Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

22 Juli 2015

Untung Jawa Trip Day1: Unexpected Journey!

Dipostingan sebelumnya, cerita gue berhenti pada saat teman gue tiba-tiba menelepon dengan nada terburu-buru dan seperti ketakutan. Kita berempat yang jalan-jalan ke jalan setapak buru-buru balik ke jalan konblok utama yang kami susuri sebelumnya.

Berdasarkan keterangan dua teman kami, ternyata mereka melihat biawak melintas dengan santainya bak pragawati di depan mereka. Tanpa merasa terganggu atau pun terusik dengan kehadiran dua teman kami tersebut. Satu biawak lewat, diikuti biawak berikutnya. Ternyata kawanan biawak itu yang ditakuti mereka.

Gue berempat yang cuma mendengar cerita pun tiba-tiba merasa merinding. Sisa jalan setapak yang harus kami jalani pun ditapaki dengan penuh hati-hati. Dari yang mengendap-endap, berjalan cepat hingga akhirnya lari terbirit-birit saat seekor biawak tampak terbang (kayaknya sih lompat dari atas pohon) dan jatuh di tanah yang penuh dengan sampah. Niatan sempat mau foto cuma rasa takut keburu menang melawan keinginan gue tadi.

6 Mei 2015

Cold Chocolate

Beberapa tahun yang lalu,

Gue lebih memilih untuk menikmati secangkir kopi bercampurkan krim moka ataupun kopi bercampurkan susu. Berhubung gue nggak doyan susu, akhirnya kopi moka ini pun menjadi pilihan lain yang gue gemari.

Rasa kopi moka memang nikmat, rasa manis dan pahit yang menjadi satu serta menenangkan membuat gue semakin menggandrungi minuman ini. Saat-saat itu, gue paling anti dengan coklat dikarenakan berbagai mitos yang menghinggap para penggemar coklat. Kegemukan, contohnya.

Namun, ke-anti-an gue tersebut seakan harus gue telan sendiri beberapa waktu belakangan ini. Gue suka mengecap coklat yang manis, berlama-lama dimulut. Ups, sekedar info bahwa gue nggak bisa makan coklat sambil digigit dan di 'emut secara berbarengan. Ini pula yang buat gue malas makan coklat, LAMA!
pinjam
Semuanya luntur saat gue mencoba mencicipi coklat dengan menghilangkan berbagai mitos yang gue ketahui tentang makanan satu ini. Semakin lama menggandrungi makanan ini, semakin doyan pula gue dengan coklat.

Sekarang, gue lebih memilih menegak coklat dingin atau panas yang dipadukan dengan es batu atau jelly hitam bernama 'bubble'. Saat gue ke kampus pun, gue memilih menceritakan ini nih:

"Mba babeelll (read: buble), Chocochino-nya satu ya!"

Sudah hampir satu semester lebih gue jarang menginjakan kaki di bumi kampus tercinta. Selain alasan jadwal yang sudah semakin jarang, sekarang gue sibuk akan hal lain. Memanen pundi-pundi. *eaaa*

Siang itu, gue berniat untuk bimbingan skripsweet dengan dosen. Sayangnya, gue belum konfirmasi dan ternyata beliau sudah pulang. Sia-sia deh... Panas-panas, kekebutan, polusi, sampai kampus, lontang-lantung. Lengkap sudah!

Demi mengobati rasa kecewa, gue bersama seorang sahabat menghampiri warung jajanan yang ada di kantin kampus. Minuman Bubble! Sudah tahu kan? Itu loh, minuman yang diseduh lalu diblender bersama dengan es batu. Kemudian, diberi tambahan jelly kenyal berwarna hitam, yang biasa disebut Bubble.

Rasa coklat yang bercampur aroma kopi bercampur menjadi satu. Ditambah rasa manis dari gula cair serta bubble yang sudah di seduh, membuat kelelahan dan rasa kecewa gue hilang sekejap. Memang, akan tetap ada batasan dalam jumlah konsumsi makanan ini.

Demi menjaga postur tubuh dan kesehatan, gue pun mencoba untuk tidak terlalu banyak meminum minuman ini.
source
Cerita gue akan kegemaran baru gue tentang coklat dingin, seakan mengingatkan gue akan iklan sebuah merk coklat yang slogannya, "tapi rela bagi-bagi...???"

Ups, ini bukan promosi, cuma pengalaman pribadi. Nah, kalau gue suka coklat dingin, kalian?

14 Desember 2014

Celebrate of Life

Bulan Desember!! Akhir tahun!!

Secara pribadi, bulan terakhir dalam kalender Masehi ini selalu penuh dengan perayaan. Bukan karena tehaer yang keluar atau pesta tahun baru yang akan menjelang. Tapi, bulan Desember memiliki makna yang lebih dari sekedar perayaan. Merayakan hidup, mensyukuri hidup, mensyukuri berkat yang sudah di peroleh selama setahun terakhir dan bersiap menjalani tahun-tahun berikutnya dengan semangat baru. *Eaaa

Di bulan ini juga, seorang malaikat yang biasa gue panggil dengan sebutan Mama pun merayakan hari lahirnya. Sebelumnya, ada juga saudara nyokap yang ultah di tanggal yang nggak jauh dari mamah dan sesudahnya akan ada juga saudara sepupu yang akan merayakan hidupnya yang bertambah lagi setahun. Setelah seluruh perayaan hidup, akan disusul perayaan-perayaan keagamaan yang meriah dari tahun ke tahun.

That's why... I always wait for December to celebrate the life!!

14 November 2014

Coklat "PALENTIN"

Masih ingat nggak tentang postingan pertama gue tentang coklat? Ya.. beneran coklat dan itu dibuat dengan kedua tangan gue sendiri. Hebat, kan... Kapan lagi gue bikin coklat sendiri dan berhasil. *ngenes bacanya*

Yuk, daripada lama-lama meratapi 'ngenes-nya cerita di atas, mari kita sambit, eh.. sambut resep membuat coklat ini. Mariii...



1a
1b














2a
2b
3

Mari gue jelaskan berdasarkan urutan gambar ya. Bahan yang diperluin untuk membuat coklat disini, tidak lain dan tidak bukan adalah.... COKLAT ITU SENDIRI!

11 November 2014

Pasta

Okeii.. Kali ini makanan simpel yang mungkin sudah banyak yang coba. PASTA atau lebih sering di sebut spagetti.

Makanan khas dari Itali ini semakin dikenal luas dan terkenal. Istilahnya sih, mi yang di bonding. Hahahaha. Yang membedakan makanan buatan gue dan yang lainnya adalah di bumbunya. Itu loh, yang digunakan untuk disiram di atas spageti atau pasta. Gue bikin sendiri (setengahnya).

Bahannya adalah

8 November 2014

Black Martabak

Well, gue akui keingintahuan tentang dunia kuliner semakin meningkat. Apalagi sekarang ini banyak televisi yang menayangkan kompetisi memasak yang menjanjikan masa depan cemerlang. Sama seperti kompetisi menyanyi yang nggak pernah kesampean.

Daripada berkhayal nggak karuan, akhirnya gue memutuskan untuk melakukan ujicoba sendiri di rumah. Dengan berlagak kayak chef internasional, gue mencoba sesuatu yang belum pernah tapi kepengen banget dicoba dari dulu.

Gue ini pecinta martabak. Dari mulai yang manis sampai yang isinya telur pun gue doyan. Ditambah, isi martabak yang WOW dan YUMMY gitu. Nah, percobaan gue akhirnya dieksekusi beberapa bulan lalu.

Berhubung gue bukan pedagang martabak tulen, akhirnya gue membeli bahan adonan martabaknya yang instan. Merek Pon*an, ups.. gue nggak dapat royalti meskipun menyebut merek sekalipun. 
Percobaan kali ini adalah martabak manis. Berhasil nggak yah? Mari diikuti aja, yuuukk...

Pertama-tama, pastinya dipersiapkan yang namanya bahan-bahan. Silahkan diintip gambar berikut ini...
1
2


3
4

 



















4 November 2014

Oase in the Night

Sebagai pecinta kuliner, tentu saja gue akan selalu siap sedia kalau di ajak makan, yang enak, layak dimakan, apalagi.... gretong. *maunyee.!

Masalahnya, hari gini nyari yang gretongan itu bagaikan nyari mutiara di tumpukkan nasi goreng se-tempayan. Terlebih lagi, kemampuan untuk jajan kuliner kini amat sangat terbatas. Bener-bener deehh...

Dalam rangka penghematan, gue belakangan ini memutuskan untuk makan di rumah sepulang kampus. Hitung-hitung, irit sekaligus diet. Sayangnya, argumen gue yang terakhir agak salah.

9 Juli 2014

Oseng-oseng Ceria

Rabu, 9 Juli 2014.

Hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena hari itu diadakan Pemilu Presiden. Calonnya hanya ada dua, yakni kubu 1 dan kubu 2. Berhubung Pemilu itu acara nasional, otomatis libur.

Nah, untuk mengisi hari libur sehari itu, gue memutuskan untuk berleha-leha ria di rumah setelah menyalurkan hak suara gue di TPS. Sesudahnya, gue lebih memilih menunggu dirumah meski sejuta diskon menanti diluar sana. Jelang penutupan PilPres, banyak tivi-tivi sibuk menyiarkan hasil hitung cepat versi mereka masing-masing.

Ada yang menangkan kubu A, ada juga yang katanya sengaja memenangkan kubu B. Yah, gue tidak mau terlibat lebih jauh deh mengenai hal ini. Disaat orang-orang sedang sibuk membela jagoannya, tiba-tiba perut gue keroncongan. *ambil gendang sama suling*

Buka-buka lemari pendingin, tiba-tiba muncullah ide membuat sesuatu. Seperti biasa, bereksperimen tentang makanan yang benar-benar cuma... experiment. 

Sebagai permulaan, mari gue perkenalkan bahan-bahan makanan yang akan digunakan....


kecap manis benteng, masako, ladaku

kecap asin

caysim, sosis iris, bakso sapi iris, bakso ikan iris, telur

kwetiau, daun bawang

cabai merah, cabai rawit merah dan ijo

bawang bombay, bawang putih, bawang merah

Nah, bahan-bahannya sudah disebutin semua. Mudah ditemukan di rumah, kan? Karena dirumah adanya kwetiau, jadi bahan utamanya adalah kwetiau ya. Kita mau buat oseng-oseng kwetiau. Apabila mau diganti jadi bihun, mie atau nasi pun juga bisa. Yang penting bisa dimakan dan... enak.

Okeh, tahap berikutnya adalah kita siapkan minyak diatas teflon serta diatas kompor pastinya. Lalu, tumis bawang merah, bawang putih serta bawang bombay hingga harum. Masukkan telur lalu oseng-oseng hingga hancur. Masukkan sosis, bakso serta sayur caysim. Oseng-oseng hingga sayur caysim layu.

Berikan air sedikit agar caysimnya matang dan empuk. Ingat, sedikit saja ya, kalau kebanyakan nanti jadinya kwetiau kuah. Hahaha. Tapi kalau terlanjur kebanyakan, besarkan api lalu biarkan mendidih hingga air menyusut.

Kemudian, masukkan kecap asin lalu oseng-oseng. Diikuti kwetiau lalu oseng-oseng lagi. Masukkan kecap manis, masako serta lada lalu oseng-oseng lagi. Masak hingga kwetiau berubah warna jadi cokelat dan seluruh air sudah menyusut.

Lalu masukkan cabai merah dan cabai rawit, tekan-tekan agar aroma pedasnya keluar. Kalau tidak suka pedas, tidak perlu pakai cabai rawit ya...

Berikutnya, oseng-oseng sebentar lalu masukkan daun bawang. Oseng-oseng lagi sebentar lalu angkat. Sajikan selagi hangat dan jadi deh...

KWETIAU OSENG-OSENG CERIA!

Warna-warni dari cabai serta sayur membuat kwetiau ini tidak hanya cokelat karena kecap. Jadinya, ceria deh..

Bagaimana? Menarik untuk di coba, kan...

Daripada pusing mikirin siapa presiden yang menang, lebih baik isi perut dulu dengan hasil percobaan terbaru. Yeay!
Dipostingan berikutnya, gue akan coba buat martabak niiih... Berhasil gak yah? Ditunggu ya! See you!






9 November 2013

Makan-makan... Rame-rame...

Makan. Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak butuh makan? Semua orang, dari kalangan elit hingga yang terbawah sekalipun pasti butuh makan.
nih jejajanan disono.. Sonoh mana? Liat nanti ya!

Beberapa waktu sekarang ini, lebih tepatnya beberapa minggu kebelakang, banyak banget acara rame-rame yang terjadi. Diwaktu yang tidak terduga. Tidak terprediksi juga. Persis kayak kemenangan Indonesia atas Korea Selatan tempo hari. Menegangkan namun menyenangkan. *nggak nyambung*

Begitu pun acara makan-makan yang belakangan ini terjadi. Dari acara makan-makan yang diusung atas lahirnya seseorang atawa Hari Burung (birdday) alias Hari lahir (birthday), hingga ke acara makan-makan yang akhirnya hanya bayar masing-masing.

Sebenarnya, mau makan sendiri, berdua atau pun reramean, intinya tetap makan. Menyantap makanan yang dipesan, ngobrol dan pulang. Sudah.

Dibalik 'biasanya' acara makan-makan, ternyata terselip nilai-nilai kebersamaan. Makan dengan teman-teman kampus misalnya, selain berbagi cerita tentang masalah kampus, masalah pribadi ataupun jika tidak ada masalah yang diceritakan, dibuat-buat sendiri deh tuh masalahnya. Hahaha.
apa nih? AYO TEBAK!

Gue pernah posting, setiap orang punya kriteria makanan enak masing-masing. Tidak masalah makanan apa yang dimakan asalkan yang memakan makanan tersebut suka dan tidak punya masalah pencernaan.

27 September 2013

Unpredictable Girls, I called it Friendship..

source

Sebenarnya awal dari kegiatan ini ialah untuk melakukan riset langsung sebagai informasi tambahan yang akan dimasukkan dalam presentasi Public Speaking nanti. Janjiannya sudah dibuat dari hari Senin yang lalu hanya saja penyakit lupa menghinggap dikepala masing-masing. Begitu kelas bubar tujuan utama adalah PULANG. haha..

Untungnya, dihari ketiga, gue, Lisbet dan Christin berada pada satu kelas. Satu mata kuliah. Satu nusa. Satu bangsa. MERDEKA!!! *ups* *abaikan*

Sepulang dari kampus, gue nebeng Lisbet yang motornya diparkir di ujung parkiran nan super jauh. Sementara Christin memutuskan untuk tidak ikutan pergi. Alasan klasik, nggak biasa main malam. *main congklak, main ular tangga* *tsahh..*

Gue duduk dikursi penumpang motor Lisbet lalu melewati perumahan abadi alias areal kuburan Tanah Gocap. Suasana sepi kuburan menyebabkan Bebet -panggilan Lisbet- sampai berkata 'takut' lewat areal tersebut. Dan gue, dengan santainya menjawab, 'lu baru lewat kali ini aja udah takut, lah gue tiap hari lewat. Biasa aja tuh'. *kibas rambut* *dicolek kuntilanak* *kabuurr*

Lalu dilanjutkan dumelannya soal di Itin -panggilan Christin- yang tidak mau ikut ekspedisi kali ini. Akhirnya, gue dan Bebet melewati areal kuburan dan melaju menuju kawasan Pasar Lama Tangerang. Tiba-tiba, swiingg... Itin datang tiba-tiba tanpa dijemput dan diantar. Bukan... bukan jelangkung! Itu karena dia bawa motor sendiri. Nethink aja niiih... Hahaha..

Back to Pasar... Namanya juga pasar, biarpun sudah malam, kehidupan di dalamnya tetap ada. Buktinya, masih banyak pedagang kaki lima bertebaran disisi kiri-kanan jalanan.

Begitu masuk area pasar lama, Bebet mengendarai motor beat pink miliknya perlahan. Mencari sosok 'anak jalanan' yang akan diwawancarai olehnya. Sayangnya, sampai ujung jalan pasar lama, sosok tersebut tidak juga ketemu. Sampai Itin berhenti di depan kita dan menunjuk seorang anak yang minta-minta.

Dengan pede-nya, gue manggil tuh anak. Dan lagi, dengan penuh kepercayaan diri gue mengutarakan maksud gue dan teman-teman gue memanggil anak tersebut. Setelah wawancara selesai, gue bilang ke Itin dan Bebet,

"Kayak di film-film ya. Kita lakuin riset sendiri, wawancara sendiri, rekam video sendiri nanti di presentasiin sendiri,"

7 Agustus 2013

Bukber ~ Buka Bersama

Indonesia, negara paling toleransi sedunia. Paling tidak dalam masalah Buka Bersama. Gue memang bukan orang muslim yang harus berpuasa, tahan lapar/haus selama hampir 12 jam lebih. Tapi tradisi ini secara perlahan tumbuh dalam masyarakat. Bahkan dikalangan kami, para non muslim. Telah mewabah. Bahkan terkontaminasi.
pinjam dari sini

Eits, jangan berpikiran buruk dulu dong, kawan! Dalam hal ini, gue bermaksud mengangkat sebuah momen. Momen yang hanya ditemui dibulan Ramadhan ini. Ya! Betul! Buka bersama. Buka apa? Buka tudung saji. Buka panci sayur. Buka rice cooker. Buka puasa!

Tradisi buka bersama menjadi trending topic selama bulan puasa. Janjian sama klien di kantor, menjelang jam buka puasa. Selain menghormati klien yang berpuasa, selepas buka puasa bisa langsung pulang. Di tiap kantor juga selalu diadain nih acara beginian. Kantor gue juga nggak mau kalah.

Reunian sama teman-teman SMA, menjelang jam buka puasa juga. Walau ada yang nggak puasa juga, kami saling menghormati. Pesan makan dulu, makannya pas bedug. Ada juga yang ber-modus ria. Janjian sama gebetan, judulnya buka puasa bersama. Padahal, keduanya nggak puasa. Nah, loh?

5 Agustus 2013

Makan Enak

Sebelum gue menanyangkan artikel ini, gue menyempatkan diri tanya ke teman-teman gue mengenai definisi dari judul artikel gue ini. Cara bertanya-nya, lewat twitter. Setelah ditanya, kesimpulan yang gue ambil dari jawaban mereka ialah,

"Makan enak ialah makan makanan yang kita suka, bersama dengan orang yang kita sayangi..."

Makan enak.

