22 Agustus 2015

#BCLstories ~ Pramuka Island

Perjalanan kami ke Pulau Pramuka berjalan cukup seru. Awalnya. Sebelum kami memutuskan untuk menggunakan jasa guide yang memandu kami snorkeling di sore hari. Ceritanya, setelah kami lelah ngambang di permukaan air, gue dan tim bercakap-cakap dengan Pak Wawan -guide yang memandu kami tadi- tentang makan malam yang bertemakan bakar-bakaran. Maksudnya bakar-bakar ikan gitu.

Bapak tadi menjanjikan dan menawarkan berbagai macam tawaran pada kami. Jadi, kami hanya percaya saja lalu memilih mandi dulu sebelum makan malam. Kami tiba di Pulau Pramuka saat matahari sudah benar-benar masuk ke peraduannya. Langit gelap.

Seusai mandi, kami keluar penginapan berniat mencari penginapan. Ternyata, kami benar-benar terlambat. Seluruh persediaan ikan di beberapa penjaja ikan bakar di pulau itu ternyata sudah ludes, des, des. Mengingat malam itu merupakan malam terakhir cuti bersama libur lebaran. Jadi sudah banyak yang pesan ikan dan dibakar.

Kami terpaksa harus luntang-lantung mencari makanan dan Pak Wawan mengawal kami di belakang. Mendengar-dengar tiap omongan kami. Akhirnya gue usul untuk pergi ke penangkaran penyu dulu, baru cari makan lagi setelahnya. Gue menyusuri sisi lain pulau dan menapaki jalan konblok di sela-sela rumah penduduk pulau Pramuka. Karena kondisi sudah malam, banyak rumah-rumah yang tutup rapat, bahkan sepanjang perjalanan pun hanya ada beberapa orang lewat. Itu pun mungkin turis lokal. Ditambah lagi, beberapa sudut jalan menuju penangkaran tidak diterangi cahaya. Gelap. Untung bawa handphone dan bergantung pada senter hape. Berasa jurit malem.

Rupanya, penangkaran penyu itu berada di sisi lain pantai yang bertolak belakang dari tempat kami menginap. Sayang, penangkarannya sudah tutup, tapi kami masih bisa mengintip dari pagar luar isi dari tong-tong penyu dan gue agak terenyuh saat melihat ada beberapa toples yang tergeletak di meja depan  penangkaran. Toples-toples itu berisikan penyu-penyu yang gagal menetas. Ada juga yang mungkin berhasil menetas, tapi tidak berhasil hidup.

Kami kembali pulang ke penginapan. Ada perasaan kurang nyaman saat kami 'dikawal' oleh Pak Wawan sepanjang perjalanan tadi. Bukan karena tidak sopan atau bagaimana, hanya saja kami serasa kurang bebas untuk mengatakan, melakukan bahkan bertingkah sesuatu. Doi selalu nyeletuk. Hahaha. Mungkin tugasnya begitu kali ya, hanya saja kami tidak nyaman dengan pelayanannya.

Makan malam yang kami impikan dengan ikan bakar dan sayur kangkung, berakhir dengan semangkuk soto (anyep) rasa ayam, serta beberapa bungkus nasi (tawar) yang digoreng. Bertolak belakang banget dengan kesenangan kami siang tadi.

***

Keesokan paginya, kami sudah diwanti-wanti untuk pergi lebih awal karena hari itu hanya ada satu kapal dari angke yang akan datang ke Pulau. Diberitakan pukul 11.30 baru akan berangkat, jadi kami leha-leha dulu, foto-foto cantik dulu di tepian pantai bahkan sampai membuat video konyol sebelum akhirnya kami ditinggal oleh kapal.

Keteledoran kami harus dibayar dengan harga sewa kapal yang lumayan mahal dibandingkan waktu pergi kemarin. Beberapa dari kami bahkan mengompori untuk menginap semalam lagi, karena merasa belum puas bermain di pulau Pramuka. Untungnya, gue kekeuh! Huahahaha.

Kami berangkat dari pulau pukul 12 lewat, tiba di angke pukul 3 - setengah 4-an. Perjalanan pulang cukup berjalan lancar. Tidak ada ibu-ibu mabok yang menggetarkan seisi kapal, nggak ada mabok laut, yang ada masuk angin karena kena angin laut. Gue bisa tidur malahan pas pulangnya.

Kapok? Nggak lah! Gue sama tim malah berniat untuk menggapai pulau itu atau pulau-pulau lainnya lagi mengingat kami belum puas bermain disana. Tips yang sama seperti waktu ke Untung Jawa, harap perhatikan dan pastikan segala sesuatunya sebelum mengambil keputusan. Misalnya soal penginapan, makan malam, bahkan jadwal kapal balik ke tempat tujuan. Semua dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Setelah ini, gue harus bersiap buat beresin skripsi, sidang dan wisuda. Liburannya udahan dulu, waktunya kembali beraktifitas!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini