17 Desember 2013

At least, this is for you, LORD...

Menyenangkan saat menyadari suatu ketika seluruh anak-anak BIA dapat berkumpul bersama. Tidak hanya mereka, seluruh pembina pun menyatu bersama hanya untuk satu tujuan yang sama. Menyenangkan Tuhan.

Menyenangkan. Sebuah mimpi yang sempat tidak terlaksana ditahun-tahun sebelumnya. Akhirnya terwujud kemarin, tepatnya Minggu 15 Desember 2013. Menjadi suatu hari bersejarah bagi seluruh BIA di paroki HSPMTB, khususnya bagi saya sendiri. Sebagai 'otak' dari acara ini, saya juga mau tidak mau 'mengepalai' seluruh panitia itu sendiri.

Acara ini awalnya dijadwalkan pada bulan November 2013, karena ketersediaan tempat dan waktu, akhirnya acara ini diundur hingga bulan Desember 2013. Kecewa? Awalnya iya, tapi saat menyadari arti keterlambatan acara ini, sekarang saya hanya bisa tersenyum lega karenanya.

Bulan Desember, identik dengan natal, kelahiran Yesus, akhir tahun, cuaca dingin dan segala macam hal umum menyangkut bulan paling terakhir dan paling ditunggu ini. Dibulan ini juga biasanya, saya menyibukan diri dengan berbagai aktivitas dalam rangka menyambut natal. Kami menyebutnya pelayanan.

Tahun ini? Bukan persiapan natal yang dilakukan. Tidak lagi melatih anak-anak menari. Tidak juga menyiapkan hadiah-hadiah untuk adik-adik saat natal.

Sebuah acara yang besar, dipercayakan pada saya, setelah ditunda beberapa tahun. Sebuah acara bertemakan Festival, Bazzar dan Lomba Mewarnai. Acara yang 'complicated'. Acara yang melibatkan banyak tim. Acara juga yang banyak menelan tenaga, pikiran dan emosi.


Dibalik segala kesusahan dan kesulitan yang sempat saya dan teman-teman tim hadapi saat persiapan, seakan terbayar sudah saat acara ini mendapatkan antusias yang besar dari teman-teman di wilayah dan lingkungan. Khususnya cara mereka menyambut positif acara ini. Cara mereka menyambut cara ini dengan sukacita, membuat saya tersenyum diam dalam hati. Paling tidak, niat awal kami dapat terlaksana dengan baik.

Banyak hal yang didapat dalam acara ini. Keterlambatan dan mepetnya waktu, membuat saya belajar untuk kerja lebih cepat. Molornya waktu yang terjadi rupanya ada artinya. Tuhan yang mengaturkannya.

Beribu terima kasih pada seluruh panitia, para pengisi acara, para pengisi stand, para peserta lomba, seluruh pengurus Gereja, tim-tim yang membantu. Mohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan dan miscommunication yang sempat terjadi.

Akhirnya, saya pun tersadar. Saya harus mempersembahkan acara ini bukan untuk diri sendiri. Bukan untuk organisasi ini sendiri. Acara ini memang diatur oleh Tuhan, dibantu oleh Tuhan dan dipersembahkan untukNya. Hadiah natal untuk Tuhan. Mempersembahkan senyum anak-anak untuk Nya...


It's a happiness when I see your smile, kids...
-Cha-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini