Roy Adiputra. Salah satu peserta yang diminta mengucapkan kata-kata penutup.

“Selamat pagi,” (disorakin rame-rame...) “Sebenarnya saya berkata seperti itu berharap saya dapat bertemu sehari lagi dengan teman-teman sekalian.”

Yah... Secara tidak langsung, kami menemukan keluarga kami yang lainnya. Ada 3 putri dari 3 daerah yang berbeda. Putri Palembang, Putri Probolinggo, satu lagi putri dari mana ya? Ups, gue lupa. Satu lagi yang gue suka dari kata-katanya Roy.

“Semoga kita bertemu lagi suatu hari nanti dan kita dapat saling bertukar novel kita masing-masing...”

Kata-kata Roy langsung disambut teriakkan, AMIIIIINNNN!!!!


Rasanya tiga hal yang gue sebutin diatas masih belum cukup mewakili apa saja yang gue dapat dari pelatihan selama 2 hari tersebut. Tapi tenang, mungkin masih ada beberapa kisah tercecer dari balik pelatihan tersebut. 

Waiting for that....

*semua foto merupakan foto pribadi penulis.. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini