19 Februari 2014

Goes to Jogja #Preparation

Berlebihan nggak sih kalau gue memberikan caption "Wonderful Indonesia" atas sebuah kota bernamakan...

Yogyakarta!

Sebuah kota dengan sejuta warna akan budaya, kuliner, serta keramah-tamahan orang-orangnya-lah yang membuat gue penasaran sejuta kali dan ngotot kepengen memijakkan kaki di bumi Ngayogyakarta.

Akhirnya, setelah penantian sekian tahun *eaa*, gue berhasil memijakkan kaki di Negeri para pelajar tersebut. Pertama kali tiba di Yogyakarta yakni bulan Juni 2013 dan murni untuk pelatihan penulis. Kedatangan gue yang kedua kali di provinsi Yogyakarta yakni bulan November 2013 yang lalu, benar-benar murni untuk jalan-jalan! Yeay! *tepok tangan*

Sebagai 'newbie' dalam hal berpetualang di kota orang nan asing, tentunya segala persiapan dilakukan dari jauh-jauh hari dong.. Jadi, gue bersama dengan 5 teman gue lainnya melakukan persiapan dengan membeli tiket yang secara.... DADAKAN!

Okeh, boleh gue akui, kalau persiapan ke Jogja kali ini benar-benar serba dadakan. Tepatnya hari minggu, Ellen dkk, memaksa gue yang tidak tahu apa-apa untuk ikut pergi ke St. Pasar Senen. Oh, ya! Sebagai info, sebelumnya kami telah menabung dari jauh-jauh bulan sebelumnya loh. Jadi kami ke St. Pasar Senen bukan dengan dana dadakan tapi dengan dana yang tersimpan dengan baik.

Balik lagi ke perjalanan beli tiket yang.... DADAKAN! Kenapa gue dari tadi menekankan kata 'DADAKAN' itu? Jadi, kami pergi ke stasiun pasar senen menggunakan kereta dan begitu kami tiba di stasiun tangerang, baru saja tiba dan beli karcis, hanya berselang beberapa detik, kereta melintas begitu saja dan kami ketinggalan kereta. Alhasil, kami harus menunggu lagi selama SATU JAM!

Stasiun yang sudah rapi dari pedagang asongan, berhasil membuat perut gue yang keroncongan seperti terpenjara di dalam stasiun. Satu jam menunggu, akhirnya kereta tujuan Duri itu pun tiba dan syuuutt.. meluncurlah kami menuju stasiun Duri untuk transit ke Stasiun Pasar Senen. Lagi, kami harus menunggu sekitar 30 menit hingga kereta pun tiba. Kurang lebih, kami menghabiskan dua jam dari Tangerang menuju St. Pasar Senen menggunakan kereta. Lebih lama dibanding naik sepeda motor.

Sampai di St. Pasar Senen, kami pun masih harus mengantri demi mendapat tiket dan menyebar di beberapa loket lalu menunggu siapa yang paling dulu sampai di bibir loket. Untungnya, kami sudah cek dulu jadwal keretanya lewat situs KAI sehingga begitu ditanya mau kemana, kereta apa, jam berapa dan duduk dimana-nya pun, langsung kami jawab dengan cepat. Lagi, karena birokrasi yang cukup lama dan ribet, kami baru bisa mendapatkan tiket kami sekitar setengah jam kemudian.

Selesai pesan tiket, kami mampir dulu ke minimarket untuk sekedar beli roti lalu masuk kembali ke terowongan bawah tanah-nya St. Pasar Senen untuk pulang kembali ke rumah. And again! Begitu kami tiba di atas...

Masinis KRL blablabla, Sinyal hijau aman berangkat!
Diikuti bunyi... Jegreg! Ngoooooongggggg!!

Berlalulah kembali kereta dengan sadar di depan mata kami ber-5. Ketinggalan kereta lagi! Hanya beda beberapa menit, detik dan... kami pun harus menunggu lagi. Yah.. Mungkin karena semuanya dilakukan serba DADAKAN! Jadi, mau protes pun tidak ada guna. Kurang lebih pukul 20.00 kami tiba di stasiun Tangerang. Tapi, karena antusiasnya kami setelah berhasil mendapatkan tiket, aksi narsis pun masih belum ketinggalan sebelum meninggalkan kereta sore itu.
masih di kereta

Kegelapan malam serta gemerlap lampu dari kios-kios di pasar anyar mengantarkanku akhirnya pulang ke rumah dengan lelah yang juga ikut... DADAKAN!

5 komentar:

  1. kenangan bgt dah..
    next trip kmn lg nih??
    Jangan "DADAKAN" lg dah...

    BalasHapus
  2. Jogja emang istimewa ya? :)

    BalasHapus
  3. @yuliardi: yupzz! Belum tahu nih, mari di rencanakan! :D

    @nhe!: Istiimewa! *gaya cherrybelle* :P

    BalasHapus
  4. waaaaaaaaaaaaaaah serunya ya, saya ke jogya pas tahun 2010 lalu pertama kali ngebolang sama teman", eh ke yogya lagi dgn tujuan yg berbeda (lomba) berasa banget feelnya beda :|

    BalasHapus
  5. @mba titis:
    Iya mba, betul banget. Kalau ngebolang lebih berasa daripada ada urusan formal. Memang feel-nya lebih enak buat jalan-jalan yah, mba. :D

    BalasHapus

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini