6 Mei 2015

Cold Chocolate

Beberapa tahun yang lalu,

Gue lebih memilih untuk menikmati secangkir kopi bercampurkan krim moka ataupun kopi bercampurkan susu. Berhubung gue nggak doyan susu, akhirnya kopi moka ini pun menjadi pilihan lain yang gue gemari.

Rasa kopi moka memang nikmat, rasa manis dan pahit yang menjadi satu serta menenangkan membuat gue semakin menggandrungi minuman ini. Saat-saat itu, gue paling anti dengan coklat dikarenakan berbagai mitos yang menghinggap para penggemar coklat. Kegemukan, contohnya.

Namun, ke-anti-an gue tersebut seakan harus gue telan sendiri beberapa waktu belakangan ini. Gue suka mengecap coklat yang manis, berlama-lama dimulut. Ups, sekedar info bahwa gue nggak bisa makan coklat sambil digigit dan di 'emut secara berbarengan. Ini pula yang buat gue malas makan coklat, LAMA!
pinjam
Semuanya luntur saat gue mencoba mencicipi coklat dengan menghilangkan berbagai mitos yang gue ketahui tentang makanan satu ini. Semakin lama menggandrungi makanan ini, semakin doyan pula gue dengan coklat.

Sekarang, gue lebih memilih menegak coklat dingin atau panas yang dipadukan dengan es batu atau jelly hitam bernama 'bubble'. Saat gue ke kampus pun, gue memilih menceritakan ini nih:

"Mba babeelll (read: buble), Chocochino-nya satu ya!"

Sudah hampir satu semester lebih gue jarang menginjakan kaki di bumi kampus tercinta. Selain alasan jadwal yang sudah semakin jarang, sekarang gue sibuk akan hal lain. Memanen pundi-pundi. *eaaa*

Siang itu, gue berniat untuk bimbingan skripsweet dengan dosen. Sayangnya, gue belum konfirmasi dan ternyata beliau sudah pulang. Sia-sia deh... Panas-panas, kekebutan, polusi, sampai kampus, lontang-lantung. Lengkap sudah!

Demi mengobati rasa kecewa, gue bersama seorang sahabat menghampiri warung jajanan yang ada di kantin kampus. Minuman Bubble! Sudah tahu kan? Itu loh, minuman yang diseduh lalu diblender bersama dengan es batu. Kemudian, diberi tambahan jelly kenyal berwarna hitam, yang biasa disebut Bubble.

Rasa coklat yang bercampur aroma kopi bercampur menjadi satu. Ditambah rasa manis dari gula cair serta bubble yang sudah di seduh, membuat kelelahan dan rasa kecewa gue hilang sekejap. Memang, akan tetap ada batasan dalam jumlah konsumsi makanan ini.

Demi menjaga postur tubuh dan kesehatan, gue pun mencoba untuk tidak terlalu banyak meminum minuman ini.
source
Cerita gue akan kegemaran baru gue tentang coklat dingin, seakan mengingatkan gue akan iklan sebuah merk coklat yang slogannya, "tapi rela bagi-bagi...???"

Ups, ini bukan promosi, cuma pengalaman pribadi. Nah, kalau gue suka coklat dingin, kalian?

2 komentar:

  1. "Tapi rela bagi-bagi?" mungkin mba bukan "ngga ada yang rela bagi-bagi" -_-

    BalasHapus
  2. Hola! Makasih atas ralatnya.. hehehe.. maksudnya juga begitu.. *ngeless..
    Udah aku revisi.. btw, thanks ya!! :D

    BalasHapus

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini