10 Januari 2013

Tak bisakah kau berhenti

Aku selalu merindukanmu,
Kala musim harus berganti
Bau tanah menyejukkan hati
Tanah basah tak terperi
Aku yakin akan berhenti

Hari terus berganti
Kau terus menghampiri
Walau diri begitu perih
Aku mulai bertanya
Kapan kau berhenti


Butir-butir air turun perlahan
Terkadang juga deras
Seperti mengalirkan bulir-bulir rindu
Aku selalu merindukanmu
Namun berhentilah sejenak
Rupanya kamu begitu keras
Tak bisa aku menahan dirimu

Kau menghujani bumi tiada henti
Pagi siang sore malam
Kapan kau akan berhenti??

Aku pun mulai merasa
Kamu semakin keras kepala
Malahan kamu semakin deras menyirami bumi

Tak bisakah kau berhenti?!

Aku mengeluh keras
Dirimu mulai keterlaluan
Bukan karena aku membencimu
Bukan pula aku tidak merindukanmu
Tapi aku takut akan berubah

Kamu akan berubah menjengkelkan
Dan aku mulai membencimu
Aku tidak mau membencimu

Sesuatu yang selalu memanggilku
Memanggil kenanganku
Memanggilku untuk merindu
Memanggiku untuk membenci

Kumohon padamu...

Berhentilahhh!!

Sejenak saja...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini