23 Januari 2014

(23th) People I want To Meet...

DISCLAIMER:
Hai! Inilah proyek menulis marathon '31 Days Full of Articles' hari ke Dua Puluh Tiga! Kamu ingin join atau membaca tulisan sebelumnya atau sesudahnya, silahkan klik disini...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Halo. <3
Tulisan ini dipersembahkan untuk sang dokter muda yang berada jauh disana. Hadiah ulang tahun untuknya yang kemungkinan tidak akan terbaca juga oleh yang bersangkutan. Tapi tidak apa-apa, mengapresiasikan diri bukanlah paksaan. Bukan juga sebuah tuntutan. Hanya sekedar pelepas lara, perasaan.

Kisah yang pernah terjadi hampir 13 tahun yang lalu. Kisah lama, cerita saat masih sekolah. Jadi ceritanya, waktu kecil gue punya cita-cita jadi seorang dokter. Whatever my friend judge me, i keep my dream.

Tapi, akhirnya gue seperti ditampar oleh kenyataan. Menelan kekecewaan karena jalan hidup gue berubah 360 derajat, bukan 180 derajat lagi loh! Gue tadinya mau masuk SMA jurusan IPA (mimpi awal, Dokterrr...), malah masuk SMK jurusan Sekretaris (yang notabene gue benci banget!). Lalu, karena jurusan sekolahnya sudah melenceng, akhirnya makin gue lencengkanlah langkah gue. Akhirnya gue memilih Sastra Inggris sebagai jurusan pendidikan gue berikutnya. Lihat kan, melenceng jauuuuuh... pake BANGET!

Okeh! Back to topic!
Jadi ceritanya, gue mau jadi dokter dan nggak kesampean. Nah, baru-baru kemarin gue mendapat FRIEND REQUEST dari teman lama, dari SD dulu. Yang pernah jadi inspirasi gue waktu nulis ini nih. Gue memang sudah tahu kalau Doi mengambil jurusan kedokteran di daerah Sumatera sanah. Tapi, yang bikin gue envy tuh, Doi sudah berstatuskan Dokter muda, atau istilahnya Co-ass-lah.
bukan! bukan ini tampang asli si DOI. cuma minjem dari sini...

Nah lagi! Dialah orang yang mau gue temuin sebenarnya, kalau bisa! Mengingat jarak antara Tangerang - Sumatera itu jauuh, jadi gue memutuskan hanya untuk bermimpi untuk ketemu Doi. Sekedar say Hi! atau berbagi pengalamannya tentang menjadi dokter muda. Lagi-lagi, mengingat karena cita-cita gue menjadi dokter, otomatis gue akan antusias banget kalau bisa dengar langsung dari sang dokter sendiri.

Menyesali sekarang pun sepertinya tiada guna toh. Bersyukur saja! Apa kata Anti kemarin tentang kebahagiaan? Atau apa kata gue sebelumnya tentang kebahagiaan? Kuncinya hanya satu, Bersyukur dan Tersenyum.

Gue tetap akan melanjutkan mimpi gue menjadi seorang guru dengan jurusan yang gue ambil sekarang, dan Doi.. Gue pun terus berharap Doi dapat menjadi dokter yang sukses.

Yah, akhirnya, kenyataan ya tetap kenyataan. Gue tidak menjadi seorang dokter, dan Doi yang jadi dokter. Gue sempat bergumam, "Paling tidak, salah satu cem-ceman gue bisa mewujudkan salah satu impian gue, meskipun bukan gue sendiri."

Aaah, paling tidak.. Gue mau ketemu, sekali saja! Bisa tidak yaa.. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sila komentar. Komentarmu adalah penyemangat untuk tulisan berikutnya! See ya! ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini