21 Februari 2015

#Semarang Trip Day 2: Katedral ~ Sam Pho Kong ~ Pandanaran

Well, gue akui perjalanan kali ini tampak sedikit muter-muter. Huehehe...

Pagi hari pertama di Semarang tampaknya cukup baik. Gue dan kawan-kawan sudah bersiap untuk mengikuti misa pertama di Katedral Semarang yang notabene letaknya di seberang Lawang Sewu kemaren. Sayang, niat ini sempat gagal saat kami semua kesiangan (karena capek booo....) serta riweh dan susahnya nyari makanan di pagi hari di kota ini. Mungkin, bukan sulit kali ya... Mungkin juga, karena kami tidak begitu hafal dengan akses di kota ini.
judul: MAKANAN NORMAL (capslock rusak)
Yaaah, namanya juga belajar jadi anak backpacker...
Tidak seperti di Jogja kemarin, makanan pagi kami kali ini cukup mewah dan... normal. Ada beberapa alasan kenapa gue cukup 'elus dada' saat mencicipi makanan-makanan Semarang. Kami sarapan di salah satu gerai restoran cepat saji yang buka 24 jam.
Oh ya, perlu diketahui, kami memulai perjalanan dari penginapan dengan jalan kaki loooh. Usai sarapan, perut kenyang dan terisi tenaga, kami melanjutkan perjalanan menuju Gereja Katedral Semarang. Dan, hebatnya... perjalanan yang kemarin kami pikir jauh dari penginapan, bisa kami tempuh dalam waktu 30 menit dengan jalan kaki. Dan lagi, kami cukup kuat untuk jalan ke tekape.

Misa dimulai. Bangunan Gereja Katedral Semarang ini mengingatkan gue akan Gereja Katedral di Jakarta. Dengan arsitektur khas Belanda, gereja ini juga mengingatkan gue dengan Gereja HSPMTB, tempat gue biasa beribadah di Tangerang. Banyaknya umat yang bejubel di luar gereja sembari ikut misa, salah satu alasan kenapa gue keinget sama gereja Tangerang.

Rasanya belum lengkap bila berkunjung ke kota orang, belum misa di Gereja Katholik setempat serta foto-foto dengan arsitektur dan beberapa spot khas Gereja Katholik. Destinasi pertama kami pun, checked!


Oh ya, selagi kami beribadah, beberapa teman kami yang muslim pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah. Gue bawain beberapa liputannya lewat foto yaa.. ^^


Berikutnya, kami menuju Sam Pho Kong. Konon, tempat ini sebenarnya dulu adalah sebuah masjid tapi sekarang berubah fungsi menjadi klenteng mengingat tradisi orang Tionghoa yang menghormati leluhur mereka. Sembari menunggu teman kami yang dari Masjid Agung, kami menyantap rujak buah yang kami beli di depan gereja tadi. :D

Begitu masuk ke dalam, kesan pertama adalah.. PANAS! Ya Tuhaaaann... Sunblock  yang gue pakai kayaknya kurang tebal deh! Seriusss!!

Suasana di kawasan Sam Pho Kong seakan membawa gue ke negeri Tiongkok dengan bangunan-bangunan yang khas. Kebanyakan di dominasi dengan warna merah. Ada beberapa bangunan dengan nama masing-masing. Ada juga beberapa patung dewa-dewi di beberapa spot depan bangunan klenteng. Ada juga ditulisi nama-nama donatur disana. Yang paling berkesan, adanya patung besar Laksamana Ceng Ho yang terletak di salah satu sudut area Klenteng Sam Pho Kong.

Ada namanya tuh.. Insinyur ....



berasa beda negri gitu...

liat langitnya... cakeup!

note! Itu gue udah lompat, cuma gravitasi gue lebih berat kyknya. Nyampe duluan deeh.. -__-"

Tidak ingin berlama-lama membakar kulit, usai foto-foto, kami semua segera meluncur ke kawasan Pandanaran untuk berburu oleh-oleh khas Semarang. Dari yang bisa dibagi-bagi sampai yang cuma untuk konsumsi pribadi. Pastinya, Bandeng, Tahu Baso, Mochi dan Lunpia, tidak ketinggalan!

Dikawasan ini lengkap! Sepanjang jalan Pandanaran ini lumayan lengkap untuk oleh-oleh makanan. Kalau di Jogja, mungkin sama dengan Malioboro, hanya berbeda jenis jajanannya. Hueee.. :D
horeeee!!
Ibadah, checked! Jalan-jalan, checked! Oleh-oleh, checked! Ada yang kurang... MAKAN SIANG!
Kami baru tiba di hotel sekitar jam 3 sore dan makan siang kami berakhir dengan semangkok INDOMIE Soto plus Telur, plus sambal, plus plus plus. Makanan yang di dewakan banget saat disana. *lebay binggo!* *huahahah* *biarin*

Usai makan, saatnya beres-beres dan... pulang! Kami pulang dengan membawa bekal yang dibeli di warung saat hari pertama.

Bye Semarang! Maybe next trip will be better than now! See ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini