21 November 2013

Mau sampai kapan??

source
Ini masih soal perasaan.
Kata-kata yang masih terjebak dengan pengharapan masa lalu.
Pikiran-pikiran yang masih mengharapkan akan setitik sinyal.
Hati-hati yang masih menggantungkan impian.

Cukup sudah.
Terasa berat, memikirkan dan menahannya.
Sebuah hati yang takkan pernah tercapai.
Hanya mengikis ruang-ruang hati.

Saat mulai terobati.
Tertutupi dengan sedikit perhatian-perhatian.
Dari kumbang lain nan jauh di mata.
Berusaha mengembalikan hati-hati yang sempat tergantungkan.

Tidak bisa begini.
Lagi-lagi.
Pikiran-pikiran kembali tertarik di kutub lainnya.
Senyum-senyum kembali terutas disudut bibirnya.
Haruskah kembali?


Mau sampai kapan?
Menjejakkan rasa di hati yang sudah terkikis.
Menyesakkan diagfragma.
Menelusup di dalam dada.

Sudahi saja segalanya.
Setiap hal memiliki batas kemampuan.
Tak bisa lagi membiarkan hati terus terkikis.
Ingin menghirup udara segar.
Menghela nafas panjang.
Dan tersenyum bersamanya.
Bukan bersama dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini