15 Agustus 2014

Work Hard

"Gimana liburannya? Kemana saja?" tanya salah seorang rekan kerja saat gue baru masuk hari senin yang lalu.

"Yah... Lumayan."

"Menyenangkan?"

Gue terdiam sebentar, sedang berpikir. "Ehm... Lumayan..."


***

Jawaban standar gue terucap sesaat setelah tahu bagaimana kerasnya gue menyadari betapa beratnya gue lalui libur lebaran tahun ini. Dari sekian belas tahun gue dapat jatah libur lebaran, baru kali ini gue menggantungkan hidup pada libur lebaran ini.

Sehubungan dengan kepindahan kerja gue, akhirnya gue memutuskan untuk memutar otak demi mencari tambahan di luar sana. Pastinya, tidak mengganggu pekerjaan utama gue. Setelah bertanya sana-sini pada teman, akhirnya gue mendapat kesempatan untuk bekerja sebagai SPG di salah satu event.

Oh, ya. Gue nggak pernah kepengen atau kebayang kalau bakalan bener-bener jadi seorang SPG. Dulu, tatapan rendah gue akan pekerjaan itu akhirnya harus gue telan sendiri. *damn..*

Kesan pertama saat menekuni pekerjaan ini adalah... rentek tubuhkuuuuu...
Mungkin karena baru pertama dan belum terbiasa karena beberapa hari setelahnya, gue mulai terbiasa. Rasa pegal pun seperti sudah tidak terpikirkan lagi.
source
Menjajakan barang dagangan, berteriak menarik perhatian pengunjung, berkeliling menawarkan barang yang dijajakan, seakan menghancurkan pikiranku akan pekerjaan 'rendah' yang dulu pernah gue cibir dengan mulut ini.

Gue sekejap berterima kasih pada kakak, adik, serta orang tua gue yang dulu sering bersimpati pada para penjaja makanan yang keliling disekitar kami makan bersama. Berterima kasih karena kebaikan dan simpati merekalah, gue mendapatkan balasan simpati dari orang-orang yang membeli barang jajaan gue.

Bahkan menurut gue, balasan yang gue terima lebih banyak dibandingkan apa yang pernah mereka lakukan di luar sana. Mungkin... kelak gue akan membalas dengan cara yang sama pula. Semoga.

Sekarang... gue tahu kalau tidak ada perkerjaan yang benar-benar rendah karena semua orang berusaha untuk bertahan hidup. Meski harus menjadi SPG sekalipun. Hal yang lebih rendah dari kerja keras adalah meminta-minta. Maka, sesulit dan serumit apapun lika-liku hidup gue, pastikan kalau gue tetap bekerja keras ya. Ingatkan gue jika lupa!

Tapi bukan berarti gue akan melakukan pekerjaan ini lagi di masa depan... Karena menurut gue, bekerja dengan otak dan otot itu jelas banget bedanya. Dan gue, memilih bekerja dengan otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini