25 April 2014

I Love to be Happy

Jangan bilang kalau gue songong dengan menaruh judul itu diatas. Karena, orang-orang akan langsung mencibir, "Siapa memangnya yang tidak mau bahagia?!"

Tenang, tenang. Ini tidak ada hubungannya dengan 'bahagia-tidak bahagia' atau filosofi lainnya. Kesempatan kali ini masih berhubungan dengan dramatisasi yang gue usung di bulan ini.

Sebenarnya, belakangan ini gue lagi kecanduan nonton MOVIE yang gue dapatkan dari teman kantor. Berhubung doi lebih suka film Jepang, maka sebagian besar film yang doi kasih ya film Jepang. Eitss, jangan mikir yang macam-macam doloooo.. Ini beneran movie!
source
Selain film Jepang, doi juga memberikan beberapa film Korea yang menggelitik gue untuk menulis postingan ini. Ada 3 film Jepang yang sudah selesai gue tonton dan kesemuanya berakhir... sedih! Dan, gue langsung tidak suka dengan film Jepang. *dilempar laptop*

Bukannya gue anti dengan sad ending namun menurut gue nggak adil aja saat seorang penulis cerita/skrip harus mematikan tokoh utama yang sudah di kembangkan hingga termehek-mehek. Penonton diajak melihat perkembangan sang tokoh yang 'biasanya' berkembang dari buruk menjadi lebih baik. Ini nih.. yang gue bilang nggak adil. Saat penonton sudah berharap akhir yang baik ternyata disuguhi akhir yang seperti kiamat. Jatuh ke dunia antah berantah dan bersedih tanpa akhir.

Misalnya,
source
Dalam film "I Give My First Love To You", memang sih... dari awal cerita penonton seperti sudah di peringatkan bahwa tokoh utama (Takuma) menderita kelainan jantung yang bisa meninggal kapan saja. Tapi, sebagai penonton, perasaan gue dibawa berkembang dengan kehidupan Takuma yang akhirnya berjalan baik-baik saja hingga masuk SMA.

Namun segalanya perlahan memburuk saat Takuma menyadari waktunya yang begitu singkat untuk bersama dengan Mayu. Hingga akhirnya benar-benar meninggal.

Ya. Penonton memang di peringatkan sejak awal, tapi gue... tetap merasa tidak adil....... WHY?
Karena seseorang yang menderita kelainan jantung itu harusnya bisa dapat transplantasi dan bisa hidup setelahnya, tapi disini penonton dibuat benar-benar harus menangis di akhir karena transplantasi jantung di dapatkan melalui teman Takuma dan ditolak mentah-mentah oleh Takuma sendiri. Yah.. Akhirnya, meninggallah Takuma.

Sedih? Sedih! Kapok? Kagak!

*wakakakak*

Film Korea yang gue tonton akhir-akhir ini, semua berakhir bahagia atau live in peace. Gue menggunakan 'live in peace' karena walaupun tokoh utama pria dan wanita tidak bersatu, namun keduanya tetap mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing.

Misalnya,
source
Film berjudul 'Always' yang gue cap sedikit brutal, manis, sedih serta bahagia. Awal cerita yang tidak bisa ditebak, diikuti akhir bahagia yang awalnya juga dikira akan berakhir sedih. Namun, lagi, akhir cerita ini tidaklah sedih. Gue suka saat tokoh utama wanita-nya bisa menerima kenyataan sang pahlawan yang selama ini hanya bisa di bayangkan dalam pikirannya.

Ya. Tokoh utama wanitanya tuna netra. Pertemuan keduanya pun cukup aneh, namun masuk diakal.
Perkembangan cerita serta tokoh yang kembali menguras air mata, seakan terbayar lunas saat melihat akhir keduanya yang baik.

Okeh! Sampai disini membahas dan mencari perbedaan dari kedua film yang berasal dari negeri Sakura dan Gingseng itu.

Yang bisa gue ambil dari kedua film tadi adalah... penonton menyukai akhir yang bahagia. Itu pendapat gue. Gue lebih suka akhir yang bahagia atau live in peace. Walau pada kenyataannya hidup tidak semudah dan sebahagia itu.

Ya! Kita memang harus memperjuangan kebahagiaan kita sendiri, bahkan untuk hal paling detil dan kecil sekalipun. Seperti kata Anti disini, bahwa kebahagiaan itu bisa berasal dari hal-hal yang kecil. Dan gue memutuskan untuk hidup bahagia.

Because life is short, try to get the happiness in the end of your story, your life.

*upsss, ini bocoran untuk tema bulan depan loooohhh....* XP

2 komentar:

  1. hehe liatnya harus download dulu tapi ya. gak ada stasiun tv yang nayangin yaa :3
    film luar banyak pesan moralnya dari film kita :D

    BalasHapus
  2. @sirajuddinabraham:
    iya betul! Minta ke teman juga bisa tuh.. :D

    Thanks ya udah mampir! :)

    BalasHapus

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini