10 April 2014

a Glass of Wish

Pagi hari ketika hari DUA TIGA tiba kemarin, Pep mengirim ucapan selamat lewat sms. Karena BBM gue mati saat malamnya, jadi Pep kirim ucapan lewat sms. Saat BBM kembali menyala, sekali lagi, Pep kirim ucapannya lewat BBM.

FYI, Pep adalah panggilan gue untuk Febri, salah satu sahabat gue di kampus.

Balik ke topik.

Nah, setelahnya terjadilah perbincangan yang agak fulgar serius. Tapii, pembicaraan ini hanya tercatat di dalam pesan instan di BBM loh. Tidak benar-benar terjadi! :D

Pep: Chaaa, lo mau hadiah apa?
Gue: Haha, nggak perlu hadiah pepp. Gue nggak butuh hadiah.
Pep: Terus? Lo mau ape?
Gue: Duit peepp, duitt!! $_$ (sekejap jadi mata duitan)
Pep: Serius lo? Kalo maunya duit nanti gue bawain.
Gue: Haha.. Becanda pep. Nggak, gue nggak mau apa-apa. (belagak shyookk..)
Pep: Okeh, lo mau duit kan? Nanti siap-siap di siram duit yahh..
Gue: Haha.. Nggak lah pep. (Perasaan nggak enak).

FYI lagi, sejak pembicaraan fulgar diatas, gue langsung siap-siap memasukan sepotong baju ke dalam tas. Mengingat ada kata 'siram' dari kata-kata Pep. Selama dua hari, gue bawa-bawa terus tuh baju sampai hari Jumat.

Jumatnya, seusai kelas drama selesai, gue harus menghadiri rapat LDK. Kebetulan Pep juga termasuk panitianya nih. Sebisa mungkin, gue menjauhi doi berharap tidak ada siram-menyiram terjadi seperti yang di prediksi sebelumnya.

Rapat selesai!

"Chaaaa, selamat ulang tahun!" teriak Pep bareng Anggi seraya menyodorkan sesuatu.

Sebuah toples kaca yang dihias pita beserta isinya. Isinya berupa gulungan-gulungan kertas serta... koin! Pep benar-benar menghadiahi gue duit. Beserta Doa-doa di dalamnya.

Yang menjadi spesial adalah...
bukan hadiah-nya. Bukan pula receh-receh koinnya. Melainkan, nilai dari pemberian itu sendiri.
*mendadak berasa menyaksikan adegan di salah satu komik.

Bukan karena nilai 'berapa'nya, melainnya nilai 'bagaimana'nya hadiah itu dipersiapkan dan diperuntukkan hanya untuk gue. Terharu memang. Mendadak speechless. Lalu akhirnya gue putuskan menuangkan perasaan gue ini lewat tulisan ini.

Sesampainya di rumah, gulungan-gulungan kertas yang gue pikir sampah tadi ternyata ada isinya. Berupa ucapan-ucapan disisipi doa-doa dalam menyambut ulte gue kemarin. Toples kaca itu pun gue musiumkan di tempat rahasia dan penting.

Pesan Pep sebelum pulang,

"Asal jangan dipake aja tuh receh kalo lagi nggak ada duit."

:3

2 komentar:

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini