9 Agustus 2014

Parfum itu...

source
Aku melihat botol parfum yang menarik perhatian
Warnanya merah, berbentuk buah apel
Mirip sebuah merk sebuah ponsel pintar

Kemasannya memikat
Maka kudekati serta menghirup aroma di dalamnya
Harum semerbak, menenangkan jiwa
Menelusup ke dalam hati
Aku mulai terbuai dibawanya...

Tidak seperti parfum lainnya
Keharumannya selalu berhasil meredam amarah
Kehadirannya selalu melengkapi hari yang penuh dengan emosi
Hadirnya memberi arti lebih dari sekedar minyak wangi

Harumnya, tidak pudar hanya dalam sehari
Semerbak masih tercium hingga keesokan harinya
Saat mulai menghilang, disiramnya lagi diseluruh tubuh
Membuat hati terikat tak berpaling, pada harum manapun

Tapi aku ingin harum ini selamanya
Tidak hanya datang dan hadir saat diperlukan
Maka aku coba ‘tuk tidak menyiramnya lagi
Mencoba memberi kesempatan agar parfum menyirami sendiri tubuhnya

Sayang, penantian yang sia-sia
Sang parfum tidak bisa menyiram tubuhnya sendiri
Ia harus disirami lagi dan lagi
Melelahkan...

Ah, harum parfum itu hanyalah tinggal setetes
Biarlah aku sirami tubuhnya sekali lagi
Mungkin untuk yang terakhir kali
Lalu membiarkan harum semerbaknya menyebar sepanjang hari
Hingga akhirnya hilang sendiri
Bersama angin, bersama udara,

Bersamaan dengan seluruh kenanganku tentang sang parfum...

2 komentar:

  1. Semakin kau meresapi, semakin kau hanyut dibawa oleh kenikmatan aroma parfum itu. nice post :)

    BalasHapus

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini