27 Januari 2015

Totalitas vs Popularitas

Coba... Lebih dulu mana, totalitas dapat popularitas atau popularitas menentukan totalitas?


Beberapa waktu kebelakang ini, gue agak bingung akan dua kata tersebut. Dulu, saat gue merasa sangat bersungguh-sungguh dalam menangani berbagai acara dan kegiatan, gue merasa ada jiwa di dalam kegiatan tersebut. Tapi, gue merasa tidak populer karena saat itu hanya terpikirkan bagaimana kegiatan itu berjalan dengan baik dan sebagainya.

Ternyata, seiring berjalannya waktu... Kesungguhan gue dalam menjalankan suatu kegiatan menbuahkan hasil yakni nama gue di kenal di beberapa tempat. Beberapa orang pun tahu kinerja dan kesungguhan gue. Mereka kadang menyebutnya kalau gue totalitas akan kerjaan gue.

Bukan hanya kegiatan organisasi, kerjaan kantor pun gue perlakukan sama seperti itu. Berlaku sungguh-sungguh pada tanggung jawab yang diberikan. Seiring berjalannya waktu totalitas ternyata membawa popularitas bagi gue. Mereka yang melihat menyebut gue populer.

Lalu bagaimana saat waktu berlalu, kebosanan mendera lalu masalah ikut nimbrung, ikutan menarik gue dari zona total dan populer. Okelah... waktu, masalah dan teman-temannya boleh saja menggoda dan menurunkan tingkat totalitas gue akan suatu pekerjaan, tapi popularitas yang sudah menempel dibalik totalitas ternyata tidak bisa ditarik bersamaan.

Popularitas tetap nempel saat beberapa orang tetap saja menjejalkan berbagai macam tanggung jawab meski mereka tahu kalau gue sedang kehilangan arah. Katanya sih, biar gue balik totalitas lagi.

Oke deh, gue jalanin bermodalkan popularitas, siapa tahu perkataan mereka benar dan nyata. Sayangnya, apa yang gue rasain tidak sama dengan apa yang mereka katakan. Gue merasa tidak puas akan hasil kerja gue sendiri. Apalagi mereka yang hanya tinggal lihat dan menikmati.

Kesel? Kesel. Sayangnya, gue nggak akan mau se-ngotot dulu lagi tentang kesungguhan tersebut. Akhirnya gue kesel sama diri sendiri, menyesal karena tidak mencurahkan lebih banyak waktu untuk mengurus hal-hal kecil yang dulu pernah menjadi hal besar bagi gue.

Yaah.. Awal tahun sih sekarang, masih bingung mau pilih kembaliin totalitas atau hanya sekedar mengandalkan popularitas demi bertahan. Berhubung teori gue tentang kesungguhan itu harus muncul dari diri sendiri tanpa paksaan, mudah-mudahan tahun ini menjadi tahun baik buat gue sehingga segala pencapaian yang belum terwujud dapat segera menjadi kenyataan. AMIN!

Selamat tahun baru! Selamat memulai semua kembali dari awal.

Mari wujudkan mimpi menjadi kenyataan! Horeee....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini