30 Mei 2013

Buih-buih..

Angin semilir berhembus perlahan menerpa kulitku
Menatap langit senja yang cerah
Seraya menanti...

Berdiri memandang sungai hitam ditepi jembatan beton
Dalam hati terpikir, begitu indahnya sore ini
Sayang, buih-buih limbah mengalir bersamaan dengan aliran sungai yang pekat

Ah, masih ku ingat tiga tahun yang lalu
Aku berdiri di pinggir jembatan yang sama, memandang sungai yang sama
Masih teringat jelas juga beberapa makhluk air tampak jelas dari atas jembatan


Yah, keadaan sungai memang tidak jernih juga saat itu
Namun aku masih bisa lihat ikan-ikan gapi berenang dan bermain ke permukaan.
Dasar sungai memang tidak terlihat tapi bisa melihat ikan-ikan itu pun sudah membuatku tersenyum

Kini, hanya helaan nafas yang dapatku lakukan
Buih-buih hasil limbah pabrik mengalir deras sederas aliran sungai
Tak bisa dilihat lagi ikan-ikan itu atau mungkin sudah tidak ada lagi di dalam sana

Ah, apa yang bisa ku lakukan
Hanya mengeluh tanpa tindakan
Aku terlalu kecil untuk bisa melawan para penguasa yang mementingkan dirinya sendiri.

Baiklah, aku tahu satu hal.
Aku tidak boleh menambah pencemarannya. Paling tidak aku mengurangi dari pencemaran itu sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini