31 Desember 2013

Thanks 2013...

Hello guys..
This is the last '31' in 2013, also the last day in 2013.
The first of all, I would like to say thank you for GOD, for his blessing, for the pain and for the sadness and happiness that I felt this year.

Because of this is the last day in 2013, of course, this is the last article in 2013 too.
I would like to say thank you for all of readers this blog.
I won't be in this step without all of you.

Let me make a review for this blog, for all of articles in this blog.

25 Desember 2013

White Christmas... I'm waiting for you...

I'm dreaming of a white Christmas...

Pernah bermimpi merayakan natal di negeri bersalju. Dipastikan sepenggalan lagu natal diatas pasti sesuai. Tapi ini di Indonesia, booo... Apanya yang putih?
Walau sama-sama masuk musim dingin, di Indonesia hanya ada Hujan. Jadi, bukan putihnya pohon natal atau tenggelamnya jalanan dengan tumpukan salju melainkan becek dan basah karena hujan.

Tahukah kalian? Kenapa hujan turun di akhir tahun bahkan disaat natal sekalipun. Padahal kita tahu benar, di dalam Alkitab ditulis bahwa Yesus tidak lahir di saat hujan turun.

Hei! Ayo ubah cara pandangmu. Bukan hujan air saja yang diturunkan, hujan berkatnya juga melimpah! :)

Merindukan natal yang putih? Hati dulu deh yang diputihin. Gue? Masih berusaha memutihkan hati dari radikal bebas diluar sana!

Tahun kemarin, gue membuat 50 kerajinan flanel yang tidak selesai dan memaksakan selesai untuk diberikan kepada semua orang yang gue temui saat natal tiba. Tahun ini pun gue akan melalukan hal yang sama. Membagi-bagikan sesuatu pada yang lain, apa yah? Lihat nanti deh..

Tetap akan ada harapan di natal kali ini. Berharap masih dapat merasakan natal tahun depan dan masih menghirup udara segar. Merayakan setiap peristiwa dengan penuh rasa syukur dan pastinya, semua karena penyertaan YANG MAHA KUASA.


Akhirnya...

Selamat hari Natal bagi sahabat yang merayakan..
Semoga kasih Natal meliputi dirimu, keluargamu dan sepanjang hidupmu..




Berkah dalem..



pic: google.com

22 Desember 2013

Happy, happy... Mom!

Ini bulan apa?
Bulan Desember 2013.
Bulan terakhir di tahun 2013.

Dibulan ini juga, lahir seorang malaikat yang sering saya panggil, Mama. Dibulan yang juga dirayakannya hari ibu. Khususnya hari ini. Dihari istimewa bagi seluruh Mama di dunia..



Happy bornday Mom...

Because of my bustle activity, I left your special day. But, I will pay it someday. Keep health, Be more patient, long live forever...

I love you Mom..

19 Desember 2013

Trolley of Life

Sore itu, sembari melahap potongan cilok, gue memperhatikan orang-orang yang lalu lalang.
Sekali waktu, ada yang menenteng beberapa buntel belanjaan, lainnya ada yang menggandeng anak-istrinya, sementara gue... menggandeng tas hitam butut kesayangan.

Banyaknya orang yang lewat tidaklah mengherankan. Maklum, gue berada di salah satu pusat perbelanjaan yang terSUBUR di Tangerang. Yang antri dikasirnya harus seSABAR menanti durian runtuh.

17 Desember 2013

At least, this is for you, LORD...

Menyenangkan saat menyadari suatu ketika seluruh anak-anak BIA dapat berkumpul bersama. Tidak hanya mereka, seluruh pembina pun menyatu bersama hanya untuk satu tujuan yang sama. Menyenangkan Tuhan.

Menyenangkan. Sebuah mimpi yang sempat tidak terlaksana ditahun-tahun sebelumnya. Akhirnya terwujud kemarin, tepatnya Minggu 15 Desember 2013. Menjadi suatu hari bersejarah bagi seluruh BIA di paroki HSPMTB, khususnya bagi saya sendiri. Sebagai 'otak' dari acara ini, saya juga mau tidak mau 'mengepalai' seluruh panitia itu sendiri.

Acara ini awalnya dijadwalkan pada bulan November 2013, karena ketersediaan tempat dan waktu, akhirnya acara ini diundur hingga bulan Desember 2013. Kecewa? Awalnya iya, tapi saat menyadari arti keterlambatan acara ini, sekarang saya hanya bisa tersenyum lega karenanya.

Bulan Desember, identik dengan natal, kelahiran Yesus, akhir tahun, cuaca dingin dan segala macam hal umum menyangkut bulan paling terakhir dan paling ditunggu ini. Dibulan ini juga biasanya, saya menyibukan diri dengan berbagai aktivitas dalam rangka menyambut natal. Kami menyebutnya pelayanan.

Tahun ini? Bukan persiapan natal yang dilakukan. Tidak lagi melatih anak-anak menari. Tidak juga menyiapkan hadiah-hadiah untuk adik-adik saat natal.

Sebuah acara yang besar, dipercayakan pada saya, setelah ditunda beberapa tahun. Sebuah acara bertemakan Festival, Bazzar dan Lomba Mewarnai. Acara yang 'complicated'. Acara yang melibatkan banyak tim. Acara juga yang banyak menelan tenaga, pikiran dan emosi.

10 Desember 2013

When I fall in love to the books...

"I want to ask! When do you start to read?" 

Berbekalkan pertanyaan Lintang saat presentasi Public Speaking tempo hari, tiba-tiba gue teringat-kan lagi bagaimana proses gue jatuh cinta banget dengan buku. Gue yang awalnya menganggap buku hanya sebagai pajangan di perpustakaan atau alat belajar yang akhirnya teronggok lusuh di laci buku gue, kini buku-buku yang gue koleksi memiliki tempat sendiri dan terpajang chiamik.
dok pribadi

Selain itu, sebagai seorang penulis pemula, gue yang kini sedang menjajaki diri dan meraba-raba berusaha menembus dunia kepenulisan, ingin berbagi saat-saat gue mulai jatuh cinta pada buku. Sejak kapan gue mulai menulis. Atau lebih tepatnya kapan gue mulai suka membaca? Tidak diragukan lagi bahwa semua penulis berawalkan dari pembaca. Semua pembaca bisa jadi penulis, kalau mau. Baca dan Dibaca. Sebagai pembaca, tentu saja kita juga inign berkontribusi, menyumbang karya biar bisa dibaca sama semua orang.

Nah, berikut gue jabarkan awal mula gue suka membaca dan awal mula gue suka menulis. Akan ditampiilin juga buku-buku yang menjadi awal pertama gue memutuskan untuk mencintai dunia buku dan tulis-menulis.

No need to wait, here we go...

1. Komik

Ini adalah buku pertama yang buat gue jatuh cinta akan kegiatan yang bernama 'MEMBACA'. Masih teringat jelas 3 eksemplar buku komik edisi jadul yang warna cover nya masih biru dan tidak berwarna. Gue dapat buku-buku ini dari sodara-sodara gue yang berkunjung saat gue di rawat inap. Tujuannya agar gue nggak boring saat harus berkutat dengan selang-selang dan jarum nan imut. *boong!*

Taraaa..

SOURCE

4 Desember 2013

Ayo, mana Senyumnya...

"Senyum... 1, 2, 3..."
Jepret!

Bagi para 'banci' kamera atau 'narsisers', tentu tidak asing lagi dengan kata-kata itu. Kita diajak senyum saat mau difoto. Ditambah gaya-gaya gokil yang kadang bukan hanya membuat kita tersenyum, mungkin tertawa.

Lalu, apakah senyum hanya dilakukan di depan kamera? Hanya dipertontonkan semata. Sementara di lain situasi, senyum tersebut susah sekali terutas dari ujung bibir. Bagaimana bisa terlihat bercahaya kalau senyum saja tidak mau atau sulit?

Sebagai seorang yang memiliki tingkat emosi yang cukup tinggi, saat hal kecil dapat membuat kita marah, tentu saja senyum menjadi barang mahal yang sulit untuk di dapat atau dilakukan. Kalau pun bisa senyum, pasti hanya saat-saat tertentu.

Padahal, dengan tersenyum, kita seperti mendapat lecutan aura positif di dalam diri. Walaupun senyum terpaksa, tapi dibalik senyum terpaksa tersebut kita dipaksa juga untuk berpikir positif dan tidak memusingkan otak dengan hal-hal negatif yang mungkin akan membuat kita marah atau sedih.

Menahan rasa amarah memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Apalagi bagi orang yang memiliki 'stok emosi'nya yang lebih dari 'cukup'. Kadang sebuah ucapan kecil saja bisa menjadi lecutan api dalam hati.

Tapi sadar atau tidak sadar, 'stok emosi' yang kita cipratkan ke orang lain, rupanya berimbas juga ke dalam diri.

1 Desember 2013

December is coming to town!!

Hello kalian semua pembaca setia MARI BERCERITA!!
Sudah bercerita apa saja kamu selama sebulan ini?
source

Yak! Bulan November sudah berlalu dan kita kini berada di bulan Desember. Berada di penghujung tahun 2013 juga. Berasa cepat tidak sih? Yeah.. Lama sih menurut gue, karena seperti kedekatan hari minggu dan hari senin, begitu juga kedekatan bulan Desember dengan bulan Januari.

Butuh 11 bulan lebih untuk sampai dibulan penuh sukacita ini dan hanya perlu 30 hari untuk menghabiskannya lalu menuju tahun yang baru. Cepat yah?

Okeh! Seperti biasa, edis pertama Mari Bercerita di awal bulan adalah me-review hasil-hasil liputan dan beberapa hal yang sudah diposting. Ada apa saja? Ada catatan perjalanan, ada juga liputan kegiatan dan lain sebagainya. Apakah kamu terlambat mengikuti perkembangan dari blog ini? Silahkan dilihat di kolom "arsip" disebelah kananmu ya.

Disini juga gue mau ajakin teman-teman sekalian untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan Menulis Marathon yang gue adain nih. Mau ikutan nggak? Silahkan klik gambar disamping sebelah kananmu atau disini.

Baiklah, kita mulai saja bulan Desember ini. Ada beberapa janji yang belum terealisasi di Oktober dan belum tersentuh juga di November. Mudah-mudahan (lagi) bisa terealisasi. Harus terealisasi malahan, agar tidak terlalu lama lewatnya. Istilahnya tuh cuci gudang, tapi ini cuci artikel. Hahaha..

25 November 2013

Kita MUDA, kita BISA!! #part2

Hidup pemuda!


Kamu merasa masih muda? Atau sudah berumur tapi punya jiwa pemuda? Hebat! Berikan tepuk tangan untuk kita semua... *prok prok*

Sebagai generasi muda, gue merasa sedikit berbangga belakangan ini. Bukan berarti sebelumnya gue tidak merasa bangga loh. Hanya kadar 'kebanggaan' gue semakin meningkat kadarnya. *obat kali pake kadar...*

Masih ingat akan para muda-mudi yang berhasil menyelenggarakan sebuah pelatihan tingkat paroki? Ya, para muda-mudi sekaligus pembina BIA HSPMTB telah berhasil melaksanakannya. Dan yang paling penting dicatat adalah kami yang muda tidak kalah hebat dengan mereka yang sudah PRO! *tepuk tangan lagi*

Nah, kali ini para muda-mudi HSPMTB diajak untuk mengikuti OMK Gathering pada tanggal 23 November 2013, hari Minggu  yang lalu, di Gandaria City bersama Cardinal Rylko dari Vatikan (Ketua Dewan Kepausan untuk Kerawam dan Kepemudaan Vatikan). Kegiatan ini tidak hanya melibatkan OMK dari Keuskupan Agung Jakarta melainkan mengajak 2 Keuskupan lain yakni Keuskupan Agung Bogor dan Keuskupan Agung Bandung. Tiga Keuskupan dan puluhan Paroki. Keren nggak tuh!

21 November 2013

Mau sampai kapan??

source
Ini masih soal perasaan.
Kata-kata yang masih terjebak dengan pengharapan masa lalu.
Pikiran-pikiran yang masih mengharapkan akan setitik sinyal.
Hati-hati yang masih menggantungkan impian.

Cukup sudah.
Terasa berat, memikirkan dan menahannya.
Sebuah hati yang takkan pernah tercapai.
Hanya mengikis ruang-ruang hati.

Saat mulai terobati.
Tertutupi dengan sedikit perhatian-perhatian.
Dari kumbang lain nan jauh di mata.
Berusaha mengembalikan hati-hati yang sempat tergantungkan.

Tidak bisa begini.
Lagi-lagi.
Pikiran-pikiran kembali tertarik di kutub lainnya.
Senyum-senyum kembali terutas disudut bibirnya.
Haruskah kembali?

16 November 2013

DAMAI itu ... KAMU!

Yeah! Damai itu KAMU!
source

Sebuah perdamaian dimulai dari diri kita sendiri. Kamu juga. Yang baca postingan ini dan seluruh dunia yang bersama-sama memijakan kaki di bumi yang sama.

Sudah-kah kamu menjadi pembawa damai bagi sekelilingmu?
Bermodalkan sebuah pertanyaan sederhana namun bermakna dalam. Perlu berhari-hari untuk membuktikan kebenaran dari jawaban atas pertanyaan tersebut.

Ini adalah tahun pertamaku ikut serta dalam program BANDUNG LAUTAN DAMAI. Di hari TOLERANSI se-DUNIA tanggal 16 November 2013. Bagaimana kita bisa menyebarkan info perdamaian ke seluruh dunia? Seorang diri, berdiri, membawa spanduk gede-gede? Itu mah, siap-siap saja ditangkap satpol PP dengan tuduhan 'merusak ketentraman masyarakat'.

Nah! Sebenarnya banyak sekali cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menciptakan damai itu, loh. Seperti kata-kata pertama gue diatas. Damai itu KAMU! Berawal dari diri sendiri. Tidak egois, tidak membawa aura-aura negatif. Kan jadinya mbah dukun kekurangan pasien dan beralih jadi pedanda atau pastur. Bagus kan tuh!

Setelah berdamai dengan diri sendiri, tentu berdamai dengan orang lain bukan lagi masalah dong.... Pasti itu. Bagaimana caranya? BERTOLERANSI-lah. Khususnya bagi kita yang hidup di lingkungan yang multi etnis, majemuk, jamak, plural, segalanyalah yang lebih dari 1. Kita hidup berdampingan loh, kawan. Dunia ini bukan cuma milik kita sendiri atau punya mereka yang sedang kasmaran dan yang lain ngontrak! Bukan pula tempat untuk menguras segala hal baik untuk disalurkan ke hal sebaliknya. Bukan itu guys!

12 November 2013

Doa TUHAN JADIKANLAH AKU PEMBAWA DAMAI...

Doa Santo Fransiskus dari Asisi:

Tuhan
JADIKANLAH AKU PEMBAWA DAMAI... (diulang)
Bila terjadi kebencian,
Bila terjadi penghinaan,
Bila terjadi perselisihan,
Bila terjadi kebimbangan,
Bila terjadi kesesatan,
Bila terjadi kesedihan,
Bila terjadi kegelapan,

Tuhan,
Semoga aku ingin menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai

Sebab,
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya,
AMIN.


(Doa mujarab untuk meredakan amarah dan menenangkan hati.)

11 November 2013

[Je-jeur]: Ancol!

Hai.. <3
Inilah edisi ke tiga dari rubrik Je-jeur di MARI BERCERITA.

Setelah beberapa saat tidak jalan-jalan, akhirnya saat HARPITNAS Idul Adha kemarin, gue, adik perempuan gue serta sahabat gue, memutuskan untuk berwisata. Entah ke negeri antah berantah atau pun negeri aladin.

Destinasi awal, gue memilih ke Bogor. Tapi sindrom 'galau' menjelang hari H tiba-tiba menggerayang sampai-sampai gue berniat bunuh diri mengundurkan diri dari dunia persilatan. *ciaattt*
Akhirnya tercetuslah kata sebuah tempat ANCOL! Mengingat gue butuh tempat untuk refreshing dan untuk teriak-teriak di laut kayak sinetron-sinetron atau k-drama.

Senin pagi, saat sebagian masyarakat ada yang masuk kerja, gue dengan bangganya berpergian. Libur chuy! *angkat kerah baju*
Berangkat sekitar jam 8-an, sampai di ancol jam 11-an. Dan matahari sudah hampir berada di atas kepala gue dan saat itu gue masih belum sadar kalau cuaca hari itu sangat HOT. PANAS. TERBAKAR.

Gue berjalan menyusuri tepian laut yang tinggi airnya hampir lebih tinggi dari tempat gue berpijak. Kebayang seandainya tuh tembok jebol, what will happen???
Masih disusuri, mencari spot 'pantai' yang berpasir. Namanya pantai, otomatis gue mencari pasir-pasir dan tepian pantai layaknya laut beneran toh? Tapi...
Nggak ada! Tembok! Batu-batuan gede! ONLY THAT!

9 November 2013

Makan-makan... Rame-rame...

Makan. Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak butuh makan? Semua orang, dari kalangan elit hingga yang terbawah sekalipun pasti butuh makan.
nih jejajanan disono.. Sonoh mana? Liat nanti ya!

Beberapa waktu sekarang ini, lebih tepatnya beberapa minggu kebelakang, banyak banget acara rame-rame yang terjadi. Diwaktu yang tidak terduga. Tidak terprediksi juga. Persis kayak kemenangan Indonesia atas Korea Selatan tempo hari. Menegangkan namun menyenangkan. *nggak nyambung*

Begitu pun acara makan-makan yang belakangan ini terjadi. Dari acara makan-makan yang diusung atas lahirnya seseorang atawa Hari Burung (birdday) alias Hari lahir (birthday), hingga ke acara makan-makan yang akhirnya hanya bayar masing-masing.

Sebenarnya, mau makan sendiri, berdua atau pun reramean, intinya tetap makan. Menyantap makanan yang dipesan, ngobrol dan pulang. Sudah.

Dibalik 'biasanya' acara makan-makan, ternyata terselip nilai-nilai kebersamaan. Makan dengan teman-teman kampus misalnya, selain berbagi cerita tentang masalah kampus, masalah pribadi ataupun jika tidak ada masalah yang diceritakan, dibuat-buat sendiri deh tuh masalahnya. Hahaha.
apa nih? AYO TEBAK!

Gue pernah posting, setiap orang punya kriteria makanan enak masing-masing. Tidak masalah makanan apa yang dimakan asalkan yang memakan makanan tersebut suka dan tidak punya masalah pencernaan.

7 November 2013

Thankful It's NOVEMBER

Selamat pagi menjelang siang! Selamat datang di bulan yang baru! Selamat datang NOVEMBER!
source
Anyway, sorry for late posting.

Tidak terasa, penghujung bulan Oktober telah terlewati dan hari ini tepat tanggal 7 November artinya kita sudah semakin dekat dengan akhir tahun. Hanya tinggal menghitung hari sebelum masuk ke tanggal 1 Januari 2014.

Oh ya. Dalam menyambut tahun baru 2014 nanti, gue telah mengajak teman-teman semua untuk ikutan  'Challenge'. Sudah ikutan belum?? Hayooo..
Yuk, daripada duduk diam dan hanya menunggu waktu tanpa melakukan apapun, ikutan aja yuk!

Okeh! Seperti biasa. Diawal bulan, gue akan merangkum beberapa hal yang telah gue posting dan diberitakan dibulan Oktober kemarin. Sedihnya, bulan Oktober kemarin terjadi paceklik hebat. Tulisan di bulan tersebut pun tidak sampai tembus angka 10. Jangankan 10, 5 saja tidak tembus. Tidak tembus karena pakai yang 'Night Protection' sih... *berasa iklan pembalut*

25 Oktober 2013

Saya melirikan mata, mencuri pandang. Mencari sosokmu.
Aku tahu, aku penasaran.

Aku mengikuti saranmu seolah hanya kau penasehat terbaik di dunia.
Aku tahu bahwa aku menghormatimu.

Aku membiarkanmu salah tingkah, menghampiriku. Bahkan di depan teman-temanku.
Aku tahu aku menerimamu di segala situasi.

Aku cemberut sepanjang hari, menantikan pesan singkat atau pesan instan darimu, menantikan kabar yang tak kunjung datang.
Aku tahu aku merindukanmu.

Aku menulis tentangmu di dalam blog bahkan di dalam hati.
Aku tahu aku memikirkanmu.

Dan dari semua tingkah aneh serta konyolku,
aku tahu aku mencintaimu.

24 Oktober 2013

Aku mungkin akan melakukukan hal bodoh itu lagi dan aku mungkin akan menyesalinya lagi nanti. Tapi menyesal karena tidak pernah tahu jawaban dan tidak melakukannya ternyata lebih menyesakkan daripada mengungkapkannya. Jadi, aku lebih memilih mengungkapkannya, penyesalannya diurus nanti. Aku hanya perlu ruang untuk bergalau ria setelahnya. Dan berharap kali ini tidak memburuk.

17 Oktober 2013

UnForgettable Gathering..

STBA GATHERING 2013
Gue pernah menyesali diri saat pertama kali mengikuti gathering di kampus. Biasa disebut Gathering STBA. Dengan sejuta alasan itu pula, gue memilih meninggalkan acara gathering di tengah acara. Dan dengan santainya gue nyeletuk, 'acaranya garing, bosan, dan teman-temannya', lalu tanpa sadar bahwa ketua acaranya berada persis di sebelah gue. *damn!*

Setahun kemudian. Dengan peserta lebih sedikit dan sekaligus acara pelantikan gue sebagai anggota Senat STBA pun, berhasil meletupkan sedikit rasa kecintaan pada acara ini. Naluri gue mengatakan bahwa acara ini sebenarnya bisa lebih meriah daripada yang pernah dibayangkan.

Lalu tahun ini. Demi membuktikan naluri gue tersebut, dengan sukarela gue mengajukan diri sebagai panitia acara. Dan dengan pengalaman gue yang sedikit di organisasi ini, gue sempat kelimpungan dalam menanganinya. Namun berkat tim acara yang solid, gue akhirnya bisa menenangkan diri dan kembali percaya diri untuk meneruskan acara yang hanya tinggal 2 hari sebelum pelaksanaan.

Segala macam hal telah disiapkan. Dibantu oleh teman-teman yang mempunyai waktu senggang lebih banyak. Lalu, jerih payah dan tunggang-langgang yang gue serta rekan-rekan alami, seakan terbayar lunas saat pelaksanaan gathering berjalan dengan lancar. Peserta gathering, walau tidak mencapai target, paling tidak pasti melebihi apa yang pernah di ekspektasikan.

Gathering kali ini ada dua macam kontes. Gue diingatkan kembali oleh Lintang bahwa gathering ini sifatnya kebersamaan. Temanya juga sudah kebersamaan, "UNITY in TOGETHERNESS", tuh kurang kebersamaan apa lagi coba. Jadi, dengan tegas dan tekad bulat gue tolak beberapa usulan dari beberapa teman.

15 Oktober 2013

31 days full of article...

Hello! Wow! It's wonderful that we were close to the end of year! This is OCTOBER. In the middle of month, for a new spirit, a new soul and... of course, a new challenge!! I have new challenge now!

Another month ago, I have written that I wanted to make 30 poems in 30 days. But, I have failed! I can't consistent with my own schedule and I want to try it one more time. Yes! This is the time...

Now, Do you want to know, What is the challenge? The challenge is..

31 days FULL of Article...

11 Oktober 2013

Hello, Love...

Hello Love..
source
Aku yg tak pernah bosan mengingat masa-masa qt msh cupu, malu-malu hingga malu-maluin
(pernah gak ya?)

Hello Love,
Sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku menulis dan hampir semua terinspirasi dari kamu.
And it have been published into one book..

Hello Love,
Sudah berapa minggu aku melemparkan diri ke golongan 'umat sisa' di penghujung hari minggu.
And make me like an awkward people..

Hello Love,
Entah berapa juta kali aku berharap ada keajaiban terjadi lalu kamu menyapaku lewat pesan instan di salah satu akun sosialku.
But it never happen!

Hello Love,
Sudah berapa dalam aku mengukir namamu di dalam hati bahkan hampir membuatnya seperti kata kunci berharap bisa terbuka karenanya.
And I do it on many media.. is it strange?

Hello Love,
Aku ingin menyapamu, "apa kabar", bertanya "sudah makan?" dan pertanyaan nggak penting lainnya, berharap dibalas sesantai dulu..
Just my hope...

10 Oktober 2013

Yang Beruntung di "200 - Give Away!"

Hai, hai! Kamu semua yang sudah mengikuti Give Away ini. Mungkin inilah postingan yang kamu tunggu-tunggu. Pengumuman Yang Beruntung di 200-Give Away. Sesuai peraturan yang sudah saya berikan sebelumnya, maka semua yang masuk ke dalam daftar yang beruntung ini sudah melaksanakan apa yang sudah diinstruksikan.

Warung Blogger
Sebelum kita sampai pada acara puncak, *berasa acara Miss World*, saya ingin mengucapkan terima kasih pada Teman-teman yang telah mempromosikan acara ini. Khususnya untuk Warung Blogger yang sudah secara khusus mempromosikan serta menyebarkan acara ini. Terima kasih. Saya terharu dengan Admin Kece yang rajin me-retweet dan memfavoritkan kicauan saya. Kemudian para peserta Give Away yang sukarela meluangkan waktunya membaca dan mengirimkan komentar.

Semoga, semua komentar dan kebiasaan membaca teman-teman tidak hanya terpaku karena Give Away ini yah. Komentar dan masukkan dari kawan-kawan pembaca sekalian sangatlah membantuku untuk terus berkarya.

Aaah, jadi kebanyakan pidato! Marilah, kita masuk ke acara puncaknya. Berikut ini adalah para kalian yang BERUNTUNG mendapatkan souvenir dari Mari Bercerita. Selamat!

7 Oktober 2013

I KNOW, I ...

I glanced my eyes, stared at you. Searched for yourself.
I know that I am wondering of you...

I followed your suggestion, you act as the best advisory in the world.
And I know that I respected you...

I let you to be embarrased, closed to me. Even in front all of my friend.
I know that I accepted you in every situation...

I wrote everything about you in this blog even on my heart.
I know that I thinking of you...

I am in bad mood all long day, waiting for your message, waiting for the news that never came.
I know that I missed you..

And every crazy things I do, I know that...
I love you..

source


I knew I love you before I met you... -Savage Garden-

3 Oktober 2013

Take, Leave and Responsible !

Gue akui bahwa gue sudah kelewatan batas.
source

Gue yakin, begitu lo baca penggalan kalimat diatas, pasti lo akan mikir yang macem-macem. Yang pastinya, something bad that I have done!
Makanya, jangan negative thinking dulu donk...

Gue pikir, gue sudah melewati batas. Melewati batas kemampuan gue. Melewati batas kebiasaan gue. Melewati apa yang sudah pernah gue batasi. Dan sekarang gue terabas terus itu batas. Batas apa sih?

Sebagai seorang mahasiswi aktif, seorang pengajar guru sekolah minggu aktif, seorang pengurus perpustakaan aktif, seorang anggota koor aktif, seorang anggota senat aktif dan seorang karyawan aktif, kegiatan gue beberapa bulan ini bejubel!

Anehnya, disamping kesibukan gue yang bikin mumet, gue senang. Kenapa? Karena teman-teman gue yang mendukung. Keluarga gue pun tidak berkeberatan asalkan tidak mengganggu. Akhirnya, lecutan-lecutan semangat dari mereka pun menjadi letupan semangat buat gue.

Sayangnya, terkadang kita harus memilih apa yang harus diutamakan. Saat pelajaran Character Building, gue belajar 'PUT FIRST, THING FIRST'. Intinya, prioritas. Mana yang lebih diutamakan.

1 Oktober 2013

Hello, we met again. October!

source

Senang rasanya sudah akhir bulan lagi. Awal bulan lagi. Hawa-hawa liburan semakin terasa. Makin dekat makin kepingin jalan-jalan. Yeay!

Gue mengutip kata-kata teman facebook gue (lupa nama) yang bilang,
"September itu memang cuma 30 hari, cuma tidak ada tanggal merah ditengah-tengahnya. Dan nggak kerasa, besok sudah tanggal 30 aja! Cepet banget!"

Yey! Bener banget kata-kata temen gue itu. Nggak berasa kita sudah berada dipenghujung bulan dan memasuki bulan yang baru. Seperti biasa, Mari Bercerita akan merangkum kejadian dan peristiwa selama satu bulan penuh kebelakang. *gaya reporter tipi*

Ada cerita colongan, alias cercol tentang rasanya mengalami suasana 'wanted' dan memajang foto dimana-mana. Lalu ada liputan dari hasil ospek dibulan Agustus kemarin, diikuti berbagai artikel inspirasi yang dikutip dari kehidupan sehari-hari. Dari membersihkan kaca sampai awal-awal belajar mengendarai motor di jalan raya pertama kali. Benar-benar pemula nih gue! Oh, ya! Di bulan September kemarin juga, ada Give away berhadiah Boneka kerajinan flanel hasil buatan gue sendiri loh. Siapa yang sudah ikutan? Ngacung! Hehehe..

27 September 2013

Unpredictable Girls, I called it Friendship..

source

Sebenarnya awal dari kegiatan ini ialah untuk melakukan riset langsung sebagai informasi tambahan yang akan dimasukkan dalam presentasi Public Speaking nanti. Janjiannya sudah dibuat dari hari Senin yang lalu hanya saja penyakit lupa menghinggap dikepala masing-masing. Begitu kelas bubar tujuan utama adalah PULANG. haha..

Untungnya, dihari ketiga, gue, Lisbet dan Christin berada pada satu kelas. Satu mata kuliah. Satu nusa. Satu bangsa. MERDEKA!!! *ups* *abaikan*

Sepulang dari kampus, gue nebeng Lisbet yang motornya diparkir di ujung parkiran nan super jauh. Sementara Christin memutuskan untuk tidak ikutan pergi. Alasan klasik, nggak biasa main malam. *main congklak, main ular tangga* *tsahh..*

Gue duduk dikursi penumpang motor Lisbet lalu melewati perumahan abadi alias areal kuburan Tanah Gocap. Suasana sepi kuburan menyebabkan Bebet -panggilan Lisbet- sampai berkata 'takut' lewat areal tersebut. Dan gue, dengan santainya menjawab, 'lu baru lewat kali ini aja udah takut, lah gue tiap hari lewat. Biasa aja tuh'. *kibas rambut* *dicolek kuntilanak* *kabuurr*

Lalu dilanjutkan dumelannya soal di Itin -panggilan Christin- yang tidak mau ikut ekspedisi kali ini. Akhirnya, gue dan Bebet melewati areal kuburan dan melaju menuju kawasan Pasar Lama Tangerang. Tiba-tiba, swiingg... Itin datang tiba-tiba tanpa dijemput dan diantar. Bukan... bukan jelangkung! Itu karena dia bawa motor sendiri. Nethink aja niiih... Hahaha..

Back to Pasar... Namanya juga pasar, biarpun sudah malam, kehidupan di dalamnya tetap ada. Buktinya, masih banyak pedagang kaki lima bertebaran disisi kiri-kanan jalanan.

Begitu masuk area pasar lama, Bebet mengendarai motor beat pink miliknya perlahan. Mencari sosok 'anak jalanan' yang akan diwawancarai olehnya. Sayangnya, sampai ujung jalan pasar lama, sosok tersebut tidak juga ketemu. Sampai Itin berhenti di depan kita dan menunjuk seorang anak yang minta-minta.

Dengan pede-nya, gue manggil tuh anak. Dan lagi, dengan penuh kepercayaan diri gue mengutarakan maksud gue dan teman-teman gue memanggil anak tersebut. Setelah wawancara selesai, gue bilang ke Itin dan Bebet,

"Kayak di film-film ya. Kita lakuin riset sendiri, wawancara sendiri, rekam video sendiri nanti di presentasiin sendiri,"

23 September 2013

Tuliskan ceritamu...

source

Setiap orang punya cerita, punya kisah, punya sesuatu yang bisa dibagi. Dari sekian miliar orang yang ada di dunia, hanya beberapa orang yang bisa menuliskan cerita-cerita mereka. Bagi mereka yang bisa bercerita atau menceritakan sesuatu tentu saja memiliki cara penyampaian yang berbeda.

Ada yang menceritakannya dengan menuliskan sebuah buku. Dari buku tersebut mereka berharap orang-orang dapat terinspirasi. Misalkan buku-buku bergenre motivasi. Si pengarang berharap si pembaca dapat terinspirasi dan mendapatkan motivasi setelah membacanya. Ada juga buku-buku yang ditulis hanya berdasarkan kesukaan atau sekedar hobi. Mereka menyalurkan hobi mereka dengan menuliskan di buku diary atau blog seperti sekarang ini.

Beralih pada artikel ini. Entah sejak kapan gue suka menulis, lebih spesifiknya di berbagai bidang yang ditulisi. Gue selalu bilang kalau kecintaan gue akan tulisan berasal dari kebiasaan gue yang suka corat-coret dinding kamar hingga seisi rumah gue. Kebiasaan jelek gue itu terhenti saat nyokap mengatakan bahwa rumah yang penuh coretan sudah mirip seperti penjara. Hiii..

Naluri kepolosan gue pun tersentuh. Gue beralih menulis pada buku-buku kosong bergambar yang saat gue masih kecil itu sangat populer. Diary! Anak-anak jaman sekarang mana ada tuh tulis biodata di Diary orang lain terus diujung halaman di lipat-lipat kemudian ditulisi tulisan rahasia yang buat pemiliknya penasaran. Padahal begitu dibuka kadang isinya sangat tidak menyenangkan, 'Cieee, penasaran ya?' atau 'Luisa love xxx'. Gaya khas anak kecil banget!

Era moderenisasi seperti sekarang, posisi diary seperti itu sudah tidak lagi populer. Tapi jujur saja, gue masih suka beli loh buku-buku diary yang unyu-unyu seperti gue inih.. *ditimpukin warga se er-te*.
Beralihlah kita ke... BLOG!

21 September 2013

OSPEK !!

pembukaan pkk
Ospek! Bagi para calon mahasiswa baru, ospek seperti sudah menjadi tradisi turun temurun yang tidak boleh terlepas. Sistem ini bukan hanya ada di bangku perkuliahan, anak-anak SMA-SMP pun melakukannya, hanya namanya saja lebih halus. MOS -masa orientasi sekolah. Tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk memperkenalkan dunia baru bagi para siswa yang telah lulus dari SD ke SMP atau SMP ke SMA.

Sebagai siswa yang pernah mengalami masa-masa MOS - OSPEK, pastinya masa tersebut bisa disebut masa balas dendam. Ya. Jujur, setelah dua kali merasakan -bullying- dari para kakak kelas, otomatis saya merasa trauma akan masa orientasi - masa bullying.

Saat masuk perkuliahan, sistem tersebut tentu ada. Dikampus tempat saya mendaftar, proses ospek lebih dikenal dengan nama PKK - Perkenalan Kehidupan Kampus. Untungnya, saat saya mendaftar, status saya sudah berubah menjadi seorang karyawan swasta sehingga bisa beralasan untuk hanya mengikuti proses ospek setengah jalan. Walaupun pada akhirnya saya tetap harus mengikutinya dari awal di hari terakhir ospek.

20 September 2013

Like a "WANTED" ...

Apa rasanya mempromosikan diri sendiri?
picture

Berbekal pertanyaan tersebut gue pernah bermimpi memajang foto gue di sebuah kertas lalu menempelkannya diseluruh sudut sekolah. Dulu... Jaman masih pakai seragam putih biru atau abu-abu saat pemilihan ketua OSIS. Sayangnya semua memang hanya mimpi. Gue memang terlibat dalam OSIS namun tidak sebagai ketua atau posisi paling tinggi.

Sekarang, pernah terlintas memajang foto gue disebuah helaian kain bernamakan 'umbul-umbul' lalu senyum pepsodent sambil diikuti kata-kata membujuk. 'Indonesia sejahtera!' atau slogan salah satu partai 'Lanjutkan!'. Untungnya pikiran itu hanya terlintas tidak pernah terwujudkan.. *amit-amit* *jampi-jampi*

Lalu, pernah terbayang untuk menaruh wajah gue disebuah majalah Gereja dan tersenyum pepsodent dengan 'title' Ketua Blablabla.. Untunglah, lagi-lagi hal tersebut hanyalah bayangan.

Nah, saat nama gue disebut sebagai calon ketua Senat STBA, gue langsung membayangkan bagaimana wajah gue dipajang disepanjang koridor lantai 3 lalu dipelototi oleh mahasiswa seantero gedung D. Saat itu gue berpikir, semua hanya pikiran, hanya bayangan bahkan hanya sebuah lintasan di dalam kepala. Sayangnya, saat gue berpikir seperti itu, hal sebaliknya justru terjadi.

Gue memajang foto gue bersama sang wakil lalu dibantu Mami untuk menempelkannya disepanjang koridor. Bahkan sebuah spot dimana gue bisa berkuasa seenaknya (read: BOS), juga terjajah dengan poster-poster tersebut.

Gue yakin dan sadar diri saat menempelkan poster-poster tersebut di depan pintu, di dalam mading, bahkan di depan ruang senat. Gue melek, tidak tidur, tidak bermimpi ataupun sekedar membayangkan. Seketika kemudian, gue berteriak histeris.

"AAAAAAAAA... I DON'T BELIEVE IT. I'VE BEEN PUBLISHED MY FACE EVERYWHERE, IN EVERYDOOR AND EVERY PLACE. MAKE ME GOT 'WANTED'. LIKE A CRIMINAL!"

19 September 2013

200 - Give Away...!!!

Yeay! Setelah beberapa tahun menjalani blog ini, akhirnya tibalah diangka ini! Inilah postingan ke 200 dari Mari Bercerita

Sudah hampir 200 lebih cerita-cerita yang dibagikan kepada teman-teman. Membiarkannya mengalir. Terbang menuju langit. Yeay!

Cerita-cerita yang disuguhkan ada yang berdasarkan pengalaman pribadi, artikel liputan, tugas-tugas kampus yang diangkat, event-event sampai curhat. Bumbu-bumbu galau pun disebarkan. Menebarkan kegalauan. Hehe. Sudah keluar juga beberapa 'quote' yang diciptakan. Kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi juga sih.

Sebagai ucapan terima kasih atas kesetiaan teman-teman pembaca, aku mau bagi-bagi hadiah nih. Betul, kamu tidak salah baca. HADIAH!! Sebuah hadiah yang dibuat dengan tangan sendiri. Apa hadiahnya? Ini dia...!!

Sebuah kerajinan tangan dari FLANEL dengan bentuk SESUKA KAMU! Ya! Gambar diatas hanya contohnya, tapi kamu boleh menentukan bentuk lain sesuai keinginanmu. Tentunya kalau kamu menang BERUNTUNG. Aku pasti akan usahakan bisa membuatnya. Lihat tingkat kesulitannya juga ya...


18 September 2013

Servicing, not Winning..

Melayani bukan dilayani, Melayani bukan untuk kompetisi...

Tahun 2013 tampaknya seperti sebuah tahun yang penuh dengan tantangan. Baik dari dalam diri sendiri maupun dari pihak luar. Terutama setelah hampir 1 tahun menjadi anggota Senat STBA, saya pun mulai merasakan bagaimana rasanya berorganisasi diluar yang pernah kita pikirkan.
source

Semalam, setelah terjadi perdebatan sengit di dunia persilatan *ciaaat*, sepulangnya gue seakan ditegur dengan kata-kata gue sendiri. Semalam, ah tidak, persisnya malam sebelumnya, gue menerima whatsapp dari seseorang yang selama ini selalu gembar-gembor, ngotot dan bersemangat mendukung gue.

Panggil namanya Mami *eaaa*. Mami awalnya bertanya-tanya bagaimana dengan kepemimpinannya saat PKK/Ospek kemarin. Lalu dengan gayanya yang cepat berubah, ia kemudian menyuruh gue melupakan pertanyaan barusan dan ganti dengan pertanyaan lainnya yang awalnya buat gue ketawa meringis.

Ia meminta pendapat gue mengenai pencalonan dirinya pada pemilihan Ketua Senat STBA berikutnya. FYI, saat itu sudah diputuskan hanya ada 2 calon ketua senat yakni gue dan Anti -yang awalnya menolak lalu menerimanya lagi-.

Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue hanya menanggapi pertanyaan Mami seperti biasanya. Hanya tertawa dan tidak begitu memusingkan. Lalu keinginannya tersebut ternyata dibawa ke dalam forum rapat dadakan diputuskanlah Mami boleh maju juga sebagai Ketua Senat STBA.

Saat itu, gue hanya sebagai pendengar. Mendengar pendapat Lintang, Sukandi dan teman-teman lain yang menolak dan mendukung. Entah mengapa gue merasa ada ketidakadilan dalam hal tersebut. Maka gue pun ikut menolak keputusan Mami. Mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu kepada gue sehingga Mami tetap maju terus sebagai calon Ketua Senat STBA.

Jujur, gue emosi. Tidak menerima. Merasa tidak adil. Tidak setuju. Bahkan hampir ingin marah pada orang-orang. Namun, berbekal pengalaman organisasi, gue akhirnya menyetujui keputusan tersebut. Inilah organisasi. Inilah yang dinamakan musyawarah.

13 September 2013

MR. Rajesh (my Public Speaking lecture) said that people will see our self based on our appearance. 1st appearance is 1st impression. So, could you get good impression or the opposite? Think again!

11 September 2013

Bibliografi

Menjadi seorang penulis merupakan cita-cita terpendam dari sejak masih corat-coret tembok dan buku-buku agenda usang sampai-sampai di panggil 'tukang kridit'. Mewujudkannya menjadi kenyataan juga merupakan cita-cita yang harus dan masih di perjuangkan. Bersyukur. Atas pencapaian yang telah di dapatkan. Tanpa menunggu lagi, silahkan lihat list buku yang sudah bisa kucantumkan nama sebagai penulis. Here there are...


10 September 2013

Clean Your Mirrors....

Cermin. Bukan cerita mini atau pun cerita miring.
Cermin. Dalam kehidupan sehari-hari, biasa disebut 'kaca'. Memang sih, bahan dasar dari sebuah cermin adalah sebuah kaca. Dilapisi lapisan lain lalu dibantu dengan pantulan cahaya menyebabkan kita bisa melihat bayangan diri kita lewat kaca tersebut. *menerangkan* *gaya profesor*

Sebagai seorang wanita, tidak heran lagi kalau dikamar atau di dompetnya ada sepotong kaca, baik ukuran JUMBO ataupun SUPER MINI. Yang penting bisa 'ngaca'. Hehe.. Begitupun gue, tentu saja gue punya kaca di dalam kamar yang biasa gue gunain saat merias diri. *kibas rambut*

Seminggu kemarin, saat gue melihat ke cermin, selalu terasa aneh. Wajah yang sudah gue olesi krim pelembab tak kunjung terlihat cerah. Atau, saat gue membersihkan wajah gue dengan pembersih wajah pun, tak tampak binar-binar seperti yang pernah gue lihat seusainya. Seketika itu juga, gue merasa ada yang tidak beres dengan kaca gue.

Gue colek permukaan cermin dengan ujung telunjuk dan tampak gumpalan kotoran menggunung diujung jari. Ouch! Ternyata cermin gue berdebu, kotor dan tidak sedap dipandang. Saat itu gue sadar kalau kesalahan bukan terletak pada wajah gue melainkan pada cermin gue. Langsung saja, gue raih tisu basah dari tas kemudian menyapu berpuluh-puluh bahkan ratusan debu yang menempel. Hasilnya, bening! Wajah gue terlihat cerah merona mempesona... *serasa iklan pencerah wajah gitu*

6 September 2013

Hi! I'm the beginner...

Bulan September akhirnya tiba juga. Untungnya saya tidak ketinggalan menyambut bulan September ini. Diawal September ini diwarnai dengan kembalinya aktivitas saya sebagai seorang mahasiswi. Oh ya! Kini saya tengah berada di tingkat 3 loh alias semester 5. Yeah! Berarti masih ada 3 Semester lagi yang harus dihabiskan, kalau bisa kurang dari segitu. :)

source

Nah, beberapa waktu belakangan ini, saya merasa seperti seorang pemula yang baru menjajaki hal yang baru. Baru pertama kalinya bawa -red: mengendarai- motor sendiri ke kantor. Otomatis, seruan 'Wiii' langsung terujar dari teman-teman kantor yang selama ini hanya tahu kalau saya diantar dan di jemput.

Lalu, diikuti dengan mengajukan diri sendiri pada sebuah acara besar di kampus yakni acara PKK. Dari sekian lama ikutan senat, baru kali itu mengajukan diri dan benar-benar pegang acara. Benar-benar baru. Sampai-sampai masih harus dibantu oleh teman sejawat yang lebih senior. 

Dilanjutkan dengan kali pertama membeli tiket kereta api, sendirian dan pergi ke kota orang nan jauh, juga sendirian. Benar-benar pemula. Masih tanya sana-sini. Masih bingung. Masih suka celingak-celinguk kalau bingung saat tak ada yang bisa ditanya. Tapi dari hal tersebut, saya pun belajar untuk mempraktekkan sebuah pepatah, 'Malu bertanya sesat dijalan'.

4 September 2013

Sepintas kata tentang Jogja...

dokumen pribadi

Jogja
Sebuah kota yang diagungkan karena kebudayaannya yang masih melekat kuat pada tiap-tiap sudutnya.

Jogja juga merupakan sebuah kota dimana modernisasi mulai menjamah.
Jogja. Sebuah kota yang tak jauh berbeda dengan kota-kota besar pada umumnya
Jogja. Menyisakan kenangan yg membawa para pelancongnya kembali rindu akan pesonanya
Jogja. Tunggu aku!
Kelak aku akan kembali lagi ke kota ini...
Pasti!

teng-tong-teng-tong
kleneng, kleneng, kleneng
priiiiiit...
doenggg


Menjelang keberangkatan kereta yg d iringi bebunyian khas yg hanya bisa d temui d stasiun kereta api.
Ya! Kereta api, bukan sekedar KRL biasa, pergi meninggalkan suasana khas kala perjalanan jauh.
Ini kali pertamaku menginjakkan kaki di bumi bernamakan Jogjakarta. Sebuah destinasi yg selama ini hanya ada d benak dan di bayangan. Aku menghela nafas lega saat papan nama stasiun Yogyakarta terpampang besar d sisi-sisi rel kereta. Lalu, aku keluar dari dalam ular berbaju besi dengan mengucap rasa syukur.

3 September 2013

1 September 2013

September C.E.R.I.A!!!

September ceriaaaaa... September ceriaaaaaaa, September ceriaaaaaaa.... *gaya Vina bukuPanduwinata* *ups*

Yeay!! Thanks God! I have spent more than a half year, and now.. We are going to September!! 
Yeay!!

borrow from this


Biasanya nih, kalau bulan-bulan sudah mulai berakhiran dengan "ber, ber, ber" *bukan maksud kedinginan yak!*, biasanya hawa-hawa akhir tahun, hawa-hawa liburan, sampai hawa-hawa THR tuh mulai terasa. Ya, terasa banget! Apalagi biasanya kalau sudah bulan 'ber, ber, ber', beneran 'ber-ber', maksudnya beneran kedinginan... Why? Karena, menurut buku pelajaran IPA waktu saya masih SD, musim penghujan harusnya dibulan-bulan begini. Tapi.... We wil see -lah...

30 Agustus 2013

Proyek Menulis "Kasih Tuhan Dalam Hidupku"

Salam Damai Kristus!

Teman-teman terkasih,
Pernahkah teman-teman berada dalam kesulitan dan ketika teman-teman berdoa, permasalahan itu dapat terselesaikan?
Pernahkah teman-teman menginginkan sesuatu kemudian mendapatkannya?
Pernahkah teman-teman merasakan tangan Tuhan sedang menggenggam tanganmu ketika kau gelisah?
Pernahkah teman-teman merasakan kasih-Nya?

Saya percaya teman-teman pasti pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup teman-teman. Namun apalah arti kasih Tuhan jika hanya kita nikmati sendiri? Maka dari itu, saya, Luiza, bekerja sama dengan team "Proyek Kasih" mengajak teman-teman untuk membagikan kisah pengalaman spiritual yang pernah teman-teman alami melalui sebuah tulisan. Ya! Hanya lewat tulisan. Mari kita sebarkan kasihNya, perbuatanNya dan firmanNya agar semakin banyak orang yang percaya kepadaNya.

source

Kirimkan kisahmu dengan ketentuan sebagai berikut:

Syarat Kolaborator:
KAMU! Ya, kamu dan siapa saja asalkan WNI, kamu boleh berkontribusi dalam proyek kasih ini. Usia? Jenis Kelamin? Ras? Lokasi? NO NEED! Ada kemauan, ada jalan. :)
Tiap kolaborator boleh mengirimkan kisah maksimal 2 (dua) kisah.

29 Agustus 2013

Kata keramat tentang 'Langit'!

Sebenarnya tidak semuanya berhubungan dengan 'Langit', hanya mereka-mereka yang membekas dihati terlalu mirip dan dekat dengan benda-benda yang ada di angkasa.

source

Semalam lalu, saya dan dua orang teman sekampus memilih makan malam disalah satu resto  rumah makan yang terkenal dibilangan Pasar Lama. Tidak perlu menyebut merek karena kata Ko Gocang, saya tidak dibayar untuk menyebut nama merek (promosi), Sebuah rumah makan sederhana yang rupanya masih saja ruame walau sudah malam sekalipun. Saya pun sampai harus waiting list untuk dapat satu meja.

Semua berawal dari celetukkan saya saat Grace memberikan sebuah komik pada Febri.
"Semua cerita di komik itu terlalu manis, akhirnya terlalu manis. Berbanding terbalik dengan dunia nyata, jadinya malah miris."

Pembicaraan malah bersambung ke pengalaman masa lalu percintaan masing-masing. Curhat colongan pun terjadi. *wink* *kebiasaan ibu-ibu*

Saya suka segala hal yang berbau-bau langit sejak masih SD saat F4 sedang populer dan saya ngefans dengan Jerry Yan. Layaknya anak bocah jaman dulu, dimana internet masih tergolong barang 'mahal', jadi beli kartu mainan yang isinya profil dari sang idola. Jerry Yan! Di dalam kartu ditulis bahwa warna kesukaan Doi adalah warna 'Biru Langit'!

28 Agustus 2013

Sahabat...

source


Mereka yang bisa mengerti bahasa isyarat darimu hanya dengan lirikan mata atau kode sandi 'arah jam 4' atau dengan dehaman.

Bisa memarahimu tanpa harus berbasa basi yang tidak perlu.

Bisa berdebat akan sesuatu yang tidak penting dan tidak pernah-pernah berdebat.

Mereka yang lebih memilih mengalah, saat sahabatmu berusaha membuka diri untuk teman-temannya yang lain...

19 Agustus 2013

Ultraman - Bukan Manusia Super

Dengan kekuatan bulan... aku akan menghukummu!



Ya! Penggalan kalimat diatas tidak sesuai dengan tema kali ini. Ultraman!

Kalian-kalian yang lahir diera tahun '90 sampai 2000-an, pasti tidak asing lagi dengan pahlawan pembela kebenaran tersebut. Dari sekian banyak pembela kebenaran, Ultraman ini termasuk salah satu yang gue favoritkan. Ada ciri khas dari Ultraman ini yang masih melekat kuat dalam benak.

Jalan cerita film ini pun sama seperti film pembela kebenaran pada umumnya. Ada seorang penjahatnya, lalu buat keributan kemudian bisa di tumpas dengan mudah tanpa harus mengeluarkan wujud asli sang Ultraman. Namun, rupanya penjahat yang dikira sudah mati itu ternyata masih hidup. Mereka cuma anak buah dan sang majikan pun akhirnya keluar. Mau tak mau, si Ultraman pun akhirnya keluar. Dengan wujud besarnya, melawan musuh yang kebanyakan sejenis 'godzila'. Bertarung hingga akhirnya kehabisan tenaga. Di depan dada Ultraman, ada lampu penanda energi. Jika sudah bunyi, 'toneng, toneng, toneng', artinya tenaga Ultraman hampir habis. Sedangkan si musuh masih belum berhasil disingkirkan. Nah, justru di saat kritis itulah, tenaga tak terduga Ultraman keluar dengan hebat dan dahsyat! Akhirnya, musuh pun terkalahkan.
The End!

18 Agustus 2013


Aku akan mengenalimu. Bahkan jika aku kehilangan ingatanku dan bahkan jika aku memaksa untuk menghapusmu dari ingatanku, aku akan mencintaimu lagi. Aku akan datang, aku akan mencarimu dan mencintaimu lagi.. ~ Luiza Cha~
Based on Park Soo Ha diary on I hear Your voice -Kdrama.


"aku masih mengenalimu. Bahkan setelah aku kehilangan ingatanku dan bahkan setelah aku menghapusmu dari ingatanku, aku mencintaimu lagi. Jika ada 10 tahun lagi, jika aku kehilangan ingatanku lagi, atau jika waktu itu datang, aku akan mencarimu dan mencintaimu lagi"


17 Agustus 2013

Masuk blog!

Hai, hai!

Dalam rangka peningkatan eksistensi gue, *halah*, maka dengan gencarnya gue cari-cari kompetisi menulis dan lain-lainnya. Nah, saat gue lihat temlen Bang Roy Saputra, tiba-tiba ada sebuah lampu menyala di otak gue dan berbunyi, 'ting! aha!'

Bang Roy menawarkan para followernya untuk ikutan jadi kontributor di blognya. Blognya bernama saputraroy.com. Lalu, dengan pede-nya, gue kirim e-mail ke Roy sesuai petunjuk dari sang pemilik blog.

Akhirnya, jadilah salah satu tulisan gue yang gue kirim ke Bang Roy! Rencananya, tulisan gue akan tayang tanggal 17 Agustus, katanya biar pas momen olahraganya. Huahahaha..

Yah, itung-itung belajar nulis. *kata-kata Bang Roy waktu kasih aturan main untuk jadi kontributor*.

Okeh, silahkan baca artikel gue tersebut disini... Sering-sering mampir disini juga ya! Laluuuu, semoga bermanfaat artikel yang gue buat! :D

13 Agustus 2013

Mengeluh mengisah..

Nggak berasa, liburan sudah benar-benar berakhir. Liburan seminggu tetap tidak ada artinya mengingat gue nggak kemana-mana selain kamar~dapur~toilet~kamar.

Sebenarnya gue sudah berusaha sekeras mungkin untuk tidak memusingkan hal lain selain berleha-leha di rumah. Sayangnya, pikiran dan beberapa nyawa gue masih ada yang nyangkut di kantor. Sebuah tragedi kecil terjadi saat gue dengan pedenya menyerahkan laporan pada atasan gue yang akan ke semarang. Masalah muncul saat penyakit lupa gue kambuh dan baru sadar keesokan harinya. Otomatis, beliau sudah caow ke kantor cabang. Masih dengan pede, mengandalkan pikiran sendiri. Bencana baru benar-benar muncul menjelang sore. Seluruh kerjaan belum kelar dan hari semakin gelap. Biar sudah dibantu, tetap saja tidak kelar. Apalagi, hawa-hawa liburan yang menyergap kuat. Seluruh teman kantor pulang lebih awal dan gue hanya bertiga dengan dua orang teman kantor gue.

Akhirnya, gue bawalah kerjaan ke rumah. Pikiran gue bilang tidak usah, nanti kepikiran. Tapi hati gue tetap membawanya. Gue selipin di tas dan pulang. Benar saja, liburan gue... Suram!
Nggak kemana-mana, mikirin kerjaan yang belum kelar dan berkeliaran di kamar gue, dan rasa malas nemplok.

Dua hari pertama, gue kagak sentuh tuh kerjaan. Pikiran gue membetulkan, 'tuh kan, nggak dikerjain. Tar jg dikerjainnya di kantor juga'. Gue singkirin pikiran itu dan membulatkan tekad. Gue kerjain sebagian. Alhasil, hati gue nggak deg-degan lagi selama  sisa liburan.

10 Agustus 2013

Kejutan Sebelum Ramadan ~ Bukan Ramadhan Biasa

gambar dari nulisbuku.com, trims.

KEJUTAN SEBELUM RAMADHAN - Kategori Perorangan #3
#3. Buku 3


Aku sudah ikhlas - Sani Hasan Nursyahid#3. Buku 3

Aku sudah ikhlas - Sani Hasan Nursyahid
Al-ikhlas RT 12 – Aryudananta Adhi Shasena
Beatutiful Tragic Love Affair – Novie Fairuz Zuhria
Bukan Ramadhan Biasa – Luisa Aristy Lesmana
Dear Juli – Azwar Munanjar
Dermaga – Sira Agustina Ayu Saputri
Hisashiburi – Chika Riki
Ikhlas Kikis Ego – Grant Gloria Kesuma
Ini Anugerah, Nak – Liski Husdila
Nastar Buatan Bapak – Ratna Rara
Pembuktian Para Hantu – Kemal Mahmud
Permata Yang Hilang – Anggi Hafiz Al Hakam
Permata Yang Terindah – Ridho Alkautsar
Pulang – Orin
Pura-pura menjadi Tuhan – Maudina Tri Hartasya
Potret Terakhir Mawar – Hijati
Rezeki Ramadhan – Miumiu Algorythmz
Rindu Tertawan – Budi Handoko
Selendang Ramadhan – Uci Dafa Yuvi
Suratku,yang ke 18 – Wilda Romadona
Surga Rumah Sejatimu – Adithya Fakmi Rifanka
Tambah Satu – Riska Ramanda Saputri
Telinga – Ruth Hana C. Manurung 
Yang Kembali – Lovie Lenny Gunansyah
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan...

Mulutku seperti terkunci saat menatap matanya. Tak terucap seribu kata yang sudah terangkai dalam hati...

7 Agustus 2013

Bukber ~ Buka Bersama

Indonesia, negara paling toleransi sedunia. Paling tidak dalam masalah Buka Bersama. Gue memang bukan orang muslim yang harus berpuasa, tahan lapar/haus selama hampir 12 jam lebih. Tapi tradisi ini secara perlahan tumbuh dalam masyarakat. Bahkan dikalangan kami, para non muslim. Telah mewabah. Bahkan terkontaminasi.
pinjam dari sini

Eits, jangan berpikiran buruk dulu dong, kawan! Dalam hal ini, gue bermaksud mengangkat sebuah momen. Momen yang hanya ditemui dibulan Ramadhan ini. Ya! Betul! Buka bersama. Buka apa? Buka tudung saji. Buka panci sayur. Buka rice cooker. Buka puasa!

Tradisi buka bersama menjadi trending topic selama bulan puasa. Janjian sama klien di kantor, menjelang jam buka puasa. Selain menghormati klien yang berpuasa, selepas buka puasa bisa langsung pulang. Di tiap kantor juga selalu diadain nih acara beginian. Kantor gue juga nggak mau kalah.

Reunian sama teman-teman SMA, menjelang jam buka puasa juga. Walau ada yang nggak puasa juga, kami saling menghormati. Pesan makan dulu, makannya pas bedug. Ada juga yang ber-modus ria. Janjian sama gebetan, judulnya buka puasa bersama. Padahal, keduanya nggak puasa. Nah, loh?

5 Agustus 2013

Makan Enak

Sebelum gue menanyangkan artikel ini, gue menyempatkan diri tanya ke teman-teman gue mengenai definisi dari judul artikel gue ini. Cara bertanya-nya, lewat twitter. Setelah ditanya, kesimpulan yang gue ambil dari jawaban mereka ialah,

"Makan enak ialah makan makanan yang kita suka, bersama dengan orang yang kita sayangi..."

Makan enak.

Beda lagi pendapatnya dengan orang-orang yang tanpa gue mintai pendapat selalu bilang begini, "Gue kalau ngeliat si Luisa makan tuh rasanya napsuin. Kayaknya enak gitu..."
gambar dari sini, thanks! *Yummy picture*

Saat itu, kepala gue langsung bekerja. Mereka bisa mendefiniskan bahwa sebuah makanan rasanya enak saat melihat gue makan. Sampai-sampai gue pergi ke toilet dan bercermin. Berharap menemukan sosok 'enak' yang dilihat orang-orang tadi. Setelah berupaya sedemikian rupa, gue tetap gagal menemukan sosok 'enak' tersebut. Mungkin saja, ini mungkin yah. Mungkin mereka melihat ayam goreng, daging asap atau pun ikan salmon yang enak-enak di muka gue. Berasa panci prasmanan gitu. Ckckckck.. *frustasi*

Teman-teman sebangsa dan setanah air. Apa yang kalian semua pikirkan dengan judul postingan gue ini? Seporsi makanan enak-enak, contoh: ayam, daging, ikan atau makanan lain yang dikategorikan enak. Dan kebanyakan makanan tersebut tidak tergolong murah. Alias mahal! Catet!

4 Agustus 2013

Face It!

Dear you...

I have faced another problem these day,
I got another problem..
I have tried to solve it,
But until the end, I just gone away from it..

I was afraid,
I could make another problem
But I knew, I have to face it.

I have thunk about the way,
I have got the key,
But, one more time, I was afraid.

3 Agustus 2013

Hai, Agustus!

Halo! Nggak berasa. Ternyata kita sudah masuk di bulan Agustus. Bulan KEMERDEKAAN nih!
gambar dari sini. trims.


Sebelum kita bahas yang akan kita ulas dibulan ini, gue mau kilas balik bulan kemarin ya. Yuk, yak, yuk.. Mari....

Ada cerita dari jalan-jalan pertama gue di Jogja, ada juga cerita tentang cita-cita gue menerbitkan sebuah novel berlatarkan Jepang, khususnya Fukuoka! Hope it! Ada juga sebuah artikel yang ditulis setelah wawancara dengan bule. Bahannya dari tugas conversation gue nih. Lalu, ada beberapa quote yang gue ciptain secara otodidak. Dadakan. Yang ada dikepala aja.

29 Juli 2013

27 Juli 2013

(masih) Nggak akan balik lagi...

ATTENTION:
Postingan ini lanjutan dari "Nggak akan balik lagi..."
It's better to read it first... :)

-----------------------------------------------------------------------------------

Kita lanjut nostalgia kita..

3. Tak Jongkok, Tak Umpet...
gambar dari sini

Dua permainan ini sangat populer. Mungkin sekarang juga masih kali, ya.. Tak Jongkong (Petak kali ya nyebutnya?), cara mainnya dengan mencari satu korban yang menjadi musuh. Lalu teman-teman yang lain berlarian menghindari si korban. Cara menyelamatkan diri dari kejaran si korban ialah jongkok. Yang lucu itu, waktu jongkok ada yang bela-bela jalan supaya bisa berdiri. Kan harus ditepuk sama teman yang masih berdiri. Hehehe..

petak umpet
Sedangkan yang satunya, Tak Umpet (petak, petak), permainannya seru. Satu orang berjaga sambil berhitung, teman-teman yang lain ngumpet. Nah, siapa yang terakhir ketemu, dialah yang kalah. Jaga deh. Kisah serunya, permainan ini sempat berlangsung lebih dari setengah jam. Padahal satu ronde saja loh. Kenapa? Jadi teman-teman yang seharusnya ngumpet itu bukannya ngumpet. Mereka malah berlari mengelilingi gang sebelah! Lalu, saat si penjaga tahu dan mengejar, teman yang ngumpet ini sudah balik duluan ke tempat si penjaga. Kena deeehh... *gaya Pandji di acara kuis gitu...*

26 Juli 2013

Nggak akan Balik lagi...

Sepertinya belakangan ini gue sedang berada di titik terjenuh menjadi seorang dewasa. Hidup di dunia hampir dua puluh tahun lebih, buat gue makin merasa jenuh. Sebenarnya ada beberapa hal yang sebenarnya harus dilepaskan. Istilahnya, keluar dari zona aman. Sayangnya, masih belum bisa. Dan masih belum mau.

Terkadang, manusia memang begitu. Walau susah tetap saja dijalani. *teori siapa coba?*

Nah, beberapa waktu lalu gue pernah bernostalgia mengenai film-film kartun jaman gue masih SD. Lalu tercetuslah ide menulis artikel ini. Sebenarnya sempat lupa. Hanya saja diingatkan secara tidak sengaja saat gue dan teman-teman dari BIA HSPMTB sedang rapat sambing nongkrong di Basjon, sambil ngomongin soal cuaca.

Awalnya hanya karena gue ngoceh begini:

"Gue tau kenapa gini hari nggak ada layangan. Pasti gara-gara hujan!"

Lalu temen gue bernama Janner nyeletuk.

"Ah, memangnya sekarang musim layangan. Kayaknya kagak dah..."

"Yee, sekarang harusnya. Kan musim-musim liburan sekolah. Inget nggak dulu waktu sekolah..."

*pernah sekolah nggak, Jan?* :P

Nah, obrolan pun dimulai deh dari celetukkan kecil tersebut. Seperti tersedot ruang dan waktu, gue dan teman-teman langsung terbawa arus pembicaraan. Membicarakan permainan jaman gue kecil jadi primadona, sekarang hampir hilang tak berbekas. Masa-masa yang nggak akan pernah bisa balik lagi.

1. Layangan.

Nih mainan kayaknya paling populer deh. Jangankan di Tangerang, di Indonesia bahkan di seluruh dunia mungkin punya perayaan tersendiri akan permainan ini. Contohnya di Jepang. Di Indonesia, negara yang penuh dengan 'musim-musim', musim layangan pun juga ada.

Biasanya saat musim liburan anak sekolah. Antara bulan Juni-Juli. Saat matahari sedang terik-teriknya. Musim lagi panas-panasnya. Saat angin sedang bertiup setengah-setengah. Kadang besar kadang tak berangin.

22 Juli 2013

Sahabat sejati bukan ditentukan dari berapa lama kamu berteman,
melainkan bagaimana kamu berbesar hati saat sahabatmu menemukan teman baru dan mulai menjauhimu... -Luiza Cha~~

20 Juli 2013

Book Review [Book-Re]: Setahun Berkisah

Hai, hai. Akhirnya bisa lagi me-review buku di blog ini. Sebelumnya saya pernah me-review sebuah buku. Saking berharganya, saya memutuskan untuk me-review isinya. Nah, kali ini bukan karena ada unsur-unsur (biasa disebut modus) seperti review sebelumnya, melainkan karena tuntutan publik. Banyak teman-teman penulis diluar sana yang me-review buku-buku yang pernah mereka baca. Entah buku yang difavoritkannya atau hanya sekedar kebiasaan me-review.

Nah, buku yang akan saya review kali ini cukup menarik perhatian. Awal ketertarikan dari tweet-tweet si penerbit. Saat membelinya, tidak begitu menyesal. Hehe..

Tak perlu banyak bicara lagi. Here we go...




Judul : Setahun Berkisah (Cerita Cinta Setiap Musim)
Penerbit : Bukune
Edisi : Soft Cover
Tgl Terbit : April 2013


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Blurb
Aku mau tidak usah terlalu takut pada akhir dari sesuatu,
tak peduli betapa kasar dan berharganya sesuatu itu untukku,
karena setiap akhir dari sesuatu adalah awal yang baru.
Aku mau tidak takut pada kemungkinan-kemungkinan pada masa depan.
Aku mau tidak takut memulai kembali.
Aku mau jatuh cinta lagi.
Hari ini mengajarkanku tentang semua itu.
Selamat Tahun Baru, Love

***
Tunjukkan dan rasakan cinta setiap hari, begitu katanya. Tidak peduli pada hari apa, musim apa, kamu selalu bisa merayakannya. Setahun Berkisah berisi delapan kisah cinta, delapan hari raya, dari delapan pencerita. Dengan keunikan tiap hari raya, latar belakang dan sudut pandang pencerita yang unik, kamu akan ikut dibawa merayakan cinta dengan banyak cara.

Ada banyak cinta pada musim-musim ini. Cinta yang mengharapkan banyak hoki dan peruntungan ketika imlek, cinta yang menunjukkan banyak wajahnya pada Hari Kasih Sayang-Valentine, cinta beselimutkan misteri dalam seramnya suasana Haloween, sampai cinta yang menemui akhir sekaligus memulai langkah barunya di pergantian tahun.

Rayakan hari ini, karena besok selalu menjadi hari baru, mungkin pula, cinta yang baru.

Cerita Cinta Setiap Musim
Membaca kata 'musim' yang terpampang di cover, membuat gue langsung mikir. 'Ah, ini pasti cerita-nya kebanyakan di luar negeri, nih.' Secara logika, musim yang ada di Indonesia hanya ada 2. Musim hujan dan musim kemarau. Tidak termasuk musim pancaroba. Apalagi coba-coba. Buat anak kok coba-coba (lho?!)

Nah, setelah melalui sebuah pergumulan (beli nggak ya? beli nggak ya?) yang hebat, akhirnya gue memilih menyomot buku ini dari rak buku yang ada di toko buku. Begitu sampai di rumah, buka plastik pembungkus, langsung jatuh cinta sama sampulnya. 

Bab pertama, masih belum 'ngeh arti musim yang sebenarnya. Setelah membuka halaman demi halaman, barulah ditangkap maksud 'musim' disana. Ternyata musim yang dimaksud adalah musim hari raya yang ada di Indonesia. 

Dari musim Imlek hingga musim Natal. Dari musim bertawa ria hingga musim bersendu sedan. Tulisan-tulisan yang disuguhkan mengajak gue terhanyut. Seakan tenggelam dalam musim tersebut. Lanjutlah gue baca cerita-cerita dari tiap musim.

17 Juli 2013

Sahabat_Definisi yang Tak pernah Lekang (#OncomVersion)

sahabatsa.ha.bat
[n] kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran




sahabat dekatsahabat karib
sahabat karibsahabat yg sangat erat (baik); teman yg akrab: dia adalah -- karib kakakku
sahabat kentalsahabat karib


Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sahabat/mirip#ixzz2Z5y09Qji


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat. Sebuah suku kata dasar yang memiliki makna sama ditiap penggunaannya. Entah ditambahi imbuhan atau akhiran. Sahabat. Apa definisinya menurutmu?

Aku pernah bercerita tentang persahabatan yang ku punya bersama dengan dua orang yang diketemukan dengan tidak terduga. Ketemu di tengah perjalanan. Perjalanan menata kehidupan. Menata masa depan. Teman disaat sedih. Teman disaat berbagi kebahagiaan. Teman untuk dibully. Teman disegala hal.

Apalagi, sebagai perempuan yang biasa curcol dimana-mana. Sahabat ibarat seperti 'tong sampah' tempat dimuntahinnya seluruh asa, rasa, cita dan cinta.

(Kurang enjoy nih, ganti kata 'aku' nya ah....)

Nah, di postingan kali ini, gue berencana mengulas seorang sahabat yang dipungut dari pinggiran jalan. Bernama Kebon Jahe. Tinggalnya di pedalaman Tangerang. Dan makanan kesukaannya oncom. Jangan heran kalau gue sering manggil dia 'oncom'. Hehe..

Okeh. Here we go...


Listi Birthady - SMS
Namanya Listi. Berbadan gempal, memiliki paras asli Indonesia, pecandu Korea abissss.....
Ia merupakan sahabat terlamaaaaaaaaa yang masih terjalin komunikasinya dengan baik. Bukannya baik lagi. Amat sangat baik. Hampir setiap hari malahan.

Ada kesalahan di dalam gadget ini