2 September 2015

Tidak Berdaya

Masih inget kalau gue pernah minta maaf di salah satu postingan karena absennya gue di beberapa bulan terakhir. Secara pribadi, gue pun merasa sedikit miris jikalau melihat trackrecord dari jumlah tulisan yang ada di blog ini.

Blog ini pernah dalam masa ke'jaya'an nya saat gue rajin banget posting dan dalam setahun gue berhasil menerbitkan kurang lebih 150 tulisan. Hal itu diikuti di tahun berikutnya walau sedikit agak berkurang. Sementara itu, gue melihat di record tahun 2015, sampai bulan September ini baru ada sekitar puluhan tulisan yang berhasil gue ciptakan. Kalau distatistik, ini namanya penurunan kualitas dan kuantitas tulisan. Mudah-mudahan tidak seperti itu ya.

Alasan utama gue tidak bisa menyelesaikan tulisan dengan tepat waktu adalah ketidakberdayaan gue akan waktu yang berjalan cepat. Diikuti alasan lain yaitu tidak adanya koneksi internet yang gratisan dan cepat. Padahal pakai internet hotspot henpon pun masih bisa selancar.

Alasan lainnya lagi adalah menumpuknya pekerjaan sebagai Mahasiswa Tingkat Akhir sekaligus kenaikan kelas anak-anak yang banyak menyita waktu.

Well, jujur aja. Itu semua hanya alasan, untuk ketidakberdayaan gue dan absennya tulisan gue di dunia blogger. Lebih dalemnya lagi, gue sekarang sedang mencari pembelaan diri. Buktinya, gue bisa menyelesaikan lebih dari lima postingan dalam dua hari berturut-turut. So, sebenarnya alasan gue diatas itu cuma 'pembelaan diri'.

Ada kalanya kita memang butuh untuk membela diri. Entah dengan alasan yang real atau sengaja di buat menjadi alasan. Semua kembali kepada diri sendiri dan pastinya pembelaan diri. Tapi, sadarkah kita bahwa saat kita membela diri, lalu memangkiri sesuatu yang biasa kita lakukan, kemudian menjadi kebiasaan mengelak atau bahasa keren nya, 'ngelesss', secara perlahan kita sedang membiarkan diri kita tertinggal dari yang lain.

Contohnya, gue. Nggak usah ambil contoh jauh-jauh. Dengan absennya gue menulis, banyak ide inspiratif yang tertinggal dan menguap begitu saja yang mungkin, ada yang ngena di salah satu pembaca. Contoh lainnya, gue ketinggalan berita. Banyak berita baru dan bisa gue kembangkan dengan gaya gue dan terlewat begitu saja. Akibatnya, gue terkadang tidak tahu perkembangan terakhir hanya karena gue jarang searching dan korek-korek ide. Terakhir, pikiran jadi tumpul. Jarang di asah. Cuma tahu cari duit, duit, duit.

Well, bekerja itu nggak salah. Beraktifitas itu nggak ada yang larang. Cuma, kalau semua itu hanya sebagai pelarian, pembelaan diri bahkan alasan atas ketidakberdayaan kita terhadap sesuatu, tampaknya perlu ada yang mengingatkan dengan cukup keras. Atau, mungkin kayak gue. Mesti sampai harus rawat inap dulu sebelum sadar bahwa tubuh kita juga sudah tidak berdaya, tidak mampu menampung semua aktifitas yang dipaksain, atau otak kita udah lelah menanggung semua masalah, ingatan dan kegelisahan kita sendiri.

So, take a breath. Just enjoy your self. Keep writing gais!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini