29 November 2012

Cinta yang tak pernah pasti

Hujan baru saja berhenti
Beberapa saat sebelum aku pergi
Meninggalkan tempat
Dimana aku menuntut ilmu

Udara dingin berhembus
Menelusup diantara dinginnya malam
Malam ini benar dingin terasa
Menciptakan sesakan di dalam dada

Di langit tampak sebuah cahaya
Berwarna oranye
Mengintip dibalik pekatnya malam
Berusaha menerobos kegelapan


Senyumku tiba-tiba kemayu
Memandangi bulan yang sama
Namun di waktu yang benar...
Benar berbeda

Awan mendung masih betah
Menunggu waktu 'tuk menangis
Sang bulan hanya sebentar
Berani menampakkan diri dan kembali di telan malam

Tak ingat kapan terakhir kali
Ku mengenangmu dibawah sinar bulan
Ku merindukanmu diantara dinginnya sang malam

Benar dirimu telah terganti
Sungguh hatiku telah pulih
Yakin diriku kan lebih baik
Tapi sang bulan
Membawa kembali kenangan

Udara malam menghembuskan namamu
Bahkan tetesan hujan merindukan dirimu

Ah, harus ku sadari

Ternyata...
Hati ini masih ada untukmu
Walau sisa-sisa yang kadang menyakitkan

Ternyata...
Hanya kenangan itu yang kusuka
Yang mampu menelusuk kalbuku
Bahkan menghantui mimpiku

Ya, aku bisa melangkah
Dan terus tersenyum
Bersama kenangan cintaku
Yang takkan pernah pasti...
bulan yang tertutup awan pekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini