25 September 2014

Sudah Tercapai Belum?

Haloo.. Bulan September, sebagai pembukaan atas seluruh bulan yang berakhiran 'ber', secara tidak langsung telah menyadarkan gue akan akhir tahun yang sebentar lagi.
Ngomong-ngomong akhir tahun, gue mau cerita nih tentang pencapaian yang sudah gue targetkan duluuuu, dan apa yang telah gue capai sekarang.

Pada umumnya sih, belum semua tercapai. Entah karena gue yang kurang gigih berjuang atau karena menyalahkan keadaan yang belum bisa mewujudkan impian dan target gue tahun ini.

18 September 2014

NEGO 2014

Tema dari PKK atau yang biasa disebut Ospek, tahun 2014 di kampus gue kali ini adalah NEGO. "NEW GENERATION"

15 September 2014

[Je-jeur]: Situ Patenggang

Berhubung masih di Bandung, ditambah hari yang masih siang, akhirnya gue dan rombongan memutuskan untuk menuju ke destinasi selanjutnya. Menurut kabar kalau lokasinya berdekatan dengan Kawah Putih, tempat wisata kami sebelumnya.
Bermodalkan info 'katanya', kami akhirnya tahu kalau letak Situ Patenggang hanya berjarak 5 kilometer dari kawasan wisata Kawah Putih. Sembari menuruni bukit yang cukup meliuk, kami disuguhi pemandangan terasering yang apik dan bersusun rapi. Udara di luar mobil pun cukup membuat kami menghirup banyak-banyak saking sejuknya.
ini ceritanya nyemiil dulu sebelum foto-foto..
Dan, benar saja. Tidak sampai lima belas menit, gue dan kawan-kawan melihat tanda penunjuk arah menuju lokasi Situ Patenggang. Di danau ini terkenal dengan Batu Cinta. Kalau di Korea dan Paris ada yang namanya Gembok Cinta di menara, disini ada namanya Batu Cinta. Menurut mitos yang gue baca, bagi pasangan yang menyatakan cinta di tempat itu, kelak hubungannya akan langgeng.

9 September 2014

[Je-jeur] : Kawah Putih

Bulan Agustus kemarin, gue serta rekan jalan-jalan dari tim Perpustakaan Putera Budaya mengadakan perjalanan kembali. Tentunya masih dengan misi ditiap perjalanan kami. Hal yang paling utama adalah momennya.





Jadi, tanggal 24 Agustus kemarin, gue dan tim meluncur ke salah satu daerah wisata di daerah Jawa Barat. Untuk kali ini, tim perjalanan kami tambah satu orang yaitu Siti. Setelah berkali-kali reschedule, akhirnya rencana itu pun berhasil di jalankan.

Perjalanan kali ini benar-benar jalan-jalan. Boleh jujur, hari itu gue hanya bawa uang 100ribu karena berpikir ingin menikmati perjalanan bukan oleh-oleh. Untuk oleh-oleh, gue bagiin cerita aja deh ke kalian.. *bilang aja pelit..*

Tim meluncur ke TKP menggunakan mobil sewaan serta supir yang cukup menunjang. Tadinya janjian jam 6 tapi karena satu dan lain hal akhirnya kami baru benar-benar meluncur ke tujuan sekitar pukul tujuh atau setengah delapan pagi. Yaah, jam Indonesia banget nggak sih?? :$$
maksi, menunya nasi uduk. :))

8 September 2014

SEPTEMBER CERI(t)A!!

Horray!!

Akhirnya bulan yang berakhiran "ber, ber, ber" pun tiba juga. Itu tandanya kita sudah benar-benar di penghujung tahun. Widiiihh.. Nggak berasa yaa.

Kayaknya baru kemarin gue merayakan tahun baru dan sekarang sudah 'ber, ber, ber...' Itu juga tandanya kalau gue sudah harus masuk kuliah lagi dan semester ini akan berkutat dengaan.... SKRIPSHIT, eh... Skripsi deng.

Agak ribet memang. Tapi semoga hal itu tidak menghalangi gue untuk banyak bercerita ya sama lo semua.

Okeh, seperti yang sudah pernah gue bilang di postingan sebelumnya, tema bulan ini adalah....

SEPTEMBER CERI(t)A...!

Of course, sesuai judulnya. Akan ada banyak cerita kali ini. Dimulai dari cerita tujuh belasan pertama gue di sekolah, jalan-jalan pertama gue dengan anak-anak geng perpus yang serbaaaa.... dadakan tapi asyik. 

Ada juga tentang ospek kedua dan mungkin ospek terakhir gue ditahun ini. Entah, tahun depan masih ikutan atau nggak. Pokoknya... akan ada banyak cerita bulan ini.

Nah, seperti biasa. Sembari membuka postingan di awal bulan, mari kita sambut bulan baru dengan theme picture dibawah ini.



Welcome September!! #late

31 Agustus 2014

Bye August..

Halo! Sudah akhir bulan lg aja. Sudah waktunya untuk tutup postingan dan tema di bulan Agustus ini.

Yahh. Lumayan lah, tema bulan ini cukup memacu gue untuk dapat menulis lebih dan lebih. Banyak cerita yang disajikan dibulan ini. Buat yang nggak nyimak, silahkan buka tab bulan ini yaa..

Di bulan ini juga ada banyak event yang bisa gue bagikan pada kalian. Tentunya akan jadi sajian untuk bulan depan dong.. Jadi tetap *keep on this blog*, okay...

Nah, kata penutup sudah sekarang waktunya untuk benar-benar menutup bulan Agustus ini dengan memunculkan tema bulan depan. Ngomong-ngomong, ada yang tahu lagu ini...

SEPTEMBER CERITAAAAA.... SEPTEMBER CERITAAAAA....
milik kitaaa berrrsamaaaaa....

Yap! Selamat datang septemberr... ceri(t)a! :*

28 Agustus 2014

Kepompong

Ditempat kerja gue yang baru, ada dua orang anak yang mirip-mirip tapi berbeda. Nah, loh? Jadi begini, ada anak yang bernama Melati dan Mawar (bukan nama sebenarnya). Perawakan, tumbuh besarnya, bahkan sampai ke model ikat rambutnya pun mirip bingits!

Waktu awal-awal masuk, gue sering tertukar antara Melati dan Mawar karena saking miripnya. Layaknya terbiasa, akhirnya gue tahu perbedaan Melati dan Mawar. Pastinya dari raut wajahnya dong.. Mereke berbeda kalau untuk satu hal itu.

Ceritanya, mereka sudah berteman sejak masih di playgroup setelah itu naik kelas dan sekelas lagi semuanya. Keduanya benar-benar tidak bisa dipisahkan. Saat Melati pergi ke toilet, tiba-tiba Mawar ikut-ikutan tanpa menunggu disuruh. Begitu sebaliknya.
sumber: google.com

22 Agustus 2014

Gadis itu...

Untuk pertama kalinya, ia lupa akan satu hal.
Sebuah hal yang selalu diingatnya,
Walau tidak sebaliknya.

Untuk pertama kalinya, ia lupa..
Ah, lebih tepat... melupakannya.
Karena kata lupa identik dengan kesalahannya.

Untuk pertama kalinya, ia berhasil mewujudkan mimpi serta janji yang tidak pernah ia harap dapat terwujudkan.
Karena ia tahu, untuk bermimpi pun sulit, terlebih mewujudkannya.

Untuk kesekian kalinya, ia tidak lagi kesal.
Kala pesannya hanya dibalas singkat dan... biasa.
Tidak ada yang spesial lagi baginya.

Untuk kesekian kalinya pula, ia bersedih karena harus mengakhiri tanpa punya arti.

Ia berteriak pada diri sendiri,
"Mau sampai kapan?!"
"Mau sampai kapan?!"

Ia bersikeras bertahan, mengganggap dirinya sudah lepas dari ingatannya, sayang... ketika ingatannya kembali, ia harus kembali terluka.

Ia pun menggumam, "Haruskah ini berakhir? Bahkan memulainya pun, aku tak sempat..."
source

19 Agustus 2014

Justru...
source
Pada saat hati dan pikiran sudah tidak lagi tertuju padanya,

Ia datang seakan mengingatkankalau hati ini masih miliknya... ~Luiza Cha~

15 Agustus 2014

Work Hard

"Gimana liburannya? Kemana saja?" tanya salah seorang rekan kerja saat gue baru masuk hari senin yang lalu.

"Yah... Lumayan."

"Menyenangkan?"

Gue terdiam sebentar, sedang berpikir. "Ehm... Lumayan..."


***

Jawaban standar gue terucap sesaat setelah tahu bagaimana kerasnya gue menyadari betapa beratnya gue lalui libur lebaran tahun ini. Dari sekian belas tahun gue dapat jatah libur lebaran, baru kali ini gue menggantungkan hidup pada libur lebaran ini.

Sehubungan dengan kepindahan kerja gue, akhirnya gue memutuskan untuk memutar otak demi mencari tambahan di luar sana. Pastinya, tidak mengganggu pekerjaan utama gue. Setelah bertanya sana-sini pada teman, akhirnya gue mendapat kesempatan untuk bekerja sebagai SPG di salah satu event.

12 Agustus 2014

Tak Bisa Sendiri

Belakangan ini, gue baru masuk ke tahap bisa pakai eyeliner sendiri. Yah... nggak usah heran. Dari sekian tahun gue hidup, baru kali ini gue rasa kalau eyeliner itu penting dalam penampilan. Tapi kadang, saat menutup salah satu mata untuk memoles pada mata yang lain, gue merasa kesulitan. Alasannya, salah satu mata gue tidak begitu jelas dalam melihat.
 
well, mata gue nggak secantik inih kayaknya... ^^
Waktu kecil, gue pernah menjalani tes mata dan mendapati kedua mata gue memiliki minus 0.75, entah sekarang berapa. Saat itu dokter menganjurkan untuk memakai kacamata namun gue menolak keras-keras dengan alasan pusing kalau pakai kacamata. Setelah beberapa belas tahun berlalu, gue baru merasakan bahwa mata gue kini benar-benar butuh alat bantu. Tapi lagi-lagi gue bersikeras kalau mata gue tidak sakit, mereka masih cukup baik untuk melihat. Mereka bisa bertahan, pasti!

Rumor-rumor yang gue dengar dari teman-teman yang berkacamata bahwa setelah mereka memakai alat bantu itu pun tidak langsung menyelesaikan masalah mereka. Bahkan tiap tahun atau beberapa tahun sekali mereka harus mengganti lensa karena nilai minus, plus atau silinder  mereka bertambah tiap kalinya. Menyadari hal tersebut, gue berpikir bahwa kacamata secara tidak langsung telah membuat mata kita manja, hingga malas untuk berusaha lebih dan lebih. That’s only my opinion! Trust it!

Lalu, sore tadi gue mencoba untuk menutup sebelah mata gue secara bergantian saat berkendara. Tenang.. ini berkendara santai, jadi tidak masalah. Saat salah satu mata tertutup, rasanya dunia tidak satu, mereka memiliki bayangan yang sama namun tidak nyata. Pusing. Bingung. Gue tutup lagi mata lainnya, ah... memang terasa lebih terang, tapi bayangan tadi tetap ada, walau sedikit jelas. Lalu, saat gue membuka keduanya, aaah... dunia terasa terang. Terserah, baik kiri atau kanan yang tadi kurang jelas, asalkan keduanya dapat bertahan secara bersamaa, gue nggak perlu khawatir karena saat itu dunia tampak begitu jelas dihadapan gue.

source
Dunia memang begitu keras, kasar dan kejam. Ada yang bisa bertahan dan berjuang demi kehidupannya sendiri hingga sukses, tapi tidak ada yang bisa bertahan sendirian. Walaupun kalian seorang anak kos yang katanya apa-apa serba sendirian, atau para perantauan yang katanya jauh dengan keluarga, jadi segalanya serba sendirian. Lalu, dianggap apa para penjual makanan yang tiap hari dibeli, dianggap apa para pemilik kos dan penghuni lainnya yang tiap hari ketemu dan bercengkrama, atau... dianggap apa orang-orang yang menyapa kita walau tidak kenal.

Berjuang memang boleh. Berusaha dan bertahan memang harus. Tapi bukan berarti segalanya harus dilakukan sendiri, bukan? Gue mendapatkan inspirasi itu dari kedua mata yang gue pertahankan untuk tetap bekerja tanpa alat bantu. Mungkin bisa dibilang egois, tapi gue yang akan membantu mereka, dengan cara menjaga kesehatan mereka dan mengurangi konsumsi penglihatan digital. Yah, walau pada akhirnya nanti kedua mata gue merasa lelah dan gue pun tidak tega pada kesendirian mereka yang bertahan pada tugasnya yang berat.


Kata orang, mata merupakan pancaran kehidupan. Kalau menjaga kesehatan mata serta memperjuangkannya saja tidak bisa, bagaimana kita bisa memancarakan sinar kehidupan ke orang-orang. Tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan sendirian, meskipun binatang sekalipun. Karena mata tercipta sepasang, begitu pun manusia. Keyakinan inilah yang membuat gue selalu percaya akan ada sepasang mata lain yang bisa meluluhkan serta meyakinkan mata ini, bahwa dialah yang diutus Tuhan untuk menemani sepasang mata ini.

9 Agustus 2014

Parfum itu...

source
Aku melihat botol parfum yang menarik perhatian
Warnanya merah, berbentuk buah apel
Mirip sebuah merk sebuah ponsel pintar

Kemasannya memikat
Maka kudekati serta menghirup aroma di dalamnya
Harum semerbak, menenangkan jiwa
Menelusup ke dalam hati
Aku mulai terbuai dibawanya...

Tidak seperti parfum lainnya
Keharumannya selalu berhasil meredam amarah
Kehadirannya selalu melengkapi hari yang penuh dengan emosi
Hadirnya memberi arti lebih dari sekedar minyak wangi

Harumnya, tidak pudar hanya dalam sehari
Semerbak masih tercium hingga keesokan harinya
Saat mulai menghilang, disiramnya lagi diseluruh tubuh
Membuat hati terikat tak berpaling, pada harum manapun

Tapi aku ingin harum ini selamanya
Tidak hanya datang dan hadir saat diperlukan
Maka aku coba ‘tuk tidak menyiramnya lagi
Mencoba memberi kesempatan agar parfum menyirami sendiri tubuhnya

Sayang, penantian yang sia-sia
Sang parfum tidak bisa menyiram tubuhnya sendiri
Ia harus disirami lagi dan lagi
Melelahkan...

Ah, harum parfum itu hanyalah tinggal setetes
Biarlah aku sirami tubuhnya sekali lagi
Mungkin untuk yang terakhir kali
Lalu membiarkan harum semerbaknya menyebar sepanjang hari
Hingga akhirnya hilang sendiri
Bersama angin, bersama udara,

Bersamaan dengan seluruh kenanganku tentang sang parfum...

5 Agustus 2014

Step Up All in!

Okeh... 

Sejak gue kecanduan pada film, akhirnya gue melompat riang saat film Step Up All In muncul di akhir bulan Juli kemarin. Seminggu setelah peluncurannya di Indonesia, gue berhasil nonton di salah satu bioskop di bilangan Jakarta, di saat orang-orang muslim tengah sibuk menjalin silahturahmi dengan sanak saudara mereka.

Awal mula gue suka film ini karena... rumor! Ya, gue tahu bahwa serial Step Up ini sudah ada sejak lama dan sayangnya tidak ada satupun yang gue tonton sampai pertengahan tahun lalu. Ya, gue dapat video gratisan Step Up 4 dan seketika gue langsung jatuh cinta dengan film itu.
source

4 Agustus 2014

Tutup Buka

Hai! Tidak terasa sudah sampai kita di bulan Agustus, identik dengan bulan kemerdekaan Indonesia. *merdeka!*

Apabila sudah berganti bulan, otomatis berganti pula tema blog ini. Of course, sekaligus merangkum apa yang telah terjadi dan telah dituangkan ke dalam blog selama sebulan kemarin. Liburan telah usai ternyata, ceritanya bulan kemarin mau bayar hutang tulis menulis yang sempat tertunda beberapa waktu lalu. Alasannya, jaringan internet yang tidak semudah dua bulan lalu serta keterbatasan waktu yang menyebabkan gue tidak bisa menulis semasa liburan kemarin.

Tapi, jangan khawatir... akan ada beberapa cerita yang akan dituangkan di dalam bulan ini. Mudah-mudahan, tiap minggu bisa nulis ya..

Okeh, sekarang mari kita rangkum kisah-kisah bulan lalu. Bulan Juli diberi julukan 'Beautiful Sorrow' karena gue masih dalam tahap move-on dari tempat kerja gue yang lama. Bukan hanya move-on dari orang-orang, suasana serta kerjaannya, tapi move-on juga dengan nominal rupiah yang berbeda dari bulan sebelumnya. *criingg...*

Setelah berusaha keras move-on dari seluruh kenyamanan yang pernah gue terima, perlahan gue menerima anak-anak yang imut serta menggemaskan serta kerajaan baru gue yakni di kelas. Sebulan sudah gue jalani dan gue rasa ini bukan keputusan yang salah. Masih terlalu cepat untuk memutuskan salah atau benar karena dari kepindahan itu, gue belajar satu hal yang nanti mungkin bisa gue bagikan ke kalian di postingan berikutnya.

Di bulan Agustus ini, masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Akan ada review serta hal-hal menarik yang nyantol di kepala gue dan bisa di jadikan inspirasi bagi kebanyakan orang. Sekarang, gue sudah siap! Benar-benar siap! Menutup lembaran lama, membuka lembaran baru. 

Untuk mengawali semangat di bulan Agustus, gue mengambil tema....




AUGUST! CATCH UP!
Catch my dream...... 

27 Juli 2014

Perihal Nonton Bioskop

Well, gue akui kalau sekarang memiliki hobi baru yakni menonton. Baik movie ataupun drama. Untuk kategori drama, gue paling suka drama Korea. Yaa elaah, nggak usah diragukan lagi kali... Bermodalkan tampang, jalan cerita yang jelas dan yang pasti.... nggak beratus-ratus episode. *tersanjung....*
source

26 Juli 2014

Terjebak!

Hari minggu menjelang siang, gue berhenti di depan restoran cepat saji di depan gereja berniat memarkirkan motor gue disana. Tapi, niat gue terhenti saat tulisan 'SELAMA BULAN PUASA, RESTORAN BUKA PUKUL 12.00'. Okay, fine!
Gue nggak jadi parkir disana, padahal disana tempat yang parkir favorit gue karena tidak jauh dan... murah!

Lalu, alih-alih mencari parkir di gereja sendiri, akhirnya gue parkir di plaza sebelah gereja. Penuh bo! Berhubung parkirannya hitungannya per jam, maka jam 1 gue balik lagi ke parkiran untuk pindahin motor gue. Dan... Gue akhirnya terjebak dalam antrian pengunjung plaza yang mau keluar. Kebetulan juga, hari itu bertepatan dengan hari belanjanya masyarakat dalam menyambut lebaran. Maklum, baru bagi-bagi TE HA ER... *mau juga dong, cyiin..*

Kurang lebih tiga puluh menit gue terjebak diantara kepulan asap motor dan... klakson tidak sabaran pengguna motor lainnya. Dalam hati ngedumel, 'please deeeeh, namanya lagi ngantri parkiran, mau di klaksonin sampai budeg pun nggak akan membuat lo langsung berada di depan kasirrrr!'
*siapin golok*

Siang itu, jujur! Gue kapok untuk parkir di plaza itu lagi. Kapok!

***

Kejadian beralih pada kemarin malam. Seusai nonton film Fault in Our Stars, gue dan Listy segera meninggalkan gedung mall. Memang, dari kejauhan sudah tampak barisan antrian yang ingin keluar mall. Ratusan motor mungkin.

Pikiran gue, nggak akan separah waktu di plaza hari minggu kemarin. Sayangnya, dari ratusan motor yang akan keluar hanya ada 3 kasir yang dibuka dan terciptalah 6 barisan yang harus dipersempit lagi menjadi 3. OMIGOD! Lagi!

Gue lagi-lagi terjebak di parkiran! Bersamaan dengan para pasangan yang sibuk bercanda ditengah antrian, rasanya candaan mereka membuat gue semakin emosi. Ditambah, para pengendara motor yang lagi-lagi nggak sabaran. Heran!

Orang Indonesia katanya dikenal ramah-tamah, sabar, penyayang, bla bla bla. Bo-ong! Mereka nggak sesabar dan seramah itu kok. Semakin lama di parkiran, kaki makin panas, hati dibikin panas juga oleh mereka yang tidak sesuai jalur dan seruduk sana-sini.

Karena keadaan lebih parah, kurang lebih satu jam gue terjebak dalam antrian parkiran, menahan emosi dan kalau dibilang puasa... mungkin malam itu gue puasa emosi kali, ya! XP

Ada pepatah mengatakan kalau jangan sampai jatuh ke dalam lubang yang sama untuk dua kali. Sayangnya, pepatah itu seperti menimpa gue dalam minggu-minggu terakhir. Gue terjebak diparkiran hampir 1 jam dua kali! Belum selang satu minggu, sudah kejadian lagi.

Kali ini, gue mengaku kapok ke kapok-kapoknya. Nggak lagi-lagi pergi-pergi ke pusat perbelanjaan di hari-hari menjelang hari raya begini. Sudah dipastikan rame dan... ngantri! Capek bo!

25 Juli 2014

Welcome to My Solar System

Hola! It's my first experience to prepare the material for teaching as a teacher... officially!

Minggu-minggu awal masuk sekolah, *jadi kayak jaman sekolah aja..*
beberapa guru tampak sibuk mempersiapkan kelas mereka masing-masing. Khusunya untuk kelas TK, ya. Secara, TK itu penuh warna dan warni otomatis kelasnya pun harus full of ornament. 

Sebuah kebanggaan buat gue sendiri, secara khusus gue mendapatkan kelas kosong alias tanpa tema dan hiasan apapun sebelumnya. Okay... Awalnya gue excited karena berpikir gue bisa menuangkan apapun yang ada di otak gue, menentukan tema sesuka hati gue dan... berkarya tempel sana-sini semau gue.

But, the reality isn't as same as what I think! Semua berbeda dari yang gue pikir. Ternyata, menghias kelas kosong tanpa tema itu... lama! capek! bingung!
Betul ituu.

Pertama, gue memutuskan untuk mengambil tema ALAM SEMESTA sebagai tema kelas. Lalu, tema ALAM SEMESTA itu rupanya terlampau luas. Akhirnya gue persempit lagi menjadi dua kategori, benda-benda langit serta sistem tata surya, termasuk musim dan rotasi bumi yang menyebabkan pagi, siang, malam. Akhirnya, jadilah nama-nama musim dan rotasi bumi sebagai penghias kaca-kaca kelas.

Kemudian, yang Kedua. Gue terinspirasi dari kelas tetangga alias kelas TK-B mengenai mobil yang dijadikan tema untuk softboard mereka. Dihubung-hubungkan dengan tema Luar Angkasa, Benda-benda langit dan Sistem Tata Surya, terpilihlah Roket sebagai hiasan pada softboard. And, surprisely... hampir lima puluh persen dari calon-calon anak murid gue adalah... laki-laki. Jadi, tema roket lumayan cucok untuk mereka.

Pengerjaan seluruh hiasan ini awalnya diperkirakan tidak selesai dalam 5 hari kerja. Apalagi pada hari ke 3 terdapat acara resmi dari sekolah yang secara tidak langsung memotong waktu menghias di kelas. Beruntungnya, seluruh hiasan selesai di hari ke 5. Benar-benar di kebut, nih!

Overall, dari seluruh pengerjaan kelas kosong ini pun, menghasilkan sebuah karya. SOLAR SYSTEM. Sebuah kelas tanpa karya akhirnya bisa diisi, walau seadanya tapi lumayan berbentuk. Seperti layaknya solar system, perubahan serta penyesuaian selalu terjadi.

Begitu juga dengan karir awal dan pemula gue sebagai seorang guru. Segalanya sudah berubah dan akan disesuaikan. Kelak, gue pun akan bisa menyesuaikan diri serta menguasai segala teknik yang gue butuhkan untuk menunjang pekerjaan gue. Dulu, gue butuh hampir setahun untuk benar-benar membuat seluruh pekerjaan di'otaki' oleh gue.

Sekarang? Who knows?
Untuk sekarang, gue masih belum memikirkan gimana menjadi expert atau ahli di bidangnya, melainkan menikmati setiap perjalanan yang akan gue lalui serta hadapi di hari-hari kedepan. Cita-cita gue masih kurang cepat bila dikayuh dengan motor atau mobil. Gue butuh roket untuk kesana dan untuk pemula, roket gue bermula dari....


SINI!

24 Juli 2014

4 things from Fault in Our Stars...

Finally, setelah tiga kali gagal merencanakan nonton di bioskop, akhirnya kemarin malam gue bersama listy nekad nonton sore-sore, sambil kebut-kebutan dengan waktu buka puasanya Listy. Sesudah melihat jadwal tayang film ini hanya ada di TangCity XXI (paling dekat dari rumah), gue pun meluncur ke sana pukul 5 dari rumah.

Kisah Fault in Our Stars menceritakan kisah cinta dua anak manusia yang sama-sama pengidap kanker. Sebenarnya ini bukan kali pertama gue menonton film yang sudah pasti 'mematikan' salah satu tokoh utama mereka. Tentunya, setelah terlarut jauh kedalam kisah mereka, penonton dibuat menangis kesudahannya.

22 Juli 2014

Love and Peace

Tanah airku tidak kulupakan...
source
Seharusnya, hari ini gue masih berada di sekolah seraya mengajar kepada murid-murid gue yang unyu-unyu disana. Sayangnya, berhubung adanya isu-isu politik yang memanas di negeri ini maka pihak yayasan memutuskan untuk meliburkan seluruh siswa dan pegawainya mulai hari ini.

hajiman, kenapa memanas? Lalu, kenapa pula kantor-kantor dipulangkan lebih awal hari ini?

Oh! I know! Ternyata hari ini merupakan hari pengumuman dari pemilihan presiden yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli kemarin. Sayangnya, isu-isu memanas yang sempat terjadi sebelum pemilihan, tetap masih terjadi sesuadah pemilihan terjadi. Bahkan, menjelang pengumuman pun suasana semakin menghangat.

20 Juli 2014

Kebetulan vs Jodoh

source
Seorang sahabat, sebut saja namanya Bunga, pernah bercerita pada gue tentang seorang laki-laki yang diyakininya sebagai jodoh. Ia berkata bahwa segala sesuatu yang terjadi antara ia dan lelaki itu tampak tidak wajar, terlalu kebetulan. Ia pun sempat bertanya, "Jodoh kali, ya?"

Bunga bercerita pada gue. Ia bertemu si lelaki dalam suatu acara kepemudaan dari sebuah organisasi. Setelah acara itu, pertemuan mereka pun terjadi terus menerus. Hingga ia tahu beberapa banyak hal tentang si lelaki setelah kedekatan mereka.

"Coba bayangin, dia punya toko di bekas rumah gue dulu sedangkan gue dulu pernah punya toko di dekat rumah dia sekarang. Gila! Kebetulan banget, jangan-jangan jodoh kali, ya?"

9 Juli 2014

Oseng-oseng Ceria

Rabu, 9 Juli 2014.

Hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena hari itu diadakan Pemilu Presiden. Calonnya hanya ada dua, yakni kubu 1 dan kubu 2. Berhubung Pemilu itu acara nasional, otomatis libur.

Nah, untuk mengisi hari libur sehari itu, gue memutuskan untuk berleha-leha ria di rumah setelah menyalurkan hak suara gue di TPS. Sesudahnya, gue lebih memilih menunggu dirumah meski sejuta diskon menanti diluar sana. Jelang penutupan PilPres, banyak tivi-tivi sibuk menyiarkan hasil hitung cepat versi mereka masing-masing.

Ada yang menangkan kubu A, ada juga yang katanya sengaja memenangkan kubu B. Yah, gue tidak mau terlibat lebih jauh deh mengenai hal ini. Disaat orang-orang sedang sibuk membela jagoannya, tiba-tiba perut gue keroncongan. *ambil gendang sama suling*

Buka-buka lemari pendingin, tiba-tiba muncullah ide membuat sesuatu. Seperti biasa, bereksperimen tentang makanan yang benar-benar cuma... experiment. 

Sebagai permulaan, mari gue perkenalkan bahan-bahan makanan yang akan digunakan....


kecap manis benteng, masako, ladaku

kecap asin

caysim, sosis iris, bakso sapi iris, bakso ikan iris, telur

kwetiau, daun bawang

cabai merah, cabai rawit merah dan ijo

bawang bombay, bawang putih, bawang merah

Nah, bahan-bahannya sudah disebutin semua. Mudah ditemukan di rumah, kan? Karena dirumah adanya kwetiau, jadi bahan utamanya adalah kwetiau ya. Kita mau buat oseng-oseng kwetiau. Apabila mau diganti jadi bihun, mie atau nasi pun juga bisa. Yang penting bisa dimakan dan... enak.

Okeh, tahap berikutnya adalah kita siapkan minyak diatas teflon serta diatas kompor pastinya. Lalu, tumis bawang merah, bawang putih serta bawang bombay hingga harum. Masukkan telur lalu oseng-oseng hingga hancur. Masukkan sosis, bakso serta sayur caysim. Oseng-oseng hingga sayur caysim layu.

Berikan air sedikit agar caysimnya matang dan empuk. Ingat, sedikit saja ya, kalau kebanyakan nanti jadinya kwetiau kuah. Hahaha. Tapi kalau terlanjur kebanyakan, besarkan api lalu biarkan mendidih hingga air menyusut.

Kemudian, masukkan kecap asin lalu oseng-oseng. Diikuti kwetiau lalu oseng-oseng lagi. Masukkan kecap manis, masako serta lada lalu oseng-oseng lagi. Masak hingga kwetiau berubah warna jadi cokelat dan seluruh air sudah menyusut.

Lalu masukkan cabai merah dan cabai rawit, tekan-tekan agar aroma pedasnya keluar. Kalau tidak suka pedas, tidak perlu pakai cabai rawit ya...

Berikutnya, oseng-oseng sebentar lalu masukkan daun bawang. Oseng-oseng lagi sebentar lalu angkat. Sajikan selagi hangat dan jadi deh...

KWETIAU OSENG-OSENG CERIA!

Warna-warni dari cabai serta sayur membuat kwetiau ini tidak hanya cokelat karena kecap. Jadinya, ceria deh..

Bagaimana? Menarik untuk di coba, kan...

Daripada pusing mikirin siapa presiden yang menang, lebih baik isi perut dulu dengan hasil percobaan terbaru. Yeay!
Dipostingan berikutnya, gue akan coba buat martabak niiih... Berhasil gak yah? Ditunggu ya! See you!






4 Juli 2014

Bintang FTV


Pernah lihat film romansa klasik yang menceritakan kisah cinta tokoh utama (si cowok dan si cewek) yang sebelumnya pernah ketemu, pernah saling bertegur sapa, lalu karena suatu keadaan terpisah. Bukan hanya terpisah oleh jarak, tentu saja oleh kesempatan yang tidak pernah ada. Seiring berjalannya waktu, kisah romansa yang berakhir pilu tadi terlupakan karena datangnya cinta-cinta lain pada masing-masing tokoh. *sinetron banget nggak sih?*

1 Juli 2014

Beautiful Sorrow

Mana ada sih, Kepedihan yang Cantik atau Indah? Ada.
Karena, dibalik derasnya hujan selalu terselip pelangi yang indah. Jadi, kalau mau dapat pelangi tentu saja harus mengalami hujan dulu.

Begitu juga kehidupan. Pepatah 'Berakit-rakit ke hulu dan berenang ketepian' itu selalu benar. Entah filsuf mana yang menciptakan pepatah nan nyata itu. Sama hal-nya akan adaptasinya gue di tempat yang baru setelah kepindahan gue dari tempat yang lama. Asing? Jelas. Menantang? Pasti. Kalau sebelumnya gue bisa, kenapa sekarang tidak?

Lalu, sebagai pembukaan dari bulan Juli ini, gue ingin mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi para pembaca yang menjalankannya. Kalau lo tidak berpuasa, paling tidak hormatilah mereka yang berpuasa. Kita kan warga negara yang bertenggang rasa, toh?

Bulan Juli tahun ini sedikit berbeda karena UAS yang harusnya sudah kelar di bulan Juni ternyata baru mulai dibulan ini, bro! Berkuranglah liburan semester gue. Selain itu, postingan di bulan Juli ini akan diisi akan cerita-cerita lama yang dulu berasa banget pahitnya tapi sekarang sangat mudah ditertawakan. Yeah, finally time makes it be alright.

Bulan ini akan juga diisi dengan kesibukan-kesibukan baru gue sebagai seorang guru. Mudah-mudahan terkejar ya.

Pokoknya, seperti bulan-bulan sebelumnya, karena tema bulan ini Beautiful Sorrow, jadi seluruh postingan pasti ada yang bernuansa sedih namun menyentuh. Mungkin juga nanti ada yang menyebalkan tapi sekarang terlihat konyol.

Semua akan dikupas tuntas dibulan ini.

Nah, sebagai salam pembuka, ijinkan gue kasih gambar ini...

source
HELLO JULY!
We are ready to the rock!!

30 Juni 2014

Mengakhiri Kekonyolan

Hola! Kita sekarang sudah berada lagi di penghujung bulan Juni. Berbagai hal telah terjadi dari sekian banyak hari tanpa tanggal merah di bulan ini. Kalau diurutkan, ternyata gue agak tidak kecewa saat memutuskan bahwa bulan ini dinobatkan sebagai 'Absurd Month'.

Kekonyolan yang terjadi dalam beberapa hari kebelakang semakin meyakinkan gue bahwa hidup tidak semulus dan serata jalanan aspal. Juga, membuktikan sebuah pepatah 'Jodoh Tidak Akan Kemana' menjadi kenyataan.

Sayangnya, untuk pernyataan gue yang terakhir belum sempat gue ceritakan kepada lo semua. Sebuah tragedi yang sampai-sampai teman kantor gue bisa berujar, "Kalian kayak FTV, ya!"

Percaya atau tidak, tampaknya kisah percintaan gue memang begitu dramatis. Saking dramatisnya, cocok untuk gue jadikan referensi naskah novel gue berikutnya. *ahay!* Mudah-mudahan terwujud keinginan ini!

Nah, kembali ke jadwal seperti biasanya. Gue akan me-review isi dari blog gue selama sebulan ke belakang. Akhirnya, gue bisa memberanikan mengambil pilihan yang paling sulit dalam hidup. Apa itu? Kalau kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu. Ya! Tentu saja tentang kepindahan gue dari tempat yang lama ke tempat yang baru.

Bagaimana rasanya saat meninggalkan pekerjaan yang seakan sudah mendarah daging pada kita selama 4,5 tahun? Berat pasti, tapi harus. Kenapa? Karena hidup masih terus bergerak dan gue pun masih ingin mewujudkan cita-cita gue sebagai guru.

Selain itu, gue juga ada bercerita tentang masa-masa menyenangkan berstatuskan 'mahasiswa' dan masih akan terus gue ukir demi kenangan masa depan. Ada juga tentang 'asal-usul' bagaimana gue bisa dapat panggilan.... ICHA! hahaha!

Nah, setelah bulan ini berakhir gue berharap agar bisa semakin produktif menulis. Berhubung gue akan punya waktu senggang lebih banyak! Soalnya, bulan ini gue kurang produktif nih. Ide banyak, aksi yang kurang. Akhirnya hanya 7 postingan di bulan ini. *nangis di pojokan*

Okeh, akhir kata... saatnya gue mengucapkan selamat tinggal kepada bulan Juni. Terima kasih atas sebulan penuh yang penuh pengalaman dan pengetahuan. Mari kita sambut pertengahan tahun dengan....


SOURCE



BYE JUNE!

21 Juni 2014

Liebster Blog Award#Season 3

Akhirnya, ada juga yang kasih award ini ke gue. *miris*

Setelah sebelumnya gue berinisiatif bikin sendiri award ini karena nggak ada yang ngasih, akhirnya ngasih buat diri sendiri disini. *nangis dipojokan*

Akhirnya ada juga blogger yang tidak saya ketahui dan memberikan award ini kepada gue. Sebenarnya, award ini tidak ada hadiah ataupun keuntungan yang bersifat materi, hanya saja award ini benar-benar menarik perhatian karena secara tidak langsung menghubungkan gue dengan dunia para blogger diluar sana.

Ini adalah award pertama gue setelah sekian tahun melalang buana di dunia blog. Cerita-cerita kenapa gue suka sama award ini sudah pernah gue ceritain sebelumnya. Walau cuma dapat 1-3 respon dari 5 award yang gue kasih, tapi gue seneng. *jejingkrakan*

Dikesempatan award kali ini, akan gue jawab beberapa pertanyaan dari Nikmall nih. Oh, ya. Di Liebster Award itu ada beberapa rule, misalnya: menceritakan tentang diri sendiri, menjawab pertanyaan mereka lalu memberikan pertanyaan balik. Tidak lupa, tag orang lain lagi untuk menjalin silahturahmi.

Okeh, untuk bagian 'menceritakan diri sendiri', sudah pernah gue ceritakan sebelumnya... Kemudian, gue akan langsung masuk ke bagian 'menjawab pertanyaan mereka. Yuuk, cap cussss...

20 Juni 2014

Halo ^^

Hai!

Postingan kali ini ditujukan bagi kalian semua pecinta dunia tulis menulis, khususnya para blogger sejati. Sudah hampir 4 tahun lebih gue jatuh cinta dengan dunia ini. Khususnya lagi, dunia blog. Disini, gue bebas mengungkapkan apa yang ada di benak gue.

Awalnya, cuma iseng-iseng. Lalu berubah menjadi 'tempat sampah' saat gue galau. Berubah lagi mulai menulis yang positif-positif sampai sekarang, gue memutuskan untuk menulis dan menginspirasi. Bahkan dari hal yang paling sepele buat gue. Karena, secara tidak langsung... Saat gue berusaha membuat segala hal bisa menjadi hal untuk menginspirasi, hal itu ternyata menginspirasi gue terlebih dahulu.

18 Juni 2014

Three years later ~~~

Pertengahan April 2012

Gue masih ingat saat awal baru masuk kuliah. Masih di awal-awal semester. Tiap break istirahat, gue serta gerombolan yang lainnya langsung turun menuju kantin.

Kami mengambil satu spot di salah satu meja panjang yang berjajar di sepanjang kantin. Suasana bising dari orang-orang yang berlalu lalang, ngobrol bahkan ngerjain tugas, bercampur jadi satu. Tapi kebisingan tampak seperti lagu lama yang tidak asing lagi terdengar di telinga.

Gue masih ingat jelas, kami mengambil posisi duduk masing-masing lalu memesan makanan di titik-titik penjual di kantin. Dari yang berkuah sampai yang goreng-goreng. Segalanya ada dikantin. Dan pastinya, jajanan dikantin tidaklah sesehat bekal buatan rumahan. I proved it!

Sembari menunggu makanan datang, segala macam obrolan pun dihantarkan di atas meja penuh kenangan. Entah berawal karena masalah perkuliahan sampai masalah paling konyol dan tidak penting sekalipun tersaji di atas meja sebagai bahan tertawaan. Disana, di meja kantin yang masih sama hingga saat ini. Mungkin, hanya taplak mejanya saja yang berubah.

Rupanya berubahnya warna taplak meja, seiring pula dengan perubahan kebiasaan kami setelahnya. Di semester-semester berikutnya, kami mulai menjauh. Selain karena adanya perbedaan kelas yang mencolok, ditambah dengan intensitas yang jarang bertemu, membuat kami seakan tidak pernah ingat akan keceriaan serta kekonyolan seputar kehidupan kami sebagai mahasiswa.

10 Juni 2014

Resign

Firstly, I felt afraid when I choose this decision. But, my life must go on. My dream should become true!

Memang, ini bukan kali pertama gue mengundurkan diri dari sebuah lembaga yang memperkerjakan gue sebagai staff mereka. Tapi, ini pengalaman pertama gue mengundurkan diri secara resmi. Pertama kali gue akan dikenang sebagai ex-employee here. Dan, kali pertama juga gue menyusul predikat 'ex-' yang disandang teman-teman kantor yang sudah pergi sebelum gue.

Kalau bisa dihitung, mungkin ini pertimbangan kesekian kalinya sebelum akhirnya kata 'RESIGN' benar-benar harus keluar. Hingga akhirnya juga sebuah surat 'PENGUNDURAN DIRI' melayang ke atasan gue yang tercengang melihat surat pengajuan gue.

"Kenapa, Sa?"

"Kenapa lu? Kayaknya posisi lu baik-baik aja di kantor..."

"Mau kemana, Sa?"

Karena gue yang terlampau polos atau oon (it's close similar, right?), dengan entengnya gue bilang kalau gue dapat tawaran kerja di tempat lain. Otomatis, sang atasan pun bertanya bertubi-tubi perihal kepindahan gue dari kantor ke tempat baru.

Setelah tiga puluh menit pembicaraan alot, ngalor-ngidur kemana-mana, akhirnya atasan gue menyerah dengan keputusan gue untuk mengundurkan diri dari kantor. By the way, beliau tahu betul cita-cita gue jadi apa dan alasan gue mengambil jurusan Sastra Inggris sebagai pendidikan lanjutan gue.

Jadi, dengan penuh kepasrahan beliau merelakan gue yang biasa doi panggil untuk masalah kerjaan. Berhubung karena gue 'otak' dari pekerjaan gue itu, beliau sampai minta waktu ke gue untuk cariin orang yang cocok untuk gantiin gue.

It means, the candidate to replace my position will not be the same like me, especially in personality. Hahaha. Suddenly feel arrogant.

Sejak saat surat pengunduran diri melayang ke beliau, lalu diumumkan ke staff lain, saat itu juga gue merasa seperti mulai diberikan cap 'ex' oleh teman-teman sejawat.

Tapi, sejak saat itu juga gue merasa 'sayang' dengan kerjaan gue yang sekarang. Terutama mengingat proses yang terjadi hingga gue mencapai posisi sekarang ini. Berawal dari 'air mata' karena tekanan, hingga berubah menjadi 'penindas'. Dari yang 'benci' banget sama kerjaan ini sampai 'jatuh cinta' dan 'mengidentikan diri' dengan pekerjaan ini.

Mungkin sebuah kata 'RESIGN' menjadi sebuah akhir dari sebuah perjalanan seorang pekerja kantoran, contohnya kayak gue. Tapi, secara pribadi gue yakin kata 'RESIGN' juga merupakan sebuah pintu baru dimana rejeki-rejeki lain siap menyambut.

3 Juni 2014

ICHA

"Iiiii CHapee deeee!"

Icha.

Nama yang simple tapi mudah juga untuk jadi bahan ejekan. Sayangnya, hal itu tidak menyurutkan gue untuk bisa memiliki nama panggilan ICHA. Tidak perduli nama asli gue seperti apa dan bagaimana. Gue mau orang-orang manggil dengan sebutan, 'Ichaaaa' atau lebih singkatnya, 'Chaaaa'.
*serasa imut

Terjadi sebuah perjalanan panjang demi mendapatkan gelar 'cha' yang sekarang gue rasa kekanak-kanakan. Tapiii.. gue sukaaa... *guling-guling di pasir

Awalnya, gue pikir agak kurang tepat mengingat tampang gue yang gahar bin ganas untuk di beri panggilan 'cha'. Tapi, lama-kelamaan panggilan 'cha' seakan sudah mendarah daging dalam nama dan hidup gue.
ude gahar belon? :P

1 Juni 2014

Absurd Life

Filosofi hidup, mau siapa dan kapanpun seseorang berfilosofi, pasti akan sama. Semua nggak ada yang bisa mendalami sedalam-dalamnya hidup itu sendiri. Wong hidup cuma sebentar toh, apa yang mau di perdalami?

Awalnya, gue selalu berusaha berpikir positif dan puji Tuhan, selalu ada kebahagiaan kecil yang terselip diantara kesusahan dan cobaan Tuhan. Tapi, tahukah kalian bahwa apa yang sudah kita canangkan terkadang berbeda jauh dengan kenyataan. Ini nyata!
source
Seperti bulan-bulan sebelumnya yang sudah gue canangkan untuk menulis ini di bulan A dengan tema B, malah terkadang hampir tidak berjalan dengan mulus. Contohnya bulan Mei kemarin. Atau bulan-bulan sebelumnya.

Konyol memang. Absurd banget.

But, this is reality, guys! Kenyataannya memang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Malah terlihat lebih konyol bila dibandingkan.

Bulan ini pun gue memutuskan untuk mengangkat kekonyolan itu sendiri. Hidup yang seperti sedang mempermainkan gue, kini gue tantang balik. Gue akan menulis kekonyolan yang memaksa kita untuk tertawa bahkan tidak lucu sekalipun.

Misalnya, bulan ini gue akan bercerita bagaimana nama gue berubah dan nggak ada nyambung-nyambungnya dengan nick name gue yang sekarang. Atau tentang bagaimana gue bisa bertahan selama 4,5 tahun di kantor yang bahkan jurusannya berbeda 180 derajat dengan jurusan yang gue ambil di kampus. Atau, bagiamana konyolnya gue memutuskan untuk pindah dari zona aman.

Semua akan gue kupas bulan ini. Kemungkinan juga, akan mengupas hal-hal konyol lainnya yang sebenarnya tidak ada hubugannya dan... konyol! Benar-benar hal yang sebenarnya tidak asik untuk dilakukan, tapi gue rasa lo semua harus tahu. Agar ke-apesan-gue tidak terulang kepada lo semua.

So,
WELCOME JUNE!

Absurd? Never mind!

30 Mei 2014

Hello Goodbye

Sebenarnya, judul postingan ini mirip dengan lagu salah satu K-Drama yang gue cintai dengan segenap jiwa. *lebay mode on.

Okeh! Tanggal berapa sekarang? 30!
Bulan apah? Mei!
Tahun apah? Kuda!
*lho?

Berhubung sudah akhir bulan, saldo di rekening pun mendadak buncit, walau tidak sebanding pengeluaran yang membengkak, sudah tiba saatnya buat gue untuk menutup bulan ini dengan postingan terakhir di bulan Mei.

Tentunya kalian pembaca setia blog gue, pasti tahu tema dari bulan ini. Happiness is yours.

23 Mei 2014

22 Mei 2014

Love Tangerang #2

Nah, setelah gue mempromosikan tempat-tempat yang CHIC buat di kunjungin, sekarang gue menawarkan sebuah round trip yang gue rancang sendiri. Tujuannya sih, meningkatkan potensi pariwisata kota ini. Jadi, pendapatan penduduk bukan hanya dari kerja kantoran tapi potensi wisata sebenarnya juga bisa di tingkatkan.
*berharap ada pejabat kota yang baca :P

Kalau Jakarta punya ENJOY JAKARTA, kalo gue menamakan program ini ROUNTANGERANG (baca: round Tangerang), maksudnya adalah mengelilingi potensi wisata kota kecil ini dengan segala kelebihan yang dimiliki. *eaaaa...

Gue membuat rute seperti ini nihh.. Dulu pernah gue namakan PENJELAJAHAN NEGERI BENTENG, yang niatnya mau dilakukan oleh gue dan Listi. Namun karena keterbatasan waktu dan kendaraan, penjelajahan itu pun berakhir tanpa dimulai. *poor us

Lanjut lagi ke misi awal. Gue berniat membawa pelancong yang berkunjung ke Kota Tangerang untuk ke tempat-tempat ini niiih:

1. Situ Cipondoh.
situ cipondoh
Gue rasa sudah cukup ya penjelasan tentang Danau ini disini. Disini gue menawarkan hawa hijau pagi hari menjelang siang, bagi para pelancong yang datang dari luar Tangerang. Kebetulan, keberadaan Danau ini pun tak jauh dari perbatasan Tangerang - Jakarta.

Puas mengajak nonton air danau dan main 'sepeda bebek', gue akan membawa turis domestik untuk makan pagi menjelang siang atau... late breakfast di...

2. RM. Hj. Kokom.

RM Hj. Kokom

19 Mei 2014

Love Tangerang #1

Ini mungkin bukan postingan pertama gue yang menceritakan tentang kota yang menjadi saksi bisu akan tumbuh kembang gue. *eaaa..

Selagi gue masih bisa menulis dan merekam, akan gue rekam sebanyak-banyaknya tentang kota ini. Sebelum impian gue untuk pindah ke luar kota terwujud. Intinya sih, biar bisa di kenang gitu. Sebuah kebahagiaan tersendiri tinggal di kota yang terletak di pinggiran ibukota.
monumen kebanggaan Kota Tangerang
Lalu, pertanyaan besarnya, KENAPA TANGERANG? dan ADA APA DI TANGERANG?
Buat kalian yang tinggal diluar JABODETABEK pasti akan berpikir kalau Tangerang itu tidak ada beda-nya dengan Jakarta. Secara, Tangerang merupakan kota yang berada di pinggir ibukota yang otomatis terkena juga dampak globalisasi.

Sekarang, bisa di hitung jumlah mol yang bisa di temui di berbagai sudut kota. Tapi... Disamping banyaknya bangunan mol yang berdiri, masih ada juga lahan hijau yang alami, buatan dan di rawat demi menarik para pelancong. Selain adanya lahan-lahan hijau dikota 'industri' ini, makanannya pun tidak kalah. Layaknya makanan khas suatu daerah, Tangerang pun punya makanan khas serta tempat 'nongkrong' atawa pusat jajanan yang terkenal seantero Tangerang.

Postingan kali ini, akan kembali mengupas daerah mana saja yang kudu lo datengin atawa lo cicipi makanannya sebelum pergi lagi dari kota ini. Capcusss...

13 Mei 2014

Find Your Happiness!

Tahukah kalian?
source
 Dari sebuah nasib baik yang menghampiri, terdapat juga nasib buruk yang mengikutinya. Eits, tenang-tenang. Ini bukan mengambil filosofi Professor ini atau Doktor itu, ini filosofi kehidupan yang dengan sendirinya bisa gue rasakan sendirinya.

Dari jauh-jauh hari, gue sudah mempersiapkan diri untuk menyiapkan cerita-cerita membahagiakan dari kehidupan dan sekeliling gue. Tanpa pernah memikirkan ada bayangan gelap yang rupanya mengikuti dari balik 'pintu'.
source

9 Mei 2014

Good bye Grandma, We Love You!

Udara dingin terasa bersamaan turunnya hujan
Terdengar pula suara keroncongan dari dalam isi perut
Semangkuk mie instan rasa soto terhidang di atas meja
Didampingi sebotol saus sambal

"Makasih ya, mak!"

Mie instan paling enak dari seluruh mie yang pernah dicicipi

6 Mei 2014

Berbagi Kebahagiaan

Dari sekian banyak bakti sosial yang gue ikuti, kemudian diniatkan untuk di posting ke dalam blog, mungkin ini-lah postingan pertama. Walau bukan postingan yang pertama, tapi kebahagiaan yang diterima seusai acara ini tidaklah selalu sama.

2 Mei 2014

B.A.H.A.G.I.A

Bagi gue, bahagia itu sebuah kata sifat yang sifatnya tidak bisa di beli ataupun di jual. *sok berfilosofi*
terkadang kebahagiaan itu datang begitu saja tanpa diundang dan diantar.

Akan tetapi, bahagia itu sebuah pilihan. memilih untuk berbahagia atau bersusah-susah ria? That's your choice!

Harus bahagia! Pe-er yang paling berat seumur hidup gue adalah harus hidup bahagia. Dibalik kekurangan yang gue miliki, harus bisa gue manfaatkan untuk dijadikan kelebihan gue. Harus bisa diubah menjadi kebahagiaan.

Ayo kita berjuang bersama. Karena bahagia itu pilihan dan sifatnya tidak bisa di beli dan dijual, jadi harus diperjuangkan. Mau diperjuangkan tidak?

1 Mei 2014

Happiness + Holiday = MAY!!


Yes! Hello, May!

Selamat datang di bulan Mei, bulan ke 5 di tahun 2014. Kita sudah hampir setengah perjalanan dalam mengarungi hidup di tahun 2014 ini. *eaaaa

Setelah berkisah tentang bulan April yang di dramatisasi, sekarang saatnya kita bercerita hal lain ya! Oh, ya. Tema bulan ini sudah pernah di singgung di postingan bulan April loh. Siapa yang nyimakk??
*nanya* *hening* *frustasi*

Ya! Betul! *seakan-akan ada yang jawab*

Di bulan ini, gue akan membagikan hal-hal bahagia atau bagaimana membuat hal-hal membahagiakan dari hal-hal yang juga sepele, sebenarnya.

Oh, ya! Bulan ini juga gue mau ikutan tantangan menulis novel dalam 1 bulan. Doakan saya semoga berhasil dan menjadi batu pijakan saya berikutnya! *amin!*

Selain itu juga... Silahkan lihat gambar ini nih...