9 Juni 2015

Senja

Disclaimer
Sebelum membaca postingan ini, silahkan membuka cerpen sebelumnya. Cerpen ini tidak bersambung namun dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi yang sama di waktu yang sama tempo dulu. Happy Reading...
***


Senja merupakan saat dimana sang surya sudah memasuki detik-detik tenggelam di ufuk sebelah barat. Sinar oranye berkilau menyisakan sisa-sisa cahaya terang sang surya yang telah siap masuk ke dalam peraduannya. Diseluruh tempat, diseluruh dunia, senja juga menyisakan kemilaunya sendiri bagi setiap yang memandangnya. Namun, dari seluruh tempat yang ada, pantai merupakan tempat paling terindah untuk melihat senja. Setiap orang yang berkunjung ke pantai pasti akan menyebut bahwa senja di pantai sangatlah indah. Senja yang sama, diseluruh pantai dunia selalu indah menandakan kebesaran sang surya tersebut.

Keindahan senja di pantai juga pernah aku nikmati disalah satu pantai yang ada di pulau Jawa, tepatnya di pantai Anyer. Pantai yang berhadapan langsung dengan selat Sunda tersebut tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di pulau Jawa. Pasirnya masih putih bercampur dengan batu-batu karang dan ombaknya yang cukup besar. Kala itu, aku dan teman-temanku berwisata di pantai Anyer. Menjelang sore, kami semua menuju pantai menunggu saat-saat sang surya masuk ke dalam peraduannya. Sambil mengisi waktu, kami bermain ombak, bermain pasir, berfoto-foto hingga akhirnya kami terduduk karena kelelahan bermain. Disalah satu sudut pantai, kami terduduk menyaksikan ombak-ombak yang datang bergantian menyapu pasir dan membasahi kaki kami.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.55 dan matahari masih berdiri tegak dihadapanku. Hanya tinggal beberapa sentimeter lagi, apabila dilihat secara kasat mata, sang matahari menghilang. Langit pun sedikit demi sedikit mulai berubah warna. Awan-awan kelabu mulai merajai langit. Hanya yang berada disekeliling cahaya matahari yang tampak cerah dan benderang. Sang surya pun mulai berganti warna, oranye kemerahan dan tidak menyilaukan mata. Otomatis membuat warna disekelilingnya ikut berwarna oranye menyibak awan kelabu yang siap mengganti hari menjadi malam.

Aku masih terduduk memandangi lautan, ombak dan matahari sementara teman-temanku ada yang melanjutkan bermain di pinggir pantai. Saat memandang matahari yang ternyata sudah mulai hilang setengah bagian, aku menyadari laut pun ikut berubah warna. Terang benderang sedikit oranye mengikuti warna matahari senja. Indah sungguh ciptaan Tuhan, gumamku dalam hati masih terus memandangi detik-detik tenggelamnya matahari.

Setelah seluruh bagian matahari hilang dari pandangan ternyata cahaya sang Surya masih tertinggal. Tampak cahaya oranye kemerahan diantara lautan dan itulah senja. Saat dimana sang surya telah masuk ke dalam peraduannya. Momen tersebut tidak kami sia-siakan, kami berfoto berlatarkan langit oranye, langit senja di pantai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini