10 Mei 2013

Sweet Moment #1



Saat sibuk mencetak berbagai macam faktur dan kesibukan kantor lainnya. Tiba-tiba aku merasakan suatu kerinduan lama yang mencuat keluar dari ingatan. Bukan ingatan yang buruk atau pun melankolis seperti ingatan rindu pada kekasih atau sejenisnya. Bukan perasaan rindu yang mengakibatkan galau atau tak bernafsu untuk beraktifitas melainkan sebuah kerinduan akan momen-momen yang belakangan ini begitu sulit terasa.
Aku rindu pada Three eLs.


Apa dan siapa Three eLs itu bisa kalian baca disini. Bukan rindu pada orang-orangnya karena setiap minggu aku bertemu dengan si Lidya dan setiap saat bisa whatsapp-an dengan si Listi. Bukan rindu sekedar kumpul bersama melainkan rindu kebersamaan kami yang mulai terasa jarang sekali terjadi. Walaupun untuk sekedar berkumpul hanya bertiga saja, itu pun tidak terasa seperti saat-saat dulu waktu kami masih bersekolah atau masing-masing dari kami belum begitu sibuk dengan aktifitas selain kerja.
Aku tiba-tiba kangen dengan euforia yang diciptakan oleh kami bertiga saat janjian pergi ke suatu tempat yang sudah diputuskan. Walau hanya bertiga rasanya begitu menyenangkan serta kehebohan yang tercipta pun nikmat dirasakan.


Saat-saat itu bisa dibilang masa terbaik pada jaman persahabatan kami. Dikala aku masih belum sibuk dengan kegiatan kantor, gereja bahkan kampus sekarang ini. Keikutsertaanku diberbagai organisasi berhasil menyita waktu luang yang aku miliki di luar rumah. Jikalau ada waktu senggang pun aku kini lebih memilih diam dirumah, selain beres-beres, aku juga merajut cita-cita dengan meneruskan naskah-naskah yang diikutkan dalam lomba menulis di berbagai penulis.

Saat-saat manis itu tercipta saat Listi pun masih belum sibuk seperti sekarang. Ia baru saja melangkah di kantor baru setelah bergalau ria akan beberapa tempat kerja sebelumnya yang aku rasa tidak cukup menghargai usahanya. Syukurlah jika tempat yang baru ini nanti bisa jadi tempat penghasilannya yang lebih baik. Ditambah waktunya yang terkuras di kampus karena ia tengah menghadapi Tugas Akhir.

Nah, yang paling terasa adalah si emak satu ini. Lidya! Walau tiap minggu bertemu, namun rasanya hambar. Tak seperti beberapa waktu sebelumnya. Ia kini sibuk kesana kesini karena posisinya kini sudah menjadi seorang koordinator BIA. Bukan berarti tidak mendukung hanya saja waktunya kini lebih dihabiskan dengan si wakil atau pun personil lainnya. Bisa-bisa ia pindah hati ke solmed berikutnya lagi (hahaha..). Selain itu, ia tengah menghadapi Skripsi. Andai emak tidak jadi ketua dan tidak sibuk kesana-kesini, mungkin suasananya pun berbeda. Entah lebih baik atau lebih buruk.

Ah, tapi bukan itu yang ingin ku luruskan. Aku hanya sedang terbelenggu rasa rindu pada mereka. Mereka yang gokil dan selalu berhasil membully diriku walau hanya berdua. Pergi bersama janjian di satu hari libur bersama dan melupakan sejenak segala rutinitas. Menggosipkan berbagai macam hal, membicarakan masa depan, bahkan menasehati satu sama lain. Hahaha.. :))

Tapi tak pantaslah rasanya aku memaksa mereka kembali seperti dulu saat ini. Aku hanya perlu beradaptasi dan menciptakan kembali rasa rindu itu dan melampiaskannya dikesempatan lainnya. Saat kami memiliki waktu luang bersama. Merencanakan rencana-rencana baru untuk jalan-jalan dengan destinasi yang baru juga. 

Tentu saja tanpa melupakan nilai-nilai persahabatan yang telah terjalin diantara kami selama ini. Berharap persahabatan ini akan terjalin hingga nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini