27 Juli 2014

Perihal Nonton Bioskop

Well, gue akui kalau sekarang memiliki hobi baru yakni menonton. Baik movie ataupun drama. Untuk kategori drama, gue paling suka drama Korea. Yaa elaah, nggak usah diragukan lagi kali... Bermodalkan tampang, jalan cerita yang jelas dan yang pasti.... nggak beratus-ratus episode. *tersanjung....*
source

26 Juli 2014

Terjebak!

Hari minggu menjelang siang, gue berhenti di depan restoran cepat saji di depan gereja berniat memarkirkan motor gue disana. Tapi, niat gue terhenti saat tulisan 'SELAMA BULAN PUASA, RESTORAN BUKA PUKUL 12.00'. Okay, fine!
Gue nggak jadi parkir disana, padahal disana tempat yang parkir favorit gue karena tidak jauh dan... murah!

Lalu, alih-alih mencari parkir di gereja sendiri, akhirnya gue parkir di plaza sebelah gereja. Penuh bo! Berhubung parkirannya hitungannya per jam, maka jam 1 gue balik lagi ke parkiran untuk pindahin motor gue. Dan... Gue akhirnya terjebak dalam antrian pengunjung plaza yang mau keluar. Kebetulan juga, hari itu bertepatan dengan hari belanjanya masyarakat dalam menyambut lebaran. Maklum, baru bagi-bagi TE HA ER... *mau juga dong, cyiin..*

Kurang lebih tiga puluh menit gue terjebak diantara kepulan asap motor dan... klakson tidak sabaran pengguna motor lainnya. Dalam hati ngedumel, 'please deeeeh, namanya lagi ngantri parkiran, mau di klaksonin sampai budeg pun nggak akan membuat lo langsung berada di depan kasirrrr!'
*siapin golok*

Siang itu, jujur! Gue kapok untuk parkir di plaza itu lagi. Kapok!

***

Kejadian beralih pada kemarin malam. Seusai nonton film Fault in Our Stars, gue dan Listy segera meninggalkan gedung mall. Memang, dari kejauhan sudah tampak barisan antrian yang ingin keluar mall. Ratusan motor mungkin.

Pikiran gue, nggak akan separah waktu di plaza hari minggu kemarin. Sayangnya, dari ratusan motor yang akan keluar hanya ada 3 kasir yang dibuka dan terciptalah 6 barisan yang harus dipersempit lagi menjadi 3. OMIGOD! Lagi!

Gue lagi-lagi terjebak di parkiran! Bersamaan dengan para pasangan yang sibuk bercanda ditengah antrian, rasanya candaan mereka membuat gue semakin emosi. Ditambah, para pengendara motor yang lagi-lagi nggak sabaran. Heran!

Orang Indonesia katanya dikenal ramah-tamah, sabar, penyayang, bla bla bla. Bo-ong! Mereka nggak sesabar dan seramah itu kok. Semakin lama di parkiran, kaki makin panas, hati dibikin panas juga oleh mereka yang tidak sesuai jalur dan seruduk sana-sini.

Karena keadaan lebih parah, kurang lebih satu jam gue terjebak dalam antrian parkiran, menahan emosi dan kalau dibilang puasa... mungkin malam itu gue puasa emosi kali, ya! XP

Ada pepatah mengatakan kalau jangan sampai jatuh ke dalam lubang yang sama untuk dua kali. Sayangnya, pepatah itu seperti menimpa gue dalam minggu-minggu terakhir. Gue terjebak diparkiran hampir 1 jam dua kali! Belum selang satu minggu, sudah kejadian lagi.

Kali ini, gue mengaku kapok ke kapok-kapoknya. Nggak lagi-lagi pergi-pergi ke pusat perbelanjaan di hari-hari menjelang hari raya begini. Sudah dipastikan rame dan... ngantri! Capek bo!

25 Juli 2014

Welcome to My Solar System

Hola! It's my first experience to prepare the material for teaching as a teacher... officially!

Minggu-minggu awal masuk sekolah, *jadi kayak jaman sekolah aja..*
beberapa guru tampak sibuk mempersiapkan kelas mereka masing-masing. Khusunya untuk kelas TK, ya. Secara, TK itu penuh warna dan warni otomatis kelasnya pun harus full of ornament. 

Sebuah kebanggaan buat gue sendiri, secara khusus gue mendapatkan kelas kosong alias tanpa tema dan hiasan apapun sebelumnya. Okay... Awalnya gue excited karena berpikir gue bisa menuangkan apapun yang ada di otak gue, menentukan tema sesuka hati gue dan... berkarya tempel sana-sini semau gue.

But, the reality isn't as same as what I think! Semua berbeda dari yang gue pikir. Ternyata, menghias kelas kosong tanpa tema itu... lama! capek! bingung!
Betul ituu.

Pertama, gue memutuskan untuk mengambil tema ALAM SEMESTA sebagai tema kelas. Lalu, tema ALAM SEMESTA itu rupanya terlampau luas. Akhirnya gue persempit lagi menjadi dua kategori, benda-benda langit serta sistem tata surya, termasuk musim dan rotasi bumi yang menyebabkan pagi, siang, malam. Akhirnya, jadilah nama-nama musim dan rotasi bumi sebagai penghias kaca-kaca kelas.

Kemudian, yang Kedua. Gue terinspirasi dari kelas tetangga alias kelas TK-B mengenai mobil yang dijadikan tema untuk softboard mereka. Dihubung-hubungkan dengan tema Luar Angkasa, Benda-benda langit dan Sistem Tata Surya, terpilihlah Roket sebagai hiasan pada softboard. And, surprisely... hampir lima puluh persen dari calon-calon anak murid gue adalah... laki-laki. Jadi, tema roket lumayan cucok untuk mereka.

Pengerjaan seluruh hiasan ini awalnya diperkirakan tidak selesai dalam 5 hari kerja. Apalagi pada hari ke 3 terdapat acara resmi dari sekolah yang secara tidak langsung memotong waktu menghias di kelas. Beruntungnya, seluruh hiasan selesai di hari ke 5. Benar-benar di kebut, nih!

Overall, dari seluruh pengerjaan kelas kosong ini pun, menghasilkan sebuah karya. SOLAR SYSTEM. Sebuah kelas tanpa karya akhirnya bisa diisi, walau seadanya tapi lumayan berbentuk. Seperti layaknya solar system, perubahan serta penyesuaian selalu terjadi.

Begitu juga dengan karir awal dan pemula gue sebagai seorang guru. Segalanya sudah berubah dan akan disesuaikan. Kelak, gue pun akan bisa menyesuaikan diri serta menguasai segala teknik yang gue butuhkan untuk menunjang pekerjaan gue. Dulu, gue butuh hampir setahun untuk benar-benar membuat seluruh pekerjaan di'otaki' oleh gue.

Sekarang? Who knows?
Untuk sekarang, gue masih belum memikirkan gimana menjadi expert atau ahli di bidangnya, melainkan menikmati setiap perjalanan yang akan gue lalui serta hadapi di hari-hari kedepan. Cita-cita gue masih kurang cepat bila dikayuh dengan motor atau mobil. Gue butuh roket untuk kesana dan untuk pemula, roket gue bermula dari....


SINI!

24 Juli 2014

4 things from Fault in Our Stars...

Finally, setelah tiga kali gagal merencanakan nonton di bioskop, akhirnya kemarin malam gue bersama listy nekad nonton sore-sore, sambil kebut-kebutan dengan waktu buka puasanya Listy. Sesudah melihat jadwal tayang film ini hanya ada di TangCity XXI (paling dekat dari rumah), gue pun meluncur ke sana pukul 5 dari rumah.

Kisah Fault in Our Stars menceritakan kisah cinta dua anak manusia yang sama-sama pengidap kanker. Sebenarnya ini bukan kali pertama gue menonton film yang sudah pasti 'mematikan' salah satu tokoh utama mereka. Tentunya, setelah terlarut jauh kedalam kisah mereka, penonton dibuat menangis kesudahannya.

22 Juli 2014

Love and Peace

Tanah airku tidak kulupakan...
source
Seharusnya, hari ini gue masih berada di sekolah seraya mengajar kepada murid-murid gue yang unyu-unyu disana. Sayangnya, berhubung adanya isu-isu politik yang memanas di negeri ini maka pihak yayasan memutuskan untuk meliburkan seluruh siswa dan pegawainya mulai hari ini.

hajiman, kenapa memanas? Lalu, kenapa pula kantor-kantor dipulangkan lebih awal hari ini?

Oh! I know! Ternyata hari ini merupakan hari pengumuman dari pemilihan presiden yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli kemarin. Sayangnya, isu-isu memanas yang sempat terjadi sebelum pemilihan, tetap masih terjadi sesuadah pemilihan terjadi. Bahkan, menjelang pengumuman pun suasana semakin menghangat.

20 Juli 2014

Kebetulan vs Jodoh

source
Seorang sahabat, sebut saja namanya Bunga, pernah bercerita pada gue tentang seorang laki-laki yang diyakininya sebagai jodoh. Ia berkata bahwa segala sesuatu yang terjadi antara ia dan lelaki itu tampak tidak wajar, terlalu kebetulan. Ia pun sempat bertanya, "Jodoh kali, ya?"

Bunga bercerita pada gue. Ia bertemu si lelaki dalam suatu acara kepemudaan dari sebuah organisasi. Setelah acara itu, pertemuan mereka pun terjadi terus menerus. Hingga ia tahu beberapa banyak hal tentang si lelaki setelah kedekatan mereka.

"Coba bayangin, dia punya toko di bekas rumah gue dulu sedangkan gue dulu pernah punya toko di dekat rumah dia sekarang. Gila! Kebetulan banget, jangan-jangan jodoh kali, ya?"

9 Juli 2014

Oseng-oseng Ceria

Rabu, 9 Juli 2014.

Hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena hari itu diadakan Pemilu Presiden. Calonnya hanya ada dua, yakni kubu 1 dan kubu 2. Berhubung Pemilu itu acara nasional, otomatis libur.

Nah, untuk mengisi hari libur sehari itu, gue memutuskan untuk berleha-leha ria di rumah setelah menyalurkan hak suara gue di TPS. Sesudahnya, gue lebih memilih menunggu dirumah meski sejuta diskon menanti diluar sana. Jelang penutupan PilPres, banyak tivi-tivi sibuk menyiarkan hasil hitung cepat versi mereka masing-masing.

Ada yang menangkan kubu A, ada juga yang katanya sengaja memenangkan kubu B. Yah, gue tidak mau terlibat lebih jauh deh mengenai hal ini. Disaat orang-orang sedang sibuk membela jagoannya, tiba-tiba perut gue keroncongan. *ambil gendang sama suling*

Buka-buka lemari pendingin, tiba-tiba muncullah ide membuat sesuatu. Seperti biasa, bereksperimen tentang makanan yang benar-benar cuma... experiment. 

Sebagai permulaan, mari gue perkenalkan bahan-bahan makanan yang akan digunakan....


kecap manis benteng, masako, ladaku

kecap asin

caysim, sosis iris, bakso sapi iris, bakso ikan iris, telur

kwetiau, daun bawang

cabai merah, cabai rawit merah dan ijo

bawang bombay, bawang putih, bawang merah

Nah, bahan-bahannya sudah disebutin semua. Mudah ditemukan di rumah, kan? Karena dirumah adanya kwetiau, jadi bahan utamanya adalah kwetiau ya. Kita mau buat oseng-oseng kwetiau. Apabila mau diganti jadi bihun, mie atau nasi pun juga bisa. Yang penting bisa dimakan dan... enak.

Okeh, tahap berikutnya adalah kita siapkan minyak diatas teflon serta diatas kompor pastinya. Lalu, tumis bawang merah, bawang putih serta bawang bombay hingga harum. Masukkan telur lalu oseng-oseng hingga hancur. Masukkan sosis, bakso serta sayur caysim. Oseng-oseng hingga sayur caysim layu.

Berikan air sedikit agar caysimnya matang dan empuk. Ingat, sedikit saja ya, kalau kebanyakan nanti jadinya kwetiau kuah. Hahaha. Tapi kalau terlanjur kebanyakan, besarkan api lalu biarkan mendidih hingga air menyusut.

Kemudian, masukkan kecap asin lalu oseng-oseng. Diikuti kwetiau lalu oseng-oseng lagi. Masukkan kecap manis, masako serta lada lalu oseng-oseng lagi. Masak hingga kwetiau berubah warna jadi cokelat dan seluruh air sudah menyusut.

Lalu masukkan cabai merah dan cabai rawit, tekan-tekan agar aroma pedasnya keluar. Kalau tidak suka pedas, tidak perlu pakai cabai rawit ya...

Berikutnya, oseng-oseng sebentar lalu masukkan daun bawang. Oseng-oseng lagi sebentar lalu angkat. Sajikan selagi hangat dan jadi deh...

KWETIAU OSENG-OSENG CERIA!

Warna-warni dari cabai serta sayur membuat kwetiau ini tidak hanya cokelat karena kecap. Jadinya, ceria deh..

Bagaimana? Menarik untuk di coba, kan...

Daripada pusing mikirin siapa presiden yang menang, lebih baik isi perut dulu dengan hasil percobaan terbaru. Yeay!
Dipostingan berikutnya, gue akan coba buat martabak niiih... Berhasil gak yah? Ditunggu ya! See you!






4 Juli 2014

Bintang FTV


Pernah lihat film romansa klasik yang menceritakan kisah cinta tokoh utama (si cowok dan si cewek) yang sebelumnya pernah ketemu, pernah saling bertegur sapa, lalu karena suatu keadaan terpisah. Bukan hanya terpisah oleh jarak, tentu saja oleh kesempatan yang tidak pernah ada. Seiring berjalannya waktu, kisah romansa yang berakhir pilu tadi terlupakan karena datangnya cinta-cinta lain pada masing-masing tokoh. *sinetron banget nggak sih?*

1 Juli 2014

Beautiful Sorrow

Mana ada sih, Kepedihan yang Cantik atau Indah? Ada.
Karena, dibalik derasnya hujan selalu terselip pelangi yang indah. Jadi, kalau mau dapat pelangi tentu saja harus mengalami hujan dulu.

Begitu juga kehidupan. Pepatah 'Berakit-rakit ke hulu dan berenang ketepian' itu selalu benar. Entah filsuf mana yang menciptakan pepatah nan nyata itu. Sama hal-nya akan adaptasinya gue di tempat yang baru setelah kepindahan gue dari tempat yang lama. Asing? Jelas. Menantang? Pasti. Kalau sebelumnya gue bisa, kenapa sekarang tidak?

Lalu, sebagai pembukaan dari bulan Juli ini, gue ingin mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA bagi para pembaca yang menjalankannya. Kalau lo tidak berpuasa, paling tidak hormatilah mereka yang berpuasa. Kita kan warga negara yang bertenggang rasa, toh?

Bulan Juli tahun ini sedikit berbeda karena UAS yang harusnya sudah kelar di bulan Juni ternyata baru mulai dibulan ini, bro! Berkuranglah liburan semester gue. Selain itu, postingan di bulan Juli ini akan diisi akan cerita-cerita lama yang dulu berasa banget pahitnya tapi sekarang sangat mudah ditertawakan. Yeah, finally time makes it be alright.

Bulan ini akan juga diisi dengan kesibukan-kesibukan baru gue sebagai seorang guru. Mudah-mudahan terkejar ya.

Pokoknya, seperti bulan-bulan sebelumnya, karena tema bulan ini Beautiful Sorrow, jadi seluruh postingan pasti ada yang bernuansa sedih namun menyentuh. Mungkin juga nanti ada yang menyebalkan tapi sekarang terlihat konyol.

Semua akan dikupas tuntas dibulan ini.

Nah, sebagai salam pembuka, ijinkan gue kasih gambar ini...

source
HELLO JULY!
We are ready to the rock!!
Ada kesalahan di dalam gadget ini