27 September 2013

Unpredictable Girls, I called it Friendship..

source

Sebenarnya awal dari kegiatan ini ialah untuk melakukan riset langsung sebagai informasi tambahan yang akan dimasukkan dalam presentasi Public Speaking nanti. Janjiannya sudah dibuat dari hari Senin yang lalu hanya saja penyakit lupa menghinggap dikepala masing-masing. Begitu kelas bubar tujuan utama adalah PULANG. haha..

Untungnya, dihari ketiga, gue, Lisbet dan Christin berada pada satu kelas. Satu mata kuliah. Satu nusa. Satu bangsa. MERDEKA!!! *ups* *abaikan*

Sepulang dari kampus, gue nebeng Lisbet yang motornya diparkir di ujung parkiran nan super jauh. Sementara Christin memutuskan untuk tidak ikutan pergi. Alasan klasik, nggak biasa main malam. *main congklak, main ular tangga* *tsahh..*

Gue duduk dikursi penumpang motor Lisbet lalu melewati perumahan abadi alias areal kuburan Tanah Gocap. Suasana sepi kuburan menyebabkan Bebet -panggilan Lisbet- sampai berkata 'takut' lewat areal tersebut. Dan gue, dengan santainya menjawab, 'lu baru lewat kali ini aja udah takut, lah gue tiap hari lewat. Biasa aja tuh'. *kibas rambut* *dicolek kuntilanak* *kabuurr*

Lalu dilanjutkan dumelannya soal di Itin -panggilan Christin- yang tidak mau ikut ekspedisi kali ini. Akhirnya, gue dan Bebet melewati areal kuburan dan melaju menuju kawasan Pasar Lama Tangerang. Tiba-tiba, swiingg... Itin datang tiba-tiba tanpa dijemput dan diantar. Bukan... bukan jelangkung! Itu karena dia bawa motor sendiri. Nethink aja niiih... Hahaha..

Back to Pasar... Namanya juga pasar, biarpun sudah malam, kehidupan di dalamnya tetap ada. Buktinya, masih banyak pedagang kaki lima bertebaran disisi kiri-kanan jalanan.

Begitu masuk area pasar lama, Bebet mengendarai motor beat pink miliknya perlahan. Mencari sosok 'anak jalanan' yang akan diwawancarai olehnya. Sayangnya, sampai ujung jalan pasar lama, sosok tersebut tidak juga ketemu. Sampai Itin berhenti di depan kita dan menunjuk seorang anak yang minta-minta.

Dengan pede-nya, gue manggil tuh anak. Dan lagi, dengan penuh kepercayaan diri gue mengutarakan maksud gue dan teman-teman gue memanggil anak tersebut. Setelah wawancara selesai, gue bilang ke Itin dan Bebet,

"Kayak di film-film ya. Kita lakuin riset sendiri, wawancara sendiri, rekam video sendiri nanti di presentasiin sendiri,"

23 September 2013

Tuliskan ceritamu...

source

Setiap orang punya cerita, punya kisah, punya sesuatu yang bisa dibagi. Dari sekian miliar orang yang ada di dunia, hanya beberapa orang yang bisa menuliskan cerita-cerita mereka. Bagi mereka yang bisa bercerita atau menceritakan sesuatu tentu saja memiliki cara penyampaian yang berbeda.

Ada yang menceritakannya dengan menuliskan sebuah buku. Dari buku tersebut mereka berharap orang-orang dapat terinspirasi. Misalkan buku-buku bergenre motivasi. Si pengarang berharap si pembaca dapat terinspirasi dan mendapatkan motivasi setelah membacanya. Ada juga buku-buku yang ditulis hanya berdasarkan kesukaan atau sekedar hobi. Mereka menyalurkan hobi mereka dengan menuliskan di buku diary atau blog seperti sekarang ini.

Beralih pada artikel ini. Entah sejak kapan gue suka menulis, lebih spesifiknya di berbagai bidang yang ditulisi. Gue selalu bilang kalau kecintaan gue akan tulisan berasal dari kebiasaan gue yang suka corat-coret dinding kamar hingga seisi rumah gue. Kebiasaan jelek gue itu terhenti saat nyokap mengatakan bahwa rumah yang penuh coretan sudah mirip seperti penjara. Hiii..

Naluri kepolosan gue pun tersentuh. Gue beralih menulis pada buku-buku kosong bergambar yang saat gue masih kecil itu sangat populer. Diary! Anak-anak jaman sekarang mana ada tuh tulis biodata di Diary orang lain terus diujung halaman di lipat-lipat kemudian ditulisi tulisan rahasia yang buat pemiliknya penasaran. Padahal begitu dibuka kadang isinya sangat tidak menyenangkan, 'Cieee, penasaran ya?' atau 'Luisa love xxx'. Gaya khas anak kecil banget!

Era moderenisasi seperti sekarang, posisi diary seperti itu sudah tidak lagi populer. Tapi jujur saja, gue masih suka beli loh buku-buku diary yang unyu-unyu seperti gue inih.. *ditimpukin warga se er-te*.
Beralihlah kita ke... BLOG!

21 September 2013

OSPEK !!

pembukaan pkk
Ospek! Bagi para calon mahasiswa baru, ospek seperti sudah menjadi tradisi turun temurun yang tidak boleh terlepas. Sistem ini bukan hanya ada di bangku perkuliahan, anak-anak SMA-SMP pun melakukannya, hanya namanya saja lebih halus. MOS -masa orientasi sekolah. Tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk memperkenalkan dunia baru bagi para siswa yang telah lulus dari SD ke SMP atau SMP ke SMA.

Sebagai siswa yang pernah mengalami masa-masa MOS - OSPEK, pastinya masa tersebut bisa disebut masa balas dendam. Ya. Jujur, setelah dua kali merasakan -bullying- dari para kakak kelas, otomatis saya merasa trauma akan masa orientasi - masa bullying.

Saat masuk perkuliahan, sistem tersebut tentu ada. Dikampus tempat saya mendaftar, proses ospek lebih dikenal dengan nama PKK - Perkenalan Kehidupan Kampus. Untungnya, saat saya mendaftar, status saya sudah berubah menjadi seorang karyawan swasta sehingga bisa beralasan untuk hanya mengikuti proses ospek setengah jalan. Walaupun pada akhirnya saya tetap harus mengikutinya dari awal di hari terakhir ospek.

20 September 2013

Like a "WANTED" ...

Apa rasanya mempromosikan diri sendiri?
picture

Berbekal pertanyaan tersebut gue pernah bermimpi memajang foto gue di sebuah kertas lalu menempelkannya diseluruh sudut sekolah. Dulu... Jaman masih pakai seragam putih biru atau abu-abu saat pemilihan ketua OSIS. Sayangnya semua memang hanya mimpi. Gue memang terlibat dalam OSIS namun tidak sebagai ketua atau posisi paling tinggi.

Sekarang, pernah terlintas memajang foto gue disebuah helaian kain bernamakan 'umbul-umbul' lalu senyum pepsodent sambil diikuti kata-kata membujuk. 'Indonesia sejahtera!' atau slogan salah satu partai 'Lanjutkan!'. Untungnya pikiran itu hanya terlintas tidak pernah terwujudkan.. *amit-amit* *jampi-jampi*

Lalu, pernah terbayang untuk menaruh wajah gue disebuah majalah Gereja dan tersenyum pepsodent dengan 'title' Ketua Blablabla.. Untunglah, lagi-lagi hal tersebut hanyalah bayangan.

Nah, saat nama gue disebut sebagai calon ketua Senat STBA, gue langsung membayangkan bagaimana wajah gue dipajang disepanjang koridor lantai 3 lalu dipelototi oleh mahasiswa seantero gedung D. Saat itu gue berpikir, semua hanya pikiran, hanya bayangan bahkan hanya sebuah lintasan di dalam kepala. Sayangnya, saat gue berpikir seperti itu, hal sebaliknya justru terjadi.

Gue memajang foto gue bersama sang wakil lalu dibantu Mami untuk menempelkannya disepanjang koridor. Bahkan sebuah spot dimana gue bisa berkuasa seenaknya (read: BOS), juga terjajah dengan poster-poster tersebut.

Gue yakin dan sadar diri saat menempelkan poster-poster tersebut di depan pintu, di dalam mading, bahkan di depan ruang senat. Gue melek, tidak tidur, tidak bermimpi ataupun sekedar membayangkan. Seketika kemudian, gue berteriak histeris.

"AAAAAAAAA... I DON'T BELIEVE IT. I'VE BEEN PUBLISHED MY FACE EVERYWHERE, IN EVERYDOOR AND EVERY PLACE. MAKE ME GOT 'WANTED'. LIKE A CRIMINAL!"

19 September 2013

200 - Give Away...!!!

Yeay! Setelah beberapa tahun menjalani blog ini, akhirnya tibalah diangka ini! Inilah postingan ke 200 dari Mari Bercerita

Sudah hampir 200 lebih cerita-cerita yang dibagikan kepada teman-teman. Membiarkannya mengalir. Terbang menuju langit. Yeay!

Cerita-cerita yang disuguhkan ada yang berdasarkan pengalaman pribadi, artikel liputan, tugas-tugas kampus yang diangkat, event-event sampai curhat. Bumbu-bumbu galau pun disebarkan. Menebarkan kegalauan. Hehe. Sudah keluar juga beberapa 'quote' yang diciptakan. Kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi juga sih.

Sebagai ucapan terima kasih atas kesetiaan teman-teman pembaca, aku mau bagi-bagi hadiah nih. Betul, kamu tidak salah baca. HADIAH!! Sebuah hadiah yang dibuat dengan tangan sendiri. Apa hadiahnya? Ini dia...!!

Sebuah kerajinan tangan dari FLANEL dengan bentuk SESUKA KAMU! Ya! Gambar diatas hanya contohnya, tapi kamu boleh menentukan bentuk lain sesuai keinginanmu. Tentunya kalau kamu menang BERUNTUNG. Aku pasti akan usahakan bisa membuatnya. Lihat tingkat kesulitannya juga ya...


18 September 2013

Servicing, not Winning..

Melayani bukan dilayani, Melayani bukan untuk kompetisi...

Tahun 2013 tampaknya seperti sebuah tahun yang penuh dengan tantangan. Baik dari dalam diri sendiri maupun dari pihak luar. Terutama setelah hampir 1 tahun menjadi anggota Senat STBA, saya pun mulai merasakan bagaimana rasanya berorganisasi diluar yang pernah kita pikirkan.
source

Semalam, setelah terjadi perdebatan sengit di dunia persilatan *ciaaat*, sepulangnya gue seakan ditegur dengan kata-kata gue sendiri. Semalam, ah tidak, persisnya malam sebelumnya, gue menerima whatsapp dari seseorang yang selama ini selalu gembar-gembor, ngotot dan bersemangat mendukung gue.

Panggil namanya Mami *eaaa*. Mami awalnya bertanya-tanya bagaimana dengan kepemimpinannya saat PKK/Ospek kemarin. Lalu dengan gayanya yang cepat berubah, ia kemudian menyuruh gue melupakan pertanyaan barusan dan ganti dengan pertanyaan lainnya yang awalnya buat gue ketawa meringis.

Ia meminta pendapat gue mengenai pencalonan dirinya pada pemilihan Ketua Senat STBA berikutnya. FYI, saat itu sudah diputuskan hanya ada 2 calon ketua senat yakni gue dan Anti -yang awalnya menolak lalu menerimanya lagi-.

Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue hanya menanggapi pertanyaan Mami seperti biasanya. Hanya tertawa dan tidak begitu memusingkan. Lalu keinginannya tersebut ternyata dibawa ke dalam forum rapat dadakan diputuskanlah Mami boleh maju juga sebagai Ketua Senat STBA.

Saat itu, gue hanya sebagai pendengar. Mendengar pendapat Lintang, Sukandi dan teman-teman lain yang menolak dan mendukung. Entah mengapa gue merasa ada ketidakadilan dalam hal tersebut. Maka gue pun ikut menolak keputusan Mami. Mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu kepada gue sehingga Mami tetap maju terus sebagai calon Ketua Senat STBA.

Jujur, gue emosi. Tidak menerima. Merasa tidak adil. Tidak setuju. Bahkan hampir ingin marah pada orang-orang. Namun, berbekal pengalaman organisasi, gue akhirnya menyetujui keputusan tersebut. Inilah organisasi. Inilah yang dinamakan musyawarah.

13 September 2013

MR. Rajesh (my Public Speaking lecture) said that people will see our self based on our appearance. 1st appearance is 1st impression. So, could you get good impression or the opposite? Think again!

11 September 2013

Bibliografi

Menjadi seorang penulis merupakan cita-cita terpendam dari sejak masih corat-coret tembok dan buku-buku agenda usang sampai-sampai di panggil 'tukang kridit'. Mewujudkannya menjadi kenyataan juga merupakan cita-cita yang harus dan masih di perjuangkan. Bersyukur. Atas pencapaian yang telah di dapatkan. Tanpa menunggu lagi, silahkan lihat list buku yang sudah bisa kucantumkan nama sebagai penulis. Here there are...


10 September 2013

Clean Your Mirrors....

Cermin. Bukan cerita mini atau pun cerita miring.
Cermin. Dalam kehidupan sehari-hari, biasa disebut 'kaca'. Memang sih, bahan dasar dari sebuah cermin adalah sebuah kaca. Dilapisi lapisan lain lalu dibantu dengan pantulan cahaya menyebabkan kita bisa melihat bayangan diri kita lewat kaca tersebut. *menerangkan* *gaya profesor*

Sebagai seorang wanita, tidak heran lagi kalau dikamar atau di dompetnya ada sepotong kaca, baik ukuran JUMBO ataupun SUPER MINI. Yang penting bisa 'ngaca'. Hehe.. Begitupun gue, tentu saja gue punya kaca di dalam kamar yang biasa gue gunain saat merias diri. *kibas rambut*

Seminggu kemarin, saat gue melihat ke cermin, selalu terasa aneh. Wajah yang sudah gue olesi krim pelembab tak kunjung terlihat cerah. Atau, saat gue membersihkan wajah gue dengan pembersih wajah pun, tak tampak binar-binar seperti yang pernah gue lihat seusainya. Seketika itu juga, gue merasa ada yang tidak beres dengan kaca gue.

Gue colek permukaan cermin dengan ujung telunjuk dan tampak gumpalan kotoran menggunung diujung jari. Ouch! Ternyata cermin gue berdebu, kotor dan tidak sedap dipandang. Saat itu gue sadar kalau kesalahan bukan terletak pada wajah gue melainkan pada cermin gue. Langsung saja, gue raih tisu basah dari tas kemudian menyapu berpuluh-puluh bahkan ratusan debu yang menempel. Hasilnya, bening! Wajah gue terlihat cerah merona mempesona... *serasa iklan pencerah wajah gitu*

6 September 2013

Hi! I'm the beginner...

Bulan September akhirnya tiba juga. Untungnya saya tidak ketinggalan menyambut bulan September ini. Diawal September ini diwarnai dengan kembalinya aktivitas saya sebagai seorang mahasiswi. Oh ya! Kini saya tengah berada di tingkat 3 loh alias semester 5. Yeah! Berarti masih ada 3 Semester lagi yang harus dihabiskan, kalau bisa kurang dari segitu. :)

source

Nah, beberapa waktu belakangan ini, saya merasa seperti seorang pemula yang baru menjajaki hal yang baru. Baru pertama kalinya bawa -red: mengendarai- motor sendiri ke kantor. Otomatis, seruan 'Wiii' langsung terujar dari teman-teman kantor yang selama ini hanya tahu kalau saya diantar dan di jemput.

Lalu, diikuti dengan mengajukan diri sendiri pada sebuah acara besar di kampus yakni acara PKK. Dari sekian lama ikutan senat, baru kali itu mengajukan diri dan benar-benar pegang acara. Benar-benar baru. Sampai-sampai masih harus dibantu oleh teman sejawat yang lebih senior. 

Dilanjutkan dengan kali pertama membeli tiket kereta api, sendirian dan pergi ke kota orang nan jauh, juga sendirian. Benar-benar pemula. Masih tanya sana-sini. Masih bingung. Masih suka celingak-celinguk kalau bingung saat tak ada yang bisa ditanya. Tapi dari hal tersebut, saya pun belajar untuk mempraktekkan sebuah pepatah, 'Malu bertanya sesat dijalan'.

4 September 2013

Sepintas kata tentang Jogja...

dokumen pribadi

Jogja
Sebuah kota yang diagungkan karena kebudayaannya yang masih melekat kuat pada tiap-tiap sudutnya.

Jogja juga merupakan sebuah kota dimana modernisasi mulai menjamah.
Jogja. Sebuah kota yang tak jauh berbeda dengan kota-kota besar pada umumnya
Jogja. Menyisakan kenangan yg membawa para pelancongnya kembali rindu akan pesonanya
Jogja. Tunggu aku!
Kelak aku akan kembali lagi ke kota ini...
Pasti!

teng-tong-teng-tong
kleneng, kleneng, kleneng
priiiiiit...
doenggg


Menjelang keberangkatan kereta yg d iringi bebunyian khas yg hanya bisa d temui d stasiun kereta api.
Ya! Kereta api, bukan sekedar KRL biasa, pergi meninggalkan suasana khas kala perjalanan jauh.
Ini kali pertamaku menginjakkan kaki di bumi bernamakan Jogjakarta. Sebuah destinasi yg selama ini hanya ada d benak dan di bayangan. Aku menghela nafas lega saat papan nama stasiun Yogyakarta terpampang besar d sisi-sisi rel kereta. Lalu, aku keluar dari dalam ular berbaju besi dengan mengucap rasa syukur.

3 September 2013

1 September 2013

September C.E.R.I.A!!!

September ceriaaaaa... September ceriaaaaaaa, September ceriaaaaaaa.... *gaya Vina bukuPanduwinata* *ups*

Yeay!! Thanks God! I have spent more than a half year, and now.. We are going to September!! 
Yeay!!

borrow from this


Biasanya nih, kalau bulan-bulan sudah mulai berakhiran dengan "ber, ber, ber" *bukan maksud kedinginan yak!*, biasanya hawa-hawa akhir tahun, hawa-hawa liburan, sampai hawa-hawa THR tuh mulai terasa. Ya, terasa banget! Apalagi biasanya kalau sudah bulan 'ber, ber, ber', beneran 'ber-ber', maksudnya beneran kedinginan... Why? Karena, menurut buku pelajaran IPA waktu saya masih SD, musim penghujan harusnya dibulan-bulan begini. Tapi.... We wil see -lah...

Ada kesalahan di dalam gadget ini