7 April 2014

Tak Cukup untuk Mencintai

"Semua orang menyakitimu itu karena mereka semua cemburu. Karena kau sangat beruntung, karena itulah mereka cemburu. Jangan pernah membenci mereka, jangan merasa seperti itu dan kasihanilah mereka. ~~ Saat seseorang lahir ke dunia, hidup ini tidak cukup panjang untuk saling mencintai, bukan?" Hye Sung Eomeonni.
I Hear Your Voice (K-Drama) - Episode 7.
source
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Okeh! Mari kita mulai Dramatisasi bulan April ini.

Sekedar informasi, dari seluruh K-Drama yang gue pernah tonton, hanya drama I Hear Your Voice yang berhasil merubah pola pikir gue. Sekaligus berdampak pada kehidupan nyata gue akan nilai-nilai yang mereka sampaikan di dalam drama tersebut. Termasuk kutipan kalimat diatas. Sayangnya, dampaknya hanya bertahan 1 minggu.

Alasannya sih klasik, manusiawi! Manusia tidak ada yang sempurna, choy! Kesempurnaan hanya milik bunda dorce , ups, milik Tuhan maksudnya.

Apabila kali sudah melihat kutipan kalimat diatas, harusnya teman-teman bisa menangkap maksud yang akan gue sampaikan, dong. Berhubung gue bukan recapers sejati, jadi gue memutuskan untuk tidak merangkum sedikitpun dari K-Drama tersebut. Kalau penasaran, silahkan lihat disini.

Back to topic.

Selama seminggu pasca menonton habis K-Drama tersebut, gue sendiri pun berasa akan perubahan sikap gue. Bukan hanya intern gue sendiri yang merasa, tapi orang-orang di sekitar gue pun merasakannya. Gue jadi lebih sering senyum. Jikalau ada masalah kerjaan pun, tidak meledak-ledak seperti biasanya. Mengumpat sana-sini, mengeluh depan belakang dan sebagainya. Dan hidup pun, ternyata terasa lebih ringan dari biasanya.

Apa hanya karena menonton K-Drama itu lalu langsung berubah? Bukaan. Bukan karena drama itu lalu berubah, tapi karena drama tersebut berhasil merubah pola pikir gue. Seperti apa kata Bunda Teresa, semakin berbuat baik dan kebajikan, maka semakin banyak juga orang yang sirik, cemburu dan tidak senang dengan perbuatan baik kita.

Tapi, Beliau pun memiliki cara pandang yang sama dengan kutipan kalimat yang ada di atas.
"Jangan membenci mereka, tapi kasihanilah mereka."
"Walau bagaimanapun, berbuat baiklah. Ini bukan urusanmu dengan mereka melainkan urusanmu dengan Tuhan."

Ya! Manusiawi banget kalau gue merasa benci dan kesal dengan orang-orang itu. Tapi lebih tidak manusiawi lagi kalau pada akhirnya gue membuat diri gue menjadi seorang pembenci yang sama seperti mereka-mereka itu. Lalu, akhirnya jumlah manusia pemaaf di dunia pun menipis.
source

Lalu gue pun memilih mengambil sikap. Saat gue perlu marah, gue harus marah namun harus tetap ada dalam batas kewajaran. Lalu, saat mereka berusaha menghancurkan kebahagiaan gue, entah dengan jalan halus dan kasar, yang gue lakukan hanyalah tersenyum dan mengasihani mereka yang cemburu akan kebahagiaan gue. Senyum lepas yang gue punya. Pembawaan gue yang tanpa beban. Gue sadar, mereka tidak punya itu semua dan mereka berusaha merebutnya.

Memang, dampak positif secara langsungnya hanya berlangsung seminggu pasca selesainya K-Drama tersebut. Tapi, dampak secara tidak langsungnya ternyata masih terus berjalan hingga sekarang. Walau terkadang letih, namun usaha untuk tetap berbahagia tanpa harus membenci dan menyakiti orang lain, masih terus gue perjuangkan.
source

Betul!
Karena hidup itu singkat.
Waktu setahun dua tahun hingga puluhan tahun pun tidak cukup untuk memberikan kasih sayang dan cinta kasih kepada sesama. Tidak perlu menunggu orang lain yang melakukan hal kasih kepada diri lo sendiri. Mulailah dari diri lo sendiri.

Karena hidup ini perjuangan, gue sendiri pun masih berjuang untuk mengasihi dan mencintai orang-orang terdekat gue. Karena sekali lagi, waktu seseorang untuk saling mencintai tidaklah panjang, jadi jika tidak mulai dari sekarang, kapan lagi?


2 komentar:

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini