1 Juli 2013

SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN

Saya mendapatkan artikel ini dari FB Tionghoa Indonesia dan berinisiatif mempublikasikannya di sini.


SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN ==
(semoga beliau baca)

Pak Presiden yang baik,
Bila harga BBM naik, dengan gagah
dan baik hati, konon Bapak akan
memberi kami kompensasi...


Bapak akan membuat kami
mengantre untuk mendapatkan uang
bantuan, agar kami tak merasa
kesulitan...

Tapi, pikiran kami sederhana saja...
Pak, benarkah Bapak suka melihat
kami mengantre panjang mengular
dari Sabang sampai Merauke?

Kami tidak suka itu, Pak.
Kami tak suka terlihat miskin,
apalagi menjadi miskin.

Kalau memang Bapak punya uang
untuk dibagikan kepada kami,
pakailah uang itu, kami rela
meminjamkannya untuk
menyelamatkan ‘perekonomian
nasional’ yang konon sedang gawat
itu.

Tak perlu naikkan BBM, pakailah
uang kami itu, kami rela
meminjamkannya untuk menyelamat
kan bangsa...!

Hidup kami sederhana, disambung
lembaran-lembaran uang recehan.

Ilmu hitung kamipun kelas
rendahan, berapa untuk makan
sehari-hari, uang jajan anak sekolah,
biaya transportasi, biaya listrik
bulanan, dan kadang-kadang cicilan
motor, dispenser atau DVD player.


Tak perlu kalkulator.

Bila sedang beruntung, kami bisa
punya sisa uang untuk jalan-jalan di
akhir pekan. Bila sedang sulit kami
tidak kemana-mana...

Pak, Kami mencari kebahagiaan
gratisan di televisi, meski kadang-
kadang justru kami malah dibuat
pusing dengan berita-berita tentang
beberapa anak buah Bapak yang
korupsi.

Bila perlu, berdirilah di hadapan
kami, katakan apa yang negara
perlukan dari kami untuk
menyelamatkan kegawatan bencana
ekonomi negara ini...?

Bila Bapak perlu uang, kami akan
menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam
tangan, atau apa saja, agar
terkumpul sejumlah uang untuk
melakukan pembangunan dan
penyelamatan perekonomian
bangsa...

Bila Bapak disandra mafia, pejabat-
pejabat yang bangsat, atau
pengusaha-pengusaha yang
menghisap rakyat, tolong beritahu
kami, siapa saja mereka...?

Kami akan bersatu untuk
membantumu melenyapkan mereka.

Tentu saja, semoga Anda bukan
salah satu bagian dari mereka...!

Pak Presiden yang baik,
Dengarkanlah kami, berdirilah untuk
kami, berbicaralah atas nama kami,
belalah kami, maka kami akan selalu
ada, berdiri, bahkan berlari
mengorbankan apa saja untuk
membelamu.

Berhentilah berdiri dan berbicara
atas nama sejumlah pihak, membela
kepentingan-kepentingan golongan.

Berhentilah jadi bagian dari mereka
yang ingin kami benci sampai mati.
Jangan jadi penakut, Pak Presiden,
jangan jadi pengecut!

Buanglah kalkulatormu, singkirkan
tumpukan kertas dihadapanmu,
lupakan bisikan-bisikan penjilat
disekelilingmu, lalu dengarkanlah
suara kami, tataplah mata kami...

Tidak pernah ada satupun pemimpin
di atas dunia yang sanggup bertahan
dalam kekuasaannya, jika ia terus-
menerus menulikan dirinya dari
suara-suara rakyatnya!

Pak Presiden...

Sekali lagi, tentang kenaikan harga
minyak, barangkali kami memang
tak pandai berhitung...

Tapi, sungguh...

Kami tak perlu menghitung apapun
untuk memutuskan mencintai atau
membenci sesuatu, termasuk
mencintai atau membencimu...!

Klik bagikan, jika kalian ingin surat
ini sampai ke beliau...

PHI
======

Note : Semoga Surat ini bisa sampai
kpd Bapak Presiden SBY , krn ini
adalah cerminan Suara Rakyat ( yg
katanya Suara Rakyat adalah ibarat
Suara Tuhan ).
Ad 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini