7 Agustus 2013

Bukber ~ Buka Bersama

Indonesia, negara paling toleransi sedunia. Paling tidak dalam masalah Buka Bersama. Gue memang bukan orang muslim yang harus berpuasa, tahan lapar/haus selama hampir 12 jam lebih. Tapi tradisi ini secara perlahan tumbuh dalam masyarakat. Bahkan dikalangan kami, para non muslim. Telah mewabah. Bahkan terkontaminasi.
pinjam dari sini

Eits, jangan berpikiran buruk dulu dong, kawan! Dalam hal ini, gue bermaksud mengangkat sebuah momen. Momen yang hanya ditemui dibulan Ramadhan ini. Ya! Betul! Buka bersama. Buka apa? Buka tudung saji. Buka panci sayur. Buka rice cooker. Buka puasa!

Tradisi buka bersama menjadi trending topic selama bulan puasa. Janjian sama klien di kantor, menjelang jam buka puasa. Selain menghormati klien yang berpuasa, selepas buka puasa bisa langsung pulang. Di tiap kantor juga selalu diadain nih acara beginian. Kantor gue juga nggak mau kalah.

Reunian sama teman-teman SMA, menjelang jam buka puasa juga. Walau ada yang nggak puasa juga, kami saling menghormati. Pesan makan dulu, makannya pas bedug. Ada juga yang ber-modus ria. Janjian sama gebetan, judulnya buka puasa bersama. Padahal, keduanya nggak puasa. Nah, loh?


Melihat bagaimana menjamurnya tradisi ini, secara nggak langsung gue menangkap sisi positifnya. Tujuan utama dari momen ini ialah kebersamaan. Sambil makan, kita nggak perlu pikirin kerjaan di kantor. Sambil makan kolak, kita bercengkrama dengan teman-teman. Sambil minum sirup, kita bercerita ini-itu ke teman lama. Momen yang mungkin jarang dilakukan.

Acara buka bersama ini memang bagus. Menyatukan seluruh elemen masyarakat. Tidak memandang dia siapa, agama apa, tradisi ini berjalan dengan sendirinya. Nilai tenggang rasa yang diciptakan juga sangat baik. Jujur, gue paling suka bulan-bulan puasa seperti begini. Kenapa?

Karena, makanan-makanan khas buat buka puasa, cuma bisa ditemui dimasa-masa seperti ini. Lebih tepatnya, rasa makanan itu lebih berbeda. Misalnya, kolak pisang. Tiap hari bisa saja ketemu, tapi rasanya lebih berbeda.

Gue cinta Indonesia yang seperti ini. Tidak ada perbedaan antar umat beragama. Kami, umat non muslim pun sebenarnya juga menikmati momen ini. Rasa tenggang rasa, rasa kebersamaan yang tercipta inilah yang berharga.

Sekalian deh. Demi menciptakan rasa cinta Indonesia lebih dalam, buka bersama yang telah membudaya ini sebaiknya dilestarikan. Bukan hanya sekedar momen belaka. Melainkan menjadikannya lebih berarti. Indonesia yang harmonis. Indonesia yang damai.

Oh, iya! Hari ini merupakan hari terakhir buka puasa ya? Selamat ya! Berarti besok lebaran? Artinya, liburan gue makin cepat berakhir... -_-"

Gue dan seluruh keluarga mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!
Semoga dibulan kemerdekaan ini, rasa cinta, tenggang rasa dan toleransi kita sebagai masyarakat Indonesia, bisa semakin baik. Semakin harmonis. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini