12 Maret 2014

Let your heart loving it...

Terkadang,

Secara tidak sadar, kita selalu berharap untuk meminta balasan. Walau dalam bibir berbicara 'Ikhlas', kenyataannya tidak pernah mau sejalan dengan pikiran. Perasaan tidak pernah mau di kompromi dengan pikiran.

Saat bekerja di kantor misalnya,

Awalnya mungkin kita akan mengatakan, "Jalanin aja dulu..."
Kenyataannya akan berubah saat akhir bulan dan melihat saldo rekening tidak sesuai dengan harapan.
Lalu, kata-kata di awal tadi akan berubah menjadi, "Cape-cape, cuma segini..."

Saat berorganisasi misalnya lagi,

Awalnya mungkin kita akan berkata, "Gue mau aktif aja, melayani dengan ikhlas..."
Seiring berjalannya waktu, kemampuan yang ikut meningkat serta eksistensi yang mengikuti, secara tidak sadar kita menginginkan lebih dari sekedar melayani.
Lalu, kata-kata diawal tadi akan berubah menjadi, "Kok cuma dia yang dipilih, bla bla bla..."

Sampai-sampai ke saat perasaan berpengaruh begitu kuat,

Awalnya mungkin kita akan berkata, "Pendekatan dulu deh..."
Semakin dekat, perasaan sudah ikut campur, hati pun mulai egois, lebih ingin memiliki dari sebelumnya.
Lalu, kata-kata diawal tadi akan berubah menjadi, "Gue patah hati, cinta gue bertepuk sebelah tangan..."

Pada akhirnya,

Daripada sakit hati karena cinta tidak berbalas. Atau galau berkepanjangan karena sulit melupakan, maka lebih baik mengenang.

Dengan cara yang lebih indah.
Dengan tetap mencintai.
Dengan tetap mengenang.

Tanpa harus mengharapkan balasan. Tanpa harus memiliki.

Semuanya akan sulit saat berusaha melupakan. Semakin keras usaha melupakan, semakin sering pula mengingat. Jadi, silahkan dikenang. Silahkan di cintai, sebanyak yang kau inginkan. Lalu biarkan hatimu mengalir dengan sendirinya.

Pada akhirnya,

Kau akan mendapati hatimu telah melakukan yang terbaik. Karena kamu bisa mengenangnya, mengingatnya, dan mencintainya sebanyak yang kamu mau. Ingat, tanpa harus berharap dibalas.

Karena cinta tidak harus saling memiliki, tapi boleh untuk disimpan, dikenang dan dicintai kok.. :)

source

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini