24 April 2016

#1 Call Charity : First Action

~~Dengan mengucap syukur kepada TUHAN yang MAHA ESA, kami ber-tujuh memulai misi kemanusiaan ini.~~

====================================================================

Sebenarnya, berawal dari keinginan sederhana saat temen gue Lisbet dan Christin yang mau syukuran ultah mereka di salah satu panti jompo yang pernah kita datangi. Namun, niat baik tersebut hanya berakhir sebagai angan-angan dan menguap begitu saja.

Sebenarnya juga, berawalkan keinginan untuk mengucap syukur atas kelulusan gue serta ultah gue yang bedanya jauh banget. Pokoknya, semua berawal dari ucapan syukur atas berkat dan curahan kasih Tuhan kepada gue dan kawan-kawan.

Akhirnya, gue dan teman-teman berembuk untuk mewujudkan misi kemanusiaan pertama kami ini. Pasti, gue agak merasa sangsi gitu di awal pembentukan. Dari sasaran target yang kadang agak abu-abu, lalu kepastian donatur serta kelangsungan acara yang lebih transparan dari warna abu-abu, bahkan kepastian awal kegiatan ini pasti terlaksana atau tidak.

Wajar... Ini acara pertama kami yang benar-benar lepas dari sebuah organisasi kemasyarakatan, kampus atau apapun itu tempat kami bernaung. Kami mencoba berdiri diatas nama kami sendiri dan akhirnya tercetuslah nama... CALL.

Tadinya, nama Call itu berasal dari singkatan nama gue dan ketiga teman gue lainnya lagi. Namun, setelah beberapa pertimbangan dan masukan, akhirnya CALL itu berubah arti menjadi Care,Aware, Laugh, Life. Menurut filosofi gue, Peduli dan Membuat Hidup lebih Berwarna. #eaaaaa...
Awal Tahun, persiapan kami baru sekedar pembentukan panitia kecil, pembuatan proposal hingga pembuatan berbagai sosial media yang belum setenar mereka yang sudah oke. Setelah itu, gerilya broadcast messanger mengenai acara ini sempat tidak mendapat respon. Hingga 1 bulan sebelum pelaksanaan, geliat para sukarelawan yang terketuk pintu hatinya akhirnya membuat kami semakin bersyukur karena begitu banyak perhatian dan hasil yang kami terima. Saking banyaknya, kami hampir sampai kewalahan untuk mengkoordinirnya. Tapi kembali, Tuhan yang bekerja dan kami pun cukup mampu untuk mengkoordinirnya.

Lompat ke seminggu sebelum persiapan. Setelah semua barang sumbangan di kumpulkan, di data juga barang yang kurang dan perlu di beli. Lalu kami pun mengepak souvenir-souvenir untuk anak-anak yang menurut gue itu WOW banget. Gue aja birthday belum tentu sampai segitu. Hehehehe.. Sukacita mengalir di dalamnya.

Banyak hal yang harus di uber? Pasti!
Lelah? Pasti!
Kapok? Tidak akan!
Bahkan, disela-sela persiapan baksos, kami sempat menyinggung beberapa hal untuk acara baksos berikutnya.

Dan akhirnya, here we are!
We are ready to serve!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini