27 November 2015

Senandung Angin...

Emi masuk ke ruang musik dan menemukan Rian tengah bermain piano ditengah ruangan. Ia langsung berlari dan merangkul Rian dari belakang.
“Rian... Kamu sedang apa?” seru gadis berambut ikal itu terdengar senang.
“Apa kamu tidak lihat? Aku sedang bermain bola bekel,” sahut Rian meledek. Lelaki itu tidak melepaskan tangannya dari atas tuts piano.
Emi tertawa. “Masa kamu main bola bekel? Hahaha...” Ia melepaskan rangkulannya kemudian duduk manis disebelah Rian. “Aku punya kabar baik untukmu.”
Rian, lelaki bertubuh jangkung dan berparas oriental itu pun segera menghentikkan kegiatannya. Laki-laki itu segera menyigapkan diri dan menatap Emi. Ia memperhatikan Emi serta siap mendengar kabar baik dari kekasihnya.
“Apa itu, sayang?” tanya Rian.
“Aku mengajukan diri untuk ikut kompetisi violinst se-Indonesia pada pihak kampus.” ucap Emi memulai.
“Lalu?”
“Lalu...” Emi terdiam seraya memasang wajah  pura-pura sedih. “Aku... Diterima!!”
Seruan Emi segera disambut senyum bahagia Rian yang langsung memeluknya. Emi dan Rian sama-sama pecinta musik. Emi lebih senang bermain biola sedangkan Rian senang menarikkan jemarinya pada tuts piano.
“Syukurlah, honey...” ujar Rian. “Semoga kamu berhasil dan kita bisa duet bareng dalam satu panggung.”
“AMIN!” seru Emi lagi berbangga hati.

19 November 2015

Mengundang Rindu

Hujan.. Kadang identik dengan butiran rindu yang turun bersamanya.
Aromanya terbawa angin saat menembus tanah gersang tak terurus.
Membalut rindu disela hembusannya.
Menebar luka yang masih menganga.

Malam.. Kadang identik dengan romantika sang bintang.
Sebuah kedipan mata hitam bulay, bak bola pingpong.
Menyuntikan rindu disela-sela tidurnya.
Menyelimuti hati yang terluka.

Rindu.. Kadang identik dengan sebuah kisah perpisahan yang menghantarkan kembang-kembang rindu ke sana. Membuat ia melayang dimabuk rindu.

Mungkin, sebuah kisah masih belum bisa terjadi meskipun hanya sejumput rindu. Namun, walau hanya berpaku pada sang rindu, sosoknya tak akan pernah terganti. Apapun yang terjadi.

Akhirnya, biarlah rindu ini melebur bersama derasnya hujan, pekatnya malam serta serbuan rindu di dalam hati.

14 November 2015

Din.. Din... Klakson

Tau nggak sih, sejak jadi pengendara mator selama dua tahun terakhir, gue mulai memiliki alergi tersendiri untuk beberapa hal saat berkendara. Contohnya cerita tentang lampu sein tempo hari. Rasanya kepengen banget buat para pengendara lain, termasuk gue untuk mampu mengingat untuk mematikan lampu sein setelah digunakan. Gue beberapa kali ditegor orang-orang saat tidak memberikan lampu sein sebelum berbelok. Sayangnya, gue takut lupa dan malas untuk menyalakan lagi.

Kali ini, gue merasa ada keganjilan akan tingkah gue dengan klakson. Contoh paling jelas misalnya saat di lampu merah, gue tanpa saar pasti menekan klakson pertanda sudah lampu hijau. Awalnya karena ikut-ikutan, sekarang jadi kebiasaan. Bahkan saat gue berhenti paling depan pun gue kasih klakson. Kan aneh!
pinjam
Tapi yang paling aneh lagi, saat seseorang pengendara motor yang dibelakan motor gue membunyikan klakson berkali-kali meminta gue dan pengendara di depan gue untuk segera beranjak dari tempat kami berhenti sejenak. Yang buat gue kesal adalah pengendara itu nggak sadar kalau gue juga stak, nggak jalan. Bukan berarti nggak ngasih jalan. Huh!

Ada lagi, tentang pengendara yang suara klaksonnya udah kayak radio kusut, tapi terus-terusan bunyiin klakson. Sementara, jalanan di sisi kanan gue lega dan dia bisa nyalip sesuka hati dia. Sudah klakson tanpa henti, tapi nggak nyalip-nyalip.

Ada lagi juga, tentang klakson mobil tronton yang tiba-tiba mengagetkan gue. Anehnya, gue nggak tersinggung. Justru tertawa karena sempat-sempatnya kaget, meski lagi macet-macetnya jalanan. Kadang, gue merasa beruntung pada mereka yang suka klakson sesuka hati karena mengingatkan gue agar lebih berhati-hati saat berkendara. Tapi terkadang, hal sebaliknya itu yang nggak gue suka. Hufft..

7 November 2015

Cup Cup Anakku...

Sekian tahun menjalani profesi jadi seorang guru, terkadang membuat gue tergelitik dengan sendirinya akan tingkah lugu, polos dan konyol dari masing-masing anak. Contohnya, ada anak yang sengaja nangis tiap pagi, sampai bikin gue kalang kabut takut-takut dia kenapa-kenapa atau merasa ada masalah sama gue.
source

Ada kesalahan di dalam gadget ini