Beda lagi pendapatnya dengan orang-orang yang tanpa gue mintai pendapat selalu bilang begini, "Gue kalau ngeliat si Luisa makan tuh rasanya napsuin. Kayaknya enak gitu..."
gambar dari sini, thanks! *Yummy picture*

Saat itu, kepala gue langsung bekerja. Mereka bisa mendefiniskan bahwa sebuah makanan rasanya enak saat melihat gue makan. Sampai-sampai gue pergi ke toilet dan bercermin. Berharap menemukan sosok 'enak' yang dilihat orang-orang tadi. Setelah berupaya sedemikian rupa, gue tetap gagal menemukan sosok 'enak' tersebut. Mungkin saja, ini mungkin yah. Mungkin mereka melihat ayam goreng, daging asap atau pun ikan salmon yang enak-enak di muka gue. Berasa panci prasmanan gitu. Ckckckck.. *frustasi*

Teman-teman sebangsa dan setanah air. Apa yang kalian semua pikirkan dengan judul postingan gue ini? Seporsi makanan enak-enak, contoh: ayam, daging, ikan atau makanan lain yang dikategorikan enak. Dan kebanyakan makanan tersebut tidak tergolong murah. Alias mahal! Catet!

17 Mei 2013

Shabu-shabu (Japanese Cuisine)

Hey, guys...
Today, I would like to show you my cooking! The original food from Japan. Let's take a look..
Shabu-shabu ala Luiza Cha


I was done it last saturday when the holiday. I prepared all of foodstuff before that day. See, this is the picture all of foodstuff, consist of vegetables, meatball, shrimp ball, fish ball.




14 Februari 2013

Pesta Musim Semi ala Umat Paroki HSPMTB

"Pencurahan Berkah..."







Itulah inti homili yang dapat dipetik dari acara misa imlek di Gereja / Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang kemarin 12 Februari 2013. Misa yang dimulai pukul 18.00 ini di pimpin langsung oleh Bapak Uskup Monsinyur Ignatius Suharyo, SJ. Bapak Uskup didampingi oleh 5 Pastur / Romo yakni Rm. Ign. Swasono (Romo Kepala Paroki HSPMTB), Rm. Wartaya, Rm. Dismas, Rm. Michael (Pastur Diosesan) dan satu Romo lagi yang saya lupa namanya siapa.

6 Februari 2013

First Chocolate

Hey, guys..
This week, i made my own chocolate.

My first chocolate.
I went to Vivi store and bought any tools for making chocolate.

First, I went to the store and supermarket, bought one block of white chocolate and black chocolate. After buying the ingredients, i took chocolate mold and bought it also. I came home and prepared all of material and started to cook.

I melted black chocolate and poured it to the chocolate mold and I melted white chocolate also. I left the chocolate in the table until the steam dissapear. I put it into the refrigerator and ...

Tara!

The chocolate was already to eat!

The first one is BEAUTIFUL NUT, consist of two 'love chocolate', and two another design. I put 'Nut chocolate' in the centre place.

1 November 2012

Meriahnya PASAR LAMA... #JJ1

Bagi kalian yang tinggal di Kota Tangerang, tidak akan asing lagi dengan salah satu nama pasar ini. Di kota inilah saya dibesarkan.

Namun tahukah kalian kehidupan pasar ini dikala malam? Sebelum itu mari kita kenali apa itu Pasar Lama atau dimana sih Pasar Lama itu?

Pasar Lama letaknya di sepanjang jalan Kisamaun, bisa ditempuh dari Jakarta melalui Jalan Daan Mogot lalu berbelok ke arah Jalam Sudirman lalu berbelok lagi menuju arah Cikokol. Dari sana bisa tinggal lurus saja mengikuti jalan hingga sampai di jalan Kisamaun.

Kali ini saya kesana secara Dadakan, begitu keluar dari kampus, adik saya membonceng saya untuk menuju suatu tempat yang cukup terkenal juga yakni sebuah toko komputer yakni PINGUIN. Seraya menunggu, saya memperhatikan sepanjang jalan yang cukup sepi namun meriah. Sepi namun meriah? Bingung kan?

27 Juni 2011

mengisi yang kosong...

Hy guys, i will tell you something..

This is about to make a cake..
let's try..

Cake dengan tampilan yang cantik, bagus dibuat sebagai hantaran disaat lebaran maupun sebagai suguhan, agar cake yang kita buat tidak hanya cantik tampilannya tapi juga rasanya yang lezat, ikuti beberapa tip berikut: