12 Desember 2012

Asa yang Menguap

Sebuah pemikiran memasuki celah-celah otakku hingga penuh
Mereka berkecamuk dan beradu satu sama lain
Beberapa diantaranya menciptakan lampu terang dalam kepala
Menghasilkan ide yang cemerlang

Beberapa sisanya masih mentah dan terus diaduk agar adonan menjadi kalis
Semakin disatukan, semakin diaduk, kepala ini semakin aneh
Tidak ada satu hal pun yang dapat aku keluarkan
Tidak ada setitik cahaya


Kemana perginya ide itu?
Kemana larinya lampu terang itu?
Apakah akan berakhir seperti ini?

Melihat mereka yang tidak perlu bersusah payah
Membuatku begitu lemas
Memikirkan begitu mudahnya mereka mencipta
Kelamaan menjadikan hati ini semakin tumpul

Aku hanya ingin berkarya
Aku ingin menggapai cita-citaku
Aku hanya ingin hidup bahagia
Dengan apa yang aku punya dan yang aku suka

Tapi mengapa semua terasa begitu kelabu?
Asa yang ada perlahan menguap
Mengering tanpa tersisa
Aku butuh hujan, hujan air, hujan cinta dan hujan ide

Ah, aku harus mencuci mata dan mukaku
Aku harus menatap yang didepan sana
Tampak begitu jelas hanya..
Begitu berliku...

Akhirnya, sisa-sisa asa yang telah teruapkan,
Harus kembali ku kumpulkan,
Di sesapkan kembali ke dalam otak
Di jejalkan kembali menyisip tiap selanya
Hingga membuatnya kembali bertubrukan
Mengaduknya hingga menjadi adonan yang kalis
Menjadikannya ide baru, untuk hidup bahkan untuk kebahagiaan dan masa depanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini